
Setelah berjalannya waktu, kami bertiga pun memutuskan untuk pergi dari kerajaan tersebut menuju ke kerajaan EmperorLord. Kerajaan yang menyebutkan bahwa kekuatan adalah segalanya dan yang lemah akan di tindas. Aku memutuskan untuk pergi ke sana karena ada semacam urusan yang harus di selesaikan dengan seorang penduduk di sana. Ia seorang penyihir yang mengetahui simbol yang menyebabkan munculnya sebuah tato di tanganku. Dan anehnya tato tersebut terasa panas dan juga perih di saat waktu – waktu tertentu.
(Kilas Balik)
Waktu tubuhku terasa panas, aku pun hendak terjatuh di tanah karena rasa sakitnya. Ruru yang melihatku hendak terjatuh, ia langsung bergegas membantuku. Dirinya menaruh lenganku di bahunya supaya dapat mebopongku. Sekejap setelah Ruru menyentuh, rasa sakit tersebut tiba – tiba saja menghilang sekan tidak pernah terjadi dari awal.
Aku pun penasaran kenapa hal tersebut bisa terjadi. Apakah ada sangkut pautnya dengan Ruru saat aku mati dalam sekejap. Ruru pun melihat keadaanku merasa lebih baik, ia seketika melepaskan rangkulanku dari bahunya dan menggandeng tanganku.
Tak mau kalah, Selda yang melihat kejadian tersebut merasa iri dan juga cemburu terhadap Ruru. Dirinya seketika berdiri di sebelahku dalam posisi sebaliknya dan merangkul lenganku. Entah kenapa hal itu membuatku sedikit risi, hal yang aku pikirkan bahwa dapat di apit oleh dua wanita cantik dapat membantu bahagia, namun ternyata malah sebaliknya.
Kami pun akhirnya kembali ke kerajaan dan berpesta di kedai makanan. Petualangan – petualangan yang ikut dalam peperangan tersebut merasa puas akan jerih payahnya. Ia juga dapat imbalan oleh guild karena telah mendapatkan beberapa monster yang cukup langka dan juga kuat.
Namun juga ada segelintir petualangan yang tak menyukai dengan keberadaan Ruru. Mereka masih saja tak percaya bahwa Ruru tidak akan menyerang mereka. Dan akhirnya salah satu dari mereka pun mulai bertindak. Mereka membuat suasana yang awalnya tenteram menjadi gelisah.
Mereka membuat keributan dengan cara mengolok – olok Ruru sambil menuduhnya akan berubah menjadi sesosok iblis yang jahat kembali. Ruru hanya diam dan tak bisa mengelak karena hal itu pernah terjadi sebelumnya, ia hanya bisa pasrah dan menerima apa pun hinaan mereka.
Tak lama setelah itu Selda pun turun tangan dalam masalah mereka. Ia seketika membela Ruru karena merasa ia tidak pantas mendapatkan sebuah hinaan dan celaan tersebut. Selda membela Ruru dengan cara membuat dirinya menjadi sebuah tameng untuknya. Dan saat diriku tahu akan hal tersebut suasana hatiku pun menjadi panas karena api amarah. Aku pun berjalan ke arah orang – orang tersebut dan hendak memukulinya.
__ADS_1
Namun sebelum tindakanku terjadi, tiba – tiba saja Leo menepuk pundak ku. Ia seakan mencegahku untuk melakukan hal tersebut. Dalam heningnya tepukan tersebut Leo memberitahu bahwa anggota partyku di panggil oleh ketua dari guild mereka, dan Leo juga menyuruhku untuk menyerahkan masalah tersebut kepada dirinya.
Aku yang mengepalkan tangannya karena geram, seakan tak ingin berhenti menguatkannya. Namun Ruru yang berada di sampingku, tiba – tiba saja memelukku lenganku dengan erat. Dan saat itu aku pun menyadari bahwa membawa Ruru pergi dari tempat tersebut adalah jalan keluar yang baik untuknya.
Setelah keluar dari tempat tersebut, aku pun masih mempunyai uneg – uneg dalam hatiku. Diriku merasa tidak puas jika tidak memukul mereka sama sekali. Namun hal yang membuat diriku merasa terpuruk adalah karena membiarkan Ruru mengalami penderita seperti itu. Aku merasa kesal pada diriku sendiri karena tidak dapat melindunginya.
Namun sebaliknya, Ruru pun tersenyum akan kejadian tersebut. Ia merasa tenang dan sabar akan hinaan dan celaan yang ia dapati. Ia menyemangatiku dan juga berterima kasih kepada Selda karena telah membelanya. Setelah hal tersebut Ruru pun menarik tangan kami berdua menuju tempat ketua guild berada.
Sesampainya kami di tempat ketua guild, kami pun di persilahkan untuk duduk selagi menunggu semua anggotanya terkumpul. Dan sesaat setelahnya aku pun merasakan firasat buruk walaupun sedikit. Dan firasat buruk itu tertuju kepada Ruru.
Setelah beberapa menit kami menunggu, ternyata semua anggota guild yang terkuat berkumpul di satu tempat. Dan tempat tersebut adalah tempat pertemuan kami dengan ketua guild. Dan setelah mereka masuk semua, firasat burukku pun terjadi.
“Kau pasti tahu tentang ini Sheida-Kun, namun aku masih ingin mendengar penjelasannya langsung darimu !”
Aku pun hanya terdiam mendengar ucapannya, diriku hanya bisa mengepalkan kedua tanganku sambil menunduk ke bawah. Aku tidak tahu apa yang harus aku jelaskan kepada mereka, namun segala sesuatu yang telah terjadi maka harus ada penjelasannya.
Melihat diriku yang tengah gelisah, Ruru pun mulai berdiri dan mengangkat suara. Ia seakan akan melindungiku dari kegelisahanku.
__ADS_1
“Sheida-sama tidak ada hubungannya dengan ini, biar aku yang akan menjelaskannya pada kalian semua !” Ujar Ruru dengan suara yang tegas dan lantang.
Ketua guild pun terdiam mendengar kalimatnya, beliau menatap kepada Ruru dengan pandangan yang tajam, seakan – akan ia sedang mengecek kejujurannya. Secara bersamaan, salah satu dari mereka pun tak menyukainya. Ia seketika memotong pembicaraan tersebut sambil menudingnya dengan keras.
“Untuk apa kami percaya kepada makhluk jadi – jadian sepertimu. Kami bahkan tidak dapat percaya sedikit pun dari omonganmu !”
Mendengar ucapannya yang begitu arogan, aku pun langsung berdiri sambil mengeluarkan aura intimidasi yang kuat. Diriku merasa sangat marah dan kesal saat ada yang meremehkan dan juga menjelek – jelekan Ruru.
Saat situasinya yang menjadi semakin memanas, Ketua guild pun mengangkat tangannya kepada bawahannya. Ia seolah olah memberi isyarat untuk segera menghentikan tindakannya. Melihat isyarat tersebut, salah satu anggota itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ia hanya bisa menuruti perintah dari atasannya dan kembali mundur ke barisannya.
Aku tak menghiraukannya sama sekali, sesaat tangan Selda yang menggenggam diriku. Ia pun menggelengkan kepalanya seakan memberi isyarat untuk tidak melanjutkannya. Aku pun mengikuti permintaannya, diriku menghilangkan aura intimidasi dan kembali duduk dengan tenang.
Sebelum percakapan di mulai kembali, ketua guild awalnya meminta maaf kepada kami karena sikap bawahnya yang semena – mena. Ruru juga meminta maaf kepada beliau karena perbuatanku tersebut, ia juga menjelaskan bahwa diriku melakukan hal tersebut karena kekhawatirannya kepada Ruru.
“Bagaimana kami bisa mempercayaimu ? Jika kau tidak akan melakukan hal yang menakutkan itu lagi di masa depan ?”
Secara perlahan lahan, Ruru pun menjelaskan satu persatu akan ceritanya. Dirinya bercerita tentang awal ia berubah menjadi iblis dengan ke tidak sadarkannya. Ia menjelaskan peristiwa tersebut secara terperinci sampai di mana ia membuat kontrak untuk menyelamatkanku.
__ADS_1
Mendengar penjelasannya, aku pun seketika terdiam dan terkejut. Namun hal yang tambah membuatku terkejut saat ia mulai bercerita tentang sesosok King Undead yang ciri – cirinya persis dengan manusia tengkorak yang mengirimku ke dunia ini.