
Aku sudah mencoba mencari tempat persembunyian raja hutan ini, namun tak sedikit pun aku bisa menemukan lokasinya. Setelah beberapa menit diriku berada di hutan itu, entah mengapa aku merasakan ada sesuatu yang terus menerus memata – matai diriku.
Diriku mencoba untuk menengok ke belakang, namun tidak ada tanda – tanda orang sama sekali. Diriku hanya melihat pepohonan hutan tersebut. Aku pun berjalan kembali menelusuri hutan tersebut.
Tiba – tiba terdengar sebuah suara dari belakang semak – semak. Aku pun bersiap siaga, diriku memasang kuda – kuda dan siap untuk bertarung. Diriku pun melangkah secara perlahan lahan mendekati semak - semak tersebut.
Saat diriku sudah sangat dekat dengan semak – semak tersebut, diriku terkejut melihat seorang sejenis serigala yang terluka. Serigala tersebut memiliki luka di bagian kaki. Tubuhnya berantakan dan terlihat dia sedang kesakitan.
“Serigala ? Hmm sepertinya kakinya terluka ?” di dalam pikiranku, diriku merasa kasihan melihat serigala tersebut. Aku pun mencoba untuk menolongnya.
Diriku pun keluar dari semak – semak. Serigala tersebut yang melihat diriku keluar dari semak – semak, langsung berdiri dan mengeram kepadaku. Dia melihat diriku dengan tatapan yang tajam.
“Tenang ! Tenang ! Aku di sini ingin menolongmu !” ucap ku pada serigala tersebut.
Serigala tersebut masih menggeram kepada, dia bahkan sampai menggonggong kepada diriku. Setelah sangat dekat dengan serigala tersebut, diriku pun menunduk dan melihat luka yang berada di kakinya.
“Luka ini tidak terlalu parah, ini bisa di obati, akan tetapi diriku tidak bisa menggunakan skill penyembuhan ! Bagaimana ini ?” gumam ku di dalam hati.
Saat itu aku pun berpikiran untuk membalut lukanya saja. Setelah selesai membalut luka tersebut aku pun memberikan sebuah daging kepadanya. Serigala tersebut melihat daging yang aku berikan, dia mengendus – endus daging tersebut.
Setelah mengendus – endus, serigala tersebut langsung memakan daging tersebut. Dia tampak sangat lahap memakan daging itu. Setelah memberinya makan diriku pun berpikiran untuk segera pergi meninggalkan serigala tersebut dan mencari kembali tempat persembunyian raja para monster ini.
Tak kusadari tiba – tiba terdengar sebuah suara di dalam pikiranku. Suara tersebut mirip seperti suara perempuan yang sedang berterima kasih kepada diriku. “*Terima kasih tuan yang baik hati*”
“Iya sama – sama” dengan sepontan diriku membalas ucapan tersebut. Tanpa menyadari asal suara itu. Saat beberapa langkah diriku menjauh dari serigala tersebut, aku baru menyadari bahwa tidak ada orang selain diriku di hutan ini.
Aku pun melihat ke sekeliling ku untuk memeriksa apakah ada orang selain diriku di hutan tersebut. Tiba – tiba suara tersebut terdengar lagi di kepalaku. Kali ini suara itu menanyakan tentang urusan ku di hutan ini.
“Tuan apa yang sedang kau lakukan di hutan ini ?” ucap suara tersebut di dalam pikiran ku.
__ADS_1
Hal ini membuat diriku merasa aneh, aku pun meminta dirinya untuk menunjukkan wujud aslinya.
“Siapa kau ! Tunjukkan dirimu !” Ucapku saat itu sambil berteriak.
“Aku berada di belakang mu tuan !” Ucap suara dalam pikiranku.
Aku pun langsung menoleh ke arah belakang. Melihat apakah ada seseorang yang berada di sana. Aku menengok kanan dan kiri, namun tidak melihat seseorang pun melainkan seekor serigala yang duduk sambil mengibaskan ekornya.
Aku pun mendekati serigala tersebut. Saat sudah dekat pikiranku mengatakan bahwa serigala ini yang berbicara kepadaku. “Apa jangan – jangan” ucapku sambil kurang percaya.
“Benar tuan, aku yang sedang berbicara dengan mu !” ucap serigala tersebut melalui pikiranku.
Saat mendengar ucapannya tersebut diriku pun terkejut sampai – sampai melompat ke belakang karena hal itu. Melihat tingkah lakuku yang seperti itu, serigala tersebut memiringkan kepalanya. Dia berisyarat seperti sedang kebingungan.
“Tuan apakah kamu baik – baik saja ?” tanya serigala tersebut melalui pikiranku.
Aku mencoba untuk bersikap tenang menghadapi situasi seperti ini. Diriku bertanya kepada serigala tersebut mengenai hutan ini dan tenang raja hutan tersebut.
“ Raja hutan ? Apakah maksud tuan adalah monster terkuat di hutan ini ? Jika tentang monster terkuat itu, aku tahu di mana tempatnya” ucap serigala tersebut melalui pikiranku.
Untuk memastikan bahwa makhluk yang di katakan oleh serigala tersebut benar adalah monster yang aku cari, dia harus memiliki sebuah batu yang di bicarakan oleh orang misterius itu.
“ Ehhh.. Apa monster ini mempunyai sejenis batu yang di jaganya ?” tanyaku kepada serigala tersebut.
“ Batu ? Kalau tuan mencari batu yang berwarna merah, itu benar ada di dalam sana !” kata serigala tersebut.
Aku pun berpikir mungkin ini batu yang di inginkan oleh orang yang menculik Ruru. Diriku pun berpikiran untuk mengeceknya terlebih dahulu.
“Baiklah serigala tunjukkan jalannya padaku !” ucapku kepada serigala tersebut.
__ADS_1
Serigala tersebut pun menggonggong kepadaku dan langsung berlari menuju ke dalam hutan. Aku pun mengikuti serigala tersebut dari belakang, saat berlari diriku memikirkan Ruru.
“Bertahan Ruru aku akan menyelamatkanmu !” ucapku di dalam hati.
Kami pun menuju pergi menuju tempat persembunyian monster terkuat itu. Dalam perjalanan serigala itu tiba – tiba berhenti, telinganya bergerak – gerak seperti sedang mendengarkan sesuatu. Setelah itu dia berlari lagi, kali ini larinya makin cepat dari sebelumnya. Diriku penasaran tentang apa yang di dengarkan oleh dirinya.
Serigala tersebut pun akhirnya melambat, dia berhenti di depan sebuah semak belukar.
“Tuan kemarilah !” kata serigala tersebut.
Aku pun mendekat kepada serigala tersebut, aku menunduk dan bersembunyi di balik semak belukar itu.
“Ada apa ?” tanyaku kepada serigala tersebut.
“Lihatlah tuan monster yang ada di sana !” ucap serigala tersebut melalui pikiranku.
Aku pun menengok ke arah yang ia maksud. Diriku melihat sebuah monster yang besar dan mempunyai bentuk yang aneh.
“Itu adalah monster terkuat tuan” ucap serigala tersebut.
Aku pun melihat dengan cermat monster tersebut, tiba – tiba di dalam penglihatanku muncul sebuah tanda – tanda seperti sedang men\-scan data monster tersebut. Data tersebut menunjukkan bahwa monster tersebut memiliki 3 gabungan hewan, di antaranya adalah kambing, singa, dan ular.
Penglihatanku tersebut juga menunjukkan sebuah data – data tentang serangan monster tersebut. Dari data yang di tunjukkan kepadaku itu, kepala singa tersebut bisa mengeluarkan sejenis sihir api dari mulutnya.
Sedangkan bagian kaki dan kepala dari kambing tersebut bisa, melompat dengan kuat dan memberikan serangan dengan tanduknya. Di bagian ekornya yaitu terdapat bagian ular, ular itu sepertinya semacam sebuah pertahanan di bagian belakang monster tersebut.
“T-Tuan” ucap serigala itu yang terdengar ketakutan.
“Ada apa ?” tanyaku sambil melihat ke serigala tersebut.
__ADS_1
Diriku melihat serigala tersebut yang sedang ketakutan dan mendongak ke atas. Aku pun penasaran dan ikut mendongak ke atas. Terkejutnya diriku saat melihat sebuah mata yang bersinar merah. Monster yang aku sedang amati itu tiba – tiba muncul di depanku.
Dia berdiri dengan kedua kaki kambingnya, yang membuat monster tersebut terlihat berbahaya. Saat diriku melihat ke bagian wajah singa dan kambingnya, tiba – tiba dalam penglihatanku muncul sebuah tulisan di atasnya. Tulisan tersebut bertuliskan Chimera.