
Dalam keheningan sesaat, diriku mencoba untuk mencerna informasi yang di berikannya. Namun sebagian dalam diriku ada yang kurang percaya dan ada yang sebaliknya. Namun diriku tidak memiliki pengetahuan lain tentang keberadaan tempat ini. Jadi aku pun memastikan bahwa tempat ini benar – benar nyata.
“Jadi ini tempat di mana orang yang sudah meninggal berada ?”
Gadis itu tampak sedikit kebingungan, ia memiringkan kepalanya sambil menyentuhkan ujung jarinya ke bibirnya.
“Tempat orang mati ? Bukan ini tempat antar dimensi, tempat di mana Pandora tinggal, dan hanya bisa di masuki oleh Pandora saja, atau orang yang mendapatkan izin dari Pandora”
Setelah mendengar penjelasannya diriku sedikit mengerti mengenai tempat ini, namun aku juga harus waspada akan keberadaannya.
“Jadi aku masuk ke tempat ini melalui izin darimu ?”
“Benar sekali ”
“Lalu untuk apa kau memanggilku ke tempatmu ini ?”
Pandora yang awalnya tengah melayang – layang di udara tiba – tiba saja mendekat ke arahku. Ia akhirnya turun tepat di depanku, setelah itu Pandora memasukkan tangan kanannya ke sakunya, ia secara tiba – tiba mengeluarkan sebuah benda yang mirip bola kristal di tangannya.
Lepas itu Pandora memegang bola itu dengan kedua tangannya, ia membacakan sebuah kalimat yang sulit untuk aku mengerti. Habis kalimat itu di ucapkan di dekat bola tersebut, tiba – tiba saja muncul sebuah cahaya yang terang benderang. Aku merasa silau dan mencoba untuk menutupi kesilauan itu dengan kedua tanganku.
Tak lama setelah cahaya itu meredam, aku pun mencoba untuk membuka kedua mataku. Tak di bayangkan, tempat antar dimensi yang awalnya kosong tak memiliki benda apa pun, tiba – tiba saja berubah menjadi ruang angkasa. Tempat tersebut memperlihatkan beribu – ribu bintang yang bertaburan di langit.
Setelah melihat sekelilingnya, diriku merasa takjub dan tercengang. Namun setelah diteliti olehku, aku melihat sebuah planet bumi yang sedang Pandora lihat saat ini. Aku pun mencoba berjalan mendekatinya dan ingin bertanya tentang maksudnya menunjukkan semua ini.
“Pandora, apa maksudmu memperlihatkanku hal semacam ini ?”
Pandora pun melirik ke arahku dengan ekspresi wajah yang sangat – sangat datar, dengan suara yang pelan ia berkata kepadaku ; “ Kau akan tahu sebentar lagi !”
__ADS_1
Mendengar kalimatnya, diriku merasa sedikit penasaran apa yang sebenarnya ia maksudkan. Dalam beberapa detik kemudian, bumi yang awalnya hijau karena pepohonannya, tiba – tiba saja mengeluarkan cahaya kemerah-merahan yang menjual sampai angkasa. Cahaya itu mulai muncul satu persatu di ujung daratan hijau yang lain.
Setelah itu gelombang yang di sebarkan oleh cahaya tersebut merubah bumi yang awalnya indah menjadi buruh rupa. Bumi menjadi merah dan terlihat seperti hangus terbakar. Aku pun bingung dengan kejadian ini, kenapa Pandora memperlihatkanku kejadian yang mengerikan seperti itu.
“Apa maksudnya ini Pandora ? Kenapa bumi bisa menjadi daratan yang terbakar seperti itu ?”
Pandora hanya terdiam untuk sesaat, ia menarik nafas dan mengatakan sesuatu yang membuatku tambah penasaran.
“Kamu belum melihat semuanya”
Mendengar ucapannya diriku merasa bahwa ada hal yang lebih buruk lagi dari ini. Aku pun menujukan pandanganku ke arah bumi tersebut dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Setelah pandanganku tertuju ke arah bumi, ekspresi wajahku berubah menjadi tegang karena sangat penasaran tentang kelanjutannya.
Setelah bumi berubah seketika seperti itu, Pandora menunjukkan ke arah salah satu cahaya yang memancar sampai ke langit. Ia memberitahuku bahwa seseorang yang melakukan hal ini adalah orang yang aku kenal.
Waktu diriku melihat orang itu, aku pun terkejut setengah mati, mataku terbelalak lebar melihat orang yang ditunjuknya. Diriku tidak percaya bahwa Ruru lah yang melakukan hal tersebut.
“Apa !? Ini tidak mungkin, bagaimana Ruru bisa melakukan hal ini ?”
Pandora pun berbalik ke arahku, ia menjelaskan tentang segala perkara yang menyebabkannya menjadi seperti itu.
“Setelah kau mati, gadis itu di hasut oleh seorang yang menggunakan topeng. Ia di berikan sesuatu untuk berbuat keburukan, sampai akhirnya berhasil menghancurkan dunia”
“Pria bertopeng ? Apakah pria yang waktu itu memeluk Ruru saat diriku sedang sekarat ?”
“Benar. Dialah penyebab semua kerusakan ini terjadi. Dan dialah juga yang memanfaatkan kekuatan Ruru yang tengah tertidur”
__ADS_1
“Kekuatan yang tertidur ? Apa maksudmu ?”
Setelah itu Pandora menjelaskan kekuatan tersebut kepadaku. Ia menceritakan sebuah kisah tentang kekuatan tersebut, sekaligus cerita yang menyangkut tentang Ruru.
“Pada Awal peradaban, manusia lahir dan tumbuh dengan semestinya. Mereka beradaptasi serta membangun peradaban di mana – mana. Suatu ketika ada seekor meteor yang menghantam bumi di ujung selatan, meteor tersebut meluluh lantakkan kawasan yang berada di sekitarnya sampai hangus, dan seketika itu Monster pun terlahir”
Dalam keadaan terkejut, aku pun terus mendengarkan perkataannya. Ia terus berbicara kepadaku secara detail dan terperinci, bahkan sampai menceritakan sesuatu yang di luar nalar pikiranku. Secara singkat, monster itu tumbuh dan berkembang dengan begitu cepat. Meskipun usianya baru saja beberapa tahun saja, ia tumbuh seperti seorang pria dewasa.
Dalam keadaan seperti itu, monster itu bahkan bisa membangun kerajaannya sendiri sampai – sampai bisa membangun peradabannya sendiri. Dan secara cepat peradaban monster itu semakin besar dan luas, sampai pada suatu ketika monster tersebut ingin menguasai dunia.
Namun alhasil usahanya dapat di hentikan oleh sekumpulan orang yang memberanikan dirinya untuk melawan monster tersebut, dan mereka di sebut sebagai Sang Kesatria Suci. Kesatria Suci itu terdiri dari 5 orang, mereka menghentikan rencana monster itu dengan cara menyegel jiwanya dan memisahkan anggota tubuhnya secara terpisah.
Namun saat jiwanya berhasil dilepaskan dari tubuhnya, jiwa tersebut bersemayam di sebuah tubuh bayi yang ada dekat kematiannya. Dan hal yang mengejutkannya lagi Pandora memberitahuku bahwa bayi tersebut adalah Ruru, yaitu anak dari monster tersebut.
“Tunggu sebentar ! Aku tidak paham maksud perkataanmu ? Bagaimana bisa Ruru berada di sana ?”
“Ceritanya belum selesai, berhentilah menanyakan sebuah pertanyaan sebelum aku menyelesaikan ceritanya”
Mendengar kalimatnya aku pun terdiam, aku mencoba untuk menahan rasa penasaranku terhadapnya.
Tak lama setelah itu Pandora pun kembali menceritakan kejadian. Ia berbicara mengenai Ruru yang awalnya ingin di bunuh oleh salah seorang Kesatria Suci. Namun hal itu di hentikan oleh keempat orang lainnya, sampai – sampai terjadi pertengkaran di antara mereka.
Akhirnya pertikaian tersebut di menangkan oleh seorang Kesatria Suci yang menginginkan bayi tersebut untuk tetap hidup, dirinya sendiri yang merawat bayi tersebut hingga sampai usia remaja. Akan tetapi salah seorang Kesatria Suci yang menginginkan bayi tersebut untuk di bunuh merasa tidak puas, ia berusaha menyingkirkan bayi tersebut hingga akhirnya mencoba untuk membunuhnya di usia remaja.
Namun hal tersebut dapat digagalkan kembali oleh Kesatria Suci yang mengasuhnya, namun keberhasilannya membutuhkan pengorbanan yang besar, sampai – sampai harus mengorbankan nyawa untuk menyelamatkan bayi tersebut.
“Cerita ini semakin membuatku bingung ? Lalu apa yang inginkan memberitahu semua kejadian ini ?”
__ADS_1
Pandora pun melayang secara pelan – pelan ke arahku, ia menjulurkan tangannya sampai menyentuh kepalaku. Pandora berkata kepadaku bahwa hanya akulah satu-satunya orang yang dapat menghentikan kebangkitannya. Dan hanya diriku lah yang dapat menjauhkan Ruru dari kejadian masa depan yang suram itu.