
Setelah mengalahkan sesosok monster bertubuh manusia itu, aku pun segera beranjak pergi dari tempatku berada ke tempat Ruru. Dengan sangat tergesa – gesa, aku pun mempercepat langkahku untuk segera bertemu Ruru.
Selang beberapa langkah, jarak kami semakin dekat. Tinggal beberapa langkah lagi aku bisa memeluk Ruru dari belakang punggungnya, dan mengajaknya pergi meninggalkan tempat yang begitu berbahaya ini. Namun khayalan semata itu hanya terjadi dalam pikiranku. Sesaat diriku hampir menyentuh pundak Ruru, tiba – tiba saja tekanan cahaya tersebut semakin membesar, dan lama kelamaan membuat suatu energi yang besar sampai mendorongku menjauhi Ruru.
Aku berusaha sekuat tenaga untuk menahan dorongan anginnya, aku berusaha untuk melangkah sedikit demi sedikit untuk mencapai tempat Ruru. Namun sayangnya hal tersebut tidak dapat terjadi. Dengan tekanan energi yang begitu kuat, tubuhku pun terdorong jauh dari Ruru, diriku terpental ke tanah sampai – sampai badanku merasa mendapatkan sebuah hantaman yang begitu keras.
Aku pun terjatuh ke tanah, tanganku mencoba menahan tubuhku dengan cara berpegangan di salah satu batu yang berada di sana. Dalam tekanan yang besar itu, diriku mencoba untuk bertahan dan mencoba untuk tetap berada di dekat Ruru. Meskipun tubuhku tergores batu – batu kecil yang beterbangan ke arahku, aku tetap menguatkan genggaman ku batu itu sambil mencoba untuk melihat keadaan Ruru.
Setelah diriku dapat mendongakkan kepalaku menghadap Ruru, dari dalam cahaya tersebut keluarlah sesosok tentakel yang ingin meraih Ruru. Tentakel – tentakel tersebut mengerumuni tubuh Ruru sampai – sampai aku pun tidak bisa melihat tubuhnya. Setelah beberapa detik kejadian itu terjadi, tiba – tiba saja keluar sececah cahaya dari tempat Ruru berdiri. Cahaya tersebut semakin kuat sampai bisa menyilaukan pandanganku. Oleh karena itu aku pun tidak bisa melihat apa – apa sama sekali, aku pun mencoba menutup cahaya yang mengarah ke mataku dengan lenganku. Namun sama sekali tidak efektif, cahaya tersebut masih tetap bisa menghalangi pandanganku.
Selang beberapa detik dari kejadian tersebut, angin yang berembus sangat kuat mendadak hilang. Aku pun merasa terkejut dan mencoba berdiri kembali dengan tangan yang masih berada di depan mataku. Namun meskipun diriku tidak dapat melihat apa pun, aku berusaha untuk pergi ke arah Ruru. Aku pun berjalan perlahan lahan sambil memanggil namanya.
“RURUUUUUUUUUU !!!”
Setelah teriakanku yang kencang, cahaya tersebut perlahan lahan mulai mereda. Aku pun sedikit demi sedikit bisa melihat kembali dengan normal. Dan setelah cahaya tersebut benar – benar hilang, termasuk juga dengan pilar cahaya itu. Aku pun melihat ke sekeliling ku untuk mencari Ruru. Namun setelah diriku melihat ke tempat Ruru berada, diriku benar – benar dikagetkan oleh sesosok manusia yang mempunyai dua tanduk di kepalanya, dan mempunyai ekor dan sayap di punggung. Sekaligus warna matanya yang hitam pekat dan warna pupilnya yang merah, dari arah bibirnya terlihat sebuah taring yang kecil. Dan setelah aku terpaku karena terkejut, makhluk itu pun mulai berbicara kepadaku.
“Halo Sheida-Kun ! Senang akhirnya kita dapat bertemu kembali”
Makhluk tersebut tersenyum setelah mengatakan kalimat tersebut, diriku yang masih terdiam tiba – tiba kembali sadar karena perkataannya. Dan setelah di lihat – lihat kembali raut wajah makhluk tersebut mirip sekali dengan Ruru, setelah itu aku pun menyadari bahwa makhluk yang mirip dengan iblis itu adalah Ruru.
__ADS_1
“Ruru ??”
Meskipun penampilannya berbeda dari biasanya, namun entah bagaimana diriku tetap tidak percaya bahwa dia adalah Ruru. Kejadian itu membuatku seolah – olah tidak ingin mengakuinya, akan tetapi semua kenyataan pada akhirnya harus di terima meskipun suka atau tidak.
“Ruru ? Apakah kau benar – benar Ruru ?”
Ruru pun mengangkat kedua alisnya, ia seketika tersenyum sambil membelai bagian perutnya.
“Benar Sheida-Kun, aku adalah Ruru, bagaimana ? Kau menyukai penampilan baruku ?”
Meskipun ia mengatakan hal itu, namun hatiku tetap menolak mengakuinya bahwa makhluk tersebut adalah Ruru.
“Kau pasti bercanda ! Ruru sama sekali tidak mirip denganmu !! Siapa kau sebenarnya ?”
“Oh Ratuku yang jelita, Hambamu ini siap untuk mengambi padamu”
Orang tersebut mengatakan kalimat tersebut sambil bertekuk lutut kepada Ruru, pemandangan ini seperti mencerminkan seorang ksatria yang hendak mengabdi kepada kerajaannya. Namun hal aneh yang membuatku risi adalah melihat wajah Ruru yang menatap kepada orang tersebut.
“Oh iya kerjamu cukup bagus, aku sang ratu akan memberikan sebuah penghargaan untukmu !”
__ADS_1
Setelah mendengar kalimatnya, perasaanku mulai tidak enak, entah mengapa sesuatu akan terjadi kepada orang itu, dan hal itu bukanlah kejadian yang baik untuknya.
Tebakanku ternyata benar. Ruru dengan cepatnya mengerakkan ekornya menembus jantung orang tersebut. Aku pun sangat terkejut dengan pandangan yang berbeda di depanku ini, aku merasa tak percaya kenapa Ruru harus membunuh orang itu.
Setelah berhasil menusuknya, Ruru mengangkat tubuh pria tersebut ke atas. Ia seketika mengatakan sebuah kalimat yang tidak aku mengerti sama sekali. Setelah Ruru menyelesaikan ucapannya, tubuh pria tersebut tiba – tiba meledaknya di udara. Tubuhnya hancur dan menjadikan tempat Ruru berdiri menjadi hujan darah.
Aku pun lagi – lagi terkejut dengan pemandangan yang tidak biasa itu, Ruru yang aku kenal adalah sesosok orang yang lembut dan mau membantu orang lain tanpa pamrih. Namun di depan mataku ini ia sangat berbeda sekali, aku pun merasa yakin bahwa makhluk ini bukanlah Ruru.
Hujan darah yang membasahi tubuhnya membuat dirinya merasa kenikmatan. Ia merasa senang dan nyaman saat melihat darah yang terjatuh dari atas kepalanya dan membasahi seluruh tubuhnya. Dan diriku yang melihat hal tersebut merasa jijik dan mual, kenapa ada orang yang sangat menikmati hal – hal aneh tersebut.
Setelah ia selesai menikmati sensasi tersebut, ia kembali mengarahkan pandangannya kepadaku. Aku pun merasa waspada dan bersiap siap saat itu. Setelah diriku sudah meningkat kewaspadaan ku, aku berpikiran bahwa makhluk itu akan segera menyerangku, namun sayangnya kejadian anehlah yang terjadi.
Makhluk yang mirip dengan Ruru itu mengulurkan tangannya kepadaku, ia tersenyum kepadaku sambil mengatakan kalimat yang tidak pernah terpikirkan olehku.
“Sheida-Kun ! Aku ingin kau menjadi bawahanku ! Kau pasti akan mendapatkan gelar yang kuat dan menikmati kehidupan seperti seorang raja jika kau mau berada di sampingku ! Aku juga akan memberikan tubuhku kepadamu jika kau inginkan hal tersebut. Kemarilah ! Dan terimalah sumpahmu untuk setia kepadaku !!”
Mendengar kalimatnya itu membuatku menyeringai kepadanya, aku pun dengan berkata kepadanya bahwa hal yang diinginkannya itu bisa di wujudkan dalam mimpinya.
“Kau bisa mewujudkan keinginanmu itu, namun hal itu berlaku hanya dalam mimpimu ! Aku tidak akan pernah menerima tawaran busukmu itu meskipun kau membunuhku ! Dan diriku yakin bahwa kau bukanlah Ruru yang aku kenal, melainkan sesosok iblis jahat yang menyerupai Ruru, dan aku tidak akan pernah mengakuimu sebagai Ruru, karena aku pasti akan menyelamatkannya dari genggamanmu !!”
__ADS_1
Perkataanku terdengar keras sampai menggema keseluruhan tempat, aku pun membusung dadaku dan menatapnya dengan wajah yang penuh dengan tekad. Makhluk itu pun menurunkan lengannya sambil menundukkan kepalanya, ia seketika melihat ke arahku dengan tatapan yang begitu dingin.
“Kalau begitu matilah kau !!”