
“ikuti aku !” Kata serigala yang mempunyai bekas luka di sebelah matanya itu.
Serigala tersebut pun pergi melompat ke semak – semak. Aku pun langsung berdiri dan mengejar serigala tersebut. Serigala tersebut berlari cukup kencang, diriku tidak tahu ingin di bawa ke mana oleh serigala tersebut.
Tak berapa lama kami berlari, tiba – tiba serigala tersebut memperlambat kecepatan larinya. Dia berhenti di depan sebuah gua.
“Masuklah !” Ucap serigala tersebut.
Aku pun berjalan menuju ke gua, sebelum masuk diriku sempat melihat ke arah serigala tersebut.
“Tidak apa – apa masuklah !” ucap serigala tersebut kepadaku.
Aku pun melihat ke dalam gua tersebut dan perlahan lahan mulai memasukinya. Jalan di gua tersebut sedikit sempit, ada sebuah terowongan kecil di dalam sana.
Dari terowongan tersebut terlihat sebuah cahaya dari baliknya. Diriku pun menunduk dan memasuki terowongan tersebut.
Sesampainya di ujung terowongan aku pun melihat begitu banyak batu merah di dalamnya, batu tersebut berserakan di mana – mana dalam gua kecil itu.
Serigala yang menuntunku pun masuk ke dalam terowongan setelah diriku masuk, dia menyuruhku untuk mengambil batu tersebut.
“Ambillah batu tersebut !” ucap serigala tersebut kepadaku.
Aku pun berjalan mendekati batu tersebut dan melihat batu mana yang ingin aku ambil. Aku pun mengambil salah satu batu yang sangat terang di antara batu merah lainnya. Dalam penglihatanku batu tersebut memiliki kekuatan magis yang sangat hebat.
“pilihan bagus ! Dan sekarang—“ ucap serigala tersebut sambil memejamkan matanya.
Serigala tersebut membacakan sebuah mantra, diriku tidak memahami kalimat – kalimat yang terucapkan oleh serigala tersebut.
Saat dia sedang membaca mantra, tiba – tiba batu tersebut pun melayang di kedua tanganku. Batu itu mengeluarkan sebuah sinar yang sangat menyilaukan, diriku sampai terpental ke dinding gua karena sinar batu tersebut.
Batu tersebut pun berubah menjadi asap dan masuk ke dalam tubuhku. Saat batu itu sudah masuk ke dalam diriku, serigala tersebut pun berhenti mengucapkan mantranya. Serigala tersebut berpesan bahwa diriku harus menggunakan batu tersebut dengan baik.
Setelah mendengar ucapan dari serigala tersebut, muncul lah sebuah notif dari Ponselku. Notif tersebut mengatakan bahwa diriku mendapatkan kekuatan baru.
[Demon Heart] ungkap notif tersebut kepadaku.
Kami pun keluar dari gua tersebut, setelah itu diriku bertanya kepada serigala tersebut mengenai batu itu.
“Sebenarnya batu itu apa serigala ?” ucapku kepada serigala tersebut.
__ADS_1
Serigala tersebut pun berkata bahwa batu tersebut adalah batu iblis. Generasi serigala iblis seperti mereka di tugaskan untuk menjaga batu berharga tersebut.
“Batu itu juga memilih pemiliknya, jika sang batu tidak menerima si pemiliknya maka, batu tersebut akan membuat sang pemilik mati secara perlahan dan menyakitkan” ucap serigala tersebut.
“tunggu sebentar ! Jika diriku tadi memilih batu yang salah maka tubuhku akan tersiksa sampai mati, begitu maksudmu ?” ucapku kepada serigala tersebut.
“Benar” ucap serigala tersebut.
Aku pun merasa khawatir dengan penjelasannya tersebut. Hewan itu menjelaskan sesuatu yang berbahaya dengan santainya.
“Jadi bagaimana diriku bisa menyelamatkan temanku dengan batu yang berada dalam tubuhku ini ?” ucapku kepada serigala tersebut.
“batu tersebut bisa di keluarkan dari tubuhmu jika kau memang membutuhkannya, batu tersebut akan kembali ke bentuk semula dan kau bisa memberikan batu tersebut kepada orang yang menyandera temanmu !” ucap serigala tersebut kepadaku.
“Namun jika batu itu tidak memilih orang tersebut maka kau akan melihat sesuatu yang mengerikan” ucap serigala tersebut sambil tertawa licik.
Dalam pikiranku serigala ini tidak waras, dia membiarkan orang lain mengambil batu tersebut tanpa tidak peduli dengan nasib orang itu.
“serigala ini tidak waras” ucapku dalam hati.
“Bawahlah salah satu putriku ! Dia akan melindungi jika terjadi sesuatu kepada pemilik batu yang tidak di terima itu !” ucap serigala tersebut kepadaku.
Terlihat dari ucapannya serigala itu sepertinya tahu bahwa orang yang menyandera Ruru ini tidak memiliki kesempatan sama sekali. Dari sudut pandangku serigala tersebut juga tidak peduli kepada pemilik batu yang tidak di terima itu.
“Bawalah putriku ini ! Dia pasti akan membantu jika dirimu dalam masalah” ucap serigala tersebut di dalam hutan.
Dari penampilan serigala betina tersebut, sepertinya kami pernah bertemu. Saat aku melihat ke pergelangan kakinya, ternyata serigala tersebut yang aku tolong waktu itu.
“jadi dia putri dari serigala gila itu, semoga kegilaan ayahnya tidak menurun ke putrinya” gumamku dalam hati.
“Baiklah tuan petualang, semoga kau berhasil nanti” ucap serigala tersebut.
Serigala itu pun melolong dan masuk ke dalam hutan. Dia meninggalkan kami berdua di dekat jalan keluar hutan.
“jadi apakah kamu bisa membantuku menyelamatkan Ruru ?” ucapku kepada serigala tersebut.
“Anda bisa tenang tuan ! Diriku pasti akan membantumu menyelamatkan temanmu itu !” balas serigala tersebut.
“baiklah kalau begitu. Ayo kita segera pergi” ucapku kepada serigala tersebut.
__ADS_1
Kami pun pergi meninggalkan hutan tersebut, diriku bergegas mencari tempat persembunyian orang itu. Namun ada sedikit masalah tentang mencari keberadaannya. Dia tidak memberitahuku lokasi untuk menyerahkan batu tersebut.
Aku pun kembali ke kota, diriku berjalan memasuki gerbang kota itu. Setelah masuk aku melihat kanan dan kiri, diriku tidak tahu harus mulai dari mana mencari orang tersebut.
“apakah ada masalah tuan ?” ucap serigala dari balik bayanganku.
Diriku pun menjelaskan kepada serigala tersebut tentang Ruru, aku juga berkata kepadanya bahwa diriku tidak tahu lokasi Ruru berada di mana.
Serigala tersebut pun menanyakan tentang barang – barang milik Ruru. Dirinya menjelaskan bahwa ia bisa menemukan orang tersebut dengan melacak baunya.
“Jadi kau bisa melakukan hal itu ! Kalau begitu ayo kembali ke penginapan sepertinya ada barang – barang milik Ruru di sana” Ucapku kepada serigala tersebut.
“Baik tuan” balas serigala tersebut.
Aku pun berlari menuju ke penginapan waktu itu, sesampainya di tempat tersebut diriku langsung memasuki tempat tersebut dan terdengar suara bel yang berbunyi. Tak lama setelah itu pemilik penginapan pun datang dan menyapa ku.
“selamat datang, pelanggan yang waktu itu, apa kau baik – baik saja ? Bagaimana dengan temanmu ? Apakah kamu sudah menyelamatkannya ?” tanya pemilik penginapan itu kepadaku.
“Maaf Bu pemilik tidak ada waktu untuk menjelaskannya, aku harus pergi ke kamar ku” Ucapku sambil menaiki tangga menuju ke atas.
Sesampainya di depan pintu kamar diriku pun langsung masuk ke dalamnya. Setelah memasuki kamar tersebut, aku pun melihat ke sekitar untuk mencari benda milik Ruru. Ternyata barang – barang kami sudah tidak ada di sana.
Aku pun langsung turun ke bawah dan memanggil pemilik penginapan tersebut. Diriku membunyikan bel di meja resepsionis dan mencoba memanggil pemilik penginapan itu.
Diriku sudah berkali – kali menekan dan memanggil pemilik penginapan itu, namun orang tidak kunjung muncul juga. Karena tidak ada orang yang menyambutku maka diriku mencoba untuk masuk ke ruangan tempat pemilik penginapan itu berada.
“Ibu penginapan apa kau ada di sini ?” ucapku sambil membuka pintu itu.
“Tidak ada orang kah ? Ke mana ibu – ibu itu pergi ?” Ucapku di dalam hati.
Setelah bergumam sendiri, tiba – tiba serigala yang bersembunyi di balik bayang – bayangku pun muncul. Dia mendadak menggeram ke arah pintu yang ada depanku. Serigala tersebut bertingkah seperti ingin menyerang.
Diriku yang melihat tingkah laku serigala tersebut pun ikut waspada. Diriku berpikir bahwa ada sesuatu yang berbahaya dari dalam sana. Tak lama kemudian tiba – tiba gagang pintu tersebut pun bergerak.
Diriku bersikap waspada dengan keadaan tersebut. Ternyata yang keluar dari balik pintu tersebut adalah pemilik penginapan. Saat itu diriku terkejut kenapa serigala ini sampai menggeram seperti itu kepada ibu – ibu tersebut.
Setelah melihat dengan teliti, dalam genggamannya ibu pemilik penginapan tersebut memegang tongkat Ruru. Kejadian tersebut pun membuatku kebingungan, diriku tidak tahu kenapa tongkat Ruru sampai berada di tangannya.
“ibu penginapan kenapa kau—“ Ucapku kepada ibu tersebut.
__ADS_1
“Tuan hati – hati” ucap serigala tersebut sambil memotong perkataanku.
Mendadak tanah yang berada di sekitar kami pun bergetar. Tanpa di sadari tiba – tiba muncullah sebuah benda hitam yang tajam. Benda itu hampir menancap ke tubuh kami.