STUCK WITH MY-EX

STUCK WITH MY-EX
Pilihan Akhir


__ADS_3

Ketika Ares terbangun, dia terkejut tidak mendapati Cantika ada di dalam pelukannya lagi. Saat menoleh, ternyata sosok itu sedang tidur membelakanginya di ujung sofa. Kenapa bisa seperti itu? apa Cantika benar benar kehilangan minatnya untuk bersama dengan Ares lagi? Membuat pria itu menarik napasnya dalam dan menggelengkan kepala. Tidak, dia bisa membuat Cantika jatuh cinta dengannya lagi. Ares mendekati Cantika, menatap bagaimana perempuan itu terlihat cantik dalam tidurnya, dengan rambut yang berantakan juga kulit yang kecokelatan. Indonesia sekali pokoknya.


Dikecupnya pipi itu secara diam diam hingga Ares tersenyum bahagia sendiri, dia bertepuk tangan dan segera melangkah pergi ke kamar mandi. Dia harus terlihat tampan begitu Cantika bangun. Berendam dengan sabun yang mahal sambil memainkan ponsel, rencananya hari ini Ares akan mengajak Cantika jalan jalan. “Bagaimana dengan motor besar? Pasti akan mengingatkan Cantika pada kisah cita aku dan dia.” Segera menghubungi sang asisten pribadi. “Hallo?”


“Iya, Tuan?”


“Siapkan motor besar okay? Harus yang berwarna merah dan terlihat persis seperti saat aku sekolah SMA waktu itu. gambarnya akan segera aku kirimkan okay? Bye bye,” ucapnya memutuskan panggilan seperti itu dan bergegas mengirimkan foto yang dimaksud pada asisten pribadinya. Tidak sabar membelah jalanan bersama dengan Cantika. Untungnya Ares sudah menyelesaikan pekerjaannya, jadi dia bisa bersantai untuk tiga hari ke depan sebelum akhirnya focus lagi pada pekerjaan di Indonesia.


Ternyata tidak sia sia dirinya menjadikan Cantika sekretaris pribadinya, karena dengan seperti ini mereka akan berakhir menikah, tidak perlu pacaran lama lama lagi.


Drrtttt…..! Drrtttt!


Alarm Ares berbunyi menandakan sudah waktunya untuk dia bangun dari bathub dan bersiap siap. Keluar kamar hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang. Dia menatap Cantika yang masih memejamkan mata di sana. perempuan itu terlihat sangat lucu. “Jangan mengintip ya,” ucap Ares dari kejauhan.


Dia ingin berpakaian sambil menatap Cantika yang terlelap. Kapan lagi dia bisa menikmati pemandangan wajah cantik itu bukan? “Haduh, kenapa kakinya menyangkut,” ucap Ares saat akan memakai celana Jeans. Dia menunduk melihat kakinya sendiri dan berdecak beberapa kali.


Ketika mendengar suara bergerak dari Cantika, Ares menoleh dan saat itu posisi kakinya menyangkut hingga… BRUK! Dia jatuh tengkurap dengan tubuh bagian atas yang belum memakai apapun langsung mengenai tembok.


Dan suara itu membuat Cantika bangun dan mendudukan dirinya.”Ares?” panggil dia mengedarkan pandangannya tanpa melihat ke bagian lantai dimana Ares sedang tengkurap bersembunyi dan tidak bergerak di sana. “Apa di kamar mandi ya?” gumam Cantika kemudian kembali berbaring dan memejamkan mata.


Sialan! Ares hanya memakai ****** *****, jeans ini belum menutupi seluruh tubuhnya dengan baik karena tersangkut. Baru juga dirinya hendak berdiri, Cantika kembali bergerak. Ares kembali mematung dalam posisinya yang setengah berdiri.


Selama satu menit melihat reaksi selanjutnya dari Cantika, sepertinya sosok itu kembali tidur. ares langsung berdiri dan melompat lompat layaknya makhlus halus bernama pocong menuju ke walk in closet untuk menghindari Cantika menatap tubuh telanjjangnya ini.

__ADS_1


“Sialan sekali, padahal aku ingin melihat wanita cantikku terlelap. Tapi celana ini malah membuatku tersangkut,” ucap Ares sambil marah marah sendiri. dia segera berdandan, takut Cantika lebih dulu membuka mata dan kondisinya belum tampan.


Ares bercermin dan berdecak, kemana wajah tampannya ini? kenapa rambut sialan ini menghalanginya? “Tampan tampan tampan, kau harus terlihat tampan,” ucapnya berulang kali.


***


cantika bangun dengan terengah engah, dia baru saja bermimpi mengerikan hingga membuatnya meneteskan air mata, berkeringat dan juga merasakan lelah. langsung mendudukan dirinya dan menatap kosong  tanpa arah.


Selama Ares sedang berdandan, Cantika berfikir keras, dia akan menyakiti dua orang sekaligus jika seperti ini. cantika tidak mau nantinya malah menghancurkan hati dua orang sekaligus. Jadi, ketika Ares keluar dari walk in closet dengan wajah yang rupawan, sudah tampan dan juga keren, Cantika langsung mengatakan, “Maaf.”


“Hah? Untuk apa?”


“Untuk aku yang menggantungmu, dengan hubungan kita yang tidak benar.”


“Aku akan memutuskan Galuh saat ini juga, ayok kita menikah saja. jangan ditunda tunda.”


Tahu ada yang salah dengan Cantika, Ares langsung menarik perempuan itu untuk duduk di pangkuannya dan dia peluk erat. Saat itu, Cantika meneteskan air matanya. “Aku takut kehilangan. Aku takut dibenci. Antara Galuh dan dirimu itu sangat sulit. Tapi aku akan memutuskan Galuh jika nanti dia pulang dari luar pulau lebih cepat. Ayo resmikan saja hubungan kita, jangan ditunda tunda. Statusku sekarang boleh jadi pacarmu.”


Ares penasaran apa yang membuat Cantika berfikir seperti ini. “Kenapa? apa yang membuatmu memutuskan hal ini?”


“Hiks… tadi aku bermimpi aku hamil, kemudian kau mati karena kelelahan bekerja juga karena tidak ada yang mengurusmu. Aku tidak mau hal itu terjadi, aku tidak mau anakku tidak punya ayah. Ayo menikah saja.”


Ares tertawa mendengarnya. “Yakin hanya karena itu?”

__ADS_1


Cantika mengangguk. “Aku juga masih memiliki sedikit perasaan terhadapmu.”


Pengakuan yang gila, Ares langsung melerai pelukan mereka dan menatap Cantika. “Kau berkata dengan sungguh sungguh?”


Cantika mengangguk dengan wajahnya yang sembab. “Iya, tidak semudah itu melupakanmu.”


Yang berhasil membuat Ares menyeringai, ternyata dirinya memiliki bakat seperti Daddy nya yang bisa merubah pikiran wanita hanya dalam satu malam lagi. “Aku tanya lagi, apa kau serius mau menikah denganku dan memutuskan Galuh?”


Cantika mengangguk. Dia meraih ponselnya. “Aku meanggung semua resikonya, aku akan mengatakan pada Galuh kalau hubungan aku dengannya tidak akan berhasil.”


Ketika Cantika mengetik, Ares menahannya hingga tatapan itu kembali bertemu. “Apa tidak apa? Hubunganmu dengan Galuh mungkin tidak akan baik setelah ini.”


“Tidak apa apa, asalkan hubunganku denganmu sudah baik baik saja sekarang. Kau akan menikahiku kan?"


“Tentu saja,” teriak Ares reflex hingga membuat Cantika kaget.


“Maka aku tidak akan menyesalinya. Dua bulan lagi lama, kalau aku hamil dan Galuh mendapati aku mengandung anakmu dan kembali bersamamu, dia akan terluka dua kali lipat.”


Benar, Ares menyukai tindakan Cantika saat ini. dia melihat dengan jelas bagaimana Cantika menuliskan kalimat; ‘Galuh, maaf aku harus mengatakan ini. hubungan kita tidak akan berhasil. Sungguh aku minta maaf, aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri kepada Ares. Aku tidak ingin menyakitimu terlalu dalam, kau berharga bagiku, kau sudah seperti kakak bagiku. Terima kasih untuk semuanya. Sekali lagi, aku minta maaf.’


Kemudian tanpa ragu, Cantika mengirimkannya pada Galuh. Setelahnya dia menatap Ares.


“Aku tidak akan membuatmu kecewa dengan keputusanmu. Terima kasih sudah memberikanku kesempatan kedua.” Menarik Cantika ke dalam dekapannya, membuat Cantika menghela napas dalam. Akhirnya dia terhindar dari konflik besar yang mungkin terjadi dua bulan yang akan datang jika dirinya menggantung dua pria tersebut.

__ADS_1


***


__ADS_2