Sisi Gelap Ku

Sisi Gelap Ku
episode 41


__ADS_3

Terlihat langkah kaki Budhe yang begitu tergesa - gesa menghampiri ku. Segera dia membalut tubuh ku dengan kain yang dia bawa. Dia peluk erat tubuh ku seakan rasa syukurnya karna masih melihat ku dalam ke adaan baik - baik saja. dia takut akan kehilangan diri ku. Mungkin dia fikir, aku akan pergi dan menghilang begitu saja darinya. Dia memeluk ku erat dan pelukan ini terasa sangat berbeda, aku bisa merasakan betapa khawatirnya dia kepada ku.


Aku mendengar detak jantungnya yang berdebar tak menentu, fikiran nya yang hanya tertuju pada ku. Sungguh aku begitu tersentuh, ini bukan suatu kebohongan dan sandiwara belaka. Kasih sayangnya begitu nyata dan terasa nyaman untuk di rasakan.


"Sayang... kenapa kamu bisa ada disini". Tanya Budhe yang masih memeluk dan mengelus rambut ku.


" Tadi...". Aku ingin menjawab bahwa aku tidak tahu kenapa bisa sampai disini dan bertemu dengan suju. tapi pasti ini akan menambah kecemasan dan kekhawatiran Budhe pada ku jadi aku berusaha mencari alasan lain untuknya.


"Emm... tadi Lily tidak bisa tidur, jadi Lily cari angin di sini". ya itu jawaban yang terlintas dalam benak ku dan segera ku ucapkan padanya.


Budhe, tampak diam dan merasa tidak percaya. tapi dia membuang semua fikiran negatif nya dan segera membawa ku turun ke kamar rawat ku.


"ini sudah larut malam, ayo kita turun". ucap budhe yang masih memegang kedua bahu ku dan mengarahkan aku untuk berjalan.


Aku pun hanya membalas dengan senyuman dan menurutinya untuk turun kebawah.

__ADS_1


Sampai di ruangan rawat. Aku berhenti di tengah pintu dan merlihat seseorang berbaring di ranjang rawat miliku, siapa dia? kenapa dia disitu dengan menggunakan baju pasien. Apakah aku dan Budhe salah kamar? fikir ku dalam hati.


Budhe Ana tampak masih mengajak ku untuk masuk namun aku menolak dan aku masih bediri terdiam dipintu.


"Sayang, kenapa? ayo masuk kamu harus istirahat ya...".


Aku masih diam dan menatap orang yang berbaring disana.


" Kamu kenapa?". tanya Budhe Ana lagi tapi aku tidak menjawab dan masih menatap seseorang di ranjang itu.


"Lily.... Apa kamu baik - baik saja? apa yang kamu lihat?". Aku tetap diam dan masih melihat ke arahnya.


"Apa yang mau dia lakukan?". batin ku dalam hati.


Aku mulai melangkah masuk ke dalam ruangan ku dan berusaha untuk menegur gadis itu. Tapi saat aku sudah hampir meraihnya dia menjatuhkan dirinya ke bawah, Ya... dia melompat dari lantai 4 ruangan ini dan tewas di bawah.

__ADS_1


Aku yang syok melihatnya langsung menjerit dan melontarkan kata- kata yang Budhe Ana tidak fahami.


"Jangan...!! teriak ku keras.


"Lily... kamu kenapa...?".


" Budhe... gadis itu bunuh diri, dia melompat dari jendela ini". jawab ku dengan cepat.


Aku mencoba menjelaskan ke pada Budhe Ana, tapi dia terlihat bingung. Dia berusaha memahami ku dengan kebingungan nya itu.


Sesaat aku berhenti panik dan diam. Aku mulai menatap ke arah Budhe Ana dan berkata.


"Budhe... Apa Budhe tidak melihat apa yang Lily lihat tadi?". tanya ku pelan.


" Iya, Budhe tidak melihat apa pun disini".jawab Budhe menatap kedua mataku dengan tajam.

__ADS_1


Aku pun tersentak kaget, Kenapa aku bisa melihat masa lalu di ruangan ini.


Aku mulai duduk di ranjang rawat, dengan penuh fikiran dan pertanyaan yang ingin ku pertanyakan tapi, tidak tahu siapa yang bisa menjawab semua pertanyaan ku ini.


__ADS_2