Sisi Gelap Ku

Sisi Gelap Ku
episode 39


__ADS_3

Terlihat vivi yang masih berdiri di depan pintu, dia mulai melangkah perlahan menghampiri ku.


Tatapan yang dia berikan pada ku begitu penuh arti, mata nya tampak berkilau membendung air mata. Dengan cepat dia langsung memeluk ku yang masih terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit.


"Li... maaf... maafkan aku.. hiks.. hiks... hiks.... ". ucap vivi yang menangis tersedu - sedu.


" Sudah, tidak apa - apa. yang terpenting kita sudah selamat". ucap ku coba menenangkan ke khawatiran vivi yang memuncak.


"tapi... te... ta... pi... ".


" sssstttt.... sudah, jangan menangis lagi. Aku sudah tidak apa - apa".


"Sudah, tidak perlu di bahas lagi. kalian berdua tenangkan hati dan fikiran dulu ya". ucap Budhe Ana mencoba meredam suasana.


Vivi tampak menurut, dia menganggukan kepala nya dan berhenti menangis.


" Vi... boleh ikut Budhe keluar sebentar?Budhe mau bicara".


"Iya Budhe... ".


Vivi mulai mengikuti Budhe Ana yang keluar dari ruang kamar.


" Kemari lah, duduk disini".

__ADS_1


"iya... ".


" Budhe hanya ingin tanya, Apa kamu melihat hal yang aneh pada Lily saat kalian di sekap?".


"Tidak Budhe...vivi tidak melihat ada yang aneh pada Lily". jawab vivi.


Budhe Ana tampak Gelisah. dia masih kurang puas dengan jawaban vivi.


" Lalu, apa kamu tahu. kenapa semua penculik itu bisa Mati?".


"Vivi, juga tidak tahu Budhe. Saat vivi sadar, mereka semua sudah tidak ada di ruangan itu. Dan saat vivi dan lily hendak keluar dari ruangan itu, kami melihat jazad mereka sudah berserakan dengan sangat mengenaskan".


Budhe Ana tampak lebih khawatir dan sesekali mengusap wajah nya dengan kedua tangannya.


"tidak, tapi... mungkin belum. Budhe takut sesuatu yang selama ini di hindari malah menjadi satu".


" Maksut Budhe Ana... ".


" Iya, Budhe takut. Lily mengikat janji dengan Roh Suju. Dimana sebenarnya orang tua dia sudah berusaha memutuskan hubungan dengannya sejak kecil".


"Apa akan ada pengaruh untuk Lily di kehidupannya nanti?".


" iya, jika dia tidak bisa mengendalikan Roh suju. maka dia yang akan di kendalikan. Dan dengan mental dia yang seperti itu. pasti dia akan menyalahkan dirinya sendiri setiap dia melukai orang lain".

__ADS_1


"Apa akan sebegitu parahnya Budhe? Lalu kita harus bagaimana?".


Budhe tampak diam dan hanya menggelengkan kepalanya.


" Vivi akan menjaga Lily, apa pun yang terjadi. Vivi akan selalu di samping Lily... ".


" Bukan begitu vi... saat Lily terkontrol oleh Roh itu, maka dia tidak akan mengenal dirimu, bahkan dia tidak akan mengenali dirinya sendiri".


"Lalu, kita harus bagaimana Budhe...?".


" Budhe akan memikirkan cara nya nanti. sekarang kita akan urus masalah ini kepolisi. Agar Lily tidak ikut terjerumus lebih dalam lagi dengan kasus ini".


"kenapa... Lily...?".


" iya, bukti pisau yang di gunakan untuk membunuh semua penjahat itu adalah sidik jari milik Lily... ".


" Apa...?".


"Ya... Lily yang sudah membantai mereka semua tanpa sadar".


Vivi tampak kaget dan terdiam. Fikirannya melayang dan merasa tidak percaya bahwa sahabatnya itu mampu membunuh semua penjahat itu. Dengan watak Lily yang tidak pernah tega membunuh hewan sekecil apa pun itu, bahkan semut sekali pun. Tapi kini... dia mendengar bahwa Lily membantai 4 orang sekaligus dalam satu malam.


Jantung Vivi terasa berdegup kencang, perasaannya begitu khawatir bercampur takut. Tapi dia berusaha berfikir positif bahwa itu bukan Lily yang melakukannya. Dia hanya di peralat oleh Roh itu.

__ADS_1


__ADS_2