STUCK WITH MY-EX

STUCK WITH MY-EX
Alasan alasan peluluh


__ADS_3

Meskipun Cantika sudah marah marah, tapi dia sendiri tidak bisa meninggalkan Ares di sini sendirian. Dirinya harus menjaga pria itu, takut sesuatu terjadi padanya. Terlebih lagi orang itu yang menggajinya. Namun lama lama, Cantika juga tidak bisa berada di sini. Jadi dia menghubungi sekretaris lama Ares untuk mendapatkan nomor asisten pribadinya Ares.


Kesempatan untuk Cantika mengatakan kalau dia ada keperluan keluar, dan Ares harus ditinggalkan. Pada akhirnya, sang asisten berkata, “Saya akan datang lima menit lagi.”


Itu membuat Cantika akhirnya bisa pergi dari sini. Tapi, pergi secara tiba tiba itu tidak sopan juga kan? Jadi dia melangkah menuju pintu kamar Ares, mengetuknya berulang kali tapi tetap tidak ada jawaban.


De javu, Cantika khawati Ares kembali pingsan jadi dirinya membuka pintu itu secara tiba tiba. Untuk yang kedua kalinya, Cantika dibuat terkejut lagi. Bukan dengan Ares yang pingsan, tapi pria itu baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


“Maaf,” ucap Cantika kembali menutup pintu dan langsung melangkah menjauh dari pintu.


Dia malu setengah mati, melihat Ares yang setengah telanjang, melihat roti sobek yang ada di perutnya. Cantika bisa gila lama lama seperti ini. Dia terdiam sejenak sambil duduk dan mengatur napasnya di sana. “Astaga, dia tumbuh semakin dewasa sekarang.”


Cantika langsung menggelengkan kepalanya berulang kali.


“Kau baik baik saja?”


Tanpa sadar kalau Ares sudah keluar dari kamar dan mendapatinya menggelengkan kepala berulang kali.


“Ya, saya baik baik saja, Tuan.” Cantika berdiri. “Karena jam kerja saya sebentar lagi akan berakhir, maka saya undur diri. Asisten pribadi anda sedang dalam perjalanan ke sini, jadi anda tidak perlu khawatir.”

__ADS_1


“Oh, oke. Hati hati di jalan, dan terima kasih.”


Tidak ada lagi rayuan yang Ares berikan, tidak ada ekspresi seperti sebelumnya lagi. Cantika merasa heran, Ares bukanlah orang yang mudah menyerah. namun intinya, dia sudah cukup lelah karena hal tersebut. Jadi…., “Semoga anda lekas sembuh,” ucapnya dengan bahu yang lemah melangkah pergi dari sana.


Namun rasa heran itu terhenti saat Cantika membuka pintu dan mendapati Papanya ada di balik pintu. “Lah, Papa? Kenapa ke sini?”


“Ingin bertemu dengan calon menantu, Papa dengar dia  sakit,” ucap pria yang membesarkan Cantika itu, dia mengangkat tangannya ke udara pada Ares. “Bagaimana? Sudah mendingan?”


“Mendingan, Om. Sudah dirawat sekretaris Cantik soalnya.”


Cantika mengerutkan keningnya heran, kenapa mereka bisa seakrab itu? apalagi saat Papanya menatapnya dan berkata, “Kau akan pergi kan? Jangan lupa tutup pintunya.”


***


“Nenek tau bagaimana Ares meninggalkanku saat Mama meninggal, Papa juga. Tapi kenapa kalian memperlakukannya dengan baik? Pasti ada beberapa hal yang tidak aku ketahui bukan? Kenapa bisa seperti itu? katakan pada Cantika, Nek.”


Nenek menutup buku dan menatap Cantika yang bertanya Tanya. “Kau sebaiknya tanyakan langsung pada Ares, apa yang sebenarnya terjadi.”


“Nenek sudah memaafkan apa yang Ares perbuat padaku?”

__ADS_1


“Dia punya alasan, dan Nenek tau itu. dan sekarang Nenek memaklumi kenapa dia mengatakan itu padamu.”


“Kenapa?”


“Tanyakan langsung pada Ares. Nenek sudah janji pada Ares kalau hanya dia sendiri yang akan menceritakannya padamu.”


“Tapi dia enggan bercerita padaku, Nenek.”


Wanita tua itu berdiri dari duduknya, dia menepuk bahu Cantika. “Sudah, lebih baik kau tidur. Sekarang sudah malam, nanti lagi membicarakan hal ini. Intinya, coba untuk memberikan dia kesempatan lagi,”


Begitu kata Nenek, yang membuat Cantika yakin kalau yang bersalah di sini adalah dirinya, bukan Ares? Apakah dirinya sudah salah tidak memberikan Ares kesempatan? Tapi bagaimana dengan Galuh jika sekarang Cantika bersama dengan Ares? Itu sama saja kalau dirinya menjadi wanita yang memainkan perasaan pria.


“Menginap di sini, Nak?” Tanya pria yang baru saja pulang. Itu Papahnya. “Kenapa belum tidur?”


“Papa kenapa bisa akrab dengan Ares? Papa lupa apa yang dilakukannya padaku? Papah sudah memaafkannya begitu saja?”


Dan lagi lagi, sosok itu memegang bahunya sambil berkata, “Semua orang punya alasan, semua orang punya penjelasan. Dan Papah tau bagaimana alasan Ares meninggalkanmu.”


“Bisa Papah beri tahu aku?”

__ADS_1


“Papah sudah janji dengannya kalau dia sendiri yang akan memberitahu. Lagian, Papah ada kerjasama sama dia, makanya sering bertemu. Jadi Cantika jangan salah paham, tapi Papah tidak keberatan kalau kau nantinya nikah sama Ares juga. Hehehe. Coba untukmu memberinya kesempatan kedua.”


Semua orang meminta hal yang sama, membuat Cantika bertanya Tanya. Apa alasan Ares meninggalkannya hingga mendapatkan maaf semua orang? Padahal pria itu sudah menyakiti hatinya.


__ADS_2