
Kejadian tersebut tidak dapat terelakkan, diriku dengan tidak sengaja bertemu dengan orang itu. Setelah kupikirkan lagi, diriku beranggapan bahwa jalan yang di tunjukkan oleh anak tersebut salah. Jadi hal seperti ini tidak dapat di pungkiri lagi.
“KAU ! Di mana Ruru ?”
Orang tersebut bersikap sangat santai sekali, dirinya tidak beranggapan bahwa aku adalah orang yang kuat. Di lihat dari penampilanku itu, diriku memang tidak menunjukkan ciri – ciri tersebut, diriku hanya memakai setelan jubah biasanya dan tidak membawa apa – apa lagi. Bahkan diriku tidak membawa senjata sama sekali.
“Ruru ? Siapa Ruru ?” ujarnya cuek.
“Jangan berlagak bodoh ! Aku tahu kau telah menculik seorang gadis lizard ! Katakan di mana dia ?”
“Oh, gadis kadal itu, dia berada di tempat yang aman. Kau tenang saja”
Aku merasa emosi saat mendengar kata – katanya, diriku sedikit demi sedikit tersulut emosi karena ucapannya yang terdengar seperti merendahkan itu. Karena sedikit emosi, diriku sudah tidak tahan untuk menyerangnya. Tanpa pikir panjang lagi, tubuhku seketika bergerak dan langsung ingin memukul wajahnya.
Saat diriku sedang berlari ke arahnya, tiba – tiba diriku di hadang dengan sekelompok anak kecil yang coba aku selamatkan tadi.
Karena anak kecil tersebut, langkah kakiku seketika berhenti dan tidak dapat melaju lagi.
Diriku mencoba untuk berbicara kepada anak – anak tersebut, namun mereka sama sekali tidak merespon perkataanku. Bahkan kalau di lihat dari dekat, mata mereka serasa tidak sadarkan diri, seperti sedang terkena hipnotis.
“Percuma saja kau berteriak kepada mereka, mereka tidak akan mendengarkan mu !” ujar orang tersebut meremehkan.
Sekali lagi diriku mencoba untuk berkomunikasi dengan mereka, namun lagi – lagi usahaku sia – sia. Mereka sama sekali tidak merespon perkataanku. Di waktu yang sama, saat diriku mencoba untuk berkomunikasi dengan mereka, tiba – tiba terdengar sebuah suara hentikan jari. Di saat itu mereka tiba – tiba tersadar dan mulai menyerang ku.
__ADS_1
Sontak diriku pun terkejut dengan serangan dadakan mereka, diriku sebisa mungkin menghindari serangan – serangan mereka tanpa membalasnya. Meski diriku dapat menghindari serangan yang bertubi – tubi, namun jika terus berlanjut seperti ini maka diriku lama kelamaan juga merasa lelah. Sebisa mungkin diriku mencoba menyelamatkan mereka tanpa melukainya.
“Sunggu naif, jika kau tidak menyerang balik, maka kau akan mati” ujarnya dengan sinis.
Orang itu tampak menikmati pertunjukan ini, dirinya merasa terhibur dengan diriku sebagai pemeran utamanya. Karena melihat diriku yang terus menerus menghindari serangan mereka, orang itu lagi – lagi mengangkat jarinya, serasa ingin menjentikkan jarinya sekali lagi.
Suara jentikan jari pun terdengar, perasaanku mulai tidak karuan dan merasa khawatir dengan suara tersebut. Ternyata firasat itu terbukti kebenarannya, setelah orang itu menjentikkan jarinya, anak – anak tersebut sekitar menghentikan langkahnya dan secara tidak sadar menghentikan serangannya kepadaku.
Sekali lagi orang tersebut menjentikkan jarinya, kali ini dia meninggikan tangannya sampai sejajar dengan wajahnya. Perubahan tersebut sangatlah cepat, anak – anak kecil tersebut tiba – tiba bergerak sangat cepat, bahkan sangat sulit untuk di lihat oleh mata manusia.
Dengan kecepatan yang super seperti itu, sebuah serangan datang ke arahku dengan cepat. Tanpa bisa bereaksi diriku menerima serangan tersebut sampai terasa ingin muntah karenanya. Akibat dari serangan itu, diriku seketika terdorong cukup kuat ke belakang, seketika kakiku ingin menghentikan efeknya, tiba – tiba saja dari arah belakangku, diriku di serang lagi secara bertubi – tubi.
Setiap gerakan mereka sangat cepat dan juga kuat, meskipun diriku sudah cukup kuat, namun jika terus dibiarkan akan sangat berbahaya untukku. Diriku yang sedang terpojok dan tidak bisa apa – apa, tiba – tiba mengalihkan pandanganku ke salah seorang anak kecil yang hanya diam saja sambil melihat ke arahku.
Serigala itu keluar dari bayang – bayanganku dan dengan cepat segera melepaskan sihir esnya di lantai ruangan tersebut. Sihir tersebut membuat langkah kaki anak – anak tersebut menjadi tak stabil. Melihat mereka yang tidak bisa berdiri dengan tegak, membuat kesempatan untukku supaya dapat menjatuhkan mereka. Dengan cepat diriku bergerak ke arah belakang mereka dan memukul bagian punggung leher mereka dengan sedikit keras. Setelah menerima pukulan tersebut, akhirnya mereka pun pingsan dan diriku bisa fokus ke orang misterius itu.
“Serigala Iblis !? Jarang sekali ada orang yang bisa akrab dengan mereka !?” ujarnya sinis.
“Cukup dengan omong kosong mu ! Cepat katakan di mana Ruru !”
Orang itu tidak mendengarkan perkataanku, dia hanya melihat ke arahku seperti sedang memandang seekor semut yang sangat kecil dan juga lemah.
“Lebih baik kau berhenti saja mencarinya ! Aku akan membiarkanmu pergi jika kau mau melupakannya”
__ADS_1
Perkataan tersebut terasa seperti sebuah pedang yang menusuk jantungku, Ruru adalah orang yang selalu bersamaku dari saat di desa yang waktu itu sampai sekarang, dan orang itu menyuruhku untuk membiarkannya begitu saja. JANGAN BERCANDA !
“Jangan bercanda, meskipun aku harus berkorban nyawa untuk menyelamatkan Ruru, aku rela akan memberikannya !” Ujarku dengan penuh emosi.
“Kau ini keras kepala ya, memangnya sepenting apakah gadis kadal itu kepadamu ? Apakah kau tidak tahu kalau dia adalah sebuah cangkang kosong yang rapuh ?”
Mendengar kalimatnya yang sama sekali tidak aku mengerti malah membuatku merasa penasaran, diriku merasa ingin tahu lebih lanjut tentang kebenaran dari Ruru.
“Apa maksud perkataanmu itu ?”
“Oi, oi, kau ingin menyelamatkan seorang gadis yang bahkan tidak kau tahu asal usulnya ? Malang sekali ya hidupmu”
Orang itu tiba – tiba berdiri, lalu membalikkan tubuhnya, dirinya memperlihatkan punggungnya kepadaku. Tak lama setelah itu orang tersebut pun pergi meninggalkan diriku menuju sebuah pintu tersembunyi di baliknya. Pintu tersebut tiba – tiba saja terbuka dengan sebuah tembok dinding yang terangkat ke atas.
Melihatnya ingin melarikan diri dariku, aku pun berniat untuk mengejarnya. Dengan cepat diriku ingin berlari kepadanya, diriku harus segera masuk ke pintu tersebut sebelum pintu itu menutup kembali.
Setelah memasuki pintu tersebut, orang itu membalikkan badannya dan memanggil anak laki – laki, diriku sempat shock karena hal itu, aku yang beranggapan bahwa anak itu salah memilih jalan ternyata adalah sebuah jebakan yang di buatnya.
Setelah anak itu masuk, orang itu kembali mengangkat tangannya ke udara, dirinya kembali menjentikkan jarinya lagi. Setelah itu pintu pun perlahan lahan mulai menutup. Sebelum menutup anak laki – laki itu mengatakan sebuah kalimat tanpa mengeluarkan suaranya. Dari kalimatnya diriku beranggapan bahwa anak itu meminta maaf kepadaku karena telah mengelabui ku.
“TUNGGU !!”
Pintu itu ingin menutup lagi, diriku berusaha untuk ikut masuk juga ke dalamnya. Namun langkah kakiku terhenti saat ada semacam lengan yang begitu panjang memegangi kakiku. Diriku bertanya – tanya dari mana lengan panjang ini berasal.
__ADS_1
Seketika diriku melihat sesosok monster yang menyeramkan, di mana monster tersebut terbuat dari anak – anak kecil yang aku selamatkan tadi. Tubuh mereka menyatu dan membuat sebuah monster yang berkepala anak – anak kecil itu.