Smartphone Hero

Smartphone Hero
Quest menuju Barat Daya


__ADS_3

Diriku merasa berada di tempat yang gelap, tidak terlihat cahaya sedikit pun,


“Di mana ini ?”


Di dalam kegelapan itu diriku tiba-tiba merasa seperti terbakar, aku mencoba untuk melihat sekelilingku, akan tetapi diriku tidak melihat apa pun dengan jelas, tak lama dari itu, tiba-tiba di depanku muncul seekor Naga api biru, naga tersebut melihat ke arahku, kami memandangi satu sama lain, setelah itu naga tersebut berbicara padaku.“Bangunlah wahai prajurit kuno” Naga tersebut terbang mengelilingi diriku, dia membuka rahangnya dan ingin menerkam diriku, saat itu aku terbangun dari tidurku, keadaanku masih pusing, dan juga diriku masih memikirkan tentang mimpi tersebut.


Aku pun melihat sekeliling, dan aku menyadari bahwa diriku sudah berada di penginapan, setelah itu aku mengingat kembali kejadian waktu lalu, tentang diriku yang mengalahkan monster berkepala banteng tersebut, dan diriku menang namun saat itu aku juga pingsan karena kehabisan tenaga. Tak berapa lama seseorang pun masuk ke dalam kamarku, orang tersebut adalah Ruru, dia yang melihat diriku sudah sadar langsung berlari memelukku, dia sangat khawatir sampai\-sampai dia menangis.



Dalam pikiranku diriku sudah membuat Ruru khawatir kepadaku, aku mengelus kepalanya sambil meminta maaf karena telah membuatnya khawatir, setelah itu diriku pun menenangkan Ruru, setelah Ruru mulai sedikit tenang diriku pun bertanya kepada Ruru “Ruru berapa lama aku tak sadarkan diri ?” Ruru menjawab pertanyaan ku tersebut ia berkata bahwa diriku tak sadarkan diri selama 3 hari.



Sontak diriku terkejut, saat itu aku pun bergumam dalam hatiku, “ternyata aku sudah pingsan selama 1 Minggu, pantas saja Ruru sampai seperti itu saat dia melihatku telah sadar, dia ternyata sangat memikirkan tentang diriku, lain kali aku akan membalas kebaikan dirinya” Ruru pun tersenyum kepadaku dia terlihat senang saat melihatku sudah sadar.



Tak berapa lama ada seseorang yang masuk ke kamarku lagi, orang tersebut ternyata Leo dia terlihat senang saat melihat sadarkan diri, dia banyak mengucap terima kasih kepadaku yang telah menyelamatkan dia dan juga rekan\-rekannya. Tiba\-tiba perutku berbunyi, suasana saat itu mendadak menjadi canggung, setelah itu Leo dan Ruru tertawa, Leo menyuruhku untuk turun untuk mengisi perutku, Leo pun keluar dari kamarku dan membiarkanku untuk memakai pakaian. Saat itu aku langsung berdiri dari tempat tidurku itu, tanpa kusadari ternyata saat itu tubuhku telanjang, Ruru melihat bagian terpenting dalam tubuhku, wajah Ruru memerah dia berbalik badan dan bergegas keluar dari kamarku tersebut.


__ADS_1


Melihat reaksi Ruru yang seperti itu diriku pun terkejut, aku menoleh ke bawah dan melihat tubuhku yang telanjang, aku sangat malu sekali yang telah membiarkan Ruru melihat bagian terpenting diriku, diriku merasa sedikit kesal dengan orang yang mengobatiku, kenapa dia tidak memberikan ku sebuah pakaian setelah menyembuhkanku, tapi diriku juga tidak bisa marah kepadanya karena orang tersebut yang susah payah menyembuhkan luka\-lukaku.



Diriku pun bergegas berpakaian dan langsung pergi ke luar kamar tersebut, setelah keluar diriku pun menuruni tangga dan melihat sekeliling, diriku melihat Leo yang sedang duduk di meja makan, Leo melihat diriku dan memanggil namaku, aku pun duduk dengan Leo banyak sekali makanan yang di sediakan di meja tersebut, Leo berkata “makanlah sesuka hatimu, tidak perlu sungkan\-sungkan” diriku ragu apakah bisa aku memakan semua makanan yang berada di meja ini. Perutku lagi\-lagi berbunyi, aku pun langsung melahap makanan yang di sediakan tersebut.



Sambil makan kami pun mengobrol saat itu, Leo berbicara bahwa ingin merekrut diriku masuk anggota Family, dia berharap diriku mau menerimanya, tawaran Leo sangat bagus, diriku di berikan hak khusus jika bergabung di Familinya, sayangnya aku harus menolak permintaan tersebut, karena diriku tidak memiliki tujuan untuk bergabung, Leo menyadari bahwa diriku akan menolak permintaannya, dia terlihat kecewa dengan keputusanku itu. Setelah itu Leo pun berbicara kepadaku bahwa pemimpin Family Singa Merah ingin bertemu dengannya, saat itu makanku pun terhenti, diriku berpikiran kenapa Ketuanya Leo mau repot\-repot bertemu denganku.



Diriku bertanya kepada Leo kenapa ketua Familinya tersebut sampai\-sampai mau bertemu denganku, kata Leo Ketuanya ingin berterima kasih kepadaku karena telah menyelamatkan rekan\-rekannya, dia juga akan memberikan sebuah hadiah kepadaku. Selesai makan Leo pun mengantarku menuju Ketua Family itu, kami berjalan mengikuti Leo yang berada di depan kami. Kami akhirnya sampai di sebuah pintu, Leo berkata bahwa ini adalah tempat ketua kami berada, dia juga berkata bahwa tempat ini juga di buat untuk tempat kami berkumpul, yang di maksud oleh Leo adalah tempat berkumpulnya 5 Veteran dan 1 Profesional untuk mengadakan rapat atau semacamnya.




Setelah mereka memperkenalkan diri kami di sambut dengan hangat Harth mengulangi perkataan yang di ucapkan oleh Leo waktu lalu, ia mengajak kami untuk memasuki Familinya tersebut, dengan jawaban yang sama aku pun menolak tawaran tersebut, dengan sopan kami berterima kasih kepada mereka karena telah merawatku dan kami ingin segera pergi ke guild. Harth juga berterima kasih kepada kami karena telah menyelamatkan Rekannya, dia juga berkata bahwa dia akan membalas kebaikan diriku.


__ADS_1


Setelah itu kami pun pergi ke kota dan ingin melapor kepada guild tentang kejadian yang berada di desa Khidan, sesampainya di kota kami pun bergegas menuju guild untuk memberitahukan hasil quest kami yang telah selesai, kami di sambut oleh Leica saat kami tiba di guild, Leica menanyakan kondisiku saat itu ia terlihat sangat cemas, diriku berkata kepada Leica bahwa aku sudah baik\-baik saja, dia senang bahwa diriku selamat dari bahaya, tanpa basa\-basi Leica menarik lengan untuk pergi menemui Guild Master, dia berkata bahwa Guild Master ingin segera bertemu denganku, Ruru yang melihat diriku sangat dekat dengan Leica wajahnya berubah, dia terlihat sangat kesal.



Sesampainya di depan ruangan Guild Master kami pun di persilahkan untuk masuk, setelah kami memasuki ruangan guild master kami melihat seorang yang sedang berbicara dengan Guild Master, kami di persilahkan untuk duduk berhadapan dengan orang tersebut.



Guild master meminta untuk menjelaskan tentang urusannya tersebut, orang tersebut berdiri dan memperkenalkan dirinya “Namaku adalah Albert D. Diulas, aku adalah seorang bangsawan, dan permintaanku adalah untuk mengawal perjalanan ku menuju Barat Daya ke Kota Afsel” setelah mendengar ia berbicara seperti itu aku pun bertanya kepadanya “Kalau beliau adalah seorang bangsawan bukanya lebih bagus orang yang mengawal Anda adalah pengawal anda ? kenapa harus meminta bantuan kepada seorang petualang ?” setelah itu Dalius pun menceritakan kenapa ia ingin meminta bantuan seorang petualang, ia bercerita bahwa saat di perjalanan dia di kawal oleh 20 pengawalnya, namun saat di tengah perjalanan dia dan pengawal\-pengawalnya di serang oleh orang yang misterius dia memakai sebuah jubah yang menutupi seluruh tubuhnya, orang tersebut sangat hebat pengawal yang dia bawa di habisi dalam sekejam, dia juga beruntung bahwa bisa sampai di kota ini dengan selamat, pengawal\-pengawalnya mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan beliau, dan yang tersisa adalah satu orang pengawalnya yang ia percaya, setelah itu Dalius memperkenalkan seorang pengawal wanita yang bersamanya, namanya pengawal tersebut adalah Elise, setelah memperkenalkan pengawalnya kepada kami dia pun meminta kami untuk menerima Quest ini.



Aku pun berkata kepada Bangsawan tersebut, bahwa diriku menolak Questnya yang ia ajukan itu, aku juga berkata bahwa Quest ini lebih baik di kerjakan oleh orang yang lebih baik dariku, dan diriku juga berkata bahwa aku masih memiliki rank petualang pemula, jadi aku pun menolaknya, setelah itu Guild Master menyela perkataanku ia berkata bahwa aku telah di promosikan menjadi Petualangan kelas Veteran, karena telah membunuh iblis yang berada di kota Khidan. Beliau juga berkata bahwa diriku memiliki kemampuan yang hebat dan pasti tidak akan ada masalah tentang Quest ini.



Aku ingin menolak permintaan tersebut, sebelum aku sempat mengucapkan sebuah kata, tiba\-tiba ada sebuah notif yang masuk dalam penglihatanku, ternyata isi notif itu adalah menerima Quest bangsawan tersebut dan akan Mendapatkan Secret Quest setelah mengawalnya sampai kota Afsel. Karena adanya misi ini aku pun akhirnya menerima Quest tersebut.



Setelah diriku menerima Quest itu Guild Master menyuruh bangsawan tersebut untuk keluar dia juga berkata bahwa ingin berbicara dengan diriku dan Ruru, bangsawan tersebut keluar ruangan Guild Master diikuti oleh pengawalnya, setelah Beliau keluar Guild Master berkata kepadaku bahwa dia mendapatkan informasi mengenai orang misterius yang di katakan oleh Bangsawan itu, Guild Master memberitahuku bahwa orang misterius itu sangat berbahaya orang tersebut juga handal dalam membunuh korbannya, Guild Master memberitahuku untuk lebih berhati\-hati dalam menjalankan Quest ini.

__ADS_1



Setelah pembicaraan kami selesai Guild Master mempersilahkan diriku untuk meninggalkan ruangannya, kami pun meninggalkan ruangan itu dan bersiap untuk pergi ke Kota Afsel.


__ADS_2