Smartphone Hero

Smartphone Hero
Menyelamatkan Tuan Dalius


__ADS_3

 


Elise merasa sedikit tenang, dia perlahan lahan menceritakan kejadian saat itu. Setelah berpisah dengan aku dan Ruru Elise dan tuan Dalius pergi ke kediaman Dukh, Elise menjelaskan bahwa Dukh ini bisa disebut sebagai Gubernur kota. Setelah itu Elise melanjutkan ceritanya, ia berkata bahwa setelah bertemu tuan Dukh Elise dan tuan Dalius di persilahkan untuk masuk dan berbincang\-bincang di dalam rumahnya.


Pelayan tuan Dukh menyeduhkan minuman untuk Tuan Dalius, setelah itu mereka berdua berbicara tentang bisnis, Tuan Dukh meminta Tuan Dalius untuk menyuruh Elise Keluar, beliau ingin berbicara hanya dengan Tuan Dalius. Elise tidak ingin keluar dari tempat itu, namun tuan Dalius menyuruh Elise Keluar dari tempat tersebut. Elise mempunyai firasat buruk jika ia meninggal tuan Dalius sendirian. Tuan Dalius tetap menyuruh Elise untuk pergi beliau berkata bahwa dirinya akan baik\-baik saja.


Dengan berat hati Elise meninggalkan ruangan tersebut, ia sedikit curiga dengan tuan Dukh. Sudah cukup lama Elise menunggu tuannya keluar ruangan. Ia merasa khawatir dan cemas. Elise melihat kanan dan kirinya untuk menjaga ruangan tersebut.


DUARRR


Tak berapa lama kemudian terjadi suara ledakan dari ruangannya tuan Dukh, Elise langsung menerobos masuk dan melihat keadaan tuan Dalius. Elise melihat ruangan tersebut hancur. Elise tidak bisa melihat dengan jelas saat itu, ia melihat banyak asap yang memenuhi ruangan tersebut. Elise berteriak memanggil tuanya tersebut, namun tidak ada jawaban dari tuan Dalius, saat Elise mencari tuannya ia melihat tuan Dukh yang terbaring di lantai tak sadarkan diri.


Elise mencoba menolong tuan Dukh dan memintanya untuk menjelaskan kepada dirinya mengenai kejadian saat itu. Sedikit demi sedikit kabut yang menutupi pandangan Elise mulai menghilang, saat itu Elise terkejut melihat tuan Dalius yang sedang pingsan tak berdaya bersama dengan orang yang misterius. Elise menjelaskan ciri\-ciri orang tersebut, bahwa dia memakai jubah yang panjang menutupi seluruh tubuhnya, dia juga menggunakan sebuah senjata yang berbentuk seperti belati di kedua tangannya.


Aku sedikit terkejut saat mendengar ciri\-ciri orang yang disebutkan oleh Elise. Diriku sangat ingat bahwa orang yang disebutkan oleh Elise itu adalah orang misterius yang bertarung denganku tadi. Elise pun melanjutkan ceritanya, ia mendadak kesal dan marah melihat orang misterius itu menyakiti tuannya. Elise mencabut pedangnya lalu berlari menyerang orang misterius itu, orang tersebut sangat lincah dia bisa menghindari serangan Elise dengan mudah.


Dengan sekali serangan dari orang tersebut Elise terpental ke dinding. Orang tersebut ingin kabur membawa Tuan Dalius, sebelum dia lari, ia berpesan kepada Elise untuk membawa mutiara suci kepadanya nanti tengah malam, dia ingin menukarkan tuanya tersebut dengan mutiara sucinya, dia juga berkata tentang lokasi penukaran tersebut yaitu di reruntuhan gereja tua. Setelah itu dia melompat ke luar jendela.


Elise mencoba untuk mengejarnya, namun saat ia berada di jendela Elise sudah tidak melihat orang tersebut. Dia merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi tuanya tersebut. “Andai diriku lebih kuat, tuan Dalius pasti baik\-baik saja sekarang” Elise dengan kesal menghantarkan tangan ke lantai. Ruru mencoba menenangkan Elise sambil berkata “itu bukan salahmu Elise, kita pasti akan menyelamatkan tuan Dalius” setelah itu Ruru melihat ke arahku dan meminta menyelamatkan tuan Dalius.

__ADS_1


“Apakah kamu membawa mutiara tersebut ?” Elise berkata “iya” kemudian ia menunjukkan mutiara tersebut kepada kami. Diriku meminta izin kepada Elise untuk menyentuhnya. Elise memperbolehkan diriku menyentuh, saat itu aku membalikkan badan dan berpikir. “Hahahahaha” gelak tawamu terdengar keras, Elise dan Ruru merasa kebingungan dengan perilaku saat itu.


“Kita pasti akan menyelamatkan tuan Dalius” dengan percaya diri aku berkata seperti itu. Elise bertanya kepadaku tentang bagaimana menyelamatkan Tuannya tersebut. Aku menyuruh Ruru dan Elise mendekat, setelah kami membuat suatu rencana.


Waktu pertukaran pun tiba, Elise pergi ke reruntuhan gereja tua, di sana ia sudah di tunggu oleh orang misterius tersebut. “Apakah kamu membawa mutiaranya ?” Elise menunjukkan mutiara tersebut kepada orang tersebut, Elise juga bertanya tentang keadaan tuan Dalius. Orang tersebut menyuruh anak buahnya untuk membawa tuan Dalius. Setelah melihat tuan Dalius Elise mencoba menanyakan keadaan beliau.


Tuan Dalius yang tidak bisa berbicara hanya bisa bergumam tidak jelas. “Tenang saja tuan Dalius aku pasti akan menyelamatkanmu” Elise maju selangkah demi selangkah dia perlahan lahan menyerahkan mutiara tersebut, tuan Dalius sangat dekat dengan tangan Elise. Tuan Dalius di tendang oleh orang tersebut, Elise mencoba untuk menangkap tuannya tersebut, ia menjatuhkan mutiaranya begitu saja.


Setelah mutiara itu berada di tangan orang misterius, dia pun menyuruh anak buahnya membunuh mereka berdua. Anak buah orang tersebut maju serentak untuk membunuh Elise dan tuan Dalius. Sebelum mereka sempat menyentuh Elise dan tuan Dalius tiba\-tiba ada serangan dari atas yang menimbulkan tanahnya rusak. Akibat serangan tersebut banyak kabut yang bertebaran. Setelah kabutnya menghilang Elise dan tuan Dalius melihat diriku yang berada di depan mereka.


Pertarungan terjadi saat itu, semua anak buah orang misterius tersebut menyerang ke arahku, dengan kemampuan yang ku miliki saat ini, diriku dapat mengalahkan mereka dengan mudah. Orang misterius tersebut menyuruh anak buahnya membawa pergi mutiara tersebut, ia pun langsung menghadapi diriku. “Tak ku sangka kita bertemu lagi ya petualang”


Setelah menerima seranganku ia mundur menjauhi diriku, kami mulai berbicara lagi. Pembicaraan kami sedikit lama, aku mencoba untuk menjelaskan tentang perbuatannya ini, dia terus mengelak saat aku mencoba bertanya hal itu. Aku pun mengeluarkan benda dari dalam sakuku dan memperlihatkan benda tersebut kepadanya. Benda yang aku keluarkan saat itu adalah plat petualang miliknya.


Seketika dia terkejut, kenapa diriku bisa memiliki benda tersebut. “Kenapa benda itu berada di tanganmu” aku menjelaskan bahwa dirinya telah menjatuhkan benda ini waktu pertarungan sebelumnya, aku juga berkata bahwa dirinya tidak akan menang melawanku. Dia tahu kalau dirinya tersebut tidak bisa menang dari diriku, namun ia tetap memaksakan kehendaknya untuk membunuhku.


Dia mulai maju dengan kekuatan penuhnya, dia mengeluarkan skill yang sedikit merepotkan, skill tersebut bisa membuat dirinya menjadi banyak, bisa juga disebut sebagai skill bayangan/bhunsin. Dia melaju dengan cepat mengelilingi diriku. Dengan segala kemampuan yang dia miliki, dia menyerang diriku dengan tanpa ampun. Aku dapat bertahan dari serangannya namun jika diriku terus menerus menerima serangan darinya maka diriku juga bisa kalah dari dirinya.


Aku membuat seluruh tubuhku mengeluarkan energi yang besar, sampai\-sampai membuat dirinya terpental dariku. Setelah terpental semua bayangan dari dirinya menghilang dan tersisa Cuma satu orang saja, yaitu dirinya yang asli. Karena seranganku tersebut jubahnya yang dia pakai terlepas, penutup wajahnya juga menghilang. Ternyata orang misterius itu adalah seorang gadis yang mempunyai sebuah telinga berbentuk kucing. Aku pun perlahan lahan mendekati gadis tersebut, dia melihat ke arahku dengan tatapan kebencian.

__ADS_1


Aku tidak tahu kenapa ia melihatku seperti itu, aku mengangkat tanganku dan terlihat ingin menghabisnya. Gadis tersebut terlihat pasrah akan takdirnya dan meminta diriku untuk menyelesaikan pertarungan ini. Wajahnya yang terlihat sedih membuatku tidak sanggup untuk mengakhiri hidupnya. Aku pun mengelus kepalanya dan meminta dia untuk menjelaskan tentang masalah ini.


Dia bertanya kepada diriku kenapa tidak mengakhiri hidupnya, dia juga berkata bahwa jika diriku tidak membunuhnya maka dia akan membunuhku nanti. Dengan senyum aku berkata “kalau begitu lakukanlah ! matamu menunjukkan bahwa kamu sedang di tekan, sikapmu juga menunjukkan bahwa ada seorang yang menyuruhmu, jika kamu ingin membunuhku maka bunuhlah, aku tahu kalau kamu sedang melindungi seseorang, mungkin orang ini sangat penting bagimu dan dia mungkin sedang di Sandra atau sedang di sekap untuk membuat dirimu melakukan apa yang orang tersebut inginkan, apakah aku benar ?”


Ia melihat ke bawah dan tidak menunjukkan wajahnya kepadaku, setelah itu ada tetesan air yang menyentuh tanah, ia ternyata menangis. Aku membiarkan dirinya untuk menangis, setelah selesai aku akan mencoba untuk mengambil informasi dari dirinya. Ruru datang kepadaku ia menyembuhkan luka\-lukaku saat itu. Ia melihat seorang gadis yang menangis di depanku.


Ruru terlihat marah kenapa diriku sampai\-sampai membuat seorang gadis menangis. Aku mencoba untuk menjelaskan kejadian tersebut, namun Ruru tidak percaya sama sekali tentang apa yang aku katakan, ia berpikiran diriku telah melecehkan gadis tersebut.


Gadis itu tiba\-tiba diam, ia melihat kelakuan kami yang lucu. Terlihat sedikit senyuman di wajahnya. Aku melihat gadis itu yang sudah baikan lalu mendatangi dirinya. “Apakah namamu Sora ? Dan siapa yang menyuruhmu” dia menggelengkan kepalanya, setelah itu dia memperlihatkan lidahnya kepada kami. Saat itu aku dan Ruru melihat seperti sebuah tato di lidahnya tersebut. Ruru terkejut setelah melihat tato yang ada di lidah gadis itu. “Tunggu apakah ini !”


Aku melihat ke arah Ruru dan meminta menjelaskan tentang tato yang ada di lidah gadis itu. Ruru menjelaskan bahwa tato tersebut adalah tato kutukan, ia berkata bahwa tato itu di pasang untuk tidak membocorkan informasi dari pemilik yang memasangkan tato tersebut. “Hmm ini akan sedikit sulit” aku bertanya kepada Ruru apakah ada cara untuk mematahkan kutukan tersebut. Ruru menggelangkan kepalanya ia berkata bahwa dirinya tidak tahu bagaimana cara mematahkan kutukan tersebut.


Setelah itu gadis tersebut berbicara kepadaku, ia berkata bahwa ada cara mematahkan kutukan tersebut. Ia bilang kutukan tersebut bisa di patahkan dua cara, pertama adalah membunuh orang yang memberikan kutukan tersebut kepadanya, lalu cara yang kedua adalah memberikan tekanan energi kepada tato tersebut sampai rusak, ia juga berkata bahwa cara kedua ini bisa membunuh orang yang memberikan tekanan tersebut. Jika orang tersebut tidak memiliki luaran yang besar maka dia akan mati terbunuh oleh kutukan tersebut, seperti itulah katanya.


Aku berpikiran mungkin bisa menghancurkan kutukan tersebut, karena aku juga memiliki kekuatan yang besar dalam diriku. Aku langsung bertanya bagaimana cara menekan kutukan tersebut. Wajah gadis tersebut terlihat malu\-malu, ia berkata bahwa diriku harus memberikan tekanan energi langsung kepada kutukan tersebut, atau singkatnya memberikan energi ku melalui sebuah ciuman.


Wajahku langsung memerah, aku tidak tahu kalau harus mencium gadis tersebut. Aku menelan ludahku sendiri apakah aku sanggup menyelamatkannya dari kutukan tersebut. Dengan seluruh tekat yang aku miliki, aku pun mencoba untuk mencium dirinya. Bibir kami hampir bersentuhan dan diriku bisa merasakan nafas yang ia keluarkan dari mulutnya. Sebelum kami sempat berciuman, tiba\-tiba gadis itu berteriak untuk segera pergi dari tempat itu. Dia berkata ada sebuah sihir besar yang di arahkan ke arah kami. Aku langsung berdiri mengecek sekeliling untuk melihat sumber dari serangan sihir besar yang ia katakan tadi.


Setelah itu aku bisa merasakan sebuah sihir dengan kekuatan besar di sekitar kami, aku langsung melihat ke atas dan tiba\-tiba melihat sebuah bola besar yang berada di atas kami tersebut. Bola tersebut memiliki energi yang besar, benda itu seketika mengecil dan mengeluarkan ledakan yang cukup besar saat kami berada di bawahnya.

__ADS_1


 


__ADS_2