Smartphone Hero

Smartphone Hero
serangan ke kota part 2


__ADS_3

“Hey ! Apa kau baik – baik saja ?” Tanyaku sambil memapah kepala penjaga tersebut.


Penjaga tersebut mulai membuka matanya, dirinya melihat ke arahku dengan terbatuk batuk, saat dirinya batuk – batuk, ada sepercik darah yang keluar dari dalam mulutnya. Saat melihat hal itu, diriku langsung terkejut lalu berkata kepadanya untuk terus bertahan.


“Hey ! Bertahanlah !” Ucapku sambil panik.


Penjaga tersebut malah batuk untuk kedua kalinya, dari dalam mulutnya keluar darah lagi. Diriku yang panik tersebut tidak tahu harus berbuat apa, diriku saat itu hanya bisa melihat penderitaan dari orang tersebut.


Dengan ekspresi yang panik juga ketakutan, diriku hanya berdiam sambil melihat ke arah kanan dan kiri karena paniknya. Saat melihat diriku yang sedang panik, penjaga tersebut mulai mengulurkan tangannya. Dirinya ingin menggenggam ke arah kerah bajuku dan serasa ingin berbicara kepadaku.


“Kau ini petualang ya ?” ucap penjaga tersebut sambil memegang kerah bajuku.


“Hey ! Apakah kau baik – baik saja ? Kenapa kau terluka ? Dan apa yang terjadi di sini ?” tanyaku kembali ke penjaga tersebut.


Sambil mencoba untuk mendudukkan penjaga tersebut, diriku mulai memasang wajah yang serius karena ingin mendengar penjelasannya. Saat itu diriku mengingat bahwa ponsel yang diriku gunakan itu terdapat sebuah penyimpanan item. Diriku ingat bahwa pernah memasukkan semacam botol ramuan penyembuh di dalamnya.


“tunggu sebentar, aku akan menyembuhkanmu terlebih dahulu” ucapku sambil mencari ponsel milikku.


Ternyata ponselku masih berada di kantung ku, tak di sangka – sangka ponselku masih berada di dalam kantung ku dan tidak di ambil oleh orang – orang yang membius ku itu. Sambil memegang ponsel miliku, diriku mencoba untuk mengeluarkan item potion dari dalamnya.


Dan tiba – tiba keluarlah semacam botol berwarna merah. Dengan cepat diriku mengambil botol tersebut dan menuangkannya ke mulut penjaga tersebut. Penjaga itu meminum ramuan penyembuh tersebut secara perlahan lahan. Dirinya menghabiskan potion itu dengan sekali tuang.


Setelah menuangkan potion tersebut, diriku hanya bisa diam dan melihat penjaga tersebut, diriku menantikan potion yang aku tuang tadi bekerja. Tak beberapa lama kemudian, ada sebuah cahaya berwarna hijau yang mengelilingi penjaga tersebut. Setelah cahaya itu muncul luka – luka yang berada di tubuhnya mulai menutup.


Setelah melihat hal itu, diriku merasa senang dan segera meminta penjelasan tentang kejadian yang sebenarnya terjadi saat diriku tidak ada di sana.


“Hey cepat katakan apa yang terjadi !” ucapku kepada penjaga tersebut.

__ADS_1


Penjaga tersebut yang baru saja sembuh itu, pertama–tama dia berterima kasih kepada diriku karena telah menumbuhkannya, setelah hal itu dia secara pelan – pelan menceritakan kejadian yang menimpa dirinya itu.


Penjaga tersebut bercerita menceritakan awal sampai akhir dari kejadian tersebut, awalnya dirinya sedang bertugas menjaga di depan gerbang, tak lama kemudian semacam benda yang mirip seperti asteroid terjatuh di kota, saat itu semua penjaga terkejut dan langsung ingin mengecek ke tempat kejadian perkara tersebut, namun belum sempat mereka pergi dari tempat itu, tiba – tiba sesosok peria yang mengenakan jubah berada cukup jauh dari tempat mereka menjaga pintu gerbang kota.


Setelah kemunculan orang itu, tak berapa lama kemudian sekumpulan monster – monster iblis bermunculan dari belakang orang tersebut, dengan keadaan yang panik, para penjaga tersebut langsung di serang tanpa persiapan diri sama sekali. Mereka semua di habisi dengan sangat cepat.


Setelah itu penjaga yang diriku selamatkan itu, melihat bahwa orang yang berjubah itu mengeluarkan semacam sebuah boneka dari dalam jubahnya, dirinya berbicara dengan boneka tersebut sebelum masuk ke dalam kota.


Dari ceritanya tersebut, diriku dapat menyimpulkan mungkin orang berjubah tersebut adalah orang yang sama dengan orang yang waktu itu membius ku, namun diriku tidak tahu apa – apa tentang tujuan orang tersebut menyerang dirinya.


Saat diriku tengah berpikir, penjaga tersebut sempat berkata kepadaku bahwa dirinya secara tidak sengaja mendengar ucapan dari orang yang berjubah tersebut.


“Kalau tidak salah dengar, tadi sebelum diriku hampir tak sadarkan diri, diriku mendengar percakapan dari orang berjubah tersebut dengan bonekanya” ucap penjaga tersebut.


Dalam kalimatnya, orang berjubah tersebut mengatakan kepada boneka yang di bawanya untuk bersabar, penjaga tersebut juga mendengar bahwa orang berjubah itu akan mendapatkan gadis itu dan membawanya untuk penganti tubuh. SaatSaat mendengar hal itu, diriku merasa heran dan juga aneh.


Saat diriku sedang berpikir, terdengar suara ledakan di tempat Ruru berada. Tanpa pikir panjang lagi, diriku berterima kasih kepada penjaga tersebut dan segera pergi ke tempat Ruru, perasaanku mulai kacau dan khawatir, diriku berdoa dalam hati supaya Ruru baik – baik saja.


“Ruru, semoga bukan kau yang di maksudnya"


Sesampainya di tempat ibu penginapan diriku seketika berhenti sejenak dan melihat bangun yang di tempati oleh ibu penginapan dan juga Ruru menjadi rusak. Pintu depannya menghilang dan terlempar ke dalam rumah.


Saat melihat hal yang tidak wajar tersebut, diriku berteriak – teriak memanggil ibu penginapan itu, namun sekencang diriku memanggil beliau, diriku tidak menerima jawaban sama sekali, saat itu perasaanku mulai tidak enak, diriku bergegas ke kamar Ruru dan mengecek apakah Ruru baik – baik saja.


“RURU ! RURU !” teriakku sekencang mungkin.


Setelah sampai di depan pintu kamar Ruru, diriku mencoba untuk masuk ke dalamnya, namun pintu tersebut tidak dapat di buka, seperti ada sesuatu yang sedang mengganjal di belakangnya. Diriku berteriak – teriak memanggil Ruru, bertanya kepadanya apakah dirinya baik – baik saja.

__ADS_1


Namun jawaban yang aku inginkan tidak terwujud, setelah diriku berteriak – teriak seperti orang gila, ada sebuah suara kecil yang terdengar dari dalam kamar Ruru, setelah di dengar dengan teliti, diriku berpikir bahwa suara tersebut adalah suara beliau, yaitu ibu penginapan.


Dengan cepat diriku mencoba untuk membuka pintu tersebut dengan paksa, dengan satu pukulan yang kuat, pintu tersebut seketika hancur lebur beserta penghalang yang berada di belakangnya.


Setelah menghancurkan pintu tersebut, diriku langsung masuk dan segera mengecek keadaan. Ada sedikit asap di kamar itu karena hancurnya pintu tersebut, namun asap itu hanya sesaat dan seketika hilang dari pandangan.


Terkejutnya diriku saat melihat ibu penginapan yang sedang tergeletak di lantai dan tertimpa sebuah balok kayu di punggungnya. Dengan cepat diriku mengangkat kayu tersebut dan berusaha untuk menyelamatkan beliau.


“Ibu penginapan, apa yang terjadi ? Ruru ? Ruru di mana ibu penginapan ?” Tanyaku sambil memangku beliau di kedua tanganku.


Karena kondisi beliau yang terluka, diriku segera menyembuhkannya dan bertanya tentang keberadaan Ruru. Sekali lagi diriku mengambil botol ramuan dari ponselku dan menuangkannya ke mulut beliau.


Efek yang sama terjadi kepada beliau, luka – luka yang berada di tubuhnya seketika menghilang dan membuat beliau sadar kembali.


“Ibu penginapan apa kau baik – baik saja ? Di mana Ruru ?” Tanyaku dengan tergesa-gesa.


“Petualang, kau sudah kembali !” ucap beliau sambil melihat ke arahku secara pelan – pelan.


“aku baik – baik saja, yang lebih penting lagi di mana Ruru ?” ucapku sambil panik.


Beliau seketika tersadar dan mengingat kejadian yang menimpa dirinya itu, beliau bercerita bahwa ada seseorang yang berjubah tiba – tiba masuk dan di ikuti oleh segerombolan monster – monster di belakangnya.


Setelah itu mereka mencari seseorang ke seluruh penjuru bangunan, ibu penginapan yang tak sengaja melihat hal itu dari atas tangga, langsung bergegas menuju kamar Ruru dan menguncinya rapat – rapat.


Dengan cepat monster – monster tersebut menggedor pintu kamar Ruru dan mencoba untuk memasukinya, namun dirinya tidak dapat masuk karena di beliau sudah mengunci pintu tersebut dan memblokirnya dengan benda – benda di belakangnya.


Tiba – tiba suara menjadi hening, beliau berpikiran bahwa mereka sudah menyerah untuk masuk ke dalam, namun hanya beberapa detik saja, tiba – tiba dari arah jendela kamar Ruru, ada sesosok monster yang masuk dan membawa Ruru pergi keluar jendela. Beliau berkata bahwa dirinya mencoba untuk menarik Ruru agar tidak di rebut, namun kekuatan monster itu jauh lebih kuat dibandingkan beliau.

__ADS_1


__ADS_2