STUCK WITH MY-EX

STUCK WITH MY-EX
Bahaya yang asli


__ADS_3

"Apa tidak apa apa kita pergi seperti ini? Ares pasti akan mencariku. Dia pasti akan khawatir. Bagaimana kalau di sana dia mencari?"


"Cantika, harusnya kau tidak perlu mengkhawatirkan orang yang bukan pacarmu."


"Tapi dia bossku." Masih menatap ke belakang berharap Ares keluar dari resto tersebut kemudian mengejarnya yang sudah ada di dalam mobil. 


Athena dengan pemikirannya yang extreme. Dia memaksa Cantika untuk pulang bersama dengannya ke kediaman keluarga Fernandez yang ada di Amerika. Namun, Athena sendiri sengaja tidak memberitahukan hal ini kepada Ares. Katanya Ares tidak akan mengizinkannya untuk menginap. "Bagaimana mungkin dia mau dan mengizinkanmu pergi bersama denganku. Makannya kita harus sembunyi sembunyi supaya bisa menginap di sana.."


"Thea, Ares itu boss ku."


"Dia saudaraku. Dia tidak akan pernah berani untuk memecatmu. Kau jangan khawatir, Cantika." Sambil mengemudi berguman sendiri, "lagipula mana mungkin dia berani memecatmu di saat dia masih mengharapkanmu."


"Kau mengatakan sesuatu?"


"Oke. Aku akan mengirim pesan pada Ares kalau kau ikut bersama denganku ke rumah. Dengan begitu, dia tidak akan mencari dan khawatir. Berhenti membuatku merasa bersalah."


Cantika menghela napasnya dalam. Memang dia ingin menghabiskan waktu bersama dengan Athena. Namun sadar kalau ke sini untuk bekerja bersama dengan Ares. 


"Oma pasti akan suka bertemu denganmu."


"Oma baik baik saja kan?"


"Hei, kau tidak tahu Oma ku ya? Dia setiap hari melakukan olahraga. Oma bilang cita cita nya memastikan Ares hidup dengan penuh kenormalan. Maka dari itu dia akan panjang umur."


Semakin membuat Cantika tidak sabaran bertemu dengan keluarga Fernandez. Dan tidak mengejutkan lagi bagi Cantika ketika mobil yang membawanya memasuki sebuah gerbang di mana di dalamnya ada mansion yang sangat mewah. Sepertinya jika dia berlari mengelilingi mansion membutuhkan  tenaga yang banyak. "Astaga, Thea. Rumah ini sangat indah."


"Daddy ku bingung menghabiskan uang pada apa. Jadinya dia membangun semua ini."


Dengan pemandangan gunung yang indah, tentu ini sangat setimpal. "Daddy ku belum pulang. Jadi, hanya ada Mommy dan Oma. Aku sudah memberitahu mereka."

__ADS_1


"Kau sudah memberitahu Ares bukan? Ponselku kehabisan daya."


"Jangan khawatir. Aku sudah memberitahunya," Ucap Athena dengan senyuman yang aneh di wajahnya. 


Ketika pintu didorong oleh Athena, Lily dan Oma yang sedang mencicipi kue itu menoleh. "Centiniiiii!" Oma memekik dengan gembira. 


"Oma, namanya Cantika."


Oma langsung menatap Lily dengan sengit, dengan datar mengatakan, "Tidakkah kau sadar kalau itu adalah panggilan kesayangan seperti aku padamu, Lila?"


"Um, baiklah." Lily menyimpan susu hangat di tangannya dan melangkah menyambut Cantika, juga Athena yang membuatnya terkejut dengan kedatangannya. "Mana saudara kembarmu?"


"Dalam perjalanan, Mom."


"Oh iyakah?" Beralih pada Cantika. "Hallo, Cantika. Bagaimana kabarmu? Kau sudah dewasa ya Tuhan. Aku hampir tidak mengenalimu."


"Lila, berhenti berlebihan. Oma saja mengenalinya." Oma datang dengan terburu buru dan menarik tangan Cantika. "Sini, Oma ingin berbicara denganmu. Hanya berdua. Soalnya, hanya kau yang bisa membuat Ares normal."


Ares sendiri kebingungan, dimana Cantika dan Athena. Dia hampir dibuat gila ketika keluar dari kamar mandi dan tidak mendapati mereka. Saat salah satu pegawai mengatakan, "Mereka berdua sudah pergi, Tuan. Dan ini bill nya."


Mereka meninggalkan Ares dengan tagihan! Menyebakan memang! Ditambah lagi saat Ares menelpon, Athena mematikan panggilannya. Cantika tidak bisa dihubungi, membuatnya semakin sulit dan kebingungan. 


"Kemana kau membawa tuan putriku, dasar wanita aneh?" Saking kesalnya, Ares menyusul ke asrama berharap Athena ada di sana. Namun sang penjaga mengatakan kalau Athena tidak pulang dan meminta izin untuk pulang. 


Ini mimpi buruk untuk Ares. Athena membawa Cantika pulang dan bagaimana nasibnya yang akan menjadi bahan bullyan? Karena sebelumnya Ares sudah dengan percaya diri akan membawa Cantika ke rumah dengan statusnya yang akan menjadi istrinya. 


"Athenaaaaaa!" Teriaknya saat ada di dalam mobil sambil menyetir dengan cepat menuju ke rumah. "Pleaseeeee! Athenaaaaaa!"


Duar! 

__ADS_1


"Huaaaaaa! Athenaaa!" Teriaknya refleks dan menepikan mobil, dengan jantungnya yang berdetak kencang dan mesin yang dimatikan. Ares keluar dari dalam mobil dan melihat ban yang meletus. Ditambah lagi jalanan ini sepi, tidak banyak mobil yang lewat meskipun jalan raya. 


"Kenapa nasibku sangat sialllll?!"


JDER!


Ares langsung berlari masuk lagi ke dalam mobil. Dia terdiam sejenak di sana sebelum hujan mulai turun. Nasibnya memang tidak bisa diprediksi. Untuk kali ini, dia mencoba untuk tenang dan menelpon sang asisten pribadi untuk menolongnya. "Bagaimana kalau mereka mengatakan hal hal aneh pada Cantika?" Yang dikhawatirkan adalah seperti itu. 


Mommy nya tidak mengangkat telpon, Athena apalagi. Nomor Oma dan Cantika tidak bisa dihubungi. Sampai 30 menit kemudian, akhirnya datang juga sang asisten dengan dua mobil yang datang bersamanya. 


"Kau bereskan mobil ini, aku akan memakai mobilmu."


"Silahkan, Tuan Ares." 


Mempersilahkan Ares untuk pergi dari sana menggunakan mobil sang asisten. Kali ini kecepatannya standar saja, takut ban meletus. 


Berharap sang Daddy belum pulang dan mendapati Cantika di sana. Namun, kenyataannya ada banyak sekali mobil yang ada di halaman rumah. Saat Ares masuk, semua orang menatap ke arahnya. 


Sial! Di sana ada banyak orang yang pasti akan mengejeknya. 


"Pangeran kita sudah tiba," Ejek Sebastian sambil meneguk wine dan menatap Ares meremehkan. 


"Holla, Son. Kau tersesat di jalan?" Tanya David yang juga minum minuman yang sama. 


Tidak ada Uncle Luke, sepertinya Ares selamat. Namun, tiba tiba ada orang yang merangkulnya. Saat menoleh, ini dia pamannya yang paling tampan. Dia memiliki Ares dengan kata, "Lemah." Kemudian tertawa mengejek sebelum akhirnya melangkah untuk bergabung dengan dua temannya yang lain. 


"Ares, kenapa berdiam di sana terus?" Tanya Oma. "Apa kakimu kram dan tidak bisa digerakan?" Kali ini tatapan Oma khawatir apalagi wajah Ares yang mulai memerah. "David! Anakmu sepertinya kehilangan kemampuan menggerakan tubuhnya! Bantu dia!"


Kenyataannya, Ares sedang menahan tangisan karena dia tahu akan diejek habis habisan oleh tiga pria dewasa itu. 

__ADS_1


***


__ADS_2