STUCK WITH MY-EX

STUCK WITH MY-EX
Evaluasi


__ADS_3

Setelah makan malam selesai, Cantika langsung ditarik oleh Athena untuk masuk ke kamarnya. "Nanti camilan buah buahannya anterin aja ke kamar ya." Athena sampai berpesan seperti itu kepada pelayan supaya dirinya dan Cantika menghabiskan waktu bersama. 


Mengabaikan Ares dan orang lain, Athena menghela napas dalam ketika berhasil membawa Cantika ke kamarnya. "Kau tidur di sini saja ya? Ayok kita bergadang dan menonton. Bagaimana?"


"Aku tidak bisa melakukannya, Athena. Besok, pasti akan ada banyak pekerjaan dan aku tidak boleh mengantuk."


"Ish jangan khawatir! Aku sudah mengonfirmasi kepada asitennya Daddy. Dia bilang kau hanya memiliki satu pesta besok malam."


Cantika menghela napasnya dalam dan membuka pola ponselnya. "Nah lihat, Ares mengirimi ku pesan supaya tidak bergadang karena besok banyak pekerjaan."


"Cantika, pria itu hanya menakutimu supaya aku dan kau tidak membicarakannya." Athena mengambil ponsel yang ada di tangan Cantika kemudian menyembunyikannya di saku belakang. "Mandilah dulu, akan aku siapkan beberapa hal menarik untuk kita."


"Apa aku perlu mandi?" Gumam Cantika mencium aroma tubuhnya sendiri. Dia sudah ganti baju dengan pakaian milik Athena saat sampai tadi. 


"Kau belum mandi ya."


"Kau yang melarang ku mandi tadi."

__ADS_1


"Kau tau kenapa aku melarangmu mandi?" Athena sampai harus menunduk supaya tingginya sejajar dengan Cantika. "Supaya Ares tidak terpesona denganmu. Aku sangat senang kau belum kembali padanya karena aku ingin mengejeknya. "


Cantika berdehem tidak nyaman. "Berhenti membicarakannya." Kemudian melangkah ke kamar mandi membawa pakaian yang disiapkan oleh Athena. Membuat perempuan itu terkekeh dan siap siap untuk menonton lewat macbook. Sudah lama dia tidak menghabiskan waktu bersama dengan Cantika sambil membicarakan Ares. Ini akan terasa sangat menyenangkan


Tok tok tok. 


Sampai lamunan Athena terhentikan oleh suara gedoran pintu yang begitu brutal. Dia membukanya dengan kesal dan langsung melihat wajah Ares di sana. "Mau apa?"


"Tolong katakan pada meraka kalau kau membutuhkan aku untuk diskusi atau apapun itu. Aku tidak mau pergi bersama dengan mereka, Thea."


"Tapi aku tidak punya urusan denganmu." Athena menjawabnya dengan datar. Ketika pintu hendak ditutup, Ares menahannya lagi. "Ares hentikan, sana pergi saja."


"Itu urusan. Aku tidak mau terlibat. Aku mau menghabiskan waktu bersama dengan sahabatku."


Baru saja Ares membuka mulutnya hendak bicara, Athena lebih dulu menutup pintu dengan kasar dan meninggalkan Ares diluar. 


"Son, ayo cepat bersiap. Kita akan pergi."

__ADS_1


"Sebenarnya kita akan pergi kemana, Dad?" Menatap sang Daddy yang baru saja keluar dari kamar dengan gaya yang santai. "Jangan bilang kau akan mencari wanita muda di luar sana."


"Hahahaha, Daddy tidak akan berani macam macam dengan Mommy mu. Jika Daddy melakukannya, Daddy akan mati." Datang dan merangkul bahu sang anak untuk dibawa ke basement dimana Luke dan Sebastian sudah menunggu di sana


David dan Ares duduk di bangku belakang. "Apa kita akan piknik?" Tanya Ares saat berada di dalam mobil yang mulai melaju. 


Sebastian berdehrm kemudian mengatakan, "selain ingin membicarakan tentang bisnis, kami juga ingin memberimu sedikit pelajaran, Nak. Kau tau istriku kan? Dia mantan preman sawah. Dia garang dan irit bicara. Namun lihat sekarang, dia takluk di bawah kuasaku."


Luke mengangguk. "Dan Aunty Rara mu itu pengidap penyakit Yakuza. Jika ada yang mengancam, dia pasti akan langsung menyerang. Namun buktinya dia sekarang menjadi milikku dan tunduk padaku."


David kemudian bicara. "Lihatlah Mommy mu. Dia sangat menghindari Daddy dulunya. Dia pemalu seperti keong laut yang diberi napas buatan, dimana dia akan langsung sembunyi. Tapi dengan karakter daddy yang seperti ini, dia bisa melahirkan anak anak yang…. Baik."


"Oke, apa maksudnya kalian menceritakan ini?" Tanya Ares kesal. 


"Just…  perbandingan. Kau masih muda dan juga keren. Tapi tidak bisa apa apa. Sedikit… . Lemah… " Sebastian terkekeh. 


Luke mengangguk. "Lemah ya?"

__ADS_1


"Son, jangan buat Daddy malu dengan gelar Daddy di masa lalu yaitu ladies killer," Ucap David memotivasi anaknya. 


***


__ADS_2