STUCK WITH MY-EX

STUCK WITH MY-EX
Jebakan Tuhan.


__ADS_3

“Aku tidak bisa tidur,” jelas Samuel seperti itu sebelum dirinya benar benar pulang dalam keadaan berantakan. Ternyata, dompetnya sudah ditemukan dan sekarang ada di kantor polisi.


“Kenapa dia tidak bisa tidur?” tanya Cantika pada sang suami yang berdehem, Ares sendiri tau alasan Samuel tidak bisa tidur, pasti karena semalam dan peredam suara belum dibenarkan. Tapi Ares enggan memberitahukannya pada sang istri dan memilih diam saja.


Athena dan Cantika juga bertanya tanya. Tapi Athena sendiri merasa tidak enak karena tadi memukul Samuel dengan keras. “Nanti, kau akan datang ke acara reuni bukan?”


“Tidak tau.” Athena mengangkat bahunya. “Tapi aku ingin, aku rindu dengan orang orangku. Apa menurutmu Arin akan datang?”


Cantika menggeleng. “Aku sudah lama tidak berkomunikasi dengannya. Tapi aku pikir dia akan datang. Mungkin.”


“Dia mantan Samuel kan?”


“Kurasa Arin sudah memiliki pacar, ingat dia secantik apa,” ucapnya mencoba meyakinkan Athena untuk meyakinkan hatinya


Percakapan dua orang itu membuat Ares paham apa yang sedang dibicarakan. “Thea, kau menyukai si bodoh itu?”


“Tidak!” teriak Athena merasa tidak rela dikatai seperti itu.


“Sudah jangan bertengkar.” Cantika pusing sendiri jika dua orang kembar itu sudah saling melemparkan tatapan tajam, membuat Cantika merasa menjadi ibu dari dua orang tersebut. “Bantu aku bersiap, jangan ada yang diam. Ayo semuanya kita siapkan makan siang.”


Sesuai perkiraan, Oma dan juga anak buahnya memang datang sebelum jam makan siang. Mereka mengobrol sejenak di sana. sampai Cantika hanya focus pada Alden yang lebih banyak diam, tidak seperti Athena dan Ares yang sekarang bahkan sedang bertengkar lagi. Orang itu, terlihat tenang.


Oma menyadari tatapan Cantika pada Alden, membuatnya menepuk sang bungsu dan mengatakan, “Bicara sesuatu, kakak iparmu mengira kau bisu.”


“Oma aku tidak mengatakannya,” ucap Cantika kaget, dia takut orang orang di sini menyalah artikannya.


“Tidak apa,” ucap Oma dengan santainya. “Alden memang sering dikira bisu saking dia jarang bicara.”


Yang mana membuat David merangkul anak bungsunya. “Kenapa? kau jatuh cinta pada wanita di sini? kau boleh kembali ke sini jika sudah sukses nanti. Tapi, Daddy tidak menerima DP di awal, kau harus menjaga wanita dan memperlakukan wanita dengan baik ya. jangan gonta ganti pasangan, contoh Ares yang setia pada satu wanita, seperti Daddy juga.”


Kalimatnya mengantarkan Lily pada senyuman. Setia pada satu wanita memang, tapi sebelumnya celup sana sini. untungnya, pria itu benar benar takluk di bawahnya.


Siang itu, mereka makan bersama, sebelum akhirnya berangkat ke Bandara. Cantika dan Ares mengantarkan juga.


Cantika sampai terpukau dengan kekayaan keluarga Fernandez yang memiliki pesawat dan jadwal keberangkatan sendiri.


“Nanti mau transit dulu ya, mau mampir ke suatu tempat.”


Bahkan jadwal transit pun bisa diatur sendiri. sepertinya Cantika tidak usah khawatir dengan masa depan anaknya yang cerah, tidak akan kekurangan apapun nantinya.


Mereka satu per satu memeluk Cantika dan berpesan tentang beberapa hal. Namun, satu yang paling membekas, yaitu Oma yang mengatakan, “Manfaatkan moment kehamilan ini. minta apapun pada Ares okay? Dia pasti akan mengabulkannya. Kau tidak boleh menyia nyiakannya. Cantika. Mulai lah mengidam.”


Yang dibalas senyuman saja oleh Cantika. Dimana Ares sendiri segera merangkul sang istri dan membawa ke dekapannya kemudian berkata, “Jangan mendengarkan apa yang Oma katakan. Apapun itu.” karena Ares sudah mulai merasakan bagaimana Oma akan memanipulasi sang istri.


***


“Kau harus berjanji, besok akan bekerja,” ucap Cantika mengancam.


Hari ini saja Ares bolos, untung alasannya karena keluarganya akan pulang. ke depannya, Cantika tidak mau Ares bolos karena dirinya. “Oke, oke, aku akan pergi untuk bekerja. Tapi berjanjilah kau akan baik baik saja di rumah.”


“Tentu, memangnya apa lagi yang akan aku lakukan?” cantika menggenggam tangan sang suami ketika keduanya turun dari mobil dan melangkah menuju apartemen.


Rencananya, malam ini mereka akan pergi ke rumah Nenek. Bergantian mengunjungi, sekalian Cantika merindukan mereka. Ares khawatir hal itu menjadi bagian dari Cantika yang sedang mengidam. Saking takut anaknya ileran, Ares terus saja bertanya di beberapa jam sekali. “Cantika, mau sesuatu tidak? Kalau iya, katakan padakku.”


“Tidak ada, Ares. Aku tidak mau apa apa.” Membaringkan tubuh untuk istirahat sejenak, karena Cantika akan berangkat ke rumah neneknya jika jam makan malam nanti. Untuk sekarang dirinya lelah dan butuh tidur.


Ares ikut naik ke atas ranjang dan memeluk sang istri. “Aneh sekali, kau tidak mual mual atau mengidam. Aku khawatir.”


“Khawatir kenapa? kau ingin aku menderita?”


“Bukan,” ucap Ares seketika. “Hanya ingin kau meminta sesuatu saja.”


“Ya, aku ingin kau diam sekarang. Dan ayo tidur.”


“Baiklah.” Lengan Ares dijadikan bantalan oleh Cantika, sementara tangannya yang lain mengelus pinggang Cantika dengan penuh kasih sayang. “Besok aku akan bekerja.”

__ADS_1


“Hmm. Jarak dari sini ke kantor hanya beberapa langkah saja.”


“Jangan berjalan jika ingin ke sana, hubungi saja asistenku.”


“Yang mana?”


“Yang tua itu, dia bisa merangkap jadi sopir, karena sebagian pekerjaan sudah aku limpahkan pada Samuel.”


“Baiklah,” ucap Cantika dengan matanya yang sudah terpejam, dia tidak kuat untuk bicara lagi dan akhirnya masuk ke alam mimpi. Dalam mimpinya, Cantika bergumam, “Besok akan aku bawakan makan siang untukmu, Suamiku.”


“Ya ampun, dia terlihat sangat menggemaskan bahkan saat terlelap.” Mencium pipi sang istri. “Tentu, kau harus datang besok dan membawakanku makan siang.”


Sampai Ares teringat drama drama dimana pernikahan yang private selalu membawa dampak negative, seperti resepsionis yang menyuruh sang istri sah pergi kemudian satpan menyeretnya untuk dibawa kelua karena dipikir halusinasi.


Untungnya, Ares memiliki kendali atas media social khusunya berita. Jadi, Ares menelpon salah satu orang yang selalu memuat artikel terpecaya dan memintanya membuatkan kabar berita tentang pernikahannya bersama dengan Cantika.


Ares terkekeh setelahnya. “Tidak akan ada drama istri sah di usir seperti film film sapu terbang,” uucapnya membanggakan diri sendiri sebelum akhirnya ikut terlelap.


Mereka baru bersiap saat matahari hampir tenggelam, pergi ke rumah Nenek dimana di sana sudah disediakan berbagai makanan yang sangat Cantika inginkan. Sosok Papa mertuanya masih saja kesal pada Ares karena sudah merusak anak kesayangannya meskipun berakhir dengan tanggung jawab.


“Ares?”


“Iya, Pa?”


“Menginap di sini saja. hujan deras seperti ini berbahaya, lagipula Papa juga memiliki beberapa hal yang ingin dibicarakan denganmu.”


Ares mengangguk. “Tentu saja, Pa.”


“Tapi besok Ares harus bekerja, Pa,” ucap Cantika tidak terima. “Kami akan pulang saja, menunggu hujan sedikit reda. Akan kesulitan jika pulang pagi pagi, Ares juga tidak membawa pakaiannya ke sini.”


“Baiklah baiklah. Papa hanya akan mengajaknya berbincang sebentar, setelah hujan reda kalian boleh pergi.”


Mengerikan juga karena hujan deras disertai petir, sampai sampai Cantika mendekat pada Ares untuk menyembunyian diri. Dan hal itu diperhatikan oleh sang Papa. “Cantika, kau yakin tidak dipaksa oleh Ares melakukan hubungan intim?”


“Papa,” rengek Cantika merasa malu karena terus membahas hal itu.


***


Cantika menunggu Ares yang sedang bicara dengan sang ayah sambil tiduran di atas ranjang, lama lama dia mengantuk juga dan akhirnya memejamkan mata. Sementara di sisi lain, Ares pikir dirinya akan dimarahi, tapi dia diceritakan masa kecil Cantika yang begitu suram dan kurang kasih sayang, juga ibunya yang sakit sakitan. “Jadi, Papa minta kau untuk menjaganya. Jangan pernah sakiti dia.”


“Tidak akan, aku tidak akan pernah menyakitinya, Pa, dengan jiwa ragaku.”


“Baguslah, Papa senang melihat cintamu begitu tulus padanya, entah apa yang Cantika lakukan sampai mendapatkan pria sepertimu.”


Ares menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan pernyataan itu. “Harusnya aku yang bertanya, apa yang aku lakukan di masa lalu sehingga mendapatkan wanita sebaik Cantika?”


“Wah, pantas saja kau bisa menaklukan Cantika. Kata katamu begitu manis, Ares.”


“Bukan hanya kata kata, Pa.” ares menghentikan kalimatnya, tidak mungkin dia mengatakan kalau bibirnya juga manis. Membuat Ares menampar dirinya sendiri untuk menyadarkan kalau yang diajaknya bicara ini bukan Cantika.


Setelah pembicaraan itu, Ares menyusul sang istri ke kamar. Sosok itu sudah tidur, Ares tidak tega membangunkannya. “Sepertinya kami akan tidur di sini dan pulang pagi nanti, Pah,” ucapnya sebelum menutup pintu kamar dan membuka pakaian atasnya sebelum bergabung untuk memeluk Cantika.


Ares terlelap dengan mudah. Namun beberapa jam kemudian, Ares merasakan pipinya terus diciumi oleh seseorang, membuatnya membuka mata dan kaget melihat Cantika yang sedang melakukannya. Kepalanya bahkan mendongkak untuk mencium bibir Ares. “Sayang, kenapa kau bangun?”


“Ares, aku menginginkanmu,” ucapnyaa kemudian meraup bibir Ares.


Jika dipikir pikir, akhir akhir ini Cantika selalu meminta duluan, lebih agresif dan tidak mudah puas. Apakah ini yang namanya efek kehamilan? Jika begitu, maka Ares akan merasa sangat puas.


KRieettt! Tapi ranjang di sini tidak mendukung, yang mana membuat Cantika berdecak saat Ares menarik tubuhnya hingga ciuman mereka terlepas. “Sayang, nanti akan ada yang mendengar. Di sini tidak ada peredam suara bukan?”


“Kalau begitu, ayok pulang,” ucap Cantika dengan bibir yang mengerucut, bahkan dirinya sudah mendudukan diri menatap Ares. “Aku mau pulang.”


“Tengah malam begini?”


“Pulang atau aku tinggal di sini?”

__ADS_1


“Oke oke kita pulang.” ares bergegas memakai pakaiannya, sang istri sedikit pemaksa dan sensitive sekarang. “Kita harus pamitan dulu pada Nenek dan Papa kan?”


“Tidak usah, kita kirim pesan saja nanti kalau sudah sampai di apartemen.”


“Baiklah.” Ares pasrah saat dirinya ditarik keluar rumah.


Namun begitu sampai di dalam mobil, Cantika malah tiba tiba mendudukinya hingga keduanya berhadapan. “Sayang, aku tidak bisa menyetir jika kau duduk di pangkuanku.”


“Ayo lakukan satu kali saja, Ares. Aku tidak tahan,” ucapnya merengek kuat dan menciumi leher Ares. Tangan Cantika yang bergerak aktif membuka milik Ares dan mendudukan dirinya.


Jika sudah seperti ini, Ares akan hilang kendali dan kadang melupakan fakta sang istri yang sedang hamil.


***


Semakin lama, semakin terlihat apa yang menjadi perubahan besar di hidup Cantika setelah kehamilannya itu. cantika lebih sering bernafsu, mudah terangsang dan sangat suka skinship. Tidak ada mual mual di pagi hari, tidak ada mengidam kecuali sentuhan sentuhan yang dilakukan oleh Ares.


Yang mana membuat Ares lebih sering datang ke gereja, memberi sumbangan atas rasa syukur karena kehamilan istrinya ini membawa berkah. Bahkan, Ares merenovasi kamar di ruangan kerjanya di kantor supaya bisa bercinta dengan Cantika dengan berbagai gaya, dan Cantika menyukainya.


Namun di suatu hari, Ares melamun, apakah hormone Cantika yang selalu ingin mendapatkan sentuhan akan berpengaruh pada anaknya nanti? Apakah karena sering ditusuk, nanti anaknya menjadi lahir dengan otak yang…. Messum? Memikirkannya saja membuat Ares bergidik ngeri, tidak mungkin kan? Ini hanya factor bawaan ibu hamil saja kan? Nantinya tidak akan berpengaruh pada sang anak kan?


Karena ketakutannya itu, Ares sampai berkonsultasi dengan Athena. Yang berhasil membuat kembarannya tertawa dengan kuat. “Tololll!” dimana Athena meneriaki kata itu pada Ares sebelum akhirnya dia memberikan penjelasan yang bisa menenangkan Ares.


Dan benar saja, setelah mendengarkan penjelasan itu, Ares sedikit lebih tenang sekarang. Baru juga mematikan telpon, Cantika sudah datang dengan makan siangnya. “Hallo, Ares. Aku membawakan ice cream. Bagaimana kalau kita mencoba berciuman dengan ini?”


Ares terawa hampa, mengeringkan juga jika setiap hari. Khususnya, Ares khawatir hal ini berpengaruh pada Cantika. “Nanti malam kita akan reuni, tida boleh kelelahan.”


Menarik sang istri untuk duduk di pangkuannya, tangan Ares terulur menyentuh perut yang agak menonjol ini. usianya sudah 3 bulan sekarang. Ares senang bisa mendampingi Cantika di setiap tahapannya.


“Iya yah, kita akan reuni. Apa Athena akan datang?”


“Tidak, dia punya banyak tugas di sana.”


“Bagaimana dengan Samuel?”


“Dia pasti akan datang. Pria itu sebenarnya ingin membuat Arin iri dengan kedatangannya bersama dengan Athena, aku sudah tau bagaimana pikirannya.”


“Jadi, kau tidak akan mengizinkan misalnya Athena bersama dengan Samuel?”


Ares menggelengkan kepala. “Siapa yang tau. Cerita bisa berubah bukan? Yang pasti, ayo focus pada kehidupan kita saja.”


“Ares cium,” ucap Cantika dengan manja kemudian ******* bibir Ares dengan ganas.


Membuat pria itu langsung melepaskannya lebih dulu. “Jangan berlebihan, nanti kelelahan.”


Cantika merengek karenanya.


“Setelah makan siang, ayo kita jalan jalan sambil membawa baju pesanan yang akan dipakai ke tempat reuni.”


Tidak terasa memang, sudah dua bulan Ares menikahi Cantika. Kini mereka sama sama menggenggam tangan ketika turun dari mobil, sambil menatap sekolah yang sama dimana keduanya merajut kasih sayang satu sama lain. Dimana permulaan Ares menyukai Cantika, dimana permulaan mereka menjalib hubungan sebagai seorang kekasih.


Dulu Ares ketakutan bukan main, khawatir kalau reuni seperti ini, Cantika akan menjadi milik orang lain, dan berakhir dengan kisah cintanya yang tragis. Tapi Tuhan berbaik hati dengan jalannya, menjadikan Cantika miliknya lagi.


“Kenapa hanya menatap bangunan itu saja? ayo masuk,” ajak Cantika.


Ares menoleh dan memberikan senyuman yang membuat Cantika berdebar. Sialan tampan ditambah smirk nya yang mendorong Cantika untuk menciumnya saat itu juga. “Apa yang kau pikirkan?”


“Aku masih bersamamu saat kembali lagi ke tempat ini. aku pikir akan menjadi mantan pacar saat ke sini.”


“Kita memang mantan pacar, karena sekarang status kita adalah suami istri.” Cantika mendekat dan mengecup pipi Ares. “Jangan khawatir, sejauh apapun aku pergi, aku akan kembali padamu. ingat, Tuhan menjebakku bersamamu.”


“Tuhan menakdirkan kita, Cantika.” Ares merangkup pipi sang istri dan mencium bibirnya.


Mereka berdua, kembali bersama dalam ikatan yang lebih kuat sekarang.


***

__ADS_1


THE END.


__ADS_2