STUCK WITH MY-EX

STUCK WITH MY-EX
EXTRA PART 6


__ADS_3

“Ares, lain kali kalau akan buang angin harus lihat lihat. Dia terkejut,” ucap Cantika yang sedang mensehati sang suami. Dimana Ares hanya bisa mengerucutkan bibirnya menyesali apa yang dia lakukan.


Ditambah lagi Oma menimpali dengan kalimat, “Bukan hanya terkejut, dia juga merasa mual. Lihat, menangisnya sampai tidak reda reda.” Mengompori Cantika supaya lebih banyak memarahi Ares. Oma tertawa sendiri melihat Ares yang kini terpojok, diledek karena kentutnya.


“Kalau tidak kentut, nanti perutnya kembung dan harus dioperasi,” ucap Ares memberikan alibi.


“Berhenti ribut. Ini masih pagi,” ucap Lily yang sedang menyiapkan sarapan. “Ares, bangunkan yang lain untuk segera turun ya.”


Karena kalau tidak bermesraan dengan Oma, maka Ares akan bertengkar. Berakhir seperti anak kecil, jadinya Lily memilih memisahkan mereka. keluarga besar itu sarapan bersama, dengan Aeri yang sudah tenang dan berada di pangkuan pengasuh sekarang.


Cantika suka suasana seperti ini, penuh dengan keluarga tersayangnya. Mereka berencana untuk pergi ke Raja Ampat untuk berlibur sekaligus merayakan kelahiran Aeri di sana. berkunjung tanpa liburan memang bukanlah typa keluarga Fernandez, padahal yang diinginkan Cantika hanya diam di rumah. namun melihat orang orang itu merasa bosan, akhirnya Cantika pun menyetujui.


“Sebelum berangkat, Cantika harus diperiksa dulu oleh dokter.” Ares berucap.


David langsung mengatakan, “Bawa saja dokternya dengan kita. Jadi tidak perlu khawatir kalau sesuatu terjadi.”


“Benar, bawa saja dokternya bersama dengan kita.” Athena menyetujui.


“Nah, Ares, sekalian di sana nanti kau mencari peluang untuk bisnis ya.”


“Iya, Dad.”

__ADS_1


Kemanapun pergi, memanen uang adalah hal yang utama. Cantika sudah tidak aneh lagi, tapi dia benar benar merasa terkejut dengan dirinya yang bahkan tidak perlu melakukan persiapan. Semuanya dilakukan orang lain, Cantika tidak terbiasa dilayani seperti ini. membuat Lily berkata, “Tidak apa, kau harus terbiasa dengan semua ini. semua keluarga Fernandez melakukannya.”


“Iya, uang kami terlalu banyak sampai bingung harus digunakan oleh apa,” ucap Oma tiba tiba. “Itu juga yang membuat Oma tidak mudah mati, ada banyak sekali nominal yang harus Oma habiskan.” Membuat wajah seolah sedang kelelahan yang berhasil membuat Cantika tertawa karenanya.


“Nenek bagaimana? Masih tidak mau ikut?”


“Maaf ya, Mom.”


“Tidak apa, Nenek mungkin lebih nyaman di sini. malah kami yang merasa tidak nyaman karena meninggalkannya liburan.”


“Tidak apa, Mom. Nenek paham kok.” Cantika sedanng berkumpul bersama dengan para wanita di ruangan keluarga. Sementara para pria berada di luar membicarakan bisnis. Besok mereka akan berangkat ke Raja Ampat, Cantika senang bukan main.


Athena baru saja datang dengan segelas susu di tangannya. Dia mencium Aeri yang terlelap tidur di kasurnya di atas sofa, membuat bayi itu langsung merengek seketika.


“Aku jadi tidak tahan dengan pipinya yang besar itu, Oma.”


“Makannya menikah, susul Ares. Kenapa kau belum punya pacar juga Thea?”


Athena menarik naapasnya dalam dan mengurungkan diri untuk duduk, memilih bergabung bersama dengan Ares daripada terus ditanyai seperti itu, malas sekali untuknya. “Mungkin Athena masih menikmati kehidupannya, Oma. Dia juga belum lulus kuliah kan?” Cantika mencoba menghentikan Oma yang hendak membicarakan cucunya sendiri. bisa bahaya kalau Aeri terbiasa dengan hal hal seperti itu.


Keesokan harinya, mereka baru berangkat ke Raja Ampat dengan pesawat pribadi. Benar benar ada dokter juga yang menjaga Cantika sepanjang perjalanan, perawat juga ada. Entah berapa uang yang dikeluarkan oleh keluarga ini sampai Cantika enggan menanyakannya. Uang mereka… sebanyak apa sih?

__ADS_1


Villa tempat keluarga Fernandez juga membuat Cantika terpukau. Mereka menyewa seluruh villa, dimana Ares kemudian mengundang teman temannya untuk datang dan mengisi beberapa cottage yang kosong secara gratis. Sebenarnya bukan gratis, Ares akan mengajak mereka berbisnis dengan cara seperti ini.


“Sayang, aku menemui teman temanku dulu oke? Sambil membawa Aeri.”


“kenapa harus membawanya?” tanya Cantika yang sedang membereskan pakaiannya di kamar mereka berdua. Dia khawatir kalau teman teman Ares merokok dan membuat Aeri terganggu.


“Untuk pamer, mereka belum melihat anak kita. Aku ingin menunjukan pada mereka kalau aku ini seorang ayah. Aku janji tidak akan ada asap rokok.” Ares paham betul apa yang dikhawatirkan sang istri. Setelah dia mendapatkan izin, segera menggendong Aeri dan membawanya ke penginapan yang lain. Hanya perlu berjalan kaki untuk sampai di sana.


Namun begitu sampai, Aeri tiba tiba menangis. Ares yang membawa botol susu langsung memberikannya, tapi anak itu menolak.


“Bro, anak lu?” tanya sang teman yang mulai keluar dari kamar mereka, mengelilingi Aeri yang kini menangis.


“Mundur, lu pada bikin anak gue nangis.”


“Lah, dari tadi juga nangis.”


“Minggir gak?”


“Coba sini gue gendong,” ucap seseorang yang baru keluar dari kamar. Itu Samuel. “Kayaknya itu anak pengen digendong sama cowok ganteng.”


Karena Ares sudah tau kalau Samuel bisa menggendong bayi, maka dia berikan. Namun, kenyataan bahwa sang anak langsung berhenti menangis membuat Ares membulatkan mata.

__ADS_1


“Tuhkan, dia maunya sama yang ganteng kayak gue, Ar.”


Seketika membuat Ares menatap sahabatnya yang lain. “Emang iya gantengan si Samuel daripada gue?” panic!


__ADS_2