
Waktu terus berjalan, tidak terasa aku bercakap banyak dengan sahabat ku Vivi. Tapi aku sengaja tidak menceritakan kejadian aneh yang ku alami, untung saja dia nyaman dengan percakapan ku yang lain. dimana aku menceritakan tentang beberapa tanaman bunga hias kepadanya.
"wah, aku jadi ingin sekali menanam bunga anggrek warna putih. Pasti sangat cantik jika di taruh dalam kamar ku". ucap Vivi yang sedang menghayal.
" Apa? bunga itu akan mati jika kamu taruh di kamar mu". Saut ku
"kenapa? kamar ku kan sejuk". Lanjut dia bersi keras
" Ruangan mu tak ada sinar matahari, bunga itu akan mati nanti, lebih baik kamu taruh di luar jendela kamar mu". Ucap ku menyarankannya
"ok, baik lah... emmm...dimana aku bisa dapatkan anggrek putih itu? ". tanya Vivi dengan tatapan penuh harapan.
"Lily.... ". Panggil Budhe menyela percakapan kami.
" ya, Budhe... ".Jawab ku menatapnya bersamaan dengan Vivi.
" Budhe ada perlu, mau keluar. mungkin budhe akan pulang malam nanti".
"emang budhe mau kemana?". Tanya ku
" Ada perlu sebentar dengan Teman Budhe, oh ya Vivi, Budhe minta tolong ya temani Lily sampai Budhe pulang". ucap Budhe sambil menenteng tasnya.
"Ya, Budhe Ana... Vivi disini sampai Budhe pulang nanti". jawab Vivi sambil tersenyum ringan.
" ya sudah, kalau mau makan. ambil makanan di kulkas ya, Budhe sudah siapkan". ucap Budhe Ana sambil berjalan keluar
"iya... ". jawab kami berdua serentak.
Aku pun mulai mengambil handphone dan duduk kembali bersama dengan Vivi.
__ADS_1
" nih, coba lihat... bunga ini cantik cantik bukan? ". ucapku memperlihatkan kepada Vivi beberapa macam tanaman bunga.
" wah, iya cantik cantik sekali, aku jadi ingin menanam semuanya". ucap Vivi dengan tawa kecilnya.
"Dasar kamu nih".ucapku sambil menyentil keningnya.
" aduhh, sakit... ". Vivi mengusap keningnya.
" oh, ya. Bunga yang aku kasih kemarin masih kamu rawat kan? ". tanya ku
" iya, masih lah... itu bunga apa sih? kok belum tumbuh bunga sampai sekarang? ". tanya balik Vivi kepada ku.
" oh, itu tanaman memang tak ada bunganya hanya daun saja". jawab ku
"ihh, apaan sih. kamu kasih aku daun saja. aku mau yang berbunga nantinya". Rengek Vivi sambil menjatuhkan diri ke sofa".
" haha, ya nanti ku lihat taman bunga belakang dulu. kamu mau ikut tidak? ". tanya ku sambil menaruh handphone dan mulai berjalan pelan.
" Vi... nih coba lihat". ucap ku memperlihatkan beberapa tanaman bunga anggrek ku.
"wah, aku mau semua ini... ".ucap Vivi yang mulai jail menyentuh berulang kali tanaman anggrek ku.
" hussst...jangan di sentuh". ucapku menghentikan kejailannya.
"ahh iya...iya maaf. Aku gemas sekali". Vivi menarik tangannya dan menyembunyikannya.
" ya sudah, ayo kita kedalam saja. kita ke kamar ku hari sudah mulai sore". Ajak ku sambil menarik tangannya dan Vivi pun mengikuti langkah ku.
"ahhh... aku lelah sekali, mau mandi". ucapku yang menjatuhkan diri ke ranjang tidur.
__ADS_1
" mandi lah, sana... ". ucap Vivi yang ikut berbaring di sampingku.
" kamu mau mandi juga tidak? nanti pakai Bajuku".
"ya nanti lah, gantian kamu dulu sana". ucap Vivi yang menarikku bangun dan mulai mendorong ku untuk mandi.
aku pun langsung mengambil handuk dan pergi mandi, sementara dia mulai merebahkan diri lagi di ranjang tidurku dan tak sengaja mulai terlelap tidur.
" Vi... vi... ". panggil ku dari dalam kamar mandi tapi dia tidak menjawab. ku intip dia dari bilik pintu terlihat dia sudah tertidur lelap. aku pun mulai melanjutkan mandi hingga selesai. Dan saat aku ingin keluar dari pintu terlihat sesosok wanita yang sedang duduk di samping Vivi. sepontan aku pun langsung menutup pintu lagi dengan keras.
Brakkk....
dan itu membangunkan Vivi yang sedang tertidur.
"Lily... hei kenapa kamu? aku sampai kaget". ucap Vivi yang mulai bangun dan berjalan mendekat.
Aku yang merasa syok, masih belum juga membukakan pintu, aku mencoba menenangkan diri dan menarik nafas dalam dalam dan mengeluarkannya secara perlahan. saat hati dan fikiranKu mulai tenang. aku memberanikan diri untuk membuka pintu lagi.
"hey, kenapa kamu?". tanya Vivi lagi
aku tak menjawabnya langsung, aku hanya menengok ke kanan dan kiri serta memperhatikan sekeliling sudut kamarku. tidak ada... Sosok itu tidak ada. padahal tadi jelas aku melihatnya duduk di samping Vivi. Sosok itu memakai baju putih bersih dan rambut yang panjang..panjang sekali sampai menyentuh lantai. Tak terlihat wajahnya karna tertutupi oleh rambutnya.
"woy, nih anak kenapa sih? ". ucap Vivi memfokuskan diriku yang sempat linglung.
" ah, ya. sory tadi aku melihat kecoa, jadi tidak sengaja menggebrak pintu". jawabku membohonginya.
"oh, kecoa... ya sudah kalau begitu. hanya kecoa saja bikin kaget". ucap Vivi yang mulai berjalan ke arah ranjang dan mulai menjatuhkan dirinya lagi di tempat tidurku.
" hey, Vi... kamu tak mandi malah lanjut tidur". ucapku menarik kakinya
__ADS_1
"tidak ah, mau lanjut tidur saja". jawabnya yang mulai tertidur lagi.
" Dasar nih anak".