
Aku yang sedang menikmati makanan ku dengan lahap, tiba - tiba di kagetkan oleh suara gelas yang jatuh dan pecah.
pyaarrrrr.......
suaranya begitu keras, sehingga mengagetkan aku yang tengah makan dengan nyaman. Rasanya suara itu berasal dari dapur. Aku mulai bangkit dari kursi dan ingin melihatnya. tapi budhe menghentikan ku dan memegang satu tanganku.
"Lily... duduk saja. habiskan makananmu".
ucap Budhe yang memegang satu tangan ku dan melepaskan, Lalu dia lanjut untuk makan.
Aku pun menurut dan mulai duduk di kursi ku lagi dan menyelesaikan makan ku.
Setelah kami berdua selesai makan, aku membereskan piring dan gelas membawanya menuju dapur. Disana aku menengok sekeliling mencari asal pecahan gelas itu. Tapi tidak tampak serpihan gelas secuil pun. aku yang mendungkrukan diri menengok ke arah kolong meja dapur dan kursi, tidak ada apa - apa. tidak ada barang yang terlihat pecah. Saat aku sibuk dengan benda pecah itu yang tidak kunjung ku temui. Tiba-tiba budhe datang dari belakang ku dan mengagetkan diriku.
"Lily.... ". ucap Budhe menepuk pundak ku
Aku spontan kaget dan menjenggirat.
" Ehhh Budhe, ngagetin aja". ucap ku dengan ekspresi kaget dan mengelus dada.
"cari apa kamu Li...? ". tanya budhe yang menengok ke bawah.
" Emm enggak kok Budhe, tadi kan Lily dengar ada suara gelas pecah, jadi Lily cari sumber pecahan itu".
"Tidak ada gelas pecah disini".
" emm Lily jadi heran karena itu".
"Sudah, jangan terlalu banyak berfikir. Ayo kita ke ruang tengah saja". ucap Budhe mengajak ku keluar dari Dapur. Aku yang mengikutinya keluar dan duduk di sofa tengah. Budhe tampak tenang membaca majalah yang baru saja dia beli.
__ADS_1
aku mencoba membuka percakapan ku dengan Budhe Ana. dan tampaknya dia merespon dengan baik. Jadi aku bertanya beberapa perihal lagi padanya menyangkut kejadian hidup masa kecilku.
"Budhe... ".
" iya Li... ". jawabnya sambil membuka selembar demi selembar majalahnya.
" Lily mau tanya sesuatu boleh?".
"Ya, tentu sayang". jawabnya lagi dengan tetap menaruh pandangan ke majalah yang dia baca.
" Waktu kejadian kecelakaan itu, Kenapa Lily berada di tempat kejadian? sedangkan mama Lily pergi begitu saja tanpa mengajak Lily".
Budhe berhenti membaca majalahnya dan mulai menutupnya dia taruh majalah itu di atas meja. Dan mulai bercerita lagi.
"Sayang, apa yang ada di dalam hatimu saat ini. itu semua benar".
" Maksut Budhe? ".
"Bagaimana caranya Lily bisa sampai disana? ".
Budhe menghembuskan nafasnya dengan cepat dan memandang ku dengan serius.
" Sayang, jika kamu ingin tahu lebih jelas lagi, kamu bisa datang ke kantor CCTV jalan itu. Tepat disana kamu akan menemukan jawabanya".
"Di mana Kantor itu Budhe? ".
" Tidak jauh dari sini, tepat 100 M dari sebelah kanan sekolahmu".
"kalau begitu, Lily akan kesana besok setelah pulang dari sekolah".
__ADS_1
" Tapi sayang,,, ".
" Ya...? ".
" Budhe hanya ingin berpesan pada mu, Setelah kamu melihat dan mengetahui semuanya, ingat satu hal saja. Jangan kamu persalahkan dirimu, dan membuat dirimu tertekan".
"iya Budhe... Lily akan tegar".
" Bukan masalah tegar, karena masalah ini akan bermula dari sini".
"maksut Budhe apa? ".
" Jangan terlalu terhantui masalah ini, atau kamu tidak akan mendapat kesempatan untuk mengatur dirimu sendiri. kamu tidak akan mampu mengendalikan dirimu nanti".
"Lily... tidak paham... ".
" kamu akan paham, setelah berjalannya waktu sayang".
"Kata - kata itu, aku pernah mendengarnya".
" Ya,, kamu harus kuat untuk dirimu sendiri...jangan mau di kendalikan oleh Roh".
"Lily... harus bagaimana Budhe?".
" Roh akan menguasai dirimu yang begitu putus asa. dia akan menjadi baik dan buruk tergantung dari hati dan keinginan kita".
"Jadi....? ".
" ya... kamu harus bisa menjaga hatimu untuk tetap berprasangka baik".
__ADS_1
"Baik Budhe, Lily akan ingat itu".
Budhe mulai berhenti berbicara Dan mengelus kepala ku dengan lembut, dia tersenyum dan memandangiku penuh kasih sayang.