Smartphone Hero

Smartphone Hero
Mendapatkan ancaman


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang diriku teringat tentang rencana tentang pembebasan kedua kakak beradik tersebut.


[Kilas balik]


“Apa maksudmu tentang perkataanmu petualang Sheida ? Apa kau berencana untuk membebaskan mereka dengan sembunyi – sembunyi ?” Ujar tuan Dalius yang kebingungan dengan perkataanku tersebut.


Setelah itu aku pun menjelaskan tentang sebuah trik kecil yang dapat mengelabui seseorang. “Aku punya satu cara untuk membebaskan mereka tuan Dalius, yaitu dengan trik Sulap !” Ucapku kepada tuan Dalius.



Tuan Dalius pun bertanya tanya kepada diriku, beliau tidak tahu tentang kosa kata yang aku sebutkan itu. “Trik Sulap apa itu ?” ucap tuan Dalius yang merasa keheranan.



“aku dapat membuat seseorang yang hidup terlihat seperti mati” kataku kepada beliau. Tuan Dalius seakan ragu dengan ucapanku itu, beliau mengira diriku ini sedang mengada \- ngada karena sudah putus asa. Jadi beliau pun menyuruhku untuk keluar dari ruangannya dan beristirahat.



Dengan cepat diriku menolak permintaan tuan Dalius itu. Aku berkata bahwa ini adalah satu – satunya cara untuk menyelamatkan kedua kakak beradik tersebut. Tuan Dalius melirik mataku. Dia melihat diriku yang sangat \- sangat serius tentang hal ini.



Beliau pun hanya bisa menghela nafas dan membiarkan diriku menjelaskan detailnya secara rinci. Saat itu pun diriku menjelaskan tentang semua trik – trik sulap yang hebat. Di mana seseorang yang masih bisa bertahan hidup di dalam air dengan waktu hampir satu jam.



Diriku menjelaskan tentang trik – trik yang di gunakan oleh orang yang melakukan hal itu. Dari bagaimana dia mendapatkan oksigen di dalam air dan sebagainya. Tuan Dalius terlihat serius menanggapi perkataanku tersebut. Beliau menyimak setiap detail penjelasanku tersebut.



Setelah berapa menit diriku bercerita beliau pun menghentikan diriku dan bertanya tentang pembebasan kedua saudara itu. Karena mendengar pertanyaan beliau itu aku pun langsung memberitahu tentang trik kecilku itu. Tentang bagaimana membuat orang hidup terlihat seperti mati.

__ADS_1



Diriku menjelaskan tentang sebuah benda yang dapat menghentikan detakan jantung untuk beberapa menit. Aku juga menjelaskan tentang sebuah tali yang di ikut di bagian badan kedua adik tersebut untuk menyangganya supaya tidak kehabisan nafas.


“Apa kau yakin rencana ini akan berhasil petualang Sheida ?” tanya beliau yang kurang yakin dengan perkataanku tersebut. Aku pun dengan sangat jelas mengatakan bahwa ini akan berhasil. Di dalam hatiku, aku bergumam bahwa orang di dunia ini masih belum tahu tentang sulap. Jadi ini mungkin akan berhasil menipu mereka.


“Baiklah kalau menurutmu itu akan berhasil, aku akan mempercayainya” kata tuan Dalius kepadaku.


Diriku pun berterima kasih kepada tuan Dalius karena mempercayai diriku ini. Setelah berterima kasih aku pun pamit dari ruangan beliau dan ingin akan menjalankan trik kecilku tersebut.


[Kilas Balik Selesai]


Aku pun sampai di tempat penginapan ku waktu itu. Diriku langsung masuk dan segera pergi ke kamar tempat diriku beristirahat. Sebelum masuk aku pun mengetuk pintu kamar ku itu “Ruru apakah kau ada di dalam ?” tanyaku dari luar kamar.



Namun diriku tidak mendengar sebuah jawaban sama sekali, aku pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamarku itu. “Ruru....?” seketika diriku sangat terkejut saat masuk ke dalamnya. Diriku melihat Ruru yang sedang pingsan di tangan seseorang yang tidak aku kenal.


“Berhenti !! Jika kau melangkah sekali lagi, aku akan membunuh wanita ini !” Ucap dia sambil menodongkan sebuah pisau yang di letakkan di leher Ruru. Aku pun hanya terdiam dan tidak dapat melakukan apa – apa.


“Apa sebenarnya maumu ?” tanyaku lagi kepada orang tersebut.


Orang itu mulai berbicara denganku, dia mencoba untuk memerintah ku melakukan keinginannya. Diriku tidak bisa berkata tidak, dia berencana akan membunuh temanku itu jika aku menolak permintaannya.


“Aku ingin kau mengambilkan diriku sebuah barang dari Hutan Monster !” Ucapnya kepadaku.


“Hutan Monster ?” tanyaku keheranan kepada orang tersebut.


“Benar, aku ingin kau mencarikan diriku sebuah batu kekuatan di hutan sana. Batu itu berada di kegelapan tempat Raja Hutan berada, aku ingin kau mengambilkan batu itu untukku, setelah itu aku akan membebaskan Ruru kecilmu ini” ucap dia sambil mengancam diriku ini dengan Ruru.


Setelah berkata seperti itu orang tersebut tiba – tiba mengeluarkan sebuah bom asap dan menghilang dari pandangan mata. Aku pun mencoba untuk menangkapnya, namun diriku kurang cepat sampai orang tersebut membawa Ruru pergi.

__ADS_1



Asap memenuhi ruangan tersebut, pemilik penginapan pun berlari ke atas dan mengecek tentang suara kegaduhan di atas sana. Ia melihat kamarku yang terbuka dan mengeluarkan banyak sekali asap.


“Ada apa ? Apa yang terjadi di sini ?” Ucap pemilik penginapan sambil berteriak kepadaku.


Aku pun mengepalkan kedua tanganku, setelah itu aku pun bertanya kepada pemilik penginapan tentang lokasi Hutan Monster yang di bicarakan oleh orang itu.


“ Bu pemilik, apakah kau tahu tentang lokasi Hutan Monster ?” tanyaku kepada pemilik penginapan.


“ Hutan Monster ? Apa yang ingin kamu lakukan di tempat itu ?” tanya balik pemilik penginapan kepadaku.


“ Aku harus menyelamatkan temanku ! Apakah ibu tahu di mana lokasinya ?” Ucapku sambil berbalik menghadap ke pemilik penginapan dengan wajah yang serius.


“Ehm....” pemilik penginapan itu sedikit terkejut saat melihat wajah ku yang serius dan terlihat marah. Beliau pun memberitahukan kepadaku tentang lokasinya.


“ Hutan itu ada di sebelah barat Kota ini ! Tapi tempat itu sangat berbahaya” ucap pemilik penginapan kepadaku yang merasa cemas.


“ Terima kasih Bu, aku akan membayar kerusakan tempat ini nanti setelah aku kembali” ucapku kepada pemilik penginapan sambil berjalan pergi ke luar kamar.


Diriku sudah memutuskan untuk menyelamatkan Ruru, jika tempat yang di katakan oleh beliau ini memang berbahaya, sebaiknya diriku harus berhati – hati.



Setelah itu aku pun meninggalkan tempat penginapan itu dan segera pergi ke Hutan Monster. Ternyata tidak membutuhkan waktu yang lama diriku tiba di hutan monster tersebut. Saat aku berada di luar hutan, tiba – tiba terdengar sebuah suara Auman yang keras, sehingga membuat burung – burung di pohon itu beterbangan.



Aku pun segera masuk ke dalam hutan tersebut, aku tidak tahu monster apa yang akan aku hadapi ini, dan diriku tidak tahu di mana tempat persembunyian makhluk yang di katakan orang tersebut. Aku pun berpikiran untuk mencari ke seluruh sudut hutan, diriku langsung berlari dan melihat kanan dan kiri supaya bisa menemukan persembunyian itu.


__ADS_1


Jauh di dalam hutan tersebut terdapat sebuah monster yang besar dan memiliki kuku dan taring yang tajam menunggu di dalam kegelapan.......


__ADS_2