Sisi Gelap Ku

Sisi Gelap Ku
episode 36


__ADS_3

Mereka semua terlihat sibuk menyiapkan beberapa alat rumah sakit, banyak sekali pisau, gunting dan macam - macam alat bedah. Bahkan mereka sudah menyiapkan tempat untuk menaruh Organ dalam yang akan mereka ambil. Mereka mulai mendekati vivi yang terbaring lemah disana. Dokter itu mulai menyuntikan sesuatu ke lengan vivi. Aku yang melihatnya berusaha berteriak menghentikan mereka tapi tidak bisa. mereka menutup mulut ku sehingga aku tidak mampu bersuara.


"mmm.... mmmm..mmm". Aku hanya mampu ber suara demikian. aku mencoba membuat keributan sehingga mereka tidak fokus dengan vivi. Kak Roy, yang melihat ku bertingkah langsung menghampiriku dan melepas lakban yang menutup mulutku.


" Brengsek...!! kalian kejam lepaskan vivi". itu kata pertama yang ku lontarkan setelah dapat berbicara dengan leluasa.


"hahahaha... melepaskan sumber uang bagi kami? itu mustahil". ucap kak Roy yang begitu santai.


" cih... kalian bukan manusia!".


Kak Roy langsung mencengkeram kedua pipi ku dengan satu tangannya. Itu sangat menyakitkan dia melakukannya begitu keras. Dia pun memberiku tatapan dingin, tapi aku tidak berhenti di situ saja. Aku tetap mengoceh semauku. memaki dan memarahi mereka semua. sampai mereka geram dan menyuruh kak Roy untuk mendiamkan ku.


Plakkkk.... ( suara tamparan) Kak Roy menampar ku dengan begitu ringannya.


"ah,,, sakit... ". ucap ku pelan dan aku berhenti berbicara sesaat saja. Aku mulai mengangkat kepala ku lagi, dan menatap kak Roy dengan tatapan yang tajam sangat tajam.


" Coba kamu bicara satu kata lagi... ". ucap kak Roy mencoba mengancam ku.

__ADS_1


Ku lempar senyuman sinis ke arahnya, dan aku mulai berkata.


" Waktu kalian habis sampai disini saja". ucap ku dengan nada yang tegas.


"hahaha... ". Kak Roy mulai tertawa lagi,


" Coba tertawa lah selagi kalian bisa". ucap ku lagi pada nya.


"Nyali mu ternyata besar juga ya...? hmm tidak heran, Kalau teman mu vivi itu selalu memanggil nama mu saat dia di sekap. ckckck... kasihan sekali,Dia fikir akan di selamatkan olehmu.Hahaha...tapi coba lihat si Lily ini, yang bahkan sekarang kamu tidak bisa berbuat apa - apa... ".


" Cukup...!".


" Kau sudah, jadi buron. Bahkan kamu tidak akan bisa lari begitu saja".


"Apa?".


" ya... aku sudah melaporkan mu ke polisi, mereka akan menangkapmu cepat atau pun lambat".

__ADS_1


"Oke... kalau begitu, coba kita lihat... lebih cepat polisi menangkap kami atau lebih cepat kami mengambil organ tubuh kalian".


" Brengsek....!! lepaskan aku...! Kau bukan manusia...!".


"ya... ya... ya... silahkan bicara apa pun sesuka hati mu sebelum giliranmu tiba". Kak Roy mulai melangkah pergi meninggalkan ku dan dia mulai mendekati vivi bersama dengan teman - temannya itu.


" Lepaskan vivi...!! kalian akan menyesal jika melanjutkannya". ucapku yang masih bersikeras untuk menghentikan mereka.


"Sudah, abaikan saja dia, ayo kita lanjutkan". ucap Kak Roy yang mulai mengambil gunting dan memutus satu per satu kancing baju milik vivi.


"Brengsek...!!!". Aku masih mencoba melepas ikatan di tanganku, dengan penuh perjuangan akhirnya ikatan itu lepas. Aku segera melepas ikatan tali di kaki ku dan mulai berlari ke arah mereka. Aku langsung menarik kak Roy dan mendorongnya sampai dia terjatuh dan tangannya terluka terkena Gunting yang dia bawa.


" Dasar Gadis bodoh!!". ucap kak Roy yang kesakitan karena tangannya yang terluka. dia mulai tampak bangkit dan mengipatkan tangannya yang terluka.


"sial...! Dasar Gadis sial". ucapnya lagi memaki ku.


" Cukup, berhenti atau kalian akan tau akibatnya nanti". ucap ku lagi berusaha melindungi vivi yang masih terbaring tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Jangan dengarkan gadis bodoh itu. cepat, kalian sekap dia lagi... ". ucap kak Roy kepada kedua rekannya.


__ADS_2