STUCK WITH MY-EX

STUCK WITH MY-EX
Bertemu, Bertatapan


__ADS_3

Cantika tidak menduga hari ini dirinya akan sial. Terlebih lagi, ini semua karena Ares benar benar akan menjadi pimpinan di perusahaan ini. sepanjang hari, Cantika tidak bisa tenang. Terlebih lagi saat jam makan siang datang, Ares datang ke cafetaria bersama dengan sekretaris peribadinya dan memperkenalkan diri, juga mencoba berbaur dengan semua orang yang ada di sini.


Dan Cantika sudah menduga, kalau Ares sudah tau kalau dirinya ada di sini. Dia yakin, karena secara tidak sengaja, Cantika mendapatkan Ares yang diam diam menatapnya. Bagaimana dia bisa tau? Cantika menggunakan ponselnya sebagai pantulan supaya bisa melihat apa yang sedang dilakukan oleh Ares. Dan ternyata seperti itu, pria itu diam diam menatapnya. Sungguh menyebalkan.


Ketika kembali ke tempatnya bekerja di lantai tiga, Cantika sudah membayangkan apa yang akan terjadi ke depannya. Pasti dia akan disuguhi oleh aneka tingkah laku Ares yang menyebalkan. Apakah dirinya akan luluh? Rasanya tidak, Cantika akan mempertahankan harga dirinya dengan tidak mengikuti permainan Ares.


“Yaampun, Ca. apa kau melihatnya tadi? Dia sangat tampan. Beruntung bukan kita dipindahkan ke lantai tiga? Kita bisa melihat bagaimana sang CEO berjalan di koridor itu. Apalagi hanya terhalang oleh kaca transparan, bukankah ini akan menyenangkan?”


Dinda terus saja memuji Ares, berbeda dengan Cantika yang selalu ingin memukulnya. Perasaan marah itu tiba tiba bergemuruh karena kesal.


“Ca, kenapa kau diam saja?”


“Tidak apa apa, Mbak. Hanya sedang datang bulan.”


“Astaga, pantas saja.” Dinda menjauh, memilih mencari aman. “Tapi jangan lupa kau punya pekerjaan, mereka meminta kau mendesai violin. Ingat?”


Cantika mengangguk sebagai jawaban, tangannya sibuk menulis, mencorat coret. Sampai Cantika tidak sadar ada sosok yang memperhatikan. “Apa yang kamu lakukan, Cantika?”


“Astaga!”

__ADS_1


Pimpinan team-nya ternyata dari tadi berdiri di depan mejanya. “Kamu menulis apa? Ares….. gila? Apa itu Ares pimpinan kita? Jangan buat saya malu ya.”


“Bukan, Pak. Ini Ares yang lain. Hehehe.”


“Jangan membuatku malu, apalagi kita dan dirinya di lantai yang sama. Selesaikan pekerjaanmu, nanti sebelum pulang, kau dan aku akan bertemu dengannya.”


Sudah Cantika duga.


*****


“Cantika, jangan lupa nanti tebar pesona. Supaya boss baru kita jatuh cinta padamu, dan kita bisa naik gaji.”


Begitulah pesan Dinda saat jam mulai mendekati angka tiga. Menyedihkan, dirinya harus menemui Ares. Pria itu benar benar sudah merencanakan semuanya. Cantika tersenyum menangisi dirinya sendiri dengan Ares yang bisa melakukan apapun dengan uangnya.


Pada akhirnya, waktu ini datang. Cantika membawa buku desainnya.


“Semangat,” ucap Dinda mengangkat tangannya ke udara.


Semakin dekat dengan pintu itu, semakin Cantika ketakutan. Apa yang harus dia lakukan jika sudah berhadapan dengan Ares nanti.

__ADS_1


“Hallo, selamat sore, Tuan. Ini pendesain andalan saya, yang membawa beberapa hasil desainnya sesuai keinginan bapak.”


“Silahkan duduk,” ucap Ares dengan suaranya yang tenang, dalam, seolah dibuat memang untuk mendominasi. Tapi hal itu tidak mempengaruhi Cantika untuk tidak menatap wajahnya.


“Kenapa bapak ikut duduk?” tanya Ares saat sang pimpinan team itu duduk di sofa.


“Um, saya harus bagaimana, Tuan?”


“Bapak bisa pergi, tinggalkan kami berdua. Saya harus bicara empat mata dengan karyawan andalan bapak ini.”


“Baik, Tuan.” Sosok pria yang lebih tua itu berdiri. Dan menatap Cantika seolah mengatakan, “Jangan mempermalukan team.”


Sementara Cantika menatapnya dengan tatapan, “Jangan tinggalkan saya dengan makluk titisan setan ini. saya mohon.”


Hingga diruangan itu, benar benar hanya ada mereka berdua. Bukankah adil jika Cantika menamparnya sekarang? memukulnya lalu melemparnya dari jendela. terlebih pria itu menatapnya kemudian berkata, “Hai, bagaimana kabarmu?”


Sungguh tindak kejahatan di otak Cantika langsung berterbangan saat ini, ingin segera dilakukan.


“Tidak usah gugup seperti itu. Aku masih sama,  Ares yang dulu, Ares milikmu.”

__ADS_1


Bukannya senang, Cantika ingin muntah. Serius!


****


__ADS_2