STUCK WITH MY-EX

STUCK WITH MY-EX
Luar negara


__ADS_3

Cantika tiba tiba mendapatkan pesan kalau besok dia akan ikut keluar negri bersama dengan Ares dalam perjalanan bisnis. Hal itu disampaikan Ares lewat pesan padanya secara mendadak. Besok keluar negri untuk satu minggu? Apa saja yang harus Cantika siapkan?


Saat dia bertanya pada Ares tentang apa yang harus dia siapkan, pria itu menjawab kalau Cantika hanya perlu menyiapkan dirinya sendiri saja.


Awalnya Cantika enggan melakukannya, tapi ini tuntutan pekerjaan. Belum lagi karena akan ada denda jika Cantika mengundurkan diri. Jadi, Cantika hanya bertahan. Dia harus pulang ke apartemen untuk berkemas.


“Kenapa pulang pagi sekali? Kenapa tidak sadarapn dulu?” Tanya Nenek melihat Cantika yang sudah siap pergi disaat dirinya belum menyiapkan sarapan.


“Harus keluar negri dengan  Ares, ada perjalanan bisnis, Nek.”


“Wah bagus itu, perbaiki hubungan kalian ya, lalu pulang lagi ke sini dengan kalian yang sudah pacaran.”


Cantika tertawa mendengarnya, mustahil mereka melakukan hal itu. kembali bersama? “Tolong berutahu Papa kalau Cantika pergi ya. . Katanya satu mingguan, Cantika gak bisa lawan soalnya dia bos Cantika.”


“Tidak apa apa,hati hati aaja. Papamu juga pasti senang kalau tau kau pergi bersama dengan Ares, Nak.”


Lagi lagi Cantika hanya bisa menahan tanda Tanya. Dia pulang ke apartemen, berkemas dan bergegas turun saat Ares bilang kalau pria itu datang menjemputnya. Ternyata Ares menggunakan sopir, jadi Cantika berdua bersama dengan Ares di belakang. “Bagaimana keadaan anda, Tuan?”


“Sudah mendingan, berkat dirimu.”


Cantika tersenyum kemudian focus ke depan saja. “Seharusnya anda tidak perlu menjemput, saya bisa ke bandara sendiri.”

__ADS_1


“Ya, sekalian saja. aku khawatir kau salah jalan.”


Cantika tersenyum kecut, Ares berfikir dirinya sebodoh itu? dan begitu sampai di bandara, mereka menggunakan pesawat pribadi yang membuat Cantika menahan napasnya. Dia sudah menduga kalau akan seperti ini, tapi dia masih kaget melihat fasilitas yang dimiliki oleh Ares. Pria itu sangat kaya.


“Duduk di sini, jangan jauh jauh dariku. Ini pertama kalinya kau naik pesawat kan?”


Nilai minus dari Ares yang selalu menghina. Andaikan meludahi atasan itu hal yang wajar.


“Ingin menggenggam tanganku? Supaya kau tidak merasa takut?”


Cantika akhirnya tidak tahan. “Ini bukan pertama kalinya saya naik pesawat, Tuan! Saya bisa mengatasinya!”


Hendak berontak, tapi pesawat lepas landas dengan kecepatan yang tidak biasa hingga membuat perempuan itu kaget. Jadi tidak ada yang bisa dia lakukan selaijn membalas genggaman tangan Ares. Oke, sekarang dia merasa takut.


**


Saking terlalu focus pada pekerjaan, Cantika sampai tidak tau kemana dia dibawa oleh Ares. Dia baru diberitahu kalau mereka akan pergi ke California saat pesawat sudah stabil. Diberitahukan apa saja tugasnya, yaitu mengatur jadwal yang akan sangat padat dan menyiapkan catatan. Karena sepanjang seminggu ini, Ares akan bertemu dengan orang orang yang mengajaknya bekerja sama.


Dan tebak siapa yang memberitahunya? Yaitu asisten pribadi Ares. Kalau begitu Cantika bertanya Tanya dalam otaknya, kenapa dia dibawa kemari sedangkan Ares memiliki asisten pribadi yang cekatan? Kenapa dirinya tidak disimpan saja di Jakarta dan mengurusi beberapa hal di sana.


“Paham?”

__ADS_1


Cantika mengangguk. “Iya paham.”


Dan saat mendarat, Cantika merasa mual. Apalagi dia disatukan lagi dengan Ares di dalam mobil. “Kau baik baik saja?” Tanya Ares yang dibalas anggukan oleh Cantika. “Sekarang kita akan ke hotel dulu untuk istirahat. Besok kita memulai untuk pekerjaan.”


“Baik, Tuan.”


“Asisten pribadiku akan mengirimkan pekerjaan yang harus kau lakukan malam ini.”


“Baik.”


Dan begitu sampai di hotel, Cantika harus dikagetkan kalau kamar mereka bersebelahan. Dan sialnya memiliki pintu yang terhubung. Seolah tau apa yang dipikiran Cantika, Ares langsung berkata, “Ini karena aku khawatir memiliki pekerjaan padamu malam malam, jadi supaya memudahkan kita untuk berkomunikasi.”


“Aku paham, Tuan.”


“Nah sekarang istirahatlah,” ucap Ares mengatakan kata perpisahan. Mereka berpisah dan masuk melalui pintu masing masing.


Cantika langsung merebahkan tubuhnya, dia menatap langit langit kemudian memejamkan matanya. Lelah sekali.


Sementara di sisi lain Ares sedang menempelkan telinganya di pintu yang menjadi penghubung antara dirinya dan Cantika. Dia menghela napas. “Tidak mengumpat?”


***

__ADS_1


__ADS_2