STUCK WITH MY-EX

STUCK WITH MY-EX
perut


__ADS_3

Seharian bermain dengan Ares, Cantika merasa sangat puas, senang hingga semua rasa lelahnya terasa hilang. Waktu waktu yang mereka lupakan karena perpisahan, seolah terbayarkan hari ini. 


"Ahh lelah," Ucap Cantika begitu masuk ke kamarnya. 


Ares tertawa di belakang. Dia merangkul Cantika lagi dan mengatakan, "Ayo mandi."


"Ares kita tidak bisa mandi bersama." Cantika seketika melepaskan rangkulan tangan Ares pada bahunya. 


"Kenapa?" Tatap matanya terlihat kecewa. 


"Aku masih pacarmu, bukan istrimu."


"Oh ya ampun aku lupa." Pria itu memasang wajah bodohnya. "Yasudah, aku akan mandi di kamarku. Nanti kita tidur satu ranjang lagi bukan?"


"Tidak tau. Lihat saja nanti. Sana kembali ke kamarmu."

__ADS_1


"Baiklah," Ucap Ares mengerucutkan bibirnya sambil mendekat pada Cantika hendak mencium perempuan itu. Namun sayangnya Cantika tidak sadar dan langsung melangkah ke kamar mandi. Hampir saja membuat Ares tersungkur ke depan. "Aku akan kembali ke kamar." Menatap nanar pada Canyikya yang sudah masuk ke kamar mandi. 


Ares juga harus bersiap untuk mandi dan membuat tubuhnya wangi, bersih dan juga membuat Cantika terpesona. Untungnya mereka sudah makan malam. Jadi setelah mandi ini, mereka bisa tidur bersama. 


Ares tidak mau terlalu mengganggu Cantika dan membuat kekasihnya itu merasakan kesal. Jadi Ares duduk di atas ranjang menunggu Cantika memanggilnya untuk tidur bersama. Bergulang guling merasa ngantuk, Ares menghela napasnya karena ini sudah lebih dari 2 jam sejak mereka berpisah. Cantika tidak mengabarinya kalau dia akan tidur atau melakukan hal yang lain. 


Pada akhirnya Ares tidak tahan  juga, dia mendekat pada pintu dan mengetuk nya. "Cantika, ini aku Ares. Bolehkan aku masuk?"


"Masuk saja." Jawab Cantika dari dalam sana. Membuat Ares mendengus. Tau begini, dia akan masuk sejak tadi. 


"Ya, biasanya kalau kita kenyang akan cepat tertidur. Jadi aku memesan makananan tadi."


"Bolehlah aku tidur di sini?" Tanya Ares mendekati Cantika. Dia duduk di samping sang kekasih dan memeluknya. 


Rasanya masih terasa seperti mimpi dimana Ares kembali mendapatkan Cantika dalam hidupnya. 

__ADS_1


"Silahkan saja. Asal jangan macam macam, Ares."


"Tidak macam macam. Untuk apa melakukannya. Aku positiv kau akan hamil dalam waktu yang dekat."


Yang seketika membuat Cantika berhenti mengunyah. Dia malah teringat lagi dengan Galuh yang belum membalas pesannya, padahal pria itu sudah membacanya. "Tadi aku melihat Galuh sudah membaca pesanku, tapi dia tidak membalasnya."


"Pasti di sana tidak ada signal." Ares mencoba untuk menenangkan. "Tidak akan aku biarkan kau menghadapinya sendiri. Karena jika Galuh marah, harusnya dia melampiaskan itu padamu. Jadi, hubunganmu dan Galuh akan baik baik saja. Sebagai teman." Menekankan kata terakhir yang mana membuat Cantika terkekeh


Dia membiarkan Ares bersandar bahunya sementara Cantika sibuk makan. Dia tidak mempedulikan apa yang Ares lakukan, karena rasanya sangat lapar sekali hingga enggan menanggapi apa yang Ares lakukan termasuk memasukan tangannya untuk menyentuh perut Cantika.


Dan karena makanan makanan itu mulai masuk ke dalam perut dan membuat Cantika kenyang, dia berhenti sejenak makan. Sayangnya Cantika tidak mau membuat makanan terbuang sia sia, jadi dia memakannya lagi. 


Sementara itu, Ares tengah memejamkan mata sambil memegang perut Cantika. Semakin bertambah besarnya perut Cantika, Ares malah berkata, "Bibitku ternyata sangat bagus hingga membuat perutmu menonjol seperti itu."


"Ares itu lemak."

__ADS_1


**


__ADS_2