STUCK WITH MY-EX

STUCK WITH MY-EX
Malam mencekam


__ADS_3

"Jadi kau benar benar tidak memiliki niatan untuk kembali bersama dengan Ares?"


"Tidak ada yang tau bagaimana ke depannya. Tapi untuk saat ini, aku memutuskan untuk berhenti. Lebih baik kami berteman. Terlebih lagi, aku adalah sekretaris nya. Akan terasa aneh jika kami berpacaran."


"Jangan berbelit-belit, katakan saja kalau kau tidak mempercayainya," Ucap Athena sambil ikut tengkurap di samping sahabatnya itu. 


Fokus mereka pada satu, yaitu macbook yang sedang menampilkan salah satu serial barat yang dulu pernah mereka tonton, lalu belum mereka selesaikan. 


"Athena, kau benar benar berniat menjadi seorang dokter?"


"Sebenarnya sekarang aku ingin menjadi ahli kecantikan. Entahlah, semenjak aku patah hati, aku merasa kalau diriku kehilangan arah. Aku tidak tau apa yang aku inginkan. Ketika aku mendapatkan apa yang diinginkan, kemudian aku tiba-tiba merasakan itu adalah pilihan yang salah. Dan ingin yang lain." Menjelaskan kalau mengambil langkah di dunia kedokteran pun karena keinginan sesaat. Untuk sekarang, Athena hanya ingin menyelesaikannya. "Kurasa uang Daddy ku sudah stabil. Jadi jika nantinya aku tidak jadi dokter pun akan baik baik saja. Aku ingin membuat brand kecantikanku sendiri." Menceritakan apa yang menjadi kegelisahannya sampai Athena menguap beberapa kali, akibat mengantuk. Di saat seperti inilah Athena biasa berkata jujur dengan kalimat yang dia utarakan, "Sebenarnya aku masih mencintai pria yang membuatku seperti ini. Tapi dia malah bersama dengan temanku. Cantika, aku mengantuk. Kalau kau ingin tetap menonton, lanjutkan saja."


Berakhir dengan Athena mengubah posisi menjadi terlentang lalu memejamkan mata. Sementara Cantika hanya menghela napasnya dalam dengan sejuta kebingungan di dalam otaknya tentang kehidupannya juga. 

__ADS_1


Dia ikut terlentang dan mengambil ponsel untuk menghubungi Galuh, sayangnya pria itu tidak kunjung mengangkat panggilannya. "Apa masih tidak ada sinyal ya? Dia kesulitan kah di sana?" Membuat Cantika khawatir bukan main. 


Dan karena dirinya tidak mengantuk, Cantika memutuskan untuk mengenal makanan yang dibawa oleh Athena ke dalam kamar. Sayangnya, Athena melupakan mengambil minuman. Yang mana membuat Cantika menghela napas dalam. Itu artinya dia harus pergi keluar sendirian bukan? Apalagi hari sudah malam, Cantika merasa canggung jika berada di rumah orang lain. 


"Uhuk! Uhuk!" Namun rasa kering di tenggorokannya tidak bisa ditahan. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke bawah dan mengambil sebotol air dalam kulkas. 


Sayangnya ketika Cantika mengambil air, ponselnya berdering membuatnya kaget. Segera dia rogoh ponsel yang ada di sakunya dan melihat siapa yang menelpon. Itu Ares. Dia mengangkatnya. 


"Hallo, Ares? Ada apa?"


Namun dia hanya mendengar bisik bisikan. "Cepat, katakan. Kau jangan jadi pecundang."


"Kau terlahir sebagai seorang Fernandez."

__ADS_1


Cantika yang mulai menyadari ada yang tidak beres itu hanya bisa menelan salivanya kasar kemudian mengatakan, "Aku tutup telponnya ya. Aku akan tidur." Sebelum Ares bicara, Cantika mematikan ponselnya supaya tidak ada lagi telpon aneh. "Sebenarnya apa yang sedang dia lakukan bersama dengan para pria dewasa itu?"


Terlanjur sudah duduk di sana, Cantika menikmati minumannya di dapur sambil sesekali mengedarkan pandangan pada rumah yang begitu luas ini. "Keren sekali."


Krieeettt! Sampai dia mendengar suara pintu yang terbuka tapi dalam konotasi menyeramkan. "Tunggu, di sini tidak ada hantu kan?"


Cantika memutuskan untuk bergegas kembali ke dalam kamar. Dalam langkahnya, dia menggumamkan kalimat kalimat suci supaya tidak ada hantu yang mendekatinya. 


Namun ketika Cantika melewati sebuah koridor gelap dan belok kanan, Cantika tidak sengaja melihat sosok bergaun putih dengan wajah hitam yang berdiri di sisi yang berlawanan. Membuat Cantika menghentikan langkahnya seketika. 


Makhluk itu ada di belakangnya, di belokan ke arah kiri. Dia menelan salivanya kasar. "Tuhan…," Ucapnya kemudian menggumamkan lagi isi dari kitab untuk mengusir makhluk halus dan bergegas pergi ke kamar Athena. 


Sementara, sosok yang berdiri itu tersenyum. "Cantika religius sekali, sangat cocok dengan Ares." Kemudian berbalik untuk mencari pelayan pribadinya. "Ya ampun kemana Eta, kenapa membuatku terjebak dengan masker wajah ini?" Oma terlihat sangat kesal 

__ADS_1


***


__ADS_2