Smartphone Hero

Smartphone Hero
mengalahkan monster Iblis


__ADS_3

 


Diriku melayang di dalam kegelapan yang pekat, diriku hanya terdiam mengambang tanpa arah. Mataku tertutup seakan tertidur di dalam kegelapan. Tak lama kemudian diriku terbangun dan tiba-tiba tengah berdiri. Aku tidak tahu apa yang sedang kaki ku pijak, tempatnya tersebut sangat gelap meskipun mataku terbuka.


Di dalam penglihatanku tiba-tiba muncul sebuah titik cahaya berwarna putih. Semakin lama Caya yang kecil tersebut semakin membesar. Semakin besar cahaya tersebut semakin sulit untuk melihatnya. Cahaya tersebut menyebar dengan cepat sampai ke seluruh ruangan, membuat ruangan yang awalnya gelap gulita menjadi terang benderang.


Setelah cahaya tersebut menyinari tempatku berada, tiba-tiba belakang tubuhku bersentuhan dengan sesuatu. Diriku pun langsung menoleh ke arah belakang, melihat apakah ada seseorang selain diriku di sini. Pandanganku yang teralihkan membuat dada di sentuh dengan tangan seseorang. Dengan sontak tubuhku melompat ke arah belakang. Dengan sigap diriku melihat sekitar, untuk mencari keberadaan seseorang.


Tiba-tiba ada seseorang yang berbisik di telingaku. Terlihat seorang gadis yang sedang melayang. “Siapa kamu ?” Gadis tersebut tertawa dengan nyaring sekali. Ia melayang ke sana dan ke sini tanpa hambatan. Mataku yang terus menerus mengikutinya tiba-tiba terkejut saat melihat dirinya menghilang. Tanpa kusadari, gadis tersebut tiba-tiba berada di belakang tubuhku dan sedang memelukku.


Sontak diriku terkejut dan segera menjauh dari dirinya. “Hey, sayang jangan begitu padaku. Bukankah kau menyayangiku ?” gadis tersebut berkata seperti itu kepadaku dengan membuat ekspresi wajah yang sedikit nakal. Sekali lagi diriku bertanya kepada mengenai dirinya dan apa maunya kepadaku. Gadis tersebut tersenyum kembali kepadaku.


Dengan sekejap tubuhnya menghilang dan tiba-tiba muncul di depanku. “Aku akan memberitahumu jika kamu mau menciumku !” ia berkata seperti itu sambil menyentuh wajahku dengan tangannya yang lembut. Wajah sedikit memerah, setelah itu aku pun mengibaskan tangannya dari wajahku sambil marah-marah. “Berhenti bercanda ! Siapa sebenarnya kau dan apa maumu !”


Melihat ekspresi wajahku yang seperti itu, gadis tersebut terlihat terkejut, ia pun menundukkan pandangannya. Tubuhnya tiba-tiba berubah dan terlihat sedikit menakutkan. “Ternyata dirimu lebih tangguh dari yang aku pikirkan” suara gadis tersebut yang awalnya halus menjadi berat dan kasar. Gadis itu berubah bentuknya menjadi seekor naga yang besar. Ia mengeluarkan nafas apinya ke udara.


Tempat diriku berdiri tiba-tiba berubah menjadi lautan api. Aku merasa terkejut dan sedikit takut. Naga tersebut mencengkeram tubuhku di kedua tangannya. Cengkeramannya sangat kuat sampai membuat tubuhku kesakitan. Diriku mencoba untuk melawan cengkeraman tangannya itu. Namun semakin aku memberontak semakin kuat dia akan menekan ku.


Setelah itu dia mendekatkan diriku ke wajahnya. Mulutnya terbuka dan terlihat api yang menyala di tenggorokannya. Aku berpikir bahwa dia akan memanggang ku, namun ternyata tidak melakukan hal tersebut. “Kau hanya manusia lemah dan berani berteriak kepadaku !” dengan tegas diriku menjawab perkataannya tersebut. “Aku tidak akan melakukan hal itu jika kau tidak menggodaku !” naga tersebut mengeraskan suara kepadaku.


Dirinya dengan angkuh berkata bahwa ia lebih baik dari manusia lemah sepertiku. Diriku dapat menahan ejekan, celaan atau pukulan. Namun diriku tidak bisa mengontrol emosi saat bertemu seseorang yang angkuh dan sombong. Seketika kedua tanganku mengepal. Aku merasa marah dan tidak dapat menahan emosi lagi, diriku berpikiran untuk memukul wajahnya yang terlihat sombong itu.


Seketika tanganku mengeluarkan api yang membara. Api tersebut menjalar dan membakar tangan naga tersebut. Naga itu pun melepaskan genggamannya dariku, aku pun terjatuh dan berjalan ke arahnya. Setiap langkah kakiku perasaanku semakin kesal dan kuat, api yang berada di genggamanku ku tersebut ikut membesar dengan kondisi emosiku. Naga tersebut menyemburkan api dari mulutnya dan mencoba melawanku. Sayangnya api yang ia semburkan malah berputar mengelilingi tubuhku dan menyatu dengan kobaran api milikku.


Naga itu mencoba untuk mencakar tubuhku, dirinya mencoba segala cara untuk menghentikan langkahku. Kedua kakiku terus berjalan ke arahnya, setelah cukup dekat diriku pun melompat dengan tinggi ke depan wajahnya. Dengan perasaan yang emosi, aku pun mencoba untuk memukul wajahnya. Sayangnya pukulanku tidak mengenai dirinya, naga tersebut tiba-tiba menghilang dar pandanganku.


Tiba-tiba seorang anak kecil menunduk dan melindungi kepalanya, ia terus menerus minta maaf dan menangis tanpa henti. Aku melihat seorang gadis kecil yang menangis tersebut, mendadak terkejut dan seketika hilang amarahku. Diriku merasa kebingungan dan tidak tahu harus melakukan apa.

__ADS_1


 


“Aku hanya bercanda.. hanya bercanda. Tolong jangan bunuh aku.....” Suaranya terdengar sangat ketakutan, diriku merasa bersalah dan tidak enak kepadanya. Setelah menyelesaikan masalah tersebut kami pun berbincang-bincang sebentar. Diriku bertanya kepada gadis kecil tersebut mengenai identitasnya. Ia berkata bahwa dirinya adalah Naga yang selalu bersamanya. Namun ia berkata diriku tidak mengetahui hal tersebut.


“Lalu apa yang terjadi padaku dan apa yang aku lakukan di sini ?” gadis tersebut menjelaskan tentang kejadian waktu diriku pingsan saat menggunakan Immortal Skill, ia juga menjelaskan tentang keadaan pertemuan yang sedang terjadi. Setelah mendengar penjelasan aku pun langsung bertanya untuk segera bangun dan membatu teman-temanku yang sedang dalam pertarungan.


“Tidak ada cara untuk keluar dari tempat ini... Kecuali ada satu, apa kamu yakin ingin melakukannya ?” nada gadis tersebut terdengar datar saat mengucapkan perkataan tersebut, namun aku tidak memikirkan hal itu karena ada hal penting yang harus di lakukan terlebih dahulu.


“Apa yang harus aku lakukan cepat beritahu aku tentang cara tersebut !” dengan cepat diriku menanggapi hal perawatannya tersebut, aku tidak peduli harus memberikan apa pun untuk segera menolong teman-teman ku.


“Baikalah kalau itu maumu !” Gadis kecil tersebut berkata seperti kepadaku sambil tersenyum dan menjilat bagian bawah lidahnya. Dengan cepat tiba-tiba gadis tersebut mendekat ke arahku dan mencium bibirku. Diriku tidak bisa menghindar dari hal tersebut. Aku pun mencoba untuk melepaskannya, namun tiba-tiba terdengar sebuah suara dalam pikiranku.


“Jangan kamu lepaskan ritual ini ! Jika kamu melepaskannya maka ritual ini akan berhenti dan akan menyerap energi kehidupanmu” suara ini sepertinya terdengar familiar di kepalaku, dan aku berpikir bahwa suara ini adalah suara dari gadis kecil yang sedang menciumku ini. Gadis tersebut pun melanjutkan perkataannya, ia berkata bahwa diriku harus mengeluarkan mana untuk menggantikan penyerapan energi kehidupan milikku, gadis tersebut berkata bahwa mana itu akan di simpan dalam tubuh gadis tersebut. Dan mana yang tersimpan dalam tubuhnya tersebut akan di keluarkan untuk membangkitkan kesadaranku tersebut.


 


Cuma beberapa detik saja berlalu tiba-tiba tubuhku merasa sangat lelah, aku merasa sangat capek dan letih, diriku berpikir bahwa energi kehidupan milikku sedang di ambil olehnya. Diriku berpikir untuk segera menggantikan energi tersebut menjadi mana. Akan tetapi aku tidak tahu bagaimana cara melakukannya.


 


 


Setelah itu diriku tanpa sadar memasukkan ujung lidah ke dalam mulutnya sampai-sampai membuat lidah kami saling bersentuhan. Saat lidah kami bersentuhan, diriku merasa mamaku sedang di serap, saat itu aku pun berpikir untuk melebihkan dan menambah mana kekuatan mamaku supaya terisi penuh dengan cepat. Aku pun berubah sangat agresif mencium bibirnya dan segera mengeluarkan mana yang besar untuk ia serap.


Gadis tersebut langsung terkejut, ia berbicara melalui pikiranku untuk meminta diriku untuk tidak melakukan hal tersebut. Aku tidak mendengarkan ucapannya tersebut, yang aku pikirkan adalah untuk segera menyelamatkan teman-temanku. Gadis tersebut pun meremas punggungku dengan keras, ia berusaha untuk bertahan dengan kelakuanku tersebut.


Akhirnya pun ia melepaskan ciumannya tersebut dan tergeletak di tanah, wajahnya sedikit memerah dan tersipu malu. Saat aku melihat dirinya yang seperti itu, dalam hatiku pun berkata “apakah diriku sedikit berlebihan kepadanya ?” Setelah itu, gadis tersebut pun bangkit dan duduk di hadapanku.

__ADS_1


 


“Duhhh.... Padahal aku menyuruhmu untuk pelan-pelan menyalurkan mana itu kepadaku, tetapi kenapa kamu melakukannya dengan kasar ? Aku tidak mau tahu kamu harus bertanggung jawab atas hal ini !” sambil menghapus air liur yang masih tersisa di bibirnya dirinya berkata seperti itu, ia terlihat marah dan malu.


“E- Eh--” ekspresiku menjadi gugup dan tidak tahu harus berkata apa. Aku berpikiran bahwa diriku mungkin sedikit keterlaluan kepadanya. Setelah itu gadis tersebut pun berdiri dan menghentikan jarinya, ia berkata bahwa diriku akan segera sadar dan akan mendapatkan sebagian dari kekuatannya. Tak berapa lama mataku pun terbuka dan melihat Ruru yang sedang tak jatuh dan hampir terbunuh oleh monster tersebut. Dengan sangat cepat aku pun berdiri dan menangkis serangan monster tersebut.


 


Asapnya mulai menghilang, mereka semua yang ada di sana terkejut karena melihat ku. Selagi dirinya terkejut, aku pun meloncat sambil menendang tubuh monster. Tendanganku mengenai bagian dada monster tersebut dan membuat dirinya terdorong jauh dari tempat kami.


Setelah menendang jauh monster tersebut, lagi-lagi muncul sebuah suara dari kepalaku, suara ini terdengar seperti gadis yang aku temui saat aku pingsan. Suara tersebut menyuruhku untuk memberitahukan kelemahan monster tersebut, ia berkata bahwa diriku harus menghancurkan batu yang berada di dadanya tersebut.


Aku berpikir untuk menggunakan Fire Arms, namun setelah di pikir - pikir lagi, aku ingin mencoba untuk menggunakan kemampuan baru yang aku miliki. Aku pun mengambil pedang monster tersebut yang telah terjatuh di tanah. Setelah memegangnya diriku pun merasakan sedikit kekuatan yang jahat berada di dalam pedang tersebut.


Setelah memegang senjata tersebut tiba-tiba muncul lagi sebuah skill baru dalam penglihatanku. Skill tersebut terlihat menarik dan sangat hebat, tanpa pikir panjang lagi aku pun langsung mencoba menggunakan skill tersebut.


 


“Alchemyst (Dark Sycthe)”


 


Seketika pedang tersebut di kelilingi oleh aura hitam kuat, aura tersebut sangat kuat dan sedikit menyakiti tanganku, aura hitam tersebut membuat salah satu tanganku yang memegangnya berubah menjadi pelindung dengan sisik naga. Pedang tersebut akhirnya berubah menjadi sabit besar yang memiliki bola mata di bagian ujungnya. Kekuatannya sangat hebat dan terus mengalir dalam tubuhku, namun konsekuensi mengeluarkan skill tersebut juga sangat besar. Hanya memegangnya saja sudah memberikan efek sakit yang luar biasa kuat.


Tanpa basa basi lagi, aku pun ingin segera menghancurkan batu tersebut. Kekuatan dan kecepatanku bertambah saat memegang sabit tersebut, dengan pergerakanku yang sangat cepat, diriku pun mencoba menyerang monster tersebut. Monster tersebut mencoba menangkis Senjataku dengan kedua tangannya. Sayangnya kedua tangan monster tersebut tidak cukup kuat untuk menahan seranganku, sampai – sampai membuat kedua lengannya terpotong.


Dengan terpotongnya kedua tangannya tersebut membuat tubuhnya menjadi banyak celah, aku pun mengakhirinya dengan sekali serangan menargetkan batu yang berada di bagian dadanya. Batu tersebut retak dan hancur, seketika monster tersebut berubah menjadi batu dan hancur menjadi debu.

__ADS_1


Setelah itu tubuhku pun bertekuk lutut, “kekuatan ini meskipun memeliki kemampuan yang hebat namun juga menghabiskan banyak tenaga dan mana, sampai – sampai membuat tubuhku sangat lelah meskipun hanya sebentar menggunakannya” aku pun mencoba untuk duduk dan mengistirahatkan tubuhku. Setelah itu Elise pun datang dengan membawa sejumlah pasukan, tuan Dalius juga datang dengan mengendarai kuda. Elise dan yang lainya terkejut melihat tempat kediaman Dukh menjadi hancur berantakan. Elise berlari ke arah Ruru dan Sora yang sedang tergeletak di tanah, ia juga memerintahkan seseorang dari pengawalnya untuk membawa Siro yang juga pingsan tak berdaya. Tanpa ku sadari aku pun juga pingsan karena tidak memiliki tenaga sama sekali.......


 


__ADS_2