Smartphone Hero

Smartphone Hero
Quest Selesai


__ADS_3

 


Kondisi guild saat ini, waktu guild mendengar tentang ada seekor troll yang di desa Khidan, Leica pergi ke ruangan Guild master untuk minta mengirim bantuan kepada Sheida dan juga Ruru yang berada di sana.


Guild master hanya diam saja saat itu, dia berpikir untuk mengetes seberapa hebat kemampuan dari petualang Sheida tersebut, di sisi lain guild master juga merasa khawatir petualang Sheida dan juga Ruru, akhirnya pun dia memutuskan untuk membuat misi darurat kepada para petualang kelas Veteran tersebut.


Quest darurat tersebut di berikan kepada petualang veteran yang berada saat itu, Petualang veteran yang berada di guild saat itu hanya Si angkuh Warrior, dia adalah seorang perempuan yang memiliki kemampuan yang hebat, Quest tersebut di berikan kepada wanita itu, Si angkuh Warrior itu tidak ingin menerimanya, dalam peraturan guild, jika ada sebuah quest darurat maka orang yang diberikan quest tersebut di wajibkan untuk menjalankannya.


Ketentuan tersebut sudah di berlakukan kepada semua petualang tidak terkecuali, Si angkuh Warrior tersebut merasa kalau dirinya itu tidak perlu menyelamatkan seorang petualang pemula, dengan sombongnya dia berkata.


 


“Jika mereka tidak bisa melakukan dengan kekuatan yang mereka miliki, maka biarkanlah mereka mati, karena mereka tidak pantas juga untuk hidup”


Tak lama setelah itu masuklah seseorang ke dalam guild, orang tersebut juga memiliki kelas veteran, dia bernama Leo, seorang pemuda yang tampan dan juga tinggi, memiliki kemampuan bertarung yang luar biasa, senjata yang sering ia gunakan adalah pedang kesayangannya, Yaitu Berseker.


Setelah datangnya Leo ke dalam guild Quest tersebut di berikan kepada dirinya, Leo memiliki anggota grup yang tidak sedikit, dia juga mendirikan sebuah kelompok yang bernama Singa Merah, kelompok tersebut sangat di takuti akan kekuatannya karena bukan hanya Leo saja kelas veteran di kelompok tersebut, masih ada 5 kelas Veteran lainnya, belum pendiri kelompok tersebut yaitu 1 kelas Profesional, yang di juluki sebagai Singa Merah.


Setelah Leo mendengar penjelasan dari karyawan guild Leo langsung bergegas menuju desa Khidan dengan kelompok yang ia bawa saat itu, kelompok tersebut terdiri dari 10 orang petualang awam dan juga 1 petualang veteran.


Setelah mereka sampai di desa Khidan, salah satu dari rekan mereka melihat sebuah hawa sihir yang kuat berada di sana, Leo pun memberitahukan kepada rekan-rekannya bahwa jika terjadi sesuatu yang gawat mereka harus lari meninggalkan desa itu dan memberikan informasi ke pada kelompok Singa Merah.


Setelah mereka selesai menyusun rencana akhirnya mereka pun masuk ke dalam desa tersebut, keadaan desa tersebut tampak sepi, mereka tidak melihat satu penduduk pun dari desa tersebut, Leo memutuskan untuk melihat ke dalam rumah-rumah desa tersebut, Leo memberitahukan kepada rekan-rekannya untuk berpencar menyelidiki tempat tersebut, sejauh yang mereka telusuri saat itu, tidak ada keanehan di sana.

__ADS_1


Tak lama mereka melihat seorang penduduk desa yang berjalan ke arah tempat kelompok Leo berkumpul, seseorang tersebut tiba-tiba terjatuh ke tanah sebelum ia sempat menuju tempat Leo, salah satu rekan Leo pun dengan inisiatifnya mendekati orang tersebut, dia berpikiran untuk menyelamatkan orang tersebut.


Setelah rekan Leo sangat dekat dengan orang yang terbaring tersebut, salah satu temannya yang demi human merasa bahwa orang tersebut memiliki hawa sihir, dia berteriak kepada temannya tersebut untuk segera menjauh dari orang itu, naasnya hal itu sudah terlambat, orang yang terbaring di tanah itu tiba-tiba berdiri dan menusuk rekannya Leo.


Saat itu semua teman-temannya termasuk Leo terkejut melihat bahwa salah satu rekannya tertusuk, dengan perasaan yang kesal juga marah rekan-rekan Leo menyerang orang tersebut, mereka menusuk orang tersebut sampai mati.


Rekan Leo yang tertusuk tersebut, membiarkan dirinya untuk di sembuhkan oleh seorang support di kelompok mereka, saat keadaan genting tersebut tiba-tiba terdengar suara dari dalam rumah penduduk desa, terdapat banyak sekali goblin yang berada di sana, mereka penuh dengan senjata dan siap untuk menyerang.


Sheida yang telah menelusuri gua tersebut sampai-sampai menghancurkannya segera pergi menuju desa Khidan, sesampainya di sana Mereke berdua melihat Kelompok Leo yang terluka parah. Rekan-rekan Leo banyak yang terluka dan ping di tanah sedangkan Leo sendiri masih bertahan, dia masih mengangkat pedangnya, namun di lihat dari kondisi Leo dia sangat kelelahan dia juga menerima demage yang besar dari petarung ini.


Di pertempuran tersebut Leo sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi, dia hanya bisa pasrah dan menyerah dengan takdir yang akan ia terima, musuh yang Leo hadapi saat itu Cuma ada dua, pertama troll yang sejenis dengan troll yang menyerang kami di gua, dan satunya lagi adalah kepala desa tersebut.


Troll itu maju menyerang ke arah Leo, dengan senjata yang ia bawa troll tersebut memukul Leo sampai terpental jauh, Leo menerima serangan tersebut, dia mencoba menangkis serangan itu, namun dia tidak memiliki banyak tenaga yang cukup untuk menahannya, Leo akhirnya menabrak sebuah rumah penduduk dan memuntahkan darah dari mulutnya, troll tersebut mendekati Leo dia mencoba untuk membunuh Leo yang sudah tidak berdaya.


Diriku yang melihat itu merasa kesal, dengan skill Aceleration milikku, aku mencoba untuk menyelamatkan Leo yang tidak berdaya tersebut. Troll itu mengangkat senjatanya dia mencoba untuk membelah Leo menjadi dua.


Tempat yang troll pukul tersebut penuh dengan asap, kekuatannya sangat liar biasa sampai-sampai menghancurkan sebagian rumah yang di belakangi oleh Leo, setelah asapnya memudar Troll tersebut terkejut, ia tidak melihat keberadaan Leo di sana, troll tersebut menoleh ke kanan dan ke kiri, dia mencoba untuk mencari keberadaan Leo yang menghilang.


Asap pun menghilang troll tersebut bisa melihat sekelilingnya dengan jelas, dia melihat Leo yang di rangkul olehku saat itu, Leo terkejut tiba-tiba dia di rangkul olehku dan berpindah tempat dari tempat ia bersandar, Leo melihat ke arahku dia melihat plat ku yang masih Pemula, dia mencoba untuk memberi tahuku bahwa sebaiknya diriku melarikan diri dari desa ini dan meminta bantuan pada Kelompok Leo.


Dengan sangat percaya diri, diriku ini berkata bahwa aku bisa mengalahkan troll tersebut, aku pun mendudukkan Leo dan membiarkannya bersandar di sebuah kayu, setelah itu diriku menatap troll tersebut dan melangkah kan kakiku, setelah selangkah diriku berjalan tiba-tiba diriku menghilang dengan cepat, kecepatan tersebut seperti meninggalkan sebuah jejak bayanganku saja, troll tersebut terlihat panik, dia bersiap siaga untuk melihat arah serangan ku.


Karena dia hanya melihat sekitarnya, troll tersebut tidak menyadari diriku yang berada di atas kepalanya, dengan sekuat tenaga diriku ini memukul kepala troll tersebut sampai membuat dia terjatuh ketanah, dampak efek dari seranganku tersebut sampai membuat tanah yang berada di sekitarnya menjadi rusak, setelah serangan tersebut troll itu tidak bangun lagi, matanya menjadi putih dan dia telah mati.

__ADS_1


Kepala desa tiruan itu sontak terkejut, semua orang yang melihat kejadian itu sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat, mereka seakan melihat halusinasi dengan kejadian itu, setelah itu ekspresi kepala desa tersebut berubah, dia terlihat sangat marah, dengan tatapan penuh kebencian yang diarahkan kepadaku, dia pun mencoba untuk membunuhku.


Aura kepala desa berubah, di sekujur tubuhnya terlihat aura hitam yang sedang menyelimutinya, tubuh kakek tersebut mendadak berubah, tubuh yang awalnya terlihat kurus mendadak mempunyai otot yang tebal dan besar, wajahnya juga berubah menjadi muda kembali, dengan sekuat tenaga dia melompat ke arahku, efek dari lompatan tersebut membuat tanahnya hancur, dengan sekuat tenaga dia melepaskan tinjunya kepadanya.


Diriku berhasil menghindari serangannya tersebut, yang membuat tanah tempat itu menjadi rusak berantakan, dengan skill Aceleration yang aku punya, diriku mencoba untuk menghajarnya dengan skill tersebut, tapi setiap pukulan yang aku pancarkan untuknya, sama sekali tidak bisa melukai dirinya.


Sebaliknya saat ia berhasil memukulnya dampaknya sangat kuat, diriku sampai terpental oleh serangannya, diriku berpikiran mungkin dia bisa dikalahkan oleh senjata yang aku punya saat ini, diriku pun memanggil senjata tersebut dan mencoba untuk menyerangnya, seranganku memberikan damage kepada kepala desa tersebut, karena beberapa seranganku orang tersebut pun akhirnya terjatuh dan sulit untuk bangun kembali, saat itu aku berpikiran untuk menyelesaikan pertarungan ini, namun ternyata dia masih mempunyai kekuatan tersembunyi.


Saat diriku hendak menghabisinya, sebuah kekuatan besar menyelimuti tubuhnya itu, luka-luka yang dia dapatkan karena seranganku mendadak pulih dengan cepat, setelah pulih kembali dia tubuhnya mengalami perubahan lagi, kakinya berubah seperti kaki monster, badanya tambah membesar, dan kepala berubah seperti kepala banteng, kekuatannya bertambah besar daya serangan kekuatan miliknya semakin kuat, dia juga bisa mengeluarkan api dari mulutnya.


Semburan api miliknya tersebut bisa membakar habis seluruh desa, dia mencoba untuk membakar ku hidup-hidup, diriku meloncat menghindari serangan tersebut, saat itu aku terkejut, diriku ingat bahwa ada rekan-rekan Leo dan juga Ruru yang berada di sana, Ruru mencoba untuk menyembuhkan Luka yang di terima oleh Leo, dia tidak sadar bahwa ada serangan yang berbahaya menuju ke arahnya, akhirnya Ruru sadar bahwa ada sebuah serangan yang menuju ke arahnya, dia tiba bisa menghindar karena serangan tersebut sudah dekat dengan dirinya.


Ruru pun menutup matanya dan pasrah akan takdir yang akan dia hadapi, dengan cepat diriku mencoba menahan serangan itu dengan kekuatan penuh, alangkah beruntungnya diriku bisa menahan serangan tersebut, namun stamina dan juga Mpku saat itu terkuras drastis, diriku pun bertekuk lutut, badanku sangat lelah dan tidak bisa melawan dia lagi, Ruru mencoba untuk menyembuhkan lukaku, namun diriku menolaknya dan menyuruh untuk menyelamatkan Leo terlebih dahulu.


Saat itu diriku berpikir keras bagaimana mana cara mengalahkan monster tersebut, tiba-tiba seketika pandanganku berubah, penglihatan ku bisa melihat titik lemah di badanya, titik lemah tersebut berada di bagian dadanya, yang terlihat olehku saat itu, di bagian dadanya terdapat sebuah batu merah yang terang, batu tersebut menyalurkan kekuatan yang tak terbatas kepada monster tersebut, pikiranku mengatakan bahwa satu-satunya cara mengalahkan monster tersebut yaitu menghancurkan batu itu, tapi bagaimana caranya diriku saat ini tidak memiliki cukup stamina dan juga Mp untuk melawannya.


Saat itu diriku hampir menyerah karena tidak bisa melakukan apa-apa lagi, diriku mengingat bahwa mungkin pantas tersiksa waktu di dunia asalku, saat itu terdengar sebuah suara di kepalaku, suara tersebut sangat lembut, suara tersebut berkata.


“Jangan menyerah, kamu pasti akan menemukan jalan keluarnya”


Suara tersebut membuatku merasa semangat kembali, diriku tidak ingin merasakan penderitaan seperti di dunia asalku lagi, aku pun mencoba bangkit dan akan melawan monster tersebut meskipun harus mati.


Saat itu pandanganku tiba-tiba berubah lagi, sebuah skill yang aku miliki saat itu kembali bercahaya, skill tersebut adalah skill Lanjutan, Armor Breaker milikku itu mengalami skill Lanjutan, skill tersebut tiba-tiba berubah menjadi Dragon Fire, kekuatan yang bisa menghancurkan monster tersebut.

__ADS_1


Diriku pun memasang kuda-kuda untuk mengeluarkan skill tersebut, monster itu yang melihatku memasang kuda-kuda merasa bahwa dia dalam bahaya, dia pun membuka mulutnya untuk menyemburkan apinya sekali lagi, saat itu diriku pun memakai skill tersebut dalam kepalan tanganku terlihat seperti bayangan naga menyelimuti lenganku, dalam jarak yang jauh diriku pun melepaskan skill tersebut ke arah monster itu, monster itu juga melepaskan tembakan apinya, dan kekuatan kami pun teradu.


Skill Dragon Fire milikku ternyata lebih kuat dari semburan api miliknya, akhirnya pun monster tersebut terkalahkan, batu yang berada di dadanya juga lenyap karena skill milikku itu, setelah diriku mengeluarkan skill seperti itu, tubuhku pun mendadak lemas, penglihatanku mulai melemah, diriku pun terjatuh ke tanah, Ruru yang melihatku terjatuh saat itu langsung berlari ke arahku, dia mencoba untuk segera menyembuhkanku, sebelum pingsan diriku mendengar suara Ruru yang berteriak memanggil namaku, kesadaran ku pun memudar diriku tidak bisa menahannya lagi, akhirnya pun diriku pingsan saat itu.


__ADS_2