Smartphone Hero

Smartphone Hero
Menelusuri Gua


__ADS_3

Setelah mengalami banyak hambatan, diriku akhirnya sampai di sebuah gua yang konon kata Selda adalah tempat persembunyiannya orang misterius tersebut, dari balik tempatku bersembunyi, diriku melihat ada dua monster yang menjaga pintu masuk gua. Diriku sangat – sangat berharap bahwa Ruru berada di dalam gua tersebut.


[Kilas balik]


Diriku yang sangat – sangat terkejut dan mulai kebingungan, dalam hal ini hanya Selda saja yang tahu tempat perginya orang misterius itu. Akhirnya diriku pun hanya bisa pasrah dan mengiyakannya saja. Dalam hatiku, diriku beranggapan untuk menyelesaikan masalah ini nanti dan segera pergi menyelamatkan Ruru.


“Baiklah kau boleh ikut bersamaku, tapi masalah pernikahan itu aku pikirkan nanti” ujarku kepada Selda.


Dengan tersenyum Selda pun setuju dengan persyaratanku, dirinya segera memberitahu tempat orang misterius itu sembunyi. Setelah mendengar rincian tentang tempatnya, diriku meminta Selda untuk segera pergi ke tempat yang aman, setelah menyelamatkan seseorang diriku akan segera menemuinya.


Selda merasa penasaran dengan orang yang ingin aku selamatkan, dirinya meminta untuk pergi bersamaku dan ingin membantu menyelamatkan orang yang aku maksud. Aku pun menolak permintaannya itu, dengan alasan diriku tidak dapat melindunginya saat dia berada dalam bahaya. Aku pun mencoba untuk membujuk Selda dengan alasan yang sederhana itu. Namun Selda sangat keras kepala, dia berkata bahwa akan baik – baik saja. Ia juga berkata untuk tidak mengganggu diriku yang sedang menyelamatkan orang tersebut (Ruru).


Aku pun terus mencoba membujuknya untuk tidak ikut, namun dirinya tetap memaksaku untuk membawanya, tingkah lakunya yang mirip anak kecil membuatku geram, akhirnya diriku pun hanya bisa mengalahkan dan mengajaknya ikut bersamaku.


Selda juga merasa penasaran, orang seperti apa yang ingin aku selamatkan itu. Dari raut wajahnya, Selda merasa curiga kepadaku, kenapa diriku sampai tidak ingin membawanya menyelamatkan orang tersebut (Ruru). Diriku belum mengatakan bahwa yang ingin aku selamatkan adalah Ruru, aku takut dia akan marah dan kesal saat aku mengatakan bahwa diriku ingin menyelamatkan seorang gadis.


[Akhir Kilas Balik]


“Baiklah Selda, kamu lebih baik bersembunyi saja ! Dan biarkan aku yang akan masuk ke dalam !” ujarku kepada Selda.

__ADS_1


Selda merasa enggan dengan keputusanku, dirinya menolak dan juga ingin membantu diriku menyelamatkannya (Ruru). Diriku serasa ingin sekali berdebat dengannya, namun jika aku melakukan hal tersebut, maka akan membuang buang waktuku untuk menyelamatkan Ruru.


“Kalau begitu tunggu di sini !”


Selda pun menyetujui permintaanku sambil menganggukkan kepalanya. Aku pun segera ke atas pohon dan bersiap untuk menyerang. Dengan cepatnya diriku tiba – tiba melompat dan membelakangi monster itu. Dengan sekali serangan diriku menjatuhkan monster tersebut, setelah yang satunya jatuh aku langsung bergegas untuk membereskan uang satunya lagi.


Dengan cepat dan tanpa suara, aku berhasil menjatuhkan kedua monster tersebut. Setelah itu diriku memanggil Selda dari semak – semak dan segera menuju ke dalam gua. Sebelum memasuki gua, aku meminta Selda untuk tidak jauh – jauh dariku. Aku juga meminta untuk segera berlari pergi saat situasinya menjadi kacau. Selda pun mengangguk kepalanya dan juga setuju akan permintaanku, akhirnya kami pun memasuki gua tersebut dengan hati – hati.


Setelah memasuki gua kami berjalan melewati anak tangga yang terbuat dari batu. Tangga tersebut mengarahkan kami menuju ke dalaman gua. Setelah berada di ujung tangga, kami di hentikan oleh dua jalan yang berada, satunya mengarah ke kanan, dan satunya lagi mengarah ke kiri. Aku merasa sedikit kebingungan ke arah mana diriku harus pergi.


“Kita harus pergi ke mana ?” tanya Selda yang berada di belakangku.


“Bukankah kau sudah janji untuk tetap di dekatku !” ujarku geram kepada Selda.


“Iya, tapi kalau kita mencarinya dengan terpisah itu akan lebih cepat, di tambah lagi mungkin ada orang lain yang juga ikutan di culik di sini !” ujarnya kepadaku.


Mendengar ucapannya aku pun bertambah bimbingan, di satu sisi aku ingin segera menemukan Ruru dan pergi dari tempat ini, di sisi yang lain aku takut bahwa yang dikatakan oleh Selda ada benarnya. Masalah ini malah tambah rumit, dan diriku malah kebingungan dengan hal ini.


“Sudah ya kita berpencar saja, supaya cepat ketemu orang yang kau cari” ujar Selda sambil pergi ke arah lorong sebelah kanan.

__ADS_1


“Eh, tunggu ! Astaga anak ini”


Karena terpaksa diriku hanya bisa mengikuti keinginannya, setelah itu aku pun segera pergi ke arah lorong yang satunya. Dengan langkah yang pelan, diriku berjalan menelusuri lorong dengan perasaan yang was – was. Aku mencoba menyelinap dengan sembunyi – sembunyi agar tidak ketahuan.


Diriku terus berjalan menelusuri lorong tersebut. Sesampainya di ujung, langkah kakiku terhenti oleh jalan yang bercabang. Diriku melihat ke arah yang berbeda mencoba memutuskan jalan mana yang ingin aku ambil.


Aku hanya bisa percaya pada kata hati kecilku, diriku biarkan perasaanku memilih jalan untuk bertemu Ruru. Tak lama kemudian, diriku pun memutuskan untuk pergi ke arah kanan, dari kejauhan diriku melihat ada sebuah tempat yang membuatku penasaran. Akhirnya aku pun memutuskan untuk mengeceknya terlebih dahulu.


Ternyata tempat itu menuju ke arah bawah, tangga yang tampak usang membuatku malah tambah penasaran tentang isi di ruangannya. Setelah mengecek kanan dan kiri, diriku menuruni tangga tersebut dengan hati – hati. Aku tidak mau membuat keributan yang akan membuat keadaanku menjadi gawat. Dengan pelan – pelan diriku sampai di ujung anak tangga yang terakhir dan mengecek situasinya.


Setelah yakin bahwa keadaannya aman, aku pun memasuki ruangan yang gelap tersebut dan mencoba mencari sebuah penerangan. Aku pun mengambil ponselku dan menyalakan senternya. Alangkah terbelalaknya mataku saat melihat sebuah penjara yang di penuhi oleh orang – orang yang tak ku kenal sama sekali.


Melihat hal tersebut diriku yakin akan perkataan Selda, orang misterius tersebut menculik anak – anak. Akan tetapi, di dalam kepalaku muncul sebuah pertanyaan kenapa orang aneh itu menculik mereka, apakah di buat sebagai tikus percobaan ? Atau yang lainnya. Aku merasa kebingungan dengan pertanyaan – pertanyaan tersebut.


Dan hal yang paling tidak ku mengerti adalah apakah ada sangkut pautnya dengan Ruru ? Memikirkan hal tersebut tidaklah berguna, aku segera melepaskan orang – orang tersebut dan ingin membawanya keluar dari tempat yang mengerikan ini.


“Hey, apakah kalian baik – baik saja ?”


Anak – anak tersebut merasa sangat ketakutan, dalam benakku aku merasa bahwa anak – anak ini di perlakukan buruk sampai takut seperti itu, dalam hatiku melihat pakaian dan tubuh mereka, diriku merasa kesal dan marah, karena terlihat buruk, dan saat aku menyorotkan cahaya lampuku ke salah seorang anak, di seluruh badannya terdapat bekas luka. Aku pun bertekad untuk membebaskan mereka dari penderitaannya dan segera ingin memulangkannya ke tempat asalnya.

__ADS_1


“Kemarilah ! Kakak tidak akan melukaimu, kakak hanya ingin membantumu keluar dari tempat ini!” ujarku dengan suara yang pelan.


__ADS_2