Sisi Gelap Ku

Sisi Gelap Ku
episode 11


__ADS_3

Sekilas aku melihat Vivi dari kejauhan, segera ku berteriak memanggil namanya.


"Vivi.... Vivi... woy.... ". aku berteriak memanggilnya sembari melambaikan tanganku. tapi dia tidak merespon bahkan dia terus berjalan menjauh.


" Ada apa dengannya". Gumam ku sambil lanjut berjalan. Di ruang kelas aku melihat Vivi duduk membaca Bukunya, aku langsung mendekat dan menyapanya.


"Hai, vi... ". ucap ku sambil tersenyum padanya.


" Hai... ". ucapnya cuek tanpa merespon pandangan sama sekali. dia tetap fokus pada Buku pelajarannya... aku yakin dia menghindari ku. apa aku berbuat salah padanya sehingga dia mulai menjauhi ku.


Lalu bagaimana caranya aku tahu letak kesalahan ku jika dia saja tidak merespon ku.


Aku mulai duduk di bangku ku dan sesekali menengok ke arah Vivi. Dia masih tampak diam dan fokus dengan bukunya. sampai bell berbunyi dan tes pun di mulai, dia tetap diam. Tidak bertanya apa pun pada ku.


Aku semakin bingung dan bimbang. ku selesaikan semua soal - soal tes dengan cepat agar dapat pulang bersama dengan Vivi. ya... karena biasanya Vivi yang selalu menunggu ku selesai kan tes. mungkin hari ini dia akan meninggalkanku. Jadi aku menyelesaikan tes ku secepat yang ku bisa.


Tebakan ku benar, dia sudah menyelesaikan soal tesnya. dan mulai berpamitan pulang lebih dulu. aku segera mengumpulkan lembar tes ku dan menyusulnya keluar kelas.


"Hai, vi.... ". teriakku sambil berlari menghampirinya.

__ADS_1


" Hai Li... ". jawab dia sambil terus berjalan


" Vi... tunggu. Aku ingin bertanya padamu". ucap ku berusaha menghentikan langkah kakinya. Dan dia pun mulai menghentikan langkahnya dan mendengarkan ku.


"ya... ". responnya begitu singkat


" Boleh aku bertanya? ".


" Tentu.. ".


" Kenapa kamu menghindari ku? ". tanya ku heran


"Tidak mungkin...Hari ini kamu begitu berbeda".


" Lalu... semalam kamu juga sangat berbeda". ucap Vivi yang hampir keceplosan lalu mengalihkan pembicaraan.


"oh, ya gimana tes kamu tadi? tumben selesai cepat". sambung dia mengalihkan topik.


" Semalam, apa yang aku lakukan? kenapa kamu begitu takut denganku?". aku tidak menggubris soal tes. aku tetap bersi kukuh dengan pertanyaanku yang semalam.

__ADS_1


"emm... tidak. semalam aku kurang tidur, jadi agak enggak enak badan. makanya nih mau pulang awal". jawabnya beralasan


" Vi... ". aku meraih tangannya dan dia berteriak lirih


" au...! ssssttt sakit ". ucapnya lirih


" tangan mu kenapa? ". tanya ku. aku yang penasaran tak sabar menunggu jawaban dari nya. ku tengok lengannya terdapat luka yang begitu memar kebiruan. sikunya pun terluka. dan sekilas ku melihat keningnya terdapat luka pula.


Aku mulai melepaskan tangan Vivi... aku mulai melangkah mundur perlahan aku tutup mulut ku rapat - rapat dengan mata yang berkaca - kaca. Vivi yang melihat diriku seperti itu langsung meraih dan memeluku.


"Li... tenangkan dirimu".


aku menangis tersedu - sedu dalam pelukan sahabatku. Rasa bersalah yang teramat besar mulai muncul dalam benak ku. meski aku tidak mampu mengingat semua nya tapi aku yakin bahwa luka itu pasti karena aku.


" Li... aku menghindarimu hari ini bukan karena aku tidak menyukaimu. tapi untuk menyembunyikan luka ini dari mu". ucap Vivi mencoba memperjelas kesalah pahaman ini.


"jawab yang sejujurnya vi...Apa semua luka ini karena aku?".


Vivi diam membisu, tiada se ucap kata pun keluar dari mulutnya. aku semakin merasa yakin bahwa aku yang melakukannya.

__ADS_1


aku mulai menangis lagi dan Vivi pun mencoba menenangkan ku. dia mengelus pundak dan kepala ku agar aku berhenti menangis.


__ADS_2