
Monster Chimera tersebut menggeram dan mulai menyerang kami dengan. Dia menyerang kami dengan cakar besarnya. Dengan cepat diriku memeluk serigala tersebut dan melompat menjauh dari tempat tersebut.
Chimera itu mencakar tempat tersebut sampai membuat sebuah pohon yang berada di dekat kami menjadi rusak, bahkan hingga membuat pohon tersebut terjatuh ke tanah.
“Monster ini benar – benar kuat !” Ucapku sambil memeluk serigala tersebut.
“Baiklah Serigala lebih baik kau bersembunyi terlebih dahulu, biar aku yang mengatasi monster ini !” ucapku sambil menyuruh serigala tersebut pergi ke semak – semak.
Setelah melihat serigala tersebut masuk ke dalam semak – semak, diriku pun langsung memasang kuda – kuda dan siap untuk bertarung. Monster tersebut mengaum dan meloncat ke arahku. Dia mencoba untuk menerkam diriku.
Aku mencoba menghindari terkamannya tersebut, setelah itu diriku memberikan sebuah serangan balasan kepada Monster Chimera tersebut. Karena seranganku tersebut monster itu terpental dan menabrak sebuah pohon, aku berpikiran bahwa pertarungan ini sudah selesai.
“Baiklah Chimera tersebut sudah di kalahkan, aku akan mengambil batu tersebut dari dadanya” ucapku sambil melepaskan skill bertarung milikku.
Saat pikiranku bilang bahwa monster Chimera tersebut sudah kalah, ternyata kenyataannya malah sebaliknya. Monster tersebut pun membuka kedua matanya dan bangkit kembali. Kepala Singa dari monster chimera tersebut mengaum kepada dan ingin menyemburkan api.
Aku pun berlari mengelilingi monster chimera tersebut, diriku berusaha untuk menghindari semburan apinya itu. Gara – gara semburan api dari monster chimera tersebut pohon di sekeliling kami pun ikut terbakar.
Diriku langsung bergerak dengan cepat ke arah belakang monster tersebut, setelah berada di belakangnya diriku pun ingin memukul monster tersebut, sebelum diriku sempat menyerang monster chimera itu, bagian ekor dari chimera itu mencoba untuk menggigit diriku.
Dengan refleks yang cepat diriku melompat ke belakang, diriku mencoba untuk menghindari gigitan ular tersebut. Kepala singa yang awalnya kehilangan jejakku itu langsung menoleh ke belakang. Dia melihat ke arahku sambil menggeram.
Chimera tersebut pun menyabitkan ekornya ke arahku, dia berusaha melukai diriku dengan tubuh ular yang berada di ekornya. Melihat diriku yang melompat ke sana dan ke sini, chimera tersebut pun berhenti mengibaskan ekornya kepadaku.
Chimera tersebut berbalik arah dan melihat dengan tatapan yang penuh kemarahan. Semua bagian tubuh chimera tersebut pun melihat diriku, matanya berubah warna merah dan kelihatan sangat menakutkan. Diriku merasakan energi yang kuat berkumpul di sekitar chimera tersebut.
__ADS_1
Chimera itu berdiri dengan kedua kaki kambingnya dan menyemburkan api ke arahku. Aku pun ingin menghindari serangannya tersebut, namun setelah di lihat – lihat. Kepala dari kambing tersebut juga sedang melakukan sesuatu.
Kepala kambing chimera tersebut melepaskan sihir angin ke api singa tersebut. Sihir angin tersebut membuat api yang di semburkan oleh singa itu menjadi lebih besar dan cepat. Untungnya diriku sempat menghindar dari serangan kombinasi kedua kepala tersebut.
Namun sayangnya diriku tidak memperkirakan bahwa diriku akan terkena serangan racun dari ekor chimera tersebut. Racun tersebut menyembur ke arahku dan membuat diriku terkena dampak efek dari racun tersebut.
Untungnya racun tersebut tidak mengenai seluruh tubuhku. Racun tersebut hanya mengenai bagian lengan kiriku saja. Namun efek dari racun ini sangat kuat, sebagian racun yang tidak mengenai tubuhku tersebut mengenai sebuah batang pohon.
Pohon tersebut seketika meleleh seperti terkena cairan asam. Ketahuan dan kekuatan tubuhku cukup kuat, diriku bisa menahan serangan racun tersebut tanpa harus membuat tanganku meleleh karenanya.
Meski diriku dapat menahan serangan tersebut, efek dari racun ular tersebut sangat cepat menjalarnya, hampir seluruh bagian lengan kiriku menjadi mati rasa. Pertarungan ini akan sulit untuk di menangkan.
Saat diriku terpojok seperti itu, dari balik semak – semak seekor serigala pun melompat ke depanku, dia mencoba untuk melindungi diriku dari monster Chimera tersebut. Serigala dan Monster Chimera itu saling bertatap muka.
Keduanya saling menggeram dan membenci satu sama lain. Tak lama setelah itu serigala yang aku suruh untuk bersembunyi pun tiba – tiba muncul di sampingku. Dia membawa sejumlah pasukan serigala lainnya untuk membantu diriku.
Aku pun mencoba untuk menggerakkan lenganku tersebut, tanpa aku sadari lengan kiriku yang terkena racun tersebut kembali normal. Diriku pun mengelus kepala serigala tersebut sambil berterima kasih kepadanya.
“Terima Kasih” ucapku kepada serigala yang berbaik hati telah mau menyembuhkan itu.
Kondisiku pun kembali pulih, diriku merasa tambah percaya diri dan semakin kuat. Aku pun melihat ke chimera tersebut dan ingin membalas perbuatannya kepadaku.
Chimera tersebut pun terlihat sibuk berurusan dengan serigala yang muncul di awal tadi. Chimera tersebut mencoba mencakar, menggigit, bahkan mengeluarkan semua kemampuan hanya untuk melukai serigala tersebut.
Serigala itu terlihat sangat santai, dia dengan lincahnya menghindari berbagai serangan dari monster chimera tersebut. Chimera itu tidak menyadari bahwa diriku sudah sembuh.
__ADS_1
Tanpa basa – basi lagi, diriku menyiapkan kuda – kuda untuk melepaskan sebuah skill ku, dengan mengumpulkan cukup energi dan mana diriku melepaskan sebuah pukulan andalanku ke Chimera tersebut.
Karena chimera tersebut sibuk dengan serigala itu, ia pun tidak menyadari akan seranganku tersebut. Serigala itu yang melihat diriku melepaskan skill ku tersebut, dia segera melompat menjauh dari chimera itu.
Monster Chimera itu pun memalingkan pandangannya menuju ke seranganku, dengan sekali jurus milikku itu, membuat Chimera tersebut terlempar cukup jauh. Dia sampai menabrak beberapa pohon hingga tumbang.
Chimera tersebut pun terluka cukup parah, dia berusaha bangkit dari kekalahannya itu. Namun tenaga sudah habis tak tersisa, chimera itu terjatuh ke tanah dan mati. Batu yang berada di kepala singa tersebut mendadak pecah.
Chimera tersebut pun berubah menjadi batu, tubuh batunya menjadi retak dan hancur. Batu – batu tersebut seketika menjadi pasir dan terbang terbawa angin. Kekalahan monster chimera tersebut pun berakhir.
Serigala – serigala terakhir yang melihat kehancuran chimera tersebut mendadak melolong. Mereka melolong dengan serempak dan membuat suara lolongan itu menjadi kencang. Diriku yang melihat serigala tersebut pun ikut senang, setelah itu diriku sadar bahwa aku harus membawa sebuah batu merah yang berada di kepala chimera tersebut.
“TIDAKKKKKKKKKKKKK !” Ucapku sambil berteriak mengalahkan suara lolongan sekumpulan serigala tersebut.
“Sekarang bagaimana diriku menyelamatkan Ruru” ucapku dalam hati sambil bersedih.
Seekor serigala yang mempunyai bekas luka di wajahnya tiba – tiba berjalan ke arahku. Dia berkomunikasi dengan diriku melalui pikiranya.
“Kenapa kau berteriak seperti itu ?” tanya serigala tersebut kepadaku.
Aku pun menjelaskan bahwa diriku membutuhkan sebuah batu merah yang berada di kepala monster chimera tersebut. Diriku menceritakan bahwa temanku sedang disandera, si penyandera tersebut ingin menukarkan temanku tersebut dengan batu yang ada di kepala singa itu.
“Namun sekarang batunya telah hilang, bagaimana ini ?” ucapku sambil panik.
“Kalau begitu kami akan membantu dirimu !” ucap serigala tersebut kepada diriku.
__ADS_1
Aku tidak tahu mereka ingin membantuku seperti apa, diriku hanya bisa menerima bantuan dari mereka itu.
To be continue....