STUCK WITH MY-EX

STUCK WITH MY-EX
Lari dan Kejar


__ADS_3

Mungkin jika asisten sang daddy tidak datang, ares akan berakhir dengan kedinginan sepanjang hari akibat badai yang melanda. Karena Untuk yang kesekian kalinya, dengan penuh kesialan dirinya bangun dari rasa sakit yang hinggap di tubuhnya. Masih di kamar yang sama, asisten pribadinya mengatakan, "Anda baru saja mendapatkan pertolongan pertama untuk mencegah terjadinya hipotermia. Tolong Tuan Ares untuk kedepannya anda lebih hati-hati lagi dalam menjaga diri karena saya ditugaskan langsung oleh ayah anda untuk melakukan pekerjaan ini." pria paruh baya itu terlihat lelah dengan tugasnya yang harus mengasuh Ares. Ares hanya menghela nafasnya dalam kemudian mengganggu. "Kalau kau ingin aku berhenti melakukan hal-hal yang aneh, bantu aku supaya bisa dekat lagi dengan Cantika."


"Mohon maaf Tuhan kalau itu adalah urusan pribadi anda, Saya tidak ingin terlibat."


Padahal pada kenyataannya pria tua itu tidak ingin terlibat dikarenakan tahu apa yang terjadi pada Samuel, berakhir di sebuah pulau terpencil yang sinyal saja sulit didapatkan hanya untuk menjauhkan Cantika dari pria yang menyayanginya.


"Saya tekankan di sini Supaya Anda tidak kehilangan konsentrasi dan yang lainnya saat mengerjakan tugas dari ayah anda. Ini semua untuk keberlangsungan perusahaan juga."


Ares tetap terbaring ketika mendapatkan nasehat panjang lebar itu. "Apa kau tahu sekarang Cantika di mana?"


"Nona Cantika Turun ke bawah untuk berjalan-jalan. Jangan khawatir karena saya memintanya untuk tidak jauh-jauh. Dan untuk malam ini Tuan David meminta anda untuk bertemu dengan salah satu klien yang begitu penting. Beliau yakin kalau anda yang bisa menaklukkannya."


Memberikan iPad kepada Ares untuk melihat siapa yang akan bertemu dengannya malam ini.


"Nona Cantika juga akan ikut ke dalam pertemuan ini."


"Jangan, dia tidak boleh ikut."


"Tapi harus ada yang mendampingi anda, dia juga sudah tahu duduk permasalahan yang akan kalian bahas."


Tapi ini tidak baik. Pria tua itu pasti membawa anak perempuannya. Bagaimana kalau Cantika salah paham?"


Saya bertugas untuk menyampaikan itu. Saya permisi. Lima menit lagi akan ada perawat yang datang ke sini untuk memeriksa Anda tuan muda."


Kemudian meninggalkan ruangan tersebut dengan ares yang sekian frustasi.

__ADS_1


Sebelum mencapai pintu pria tua itu membalikkan badannya dan berkata, "Jangan khawatir. Saya yang akan memberitahu Nona Cantika untuk bersiap-siap perihal malam ini."


Entahlah segala sesuatu yang berkaitan dengan daddy nya seolah ingin menghancurkannya. Namun apa boleh buat untuk sekarang arisannya ingin berbaring saja mengingat-ingat apa kesalahannya di kehidupan sebelumnya hingga dia harus menanggung semua ini.


Namun dalam diamnya itu Ares tetap mengirimkan pesan kepada mata-mata sang daddy untuk menanyakan Cantika yang selalu hanya dibalas dengan kalimat, "Nona Cantika baik-baik saja."


Di sana ares dirawat oleh tenaga medis yang disediakan hotel. Karena dia tamu VIP juga, mendapatkan perawatan yang lebih baik. Memangnya siapa yang tidak tahu seorang Fernandez yang memiliki banyak harta.


Orang menginginkannya, termasuk perawat yang sedang membantunya. Wanita itu memberinya kedipan berkali-kali dan juga mencari celah supaya bisa bersentuhan dengan Ares.


"Mbak maaf saya alergi anjing gila."


Berucap dalam bahasa Indonesia dengan senyuman yang begitu manis sehingga perawat tersebut mengira kalau ares telah memujinya.


"Thank you," ucapnya seperti itu.


Ketika malam tiba baru ares bersiap-siap untuk Makan malam dengan klien yang dimaksud oleh David. Membayangkan Kalau Cantika pasti akan sangat cantik dengan gaun, dia menjadi tidak sabar untuk melihatnya.


Kali ini Ares mengetuk pintu dari arah depan. Ingin normal dan tidak membuat Cantika kesal. Are sudah berdandan dengan jas karena dia tahu makan malam kali ini akan mewah.


Namun ekspektasinya runtuh saat pintu terbuka dan menampilkan Cantika yang memakai gaun biasa tanpa ada riasan, hanya pewarna bibir saja dan juga rambut yang diuraikan.


"Kau sendirian?" tanya Ares.


Membuat kening Cantika mengkerut. Lelah dengan semua sikap Ares, Cantika tidak tahan untuk mengeluarkan Sisi yang lainnya. Tidak ada lagi basa-basi antara bawahan dan juga atasan.

__ADS_1


"Memangnya apa yang kau harapkan? Ada banyak orang di kamarku?"


"Yah ke mana yang lainnya? Apa mereka meninggalkanmu?"


"Kau ini bicara apa?"


"Maksudku teman-teman bidadarimu apa mereka meninggalkanmu di sini? Apa alasan mereka meninggalkanmu karena cinta sejatimu di sini?"


Cantika memundurkan langkahnya hingga punggung membentur pintu. "Apa maksudnya?"


"Maksudnya kelompok bidadarimu meninggalkan kau sendiri di sini. Karena akulah." Ares menunjuk dirinya sendiri. "Cinta sejatimu."


"Ayo kita berangkat, tuan."


Cantika melewati ares begitu saja dan berjalan dengan cepat.


"Cantika, kau harus menungguku."


Semakin cepat Cantika berjalan, semakin cepat juga ares mengejar. Apalagi Cantika yang mengambil jalur tangga darurat, membuat suara kaki yang berlari itu terdengar dengan jelas.


Cantika ketakutan bukan main, dia pikir Ares tidak normal karena benturan tadi pagi. Dia ingin segera menemukan orang lain untuk membantunya. Keringat mengucur dari dahi saat berlari.


Namun hal itu diartikan oleh Ares, kalau Cantika menyukai adegan seperti dalam film-film India yang saling mengejar. "Bidadariku kau harus menungguku," ucapnya seperti itu.


Dan cantik kayak yakin dirinya akan lebih cepat mati jika bersama dengan Ares.

__ADS_1


****


__ADS_2