Smartphone Hero

Smartphone Hero
Kemenanganku


__ADS_3

Dengan tekad yang membara, kabut hitam keraguan yang menyelimuti hatiku tiba – tiba saja menghilang. Kepercayaan diriku kembali penuh, tubuhku serasa penuh energi dan siap untuk beraktivitas kembali. Namun kali ini, diriku tak boleh gagal kembali.


Dengan penuh semangat diriku berlari ke arah Ruru, diriku terus berlari sambil memperhatikan area sekitarku. Semakin dekat diriku kepada Ruru, semakin tegang pula tubuhku. Aku merasa gugup sambil bersiap akan serangan dadakan itu.


Setelah mengamati sekitar sambil berlari ke arah Ruru, akhirnya serangan dadakan tersebut muncul juga di hadapanku. Di waktu sebelumnya diriku pasti terkena oleh serangan tersebut, namun kali ini hal itu tidak akan terjadi lagi.


Dengan waktu yang cukup singkat dan cepat, diriku mencoba menghindari serangan tersebut secara bersamaan. Dan hasilnya memuaskan, diriku dapat mengelak dari serangan tersebut tanpa meninggalkan bekas luka ditubuh ku.


Terdengar suara langkah kaki di belakangku, diriku langsung membalikkan badan dan melihat orang yang berada di belakangku itu. Setelah diriku membalikkan badan muncullah seorang manusia yang memakai topeng, dan topeng yang ia pakai adalah topeng yang persis sekali dengan topeng orang yang tiba – tiba berjalan melewatiku dan memeluk Ruru.


“Tak ku sangka kau menghindari jebakan ku”


“Aku hanya beruntung dengan hal itu”


Tanpa basa basi lagi diriku langsung memasang kuda – kuda dan berisap untuk bertarung dengannya. Meskipun diriku telah berisap siaga, orang tersebut tampak santai menanggapiku, tanpa ragu – ragu lagi aku pun melesat ke arahnya dan langsung melancarkan serangan pertama.

__ADS_1


Dengan kekuatan penuh diriku memusatkan tenagaku pada tangan kananku dan melepaskan kekuatannya kepada orang tersebut. Asap pun beterbangan di area itu, diriku merasa bahwa seranganku telah mengenainya. Namun setelah debu perlahan lahan turun kembali, pukulanku ternyata tidak berefek kepadanya, meskipun terdengar hembusan angin menembus tubuhnya. Namun hal tersebut tak membekas sama sekali, orang yang aku hadapi ini sanggatlah kuat.


Dengan seketika aku pun mundur menjauhinya, firasatku mengatakan bahwa orang ini benar – benar berbahaya. Namun tekadku sudah bulat, meskipun ia sangat kuat namun diriku harus tetap mengalahkannya apa pun konsekuensinya.


Aku pun mencoba untuk menyerangnya kembali, namun kali ini diriku memutarinya terlebih dahulu, mencoba untuk membuatnya bingung dengan gerakanku. Setelah menemukan titik buta, diriku dengan cepat melesat ke arah orang tersebut dan melancarkan serangan untuk kedua kalinya. Aku berharap bahwa kali ini berhasil melukainya.


Namun hasilnya sama saja. Pukulanku tidak memberikan damage yang cukup untuk melukainya, hal tersebut malah membuatku sangat kesal. Dengan kekuatan penuh aku pun mengelilingi orang tersebut dan terus menerus memberikan serangan yang bertubi – tubi kepadanya. Dengan segenap kekuatan yang aku miliki, diriku melepaskannya satu persatu kepada orang tersebut, sampai akhirnya staminaku menurun secara drastis dan akhirnya membuat tubuhku kelelahan. Akibatnya diriku pun berhenti sejak untuk menarik nafas yang panjang.


Setelah berhenti, aku mencoba melihat kondisi orang tersebut yang tertutup oleh debu yang beterbangan. Dengan fokus diriku menatap ke arah tempatnya itu. Namun hal tak terduga pun terjadi, dari arah berdiri tiba – tiba saja muncul sesosok tangan yang sedang ingin mencengkeramku. Tangan tersebut begitu cepat sampai diriku tidak dapat merespon gerakannya sama sekali.


Aku pun tertangkap oleh tangannya, ia mencekik leherku dengan sangat kuat. Kemudian orang tersebut mengangkatku hanya dengan satu tangannya. Cengkeramannya yang begitu kuat membuatku kesulitan untuk bernafas, hasilnya diriku sulit untuk bergerak karena Kurangnya oksigen dalam tubuhku.


Hasilnya serangan tersebut berhasil melukainya, orang itu seketika terdorong mundur dan melepaskan cengkeramannya, aku pun seketika menarik nafas yang panjang. Sambil menarik nafas aku pun terbatuk batuk karena itu, di lihat dari hasil cengkeramannya, orang itu mencengkeram leherku sampai lebam. Dan diriku merasa sedikit nyeri pada bagian tersebut.


Setelah mengambil nafas yang cukup panjang, aku pun kembali berdiri dan melihat ke arah orang tersebut, namun alangkah terkejutnya diriku saat melihat wajahnya yang terkena pukulanku retak dan utuh kembali. Aku sempat merasa aneh siapa sebenarnya yang sedang aku hadapi saat ini.

__ADS_1


Situasi pun semakin aneh, kami saling menatap satu sama lain untuk beberapa saat. Orang tersebut yang awalnya terdiam mulai berbicara kepadaku


“Kau Lemah !!”


Mendengar kalimatnya, sontak aku pun terkejut. Kami yang beberapa saat bertemu sudah mencoba untuk menilai ku. Aku pun merasa heran dan apa maksudnya dia ini. MeskipunMeskipun diriku merasa terkejut dengan ucapannya, namun aku tidak membalas perkataannya. Aku menatap orang tersebut dan terus bersiaga akan serangan dadakan selanjutnya.


Tak berapa lama menjelang hal itu, ia tiba - tiba bergerak sangat cepat dan sudah tiba di depanku. Aku pun sontak terkejut dan melompat mundur untuk menghindari serangannya. Dengan cepat tangan yang besar mulai bergerak dan ingin menangkapku, aku mencoba menghindarinya dengan menurunkan badanku dan memberikan serangan balasan ke arah perutnya.


Entah bagaimana aku pun dapat menghindarinya, selang beberapa menit kami pun bertarung terus menerus, hasil penentuan dari pertarungan ini adalah pertarungan stamina, jika diriku lelah terlebih dahulu maka aku akan kalah, namun bagaimana caraku bisa mengalahkan monster berbentuk manusia ini.


Setelah di pikir – pikir lagi, ternyata ada sebuah kelemahan yang tidak aku sadari dari waktu aku memukulnya, diriku melihat ada sebuah benda aneh yang berdetak di bagian perutnya, setelah tak sengaja diriku memukul bagian tersebut, terlihat benda itu dan tiba-tiba saja tubuhnya regenerasi kembali.


Aku pun berpikiran apakah itu titik kelemahan monster ini, aku pun maju ke arahnya dengan sigap, tubuhku mengikuti alur dari insting pikiranku, namun mendekatinya sedikit sulit, setelah monster itu melihat diriku yang penasaran akan bagian perutnya, ia seketika memperkuat tubuh bagian bawahnya, dirinya serasa tidak ingin bagian tersebut terlihat oleh musuhnya.


Melihat reaksinya aku pun berpikir bahwa bagian tersebut pasti titik lemahnya, namun bagaimana caraku bisa mendekati dan menyerangnya. Itulah pertanyaan yang sedang kupikirkan saat ini.

__ADS_1


Selang beberapa saat diriku berpikir, tiba – tiba saja muncul sebuah ide untuk menyerang bagian vitalnya. Aku merasa ragu apakah ide ini efektif atau tidak, namun aku tidak akan tahu jika tidak mencobanya.


Aku pun berlari ke arah monster tersebut dengan penuh semangat. Melihat reaksiku yang begitu cepat, monster itu seketika menjulurkan lengannya untuk menangkapku lagi. Setelah cukup dekat dengan tangannya, aku pun menjatuhkan diriku ke tanah dan mengambil sebuah pedang yang terletak di bawahnya. Setelah mengambil pedang tersebut aku pun berbalik arah kepadanya dan menusukkan pedang tersebut ke bagian perutnya, tak hanya itu aku pun mendorong pedang tersebut masuk dengan pukulanku. Dan akhirnya pedang itu masuk menembus perutnya.


__ADS_2