
******* itu semakin dalam, dimana Ares merasakan bagaimana tubuhnyaa ditindih. Jujur saja, kepalanya sangat pusing tapi dia memaksa membuka mata ketika ciuman di bibirnya itu terhenti dan digantikan dengan tubuhnya yang terasa berat, seseorang menduduki perut bagian bawahnya.
Oh, pemandangan yang sangat indah. Apa yang Ares lakukan sampai dia bermimpi Cantika sedang membuka pakaiannya dan menatap sensual pada Ares. “Ares….,” panggilnya dengan penuh godaan.
“Iya, Sayangku?” Jawab Ares sambil terkekeh, tangannya terulur untuk memegang pinggang itu, Ares mengubah posisi menjadi duduk dan kembali mencium bibir Cantika penuh dengan nafsu. Perempuan yang dikendalikan oleh minuman perangsang itu ikut menikmati, dengan liar dan penuh tergesa. Tangannya berkeliaran di tubuh Ares. “Sayang ada apa?”
“Ares… hikss… panas… kau harus membantuku,” ucapnya dengan suara yang mendesah memohon.
Sementara itu Ares menurunkan ciumannya ke leher. Sungguh ini terasa begitu nyata dan membuat Ares enggan berhenti, apalagi saat Cantika terisak meminta disentuh oleh Ares. Tubuhnya menegang tiap kali merasakan sentuhan dari tangan berurat pria itu.
“Ahhh!” cantika kaget bukan main saat Ares memutar tubuhnya dan mengukungnya. Pria itu membuka pakaiannya, dalam pikiran Ares dia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan meskipun dalam mimpi kan. “Ares…”
“Sebentar, sayang. kau tidak sabaran sekali,” ucapnya menarik pakaian milik Cantika juga.
Bahkan Ares sampai menampar dirinya sendiri untuk tetap tersadar dan berada di Dalam mimpi ini. “Ares peluk,” ucap Cantika ketika pakaian bagian atasnya sudah terbebas dari tempatnya.
Ares sendiri tidak bisa mengalihkan mata dari pandangan yang begitu indah. “Sayangku,” ucapnya memeluk tubuh bagian atas Cantika yang sudah sama sama polos dengannya. Dada mereka yang bersentuhan membuat gementar tersendiri dalam diri. Cantika kalut, dia tau di bagian mana dirinya ingin di sentuh.
Tubuhnya melengkung ketika Ares mengecup puncak dadanya dan semakin turun ke bawah. “Tuhan, aku mau hidup dalam mimpi,” ucap Ares ketika dia bisa melihat tubuh Cantika yang polos di bawah sinar bulan.
“Hngghh… Ares! Cepat!” teriak Cantika tidak suka ketika dirinya dimainkan, perempuan yang dikendalikan hasrat itu menginginkan Ares di dalam dirinya. Sebab tidak tahan, akhirnya Cantika mendorong kuat Ares hingga pria itu ada di bawah. “Ares aku tidak tahan…, Aw!” teriaknya kesakitan sendiri saat benda tersebut mencoba masuk ke dalam dirinya. Cantika terisak, dia ingin rasa panas ini segera hilang.
“Sayang, kau kesakitan. Biarkan aku saya yang melakukannya ya.”
“Tidak, aku yang akan menduduk….. shhhhh ahhhh!”
“Arghhh!” ares menggeram ketika miliknya masuk seutuhnya pada milik Cantika. Melihat bagaimana mimpi indahnya terasa nyata dengan Cantika yang menggodanya dengan bergerak di atas sana, dimana perempuan yang dia dambakan itu selalu memintanya untuk mencium.
Jika seperti ini, Ares rela tidak bangun lagi. Rasanya begitu menyenangkan. Sampai ketika tubuh Cantika menegang hendak mencapai puncaknya, Ares menarik tangan perempuan itu hingga tidur telungkup di atas tubuhnya. Kemudian Ares menggerakan miliknya di bawah sana hingga membuat Cantika menjerit dan terisak.
Ares suka mimpi ini. “Oma! Ares gak perjaka!” teriaknya sebelum kembali mencium Cantika. Ketika ciuman terlepas, Ares kembali melanjutkan, “Tapi ini mimpi, hehehehe.”
“Ares… hisk… sudah ahhh…” cantika sendiri kewalahan dengan Ares yang terus menggempurnya, seolah tidak ada hari esok dan berniat membuatnya mati dalam kubangan kenikmatan.
__ADS_1
***
Ketika Ares bangun, dia merasa seluruh tubuhnya terasa pegal dan membuatnya enggan untuk bergerak dari atas ranjang. Namun sayangnya, sinar matahari membuatnya harus membuka mata secara terpaksa. Seolah menyuruhnya untuk bangun.
Begitu membuka mata, Ares terdiam menatap langit langit kamar kemudian tersenyum sendiri. “Wah, semalam mimpi yang indah,” ucapnya demikian. bahkan pegalnya terasa, wanginya masih terasa. Ares menggelengkan kepalanya. “Jangan berfikiran jorok, itu tidak baik,” ucapnya pada diri sendiri kemudian mendudukan tubuhnya.
Saat itulah Ares sadar kalau dirinya tidak pakai baju. “What? Apa ini?” melihat banyak sekali bercak merah di tubuhnya terutama tubuh bagian atasnya. Juga, banyak sekali cairan spermaa yang kering hingga spontan membuat Ares berdiri dan menatap ke sekitarnya dengan mata yang kaget. “Ini kenapa?”
Baru tersadar juga kalau dirinya benar benar tidak memakai apapun. “Argghhh!” ares menutupi miliknya dengan telapak tangan dan langsung berlari ke kamar mandi untuk melihat pantulan dirinya sendiri dalam cermin. Ares benar benar kacau, rambutnya berantakan, ada banyak bekas gigitan dan kissmark juga….. ares menunduk. “Siapa yang memperkosaku?” matanya berkaca kaca.
Pikirannya teringat dengan mitos di Indonesia, dimana jika mimpi basah dan hal itu sampai terasa melelahkan, berarti dirinya berhubungan badan dengan setan. Ares langsung mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya, dia mengambil ponsel dan kembali ke kamar mandi untuk berenda,
Sambil berenda, dalam bathub dan menenangkan dirinya, Ares menghubungi Oma. “Ayolah angkat, Oma aku takut,” ucapnya bahkan sampai menggigit tangannya untuk menahan kegugupan.
Akhirnya setelah beberapa kali panggilan, Oma mengangkatnya. “Hallo? Kenapa menelpon hah?”
“Oma, Ares ternodai. Ada yang memperkosa Ares.”
“Hah? Bagaimana?!” Oma di sana terdengar kaget.
Oma kemudian diam, sampai akhirnya… TUT. Panggilan dimatikan oleh pihak sana. membuat Ares memandang ponselnya kemudian berkata, “Kayaknya Oma kena serangan jantung deh?”
Namun tidak lama kemudian, Oma kembali menghubunginya dan mengatakan, “Jangan berfikiran hal yang aneh aneh. Katakana apa yang terjadi?”
Akhirnya, Ares menceritakan tentang mimpi dirinya bercinta dengan Cantika dan terbangun dengan keadaan kacau. Dia sendirian dan mendapati tubuhnya sudah lelah, banyak bekas bekas percintaan yang semakin membuat Ares takut. “Pasti setan yang melakukan itu kuat sekali ya sampai membuat Ares kelelahan seperti ini?”
“Ares, berhenti menjadi orang bodoh. Apa kau sudah menemui Cantika?”
“Kenapa Ares harus menemui Cantika?”
Lagi lagi Oma menghela napas dalam di sana. “Oma mendengar kalau kalian berdua mabuk tadi malam dari salah satu teman Oma. Oma pikir, itu bukanlah sebuah kebohongan.”
Seketika matanya membulat, Ares bergegas menutup panggilan dan langsung membereskan mandinya. Dia berpakaian dan mengetuk pintu konseksi yang terhubung ke kamar Cantika. “Cantika…. Bisa kita bicara?” tanya Ares. Tangannya bergetar, khawatir kalau dia memang melakukannya dengan Cantika. “Cantika?”
__ADS_1
Ketika Ares mencoba membuka pintu, ternyata tidak dikunci. Dan saat dirinya masuk, Ares mendapati Cantika yang sedang memeluk lututnya sendiri sambil menangis di ujung ruangan di atas kasur. “Ares…. Hiks….”
Keadaan Cantika juga sama kacaunya, rambutnya acak acakan dan kissmark dimana mana. Ares merasa bersalah sekali, dia langsung melangkah mendekat dengan perlahan. Sengaja dia melakukannya pelan pelan. Hanya satu langkah, lalu diam, satu langkah lagi, lalu diam. Ares takut kalau Cantika akan memukulnya atau memarahinya.
Namun apa yang dilakukan Ares itu membuat Cantika yang sedari tadi mengintip diantara tangannya merasa tidak tahan. “Cepat datang dan peluk aku!” teriaknya mengabaikan status mereka di masa lalu, mengabaikan apa yang sudah terjadi semalam. Cantika hanya ingin pelukan Ares, karena dirinya sadar apa yang dilakukan semalam itu. dirinya yang memulai, dirinya yang mempermalukan diri sendiri dan memaksa Ares melakukan hal tersebut.
Segera Ares mendekat untuk membawa Cantika ke dalam dekapannya. Mengusap punggung yang bergetar mengeluarkan tangisannya semakin banyak.
***
Ares mengelus punggung Cantika tanpa berhenti mengatakan kata maaf atas apa yang dilakukannya semalam. “Maaf, maaf. Aku akan bertanggung jawab, tolong jangan benci aku. Tolong, maafkan aku.”
Cantika cukup merasa kalau telinganya panas mendengar hal itu, dia mendorong pelan tubuh Ares dan menatapnya dengan wajah yang sembab. “Jangan meminta maaf, itu kesalahanku. Aku yang seharusnya minta maaf karena melakukan hal itu.”
Ares tau ada yang salah, karena tidak mungkin Cantika bernafsu sampai menidurinya seperti itu. dia rangkup pipi Cantika dan berkata, “Aku akan bertanggung jawab perihal hal ini. cantika, ini yang pertama kalinya untukmu bukan?”
Cantika merengut mengingat hal itu, sudah hilang apa yang dia jaga untuk suaminya di masa depan. Dia bukanlah wanita yang baik sekarang karena sudah melakukan hubungan **** di luar pernikahan. Mengingatnya, membuat Cantika kembali menangis menyesali dirinya yang begitu bodoh karena kecanduan minuman enak yang ternyata mengandung alcohol.
“Jangan menangis, aku akan bertanggung jawab. Ayo kita menikah ya, aku akan bertanggung jawab atas perbuatan semalam.”
Cantika tidak menjawab, dia masih bingung dan membiarkan dirinya di dalam pelukan Ares. Sampai akhirnya Cantika lelah sendiri dan mulai terlelap dalam pelukan tersebut. membuat Ares secara perlahan menidurkannya di atas ranjang. Dengan penuh kehati-hatian Ares melakukannya, kemudian menyelimuti lagi Cantika.
Perempuan itu tidak bisa diajak bicara jika kondisi psikisnya masih seperti ini. jadi, Ares memutuskan untuk menyuruh seseorang mencari tahu perihal minuman yang diminum oleh Cantika semalam. Dan selama menunggu hasilnya, Ares tidak meninggalkan kamar itu.
Dia tau Cantika terkejut dengan kondisi seperti ini, dirinya juga sama. Namun Ares bingung, haruskah ini disebut dengan bencana atau keberuntungan? Karena dengan keadaan yang seperti ini, menguntungkan Ares supaya lebih dekat dan mendapatkan Cantika. “Jangan khawatir, aku akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi.” Kemudian tatapannya turun pada perut Cantika. “Tolong berenang yang baik dan jangan tenggelam,” ucap Ares sambil mengelus pelan perut tersebut.
Sadar dengan apa yang dilakukannya, Ares langsung memukul dirinya sendiri menyadarkan apa yang dia pikirkan. “Tidak boleh seperti itu, Ares. Cantika tertekan hanya karena melihat wajah menyebalkanmu. Jadilah pria yang keren untuk Cantika dan anak kalian.” Senyumannya tiba tiba mengembang lagi. “Anak,” gumamnya.
Beberapa kali Ares menampar dirinya sediri supaya tidak tersenyum dengan musibah yang terjadi pada Cantika. Sampai akhirnya Ares mendapatkan laporan kalau ternyata semalam Cantika meminum minuman perangsang yang diperuntukan bagi wanita lain. Sang bartender dan pelayan di sana salah tamu, sehingga Cantika yang meminumnya dan berakhir seperti ini.
“Terima kasih,” ucap Ares pada sang asisten yang sedang menelponnya. “Kirimkan saja makanan ke sini. dalam jumlah yang sangat banyak dan semuanya harus kesukaan Cantika.”
Jila Cantika bangun nanti, Ares akan membicarakan hal ini dengan serius. “Menikahi Cantika.” Kemudian menggeleng. “Berhenti senang di atas penderitaannya.”
__ADS_1
***