
tut... tut..... tuutt....
sepulang dari sekolah vivi mencoba menelfon si roy, tapi tak kunjung ada jawaban.
"Bagaimana? ". tanya ku pada vivi.
"gak di angkat... ". jawabnya lesu dan cemberut kesal.
" sudah, jangan terlalu dipikirkan besok pasti dia menghubungimu lagi". aku mencoba meredam kegelisahannya.
"ya, kamu benar Li, mungkin kak Roy sibuk".
" oh, ya... nanti malam pergi nonton yuk". ajak ku untuk menghiburnya.
"enggak ah... huft, nanti malam orang tua ku gak pulang, gak ada orang di rumah".
" ya sudah, aku menginap di rumah mu saja, bagaimana? ".
" emm... ok juga tuh".
"ya sudah, aku pulang dulu mau ijin budhe".
" oke deh, aku tunggu nanti sore ya".
"ya.... ".
Setelah sampai di rumah, aku meminta ijin kepada Budhe Ana untuk menginap di rumah Vivi, Budhe pun mengizinkannya dan aku mulai berangkat kesana.
Sampai di rumah vivi.
tok... tok... tok....
" vivi.... vivi.... ". panggil ku dari luar rumahnya terdengar suara langkah kaki vivi berjalan menuju pintu dan membukakan pintunya untukku.
cekkllleeekkk........ ( suara pintu terbuka)
__ADS_1
" Hai Li, masuk yuk". sambut vivi yang masih menggunakan sragam sekolah.
Aku mulai masuk ke dalam rumahnya dan mulai duduk di sofa ruang tamu.
"Sebentar, aku buat kan minuman dulu ya". ucapnya yang mulai pergi ke dapur. tidak sengaja dia meninggalkan handphone nya di sofa. Terlihat dia mendapat beberapa kali panggilan telfon serta pesan beruntun. Karena aku yang merasa penasaran tidak sengaja menengok handphone nya. Ternyata yang menghubungi vivi adalah kak Roy. Beberapa saat kemudian vivi datang membawa minuman serta cemilan untuk ku. spontan aku menaruh handphone nya lagi ke sofa.
"maaf, lama ya Li...? ".
" eh, enggak kok. oh ya kenapa kamu masih gunain sragam sekolah? tidak ganti dulu? ".
" iya nih vi, gak tau aku lagi malas sekali".
"kenapa? apa gara - gara kak Roy? ".
" hmmm.... ".
" Apa dia belum menghubungi mu? ".
" Sudah Li... tadi setelah aku sampai di rumah, dia baru membalas pesanku".
" ya... katanya maaf dia 2 hari ini sibuk ada sesuatu yang harus dia kerjakan".
"emm... lalu, kenapa kamu cemberut?". tanya ku lagi yang penasaran.
" aku kesal.... ".
" kesall...? kenapa kan sudah dapat balasan pesan? ".
" ya, aku kesal karena dia salah menyebut nama ku".
"what...? kok bisa? ".
" Aku fikir, dia juga sedang chattingan dengan orang lain juga".
"memang dia balas apa? ".
__ADS_1
" Dia bilang, maaf belum bisa bertemu Veni dulu".
"ahh... mungkin dia lupa nama kamu vivi".
" lah masak gitu, memang nomor ku tidak di kasih nama dengan benar? ".
" aduh, gimana ya... kayaknya dia kirim banyak pesan deh, coba saja buka".
"enggak ah malas Li... ".
" Kenapa? ".Tanya ku lagi
Vivi hanya diam cemberut menyangga pipinya.
" hmm ya sudah, kita ganti topik. mau ngapain nih kita sekarang? ".
" hmm,, katanya kamu mau nonton".
"Katanya kamu tidak bisa pergi tadi?".
" ya memang, kita nonton Guna DVD saja, aku punya banyak film juga".
"oh, oke deh".
" Aku siapkan dulu ya". Vivi mulai menyiapkan DVD di ruang pribadi untuk kita tonton bersama.
"Vi.... ".
" ya... ".
" Kamu mandi dulu saja, biar aku yang putar filmnya".
"iya deh, nih kamu pegang DVD nya ini remotnya, aku mandi dulu ya".
" oke deh... ". jawabku tersenyum lebar
__ADS_1
vivi pun mulai pergi mandi. Dan meninggalkan ku di ruang pribadi sendirian.