
Quest seperti ini sangat membosankan, diriku selalu menguap saat di perjalanan, kalau tahu akan seperti ini, aku mungkin tidak akan menerimanya, namun karena ada Quest dari notifku maka diriku tidak bisa membiarkannya. Ternyata perjalanan ini cukup lama. Kami berhenti untuk beristirahat sejenak lalu melanjutkan perjalanan lagi. Saat istirahat aku bertanya kepada Elise “apakah perjalanan ini masih lama ?” Elise menjawab “iya” ia juga berkata “mungkin kita akan tiba di kota Afsel sore nanti”.
Diriku menghela nafas mendengar ucapannya, setelah istirahat kami pun melanjutkan lagi perjalanan ini, saat itu diriku berpikiran kenapa ada Quest yang jauh seperti ini. Tak lama setelah kami pergi dari situ, tiba\-tiba ada seorang yang terluka di jalan, dia mencoba untuk meminta bantuan. Kami pun berhenti saat itu, diriku langsung turun dari pedati dan melihat orang tersebut dari dekat.
Setelah diriku cukup dekat orang tersebut, tiba\-tiba Elise berteriak kepadaku, ia ingin diriku menjauh dari orang tersebut. Orang yang tergeletak di tanah itu tiba\-tiba mengayunkan sebuah pisau yang di arahkan ke padaku. Diriku dapat menghindari serangan itu, setelah itu keluarlah beberapa orang dari semak\-semak, mereka mengepung kaki saat itu. Jarakku dan pedati tersebut cukup jauh, jadi aku memberitahu Ruru untuk menahan serangan mereka.
Ruru pun mengeluarkan skill yang hebat, dia mengucapkan sebuah mantra dan tiba\-tiba tanahnya saat itu bergerak. Dari dalam tanah tiba\-tiba keluarlah semacam akar pohon yang melilit mereka, mereka mencoba untuk melepaskan akar tersebut, tetapi semakin mereka memberontak, maka akar tersebut semakin kuat menjerat mereka.
Orang yang menyerangku tadi sangat terkejut, dia heran dengan informasi yang ia dapatkan, aku yang mendengarnya berbicara sendiri langsung berpikiran untuk menangkapnya dan mencari informasi dari dirinya. Orang tersebut berusaha untuk melarikan diri dari kami, dia mencoba berlari meninggalkan teman\-temannya. Elise yang melihatnya berlari tiba\-tiba meloncat sangat tinggi, dan mendarat di depan orang tersebut.
Orang tersebut mencoba untuk menyerang Elise, dia mengayunkan pedangnya mencoba untuk membunuhnya, Elise ternyata cukup gesit semua serangan yang di arahkan kepadanya di hindari dengan mudah. Dengan satu tebasan dari pedang Elise orang tersebut pun jatuh dan menyerah.
Kami pun mengikat orang\-orang itu dengan skillnya Ruru, setelah itu kami mencoba untuk menginterogasi mereka, mereka awalnya tidak mau berbicara, namun dengan sifat yang seperti itu, Elise mencoba untuk menakuti menekan mereka, dia berkata bahwa jika mereka tidak memberitahukan sebuah informasi kepadanya, Elise akan memotong jari\-jari mereka. Awalnya mereka tidak percaya dengan perkataan Elise. Elise mendekati salah seorang dari mereka dan mematahkan jarinya.
__ADS_1
Diriku yang melihat sisi gelap Elise merasa sedikit merinding, aku sempat berpikir untuk tidak macam\-macam dengannya, setelah beberapa kali Elise menyiksa mereka, akhirnya salah satu orang tersebut berbicara, sebelum sempat berbicara tiba\-tiba ada sebuah pisau yang mengarah kepadanya, pisau tersebut menancap tepat di kepalanya. Diriku sontak terkejut, aku segera mencari lokasi tempat pisau itu di lempar.
Setelah melihat arah sekelilingku, diriku melihat ada seorang yang menggunakan sebuah jubah berdiri di atas pohon, orang tersebut menyadari kalau aku sedang melihat ke arahnya, dia pun turun dan mencoba untuk melarikan diri. Diriku mencoba untuk mengejarnya, aku berkata kepada Ruru untuk tetap di sini dan menjaga bangsawan tersebut.
Orang berjubah itu tenyata larinya cukup kencang, namun diriku yang memiliki skill Aceleration dapat mengejarnya dengan mudah, aku pun menggunakan skill ku tersebut dan tiba\-tiba berada di depan orang misterius itu, dia terlihat terkejut karena tiba\-tiba melihat diriku yang berada di depanya. Orang tersebut memasang kuda\-kuda untuk bertarung, dia tahu kalau dia tidak bisa melarikan diri dariku, dia memutuskan untuk membunuhku dan segera pergi dari tempat itu, akhirnya kami pun bertarung saat itu.
Dalam pertarungan kami, diriku tidak terluka sama sekali, namun sebaliknya dengan dia, setiap seranganku memberikan damage yang besar kepadanya, aku mencoba untuk mengakhiri pertarungan ini, dengan satu serangan lagi aku mencoba untuk membuatnya terjatuh. Diriku pun melaju ke arahnya dengan cepat, saat pukulanku hendak mengenai mukanya tiba\-tiba dia menghilang, dia berada di bawahku dan mengeluarkan skillnya, “ilusi bayangan” dia pun melemparkan semacam bom asap kepadaku, saat itu keberadaannya menghilang, dia berkata bahwa akan membalas kekalahannya ini.
Asap tersebut akhirnya menghilang, keberadaan orang misterius itu pun ikut lenyap, diriku melihat kanan dan kiri untuk memastikan bahwa dia telah pergi, diriku memutuskan untuk kembali ke tempat bangsawan itu, sebelum diriku meninggalkan tempat itu, aku menemukan sesuatu di tanah, benda itu terlihat seperti rank petualang. Aku mengambil benda tersebut dan berpikir bahwa benda ini adalah milik orang misterius itu. Di balik lencana tersebut tertuliskan sebuah nama, “Sora” diriku beranggapan bahwa orang misterius tadi bernama Sora.
Diriku pun kembali ke tempat bangsawan itu, setelah diriku kembali aku juga melihat seorang yang memakai zirah yang lengkap, diriku menghampiri Ruru dan bertanya kepadanya “apa yang terjadi Ruru ? Dan siapa mereka ?” Ruru senang saat diriku sudah kembali, ia juga menjelaskan bahwa mereka itu adalah penjaga kota Afsel, “hmm jadi seperti itu ya” saat itu aku menyadari jika mereka adalah penjaga kota Afsel berarti kita sudah dekat dengan kota tersebut.
Setelah itu Elise pun menyuruh kami untuk menaiki pedati dan segera pergi menuju kota Afsel, aku bertanya kepada Elise mengenai orang\-orang yang menyerang kita tadi, ia menjelaskan bahwa para penjaga tersebut yang akan mengurusnya, kami pun pergi dan melanjutkan perjalanan menuju kota Afsel.
Misi kami telah selesai Akhirnya kami tiba\-tiba di kota Afsel dengan selamat, setelah menyelesaikan misi kami di berikan 500 koin perak dari bangsawan itu, dia berterima kasih kepada kami dengan tulus. Sesampainya di kota diriku tidak tahu harus ke mana, Secret Quest tersebut belum juga muncul, Kami akan berpisah saat itu, Elise juga berterima kasih karena telah membantu pekerjaannya. Dia juga bertanya kepada kami tentang hal apa yang akan di lakukan selanjutnya.
__ADS_1
Saat itu diriku belum memikirkan hal tersebut, dalam pikiranku juga akan menyelesaikan Secret Quest tersebut. Namun aku tidak memberitahu Elise bahwa diriku akan melakukan Secret Quest ini, aku hanya berkata padanya mungkin akan jalan\-jalan sebentar lalu pergi menyewa kamar untuk tidur malam ini.
Saat itu Elise memberitahu kami bahwa dia mempunyai kenalan di kota ini, kenalannya itu menyewakan penginapan sebagai bisnisnya, Elise memberitahu lokasi penginapan tersebut, setelah itu dia pergi melanjutkan urusannya dengan bangsawan Dalius. Setelah itu aku berdiskusi dengan Ruru ingin pergi ke mana, Ruru berkata bahwa dirinya lebih suka diriku yang memutuskan.
Aku berpikiran untuk mencoba ke penginapan dulu, tanpa pikir panjang Ruru menyetujui kehendakku, ia menggandeng tanganku dan pergi menuju penginapan tersebut. Kami mencari lokasi tempat penginapan itu dan akhirnya menemukannya, setelah itu diriku berbicara dengan pemiliknya, tak disangka sangka yang keluar adalah seorang Elf, dia memiliki telinga yang panjang dan runcing, dan memakai baju yang sederhana membuat dirinya tampak elegan.
Saat diriku memandangi Elf tersebut, ada aura membunuh yang kuat berasal dari arah belakangku, saat aku menoleh ternyata Ruru lah yang memancarkan aura tersebut, dia mungkin merasa kesal karena diriku memandangi Elf itu. Setelah itu aku berbicara kepada Elf itu ingin memesan 2 kamar, Elf tersebut berkata bahwa harganya 3 perak per malam dan juga termasuk makanannya, ternyata harganya cukup murah, kami pun membayar biaya tersebut.
Sebelum aku memberikan uang itu tiba\-tiba Ruru menarik bajuku, sambil menundukkan wajahnya yang memerah dan terlihat malu\-malu, ia berkata bahwa ingin tidur bersama denganku, diriku bersikeras menolak tawaran itu. Wajahnya berubah dia terlihat sedih dan berkaca\-kaca “apakah Sheida\-sama tidak mau tidur denganku” saat melihat matanya aku tidak bisa menahan hal tersebut, aku pun menyerah dan mengiyakan untuk tidur dengannya.
Aku mencoba untuk mengambil kamar yang memiliki 2 ranjang, Elf tersebut dengan menyesal dan berkata “maaf tuan tapi kami hanya memiliki 1 kamar yang memiliki ranjang yang besar untuk 2 orang” aku mencoba untuk membujuk Ruru untuk membatalkan keinginannya tidur denganku, lagi\-lagi Ruru memperlihatkan mata yang berkaca\-kaca seolah olah ingin menangis.
Aku pun menghela nafas dan menerima kamar tersebut, kami pergi ke kamar itu dan meletakkan barang\-barang milik kami berdua, setelah masuk ke dalam kamar aku langsung berbaring di atas ranjang, melepaskan lelah dari pekerjaan yang aku jalani hati ini, sambil berbaring diriku berpikiran tentang orang misterius itu, memegang plat rank miliknya.
Ruru melihat sebuah plat rank yang aku genggam, ia bertanya tentang plat tersebut, aku pun duduk dan menjelaskan bagaimana aku mendapatkan plat rank tersebut, setelah mendengar penjelasanku kami pun berdiskusi tentang orang misterius tersebut. Ruru menyarankan untuk menyelidiki orang tersebut, saat kami sedang berbincang\-bincang, terdengar suara langkah kaki yang keras, suara tersebut seperti sedang berlari.
__ADS_1
Tiba\-tiba ada seseorang yang menerobos masuk ke kamar kami, orang tersebut adalah Elise, sambil terengah\-engah ia menginginkan bantuan kami, dia memohon untuk menyelamatkan Tuanya Dalius. Saat itu aku dan Ruru terkejut, kami pun menenangkan Elise dan mencoba menceritakan kejadiannya dengan perlahan lahan.