
Diriku melihat ke langit, di mana ada sebuah mantra sihir yang mempunyai kekuatan yang besar di arahkan kepada kami. Saat itu diriku kebingungan bagaimana cara kita bisa selamat dari sihir tersebut. Sihir tersebut meledak sedangkan kami berada tepat di bawahnya, saat itu diriku mencoba untuk menahan serangan besar tersebut dengan segenap kekuatanku. Aku hanya bisa menahan kekuatan itu untuk melindungi Ruru dan juga Sora.
Akan tetapi kekuatan yang aku miliki tidak cukup untuk terus menahannya. Sampai\-sampai harus membungkukkan tubuhku. Tiba\-tiba di dalam hatiku terdengarlah sebuah suara. “Apakah kau ingin kekuatan ?” Dalam pikiran aku menjawab iya, suara tersebut menanyakan pertanyaan lagi “Apa yang bisa kau tawarkan sebagai gantinya ?” diriku pun bertanya balik pada suara tersebut “apa yang kau inginkan ?” suara tersebut tertawa sangat keras, ia berkata bahwa ingin sesuatu yang berharga.
Hal itu membuatku kebingungan, diriku tidak ingin kehilangan sesuatu yang berharga. “jika maksudmu adalah berharga dari dalam tubuhku maka baiklah, ambillah semua yang kamu mau. Tetapi aku tidak akan memberikan seseorang yang ingin aku lindungi” suara tersebut lagi\-lagi tertawa dengan kencang ia berkata apakah yang aku lindungi itu adalah hal yang penting untuk diriku.
Dengan kencang aku berkata “meskipun kamu ingin merenggut nyawaku sebagai gantinya aku tak peduli, jika itu harus di tukarkan dengan keselamatan orang yang aku sayangi, maka baiklah aku akan menerima tawaran tersebut !” suara tersebut lagi\-lagi tertawa “HAHAHAHAHAHAHA, menarik, menarik sekali. Kalau begitu aku pinjamkan sebagai dari kekuatanku kepadamu setelah itu tunjukkan lah kepadaku bagaimana dirimu melindungi orang\-orang yang kau sayangi tersebut”
Sambil menahan ledakan besar tersebut, di dalam penglihatanku terdapat sebuah skill yang berwarna merah. Diriku yang berteriak sekuat mungkin untuk menahan sihir ledakan tersebut aku juga mengaktifkan kemampuan baru yang diriku miliki saat itu “HAAAAAAAAAA, IMMORTAL SKILL.....” tiba\-tiba sekujur tubuhku diselimuti oleh kobaran api yang menyala, api tersebut yang tadinya berwarna merah terang seketika berubah warna menjadi putih. Panas dari api tersebut sangat luar biasa. Jika ada seseorang yang mendekati api putih itu dia pasti terbakar sebelum sempat menyentuhnya.
Api putih tersebut mengelilingi tubuhku dan ingin membentuk sebuah baju zirah. Seluruh tubuhku terasa di isi oleh kekuatan yang luar biasa hebat. Dalam penglihatanku lagi\-lagi muncul sebuah skill baru. Skill tersebut adalah pemakan skill bisa di sebut dengan kerakusan \(Gluttony\). Tanpa pikir panjang lagi aku pun mencoba mengaktifkan skill tersebut.
__ADS_1
Setelah mengaktifkan skill tersebut, tiba\-tiba di bawahku muncul sebuah lingkaran sihir yang jangkauannya cukup besar, di tengah\-tengah lingkaran sihir tersebut tiba\-tiba muncul sebuah mata raksasa. Mata tersebut terbuka dan melihat sekelilingnya, setelah itu dia menutup kembali. Tak lama setelah itu lingkaran sihir yang berada di bawah kaki kami saat itu tiba\-tiba muncul sebuah bola kecil yang menghisap ledakan sihir tersebut.
Kekuatan hisapan bola kecil tersebut sangat dahsyat. Ia menyerap semua api yang mengelilingi kaki saat itu tanpa tersisa sedikit pun, setelah itu bola kecil tersebut masuk ke dalam diriku. Seketika tubuhku mengeluarkan guncang yang besar di sekelilingnya. Api putih tersebut lama kelamaan mulai menghilang dari tubuhku. Tubuhku merasa lemas dan hampir tidak memiliki energi untuk berdiri.
Diriku hampir tak sadarkan diri, tak terasa tiba\-tiba bar Hp miliku mengisi kembali, tenagaku kembali memulih dan aku sanggup untuk berdiri kembali. Diriku tidak merasa lelah lagi, tubuhku sudah pulih seakan akan sudah tidur selama berhari\-hari. Aku sempat keheranan, bagaimana bisa energi ku yang terkuras habis mendadak pulih kembali.
Ruru berlari ke arahku dan langsung memelukku. Dia hanya diam saat memelukku tersebut. Saat melihat wajah Ruru aku sempat melihat sebuah air mata yang menetes dari pipinya. Lagi\-lagi ternyata diriku ini membuat Ruru khawatir. Aku pun memeluk erat Ruru dan mengelus elus kepalanya.
Sora yang awalnya diam tiba\-tiba mengangkat suaranya, ia berkata bahwa sihir ini milik saudarinya. Yang sedang di tahan di kediaman Dukh. Penjelasan ini mulai membingungkan, Sora mencoba untuk memberitahukan semua informasi yang ia tahu. Tentang kenapa ia sampai melakukan ini, dan alasannya. Ternyata Sora memiliki saudari yang bernama Shiro. Saudarinya ini di tahan dan di sekap supaya dirinya mau mengikuti perintah tuan Dukh.
Satu persatu kejahatan tuan Dukh terbongkar Sora memberitahukan bahwa dirinya di suruh untuk membunuh tuan Dalius dan mengambil mutiara suci miliknya. Sora terlihat sedih karena telah menyerahkan mutiara tersebut kepada tuan Dukh. Setelah itu diriku bertanya kepada tuan Dalius tentang kekuatan mutiara tersebut. Tuan Dalius memberitahu bahwa mutiara tersebut memiliki kekuatan yang besar, benda tersebut juga bisa memperkuat tubuh dan juga kekuatan sihir.
__ADS_1
Siro meminta maaf kepada kami karena telah merampas dan memberikan mutiara tersebut kepada tuan Dukh. Diriku mendekati Siro dan mengelus kepalanya. Sambil tersenyum aku meminta Ruru untuk mengeluarkan mutiara tersebut. Ruru memperlihatkan mutiara tersebut kepada kami, setelah itu aku memintanya untuk memberikan mutiara tersebut kepada pemilik asalnya yaitu tuan Dalius.
Siro dan tuan Dalius terkejut, tuan Dalius tampak tak percaya dengan apa yang baru saja beliau lihat. Setelah itu aku menjelaskan tentang mutiara tersebut, kenapa sampai berada di tangan Ruru. Setelah itu Elise menjelaskan tentang rencana yang kami buat waktu di tempat penginapan. Ia berkata bahwa diriku membuat tiruan mutiara tersebut dengan tanah liat.
Tuan Dalius seakan tidak percaya tentang penjelasan dari Elise tersebut. Siro menyerobot pembicaraan kami, ia berkata tentang mutiara yang dirinya berikan tersebut. Setelah itu aku pun menjelaskan tentang skill Fake miliku kepada mereka berdua. Mereka berdua tercengang saat mendengar penjelasan ku tersebut.
Setelah itu Siro berkata bahwa saudarinya berada dalam bahaya. Ia menjelaskan tentang konsekuensi jika dirinya gagal menjalankan tugas ini. Ia berkata bahwa saudarinya tersebut akan di bunuh. Tuan Dalius terlihat marah, beliau tidak percaya bahwa saudara melakukan hal keji seperti itu. Sora mencoba berdiri dan ingin pergi menyelamatkan adiknya tersebut.
Sayangnya dengan kondisi Sora saat ini dirinya tidak bisa melakukannya. Berulang kembali ia terjatuh dan bangkit lagi. Saat dia memaksakan diri dan hampir terjatuh, aku langsung memegangi dirinya supaya tidak terjatuh lagi. Aku berkata kepada Sora bahwa diriku akan membatu dirinya untuk menyelamatkan saudarinya tersebut.
__ADS_1
Di dalam diriku juga merasa kesal dan marah, aku tidak suka melihat hal\-hal seperti ini. “Orang semacam ini tidak boleh di biarkan !” kata\-kata tersebut aku ucapkan dalam kepalaku. Kami pun bergegas pergi menuju kediaman Dukh.