
“Kedua saudara tersebut akan di hukum mati !” Kata tuan Dalius yang memasang wajah serius. Beliau menatapku dengan dengan tajam, ia seolah olah tidak sedang bergurau.
“Bukankah mereka berdua telah membantu kami melawan monster iblis itu, kenapa mereka harus di penjara ?” Ujar ku kepada beliau. Ruru menyuruhku untuk tenang dan kembali duduk di meja, ia berusaha untuk membuatku untuk tidak membuat keributan. Aku pun mendengar perkataan Ruru dan kembali duduk ke meja makan.
Setelah diriku duduk, tuan Dalius mulai membahas tentang masalah mereka berdua ini. “Sora yang menolongku untuk mengalahkan monster iblis itu memang patuh di puji. Namun Siro telah menculik diriku dan ingin menukarkan mutiara suci itu dengan tubuhku. Jadi ini masalah yang berbeda” ucap beliau dengan tegas.
Aku pun tidak bisa mengelak dari kata – kata beliau. Diriku terdiam seketika di meja makan. Setelah itu aku pun berpikir untuk melepaskan kedua kakak beradik tersebut dengan keinginanku. “Kalau begitu tuan Dalius aku akan mengajukan permintaanku itu. Aku meminta mereka untuk di bebaskan, itulah keinginanku !”
Tuan Dalius pun terdiam, dia pun Menghela nafasnya karena perkataanku itu. “Aku tahu kamu akan meminta hal seperti itu, tapi maaf aku tidak bisa mengabulkannya.”
Sontak diriku pun terkejut, aku tidak percaya bahwa beliau tidak bisa mengabulkan keinginanku. Aku pun meminta tuan Dalius untuk menjelaskannya mengapa. Setelah itu tuan Dalius melihat ke arah Ruru. Aku tidak tahu kenapa tuan Dalius melihat ke arah Ruru. Ruru yang hanya diam duduk di meja tiba – tiba berdiri dan melihat ke arahku.
“Sheida-sama, aku di beritahu bahwa kedua saudara ini sudah membuat begitu banyak masalah. Dan ada sebuah surat permintaan untuk menangkap mereka berdua hidup dan mati. Jika kita bisa membebaskannya maka di luar nanti mereka juga akan di buru !?” ujar Ruru yang terlihat sedih itu.
“Apakah tidak ada cara lain untuk membebaskan mereka berdua ?” aku pun kembali bertanya kepada Ruru saat itu. Tuan Dalius pun langsung memotong pembicaraan kami itu. Beliau berkata bahwa tidak ada cara lain lagi. Tuan Dalius pun menyerahkan sebuah surat yang berisi tentang eksekusi atau di serahkan ke pemerintahan.
Tuan Dalius pun berkata bahwa jika mereka berdua di serahkan di pemerintahan maka nasib mereka akan bertambah buruk. Karena pemerintahan saat ini sangat tidak relevan dan tidak adil. “Tapi apakah membunuhnya akan membuat hidup mereka lebih baik ?”
__ADS_1
Tuan Dalius pun berdiri dan terlihat kesal “jika kita menyerahkan mereka bedua, kita tidak tahu akan bagaimana mereka jadinya nanti. Aku juga tidak ingin melakukan ini namun aku terpaksa” tuan Dalius mengepalkan tangannya dan memasang wajah yang sedih dan kecewa.
“Cih..” aku pun seketika pergi dari ruang makan tersebut dan pergi meninggalkan mereka berdua tanpa sepatah kata pun. Ruru pun memanggil namaku, namun tuan Dalius menghentikan Ruru untuk mengejar langkahku. Beliau berkata bahwa diriku harus sendirian untuk sementara waktu.
Aku pun pergi keluar dan entah menuju ke mana. Aku berhenti di sebuah tempat yang luas. Di sana diriku melihat sebuah tangga yang menuju ke bawah tanah. Aku berpikir bahwa tangga ini mungkin menuju tempat mereka berdua di kurung. Aku berpikir untuk melepaskan mereka berdua, jadi diriku pun menuruni tangga itu.
Setelah diriku menuruni tangga tersebut, aku pun melihat keseluruhan tempat itu. Diriku mencoba mencari tentang tempat Siro dan Sora di kurung. Ternyata tidak membutuhkan waktu yang lama diriku dapat menemukan mereka. Mereka di kurung di dalam sel yang sama.
Aku mencoba untuk melihat lebih dekat lagi. Diriku melihat mereka berdua saling berdekatan dan bergandengan tangan. Mereka berdua hanya duduk dan memeluk satu sama lain. Diriku yang melihat itu merasa iba dengan yang akan mereka terima.
Aku menyapa mereka dari luar penjara itu. “Halo Sora” seketika Sora melihat ke arahku, dia menyapa diriku dengan tersenyum pasrah. “Oh Sheida kah bagaimana kabarmu ?” Tanya Sora kepada.
Setelah beberapa saat kemudian, aku pun mencoba untuk memberitahu mereka tentang hukaman yang akan mereka dapat. Sora berkata bahwa dirinya tidak apa – apa menerima hukuman tersebut. Karena dia telah banyak membuat masalah. Jadi dia pasrah dengan takdirnya.
“Bagaimana kalau aku menebaskan kalian” ujarku kepada Sora. Sora menggelengkan kepalanya, ia berkata bahwa jika mereka bebas itu tidak akan bertahan lama. Sora berkata bahwa keadaan adiknya mulai melemah, jadi dia ingin terus bersama adiknya dan tidak ingin meninggalkan adiknya mati sendirian.
__ADS_1
Perkataan Sora menyentuh hatiku, di dalam diriku merasa sangat sedih dan terluka. Aku tidak bisa membiarkan mereka mati begitu saja. Aku harus mencoba untuk menyelamatkan mereka berdua.
“Aku akan berusaha menyelamatkan kalian berdua” ujar ku kepada Sora sambil meninggalkan tempat itu. Aku tidak tahan lagi melihat hal tersebut, aku pun langsung kembali ke tangga tempat aku masuk dan pergi meninggalkan penjara tersebut.
Sora yang melihat telah pergi meninggalkan mereka berdua. “Terima kasih” Sora berbisik dengan pelan setelah melihatku pergi itu.
Setelah diriku keluar dari tempat tersebut, aku pun berjalan sambil menelurkan cara untuk menyelamatkan mereka. Aku pun berhenti di sebuah tempat dan duduk di atas batu. Tak lama setelah diriku duduk beberapa saat tiba – tiba ada seseorang yang mendatangiku.
“Apa yang sedang kau pikirkan petualang Sheida ?” suara tersebut terdengar tidak asing. Aku pun langsung menoleh ke asal suara tersebut. Ternyata suara itu tidak lain adalah Elise, pengawal tuan Dalius waktu itu.
“Oh, Elise kah.. aku hanya melamun tentang sesuatu” ujar ku setelah melihat Elise. Elise pun mendekat dan duduk di sebelah ku. Setelah itu ia berbicara mengenai dua saudara kakak beradik tersebut.
Kami mulai membicarakan tentang masalah mereka berdua. Beberapa kata masih hal yang sama terucap, mereka tidak bisa di selamatkan. “Kalau seumpamanya ada cara yang bisa mengubah penampilan mereka, dan mengubah status mereka menjadi budak maka itu” ujar Elise penasaran.
Aku yang tengah kecewa dengan diriku sendiri itu tiba – tiba mendapatkan sebuah ide. Perkataan Elise membuatku semangat dan tahu sebuah rencana untuk membebaskan mereka berdua. Aku pun memeluk Elise dan berterima kasih kepadanya karena telah memberikan sebuah ide yang cemerlang.
Elise merasa malu dan terkejut saat diriku memeluknya. Wajah berubah memerah saat itu. Setelah itu aku pun pergi dari tempat itu dan ingin menemui tuan Dalius.....
__ADS_1