
Beberapa saat sudah berlalu, Budhe Ana belum kunjung keluar dari kamarnya. Segera Lily bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamar Budhe.
"Li.. mau kemana? ". tanya Vivi menengok ku yang sedang berjalan.
" mau ke atas, nyamperin Budhe". jawab ku lanjut berjalan.
"ikut dong... ".
Vivi mulai mengikuti ku di belakang, sesekali dia menengok ke arah yang berbeda.
" kamu kenapa? ". tanya ku heran
" emm enggak kok... ". jawabnya sambil tersenyum paksa.
Aku pun lanjut berjalan dan dia tetap membuntuti ku di belakang. Sampai di depan pintu kamar Budhe, aku mulai mencoba mengetuk pintu beberapa kali tetapi tidak ada suara dan jawaban.
aku mulai memanggilnya dan mengetuk pintu itu lagi, tapi tetap saja. Tidak ada jawaban dari dalam, rasa penasaran dan heran mulai muncul. ini rasanya aneh, tidak mungkin Budhe langsung tertidur setelah kepulangannya. biasanya dia selalu turun dan mengobrol dahulu pada ku sebelum beranjak tidur. karena penasaran aku mulai mengetuk nya lagi lebih cepat dan memanggilnya lebih keras. Tapi malah terdengar suara pintu itu terketuk dari dalam seolah mempermainkan diriku.
__ADS_1
aku yang di luar pintu melongo dan melempar pandanganku ke arah Vivi. Vivi yang terlihat kaku dan membisu berharap aku segera mengajaknya turun. Tapi tidak, aku lebih penasaran lagi karena hal itu, lalu ku paksa membuka pintu itu dengan mendobraknya dan pintu itu terbuka.
Ku tengok ke semua arah, ku cari budhe di semua sudut ruangan tapi tidak ada. Tidak ada seseorang pun di dalam kamar ini.
"Li... ". panggil Vivi menepuk pundak ku beberapa kali.
" kenapa? ". jawab ku menengok nya dengan heran.
" itu.... ". dia menunjuk ke arah Jendela luar.
Aku pun langsung melempar pandanganku ke arah jendela, terlihat sebuah sorotan lampu mobil dari bawah. Aku segera turun dengan Vivi dan berjalan ke luar rumah.
" Terimakasih, sudah mau mengantar". ucap Budhe Ana kepada temannya. Lalu mobil itu pergi meninggalkan Budhe yang masih berdiri di luar.
Budhe Ana mulai berjalan mendekati kami berdua yang berdiri di depan pintu rumah.
Vivi yang ketakutan menyembunyikan dirinya di belakang tubuhku, sesekali dia mengintip Budhe yang hampir sampai menjumpai kami berdua.
__ADS_1
"hah, ya ampun. Hujannya tidak kunjung reda, jadi Budhe pulang terlambat. Kalian sudah makan belum? kenapa berdiri di luar? disini dingin ayo masuk". ucap Budhe panjang lebar sambil menutup payung yang dia bawa.
Aku masih heran dan berdiri melongo di sana serasa ini mimpi. Mungkin tidak, tapi... tadi benar-benar Budhe Ana sudah pulang. tapi ini...
"Hei, kalian kenapa malah melamun disini. ayo masuk". Budhe mendorong kami berdua untuk masuk ke dalam rumah.
Aku dan Vivi mulai duduk di sofa dan memandang Budhe yang mulai berjalan mondar mandir kesana kemari membuat kan kami Teh hangat.
" ini di minum, biar badan kalian hangat". ucap Budhe meletakkan minuman dan beberapa kue.
Kami berdua masih tetap dalam posisi melongo. sesekali aku dan Vivi menelan ludah dengan sangat sulit.
Budhe yang melihat tingkah laku kami pun terheran dan mulai duduk bersama dengan kami.
"kalian berdua ini, sebenarnya kenapa? dari tadi ngliatin budhe kayak liat hantu". ucap Budhe yang mulai menyrusup cangkirnya.
"emang... ". ucap Vivi berbisik pelan
__ADS_1
aku menengok Vivi dan dia tersenyum paksa pada ku dengan posisinya mendekap lenganku.