STUCK WITH MY-EX

STUCK WITH MY-EX
Ganjil


__ADS_3

Ares tidur di kamar Cantika sesuai dengan izin dari sang kekasih. Entah keberuntungan atau memang Tuhan sedang berbaik hati padanya. Karena tepat sekali matanya terbuka sesuai keinginan Ares saat jam menunjukan pukul 2 dini hari. Karena Ares harus melakukan sesuatu yaitu mengerjakan pekerjaan yang harusnya dilakukan oleh Cantika. 


Mungkin Ares bisa menyuruh sang asisten pribadi nya. Namun Ares juga memiliki nurani karena pria itu sudah tua dan membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak. Sedangkan untuk meminta bantuan pada yang lainnya, Ares tidak bisa. Ini semua data rahasia, dia harus mengerjakannya sendiri. 


Sesekali melihat pada Cantika yang tidur dengan pulas. Dia ingin besok dirinya kembali jalan jalan bersama dengan sang kekasih tanpa memikirkan pekerjaan. "Pekerjaan sialan," Ucapnya mengumpat pada apa yang ada di hadapannya. 


Sekali lagi, Ares menarik napasnya dalam dan menggelengkan kepala. "Tidak boleh. Aku tidak boleh seperti ini. Semua ini untuk menghasilkan uang. Dan uang ini untuk menikahi Cantika nantinya." Seperti itu cara Ares menenangkan diri sendiri. 


Dia memaksa matanya tetap terbuka menatap layar laptop. Meskipun berulang kali menguap, Ares bahkan sampai memukul pipinya sendiri untuk tetap terjaga. 


"Hnghhh… "

__ADS_1


Mendengar Cantika yang bergerak gusar, Ares menghentikan gerakannya. Sadar kalau Cantika akan bangun, Ares segera menutup laptop dan bergegas naik ke atas ranjang untuk memeluk kembali sang kekasih. 


Itu berhasil membuat Cantika kembali terlelap. Namun jika sudah seperti ini, Ares sendiri malas untuk keluar dari zona nyamannya. Alhasil dia kembali tidur dengan nyenyak. 


Kali ini yang bangun lebih dulu adalah Cantika. Dia menatap Ares yang terlihat begitu tampan dalam tidurnya. Tidak ada mulut terbuka atau apapun itu yang membuat Cantika merasa ilfeel. "Tampan sekali," Ucapnya tanpa suara karena khawatir Ares akan menyahut. Well, Cantika tau bagaimana karakter pria ini yang bisa saja terbangun dan membuatnya kaget sendiri. 


"Ah, lebih baik aku mandi duluan." Ketika beranjak dari atas ranjang, Cantika melihat laptop Ares di meja. Tunggu, apa pria ini bekerja semalam dan membuatnya lupa dengan tugas sebagai sekretaris? Tidak bisa Cantika biarkan, walaupun mereka sekarang sepasang kekasih, tentu saja tidak bisa mengabaikan pekerjaan


Cantika mandi dengan cepat karenanya, berpakaian di kamar mandi dan saat keluar dia sudah melihat Ares yang terbangun dimana pria itu sedang duduk bersandar pada kepala ranjang sambil mengucek matanya. 


"Iya? Aku baru saja selesai mandi"

__ADS_1


"Ya ampun aku lupa kita akan pergi hari ini. Sebentar, aku mandi dulu."


Tangan Ares ditahan ketika hendak pergi menuju ke kamarnya. 


"Kenapa? Aku tau kau merindukanku dan ingin memelukku lagi bukan? Sabar ya, kita akan segera kembali ke Indonesia dan mendapatkan restu."


"Bukan itu." Cantika berdehem. "Kau jangan bekerja sendirian. Aku di sini bertugas sebagai sekretaris mu. Jangan mengerjakannya sendiri. Limpahkan padaku yang memang seharusnya aku kerjakan."


Sudah Ares duga kalau Cantika akan mencurigai hal itu. "Tidak aku semalam hanya memeriksa saja. Tidak mengerjakan apapun. Jangan khawatir ya. Aku akan mandi dulu sebelum kita jalan jalan. Oke?"


Segera meninggalkan Cantika sebelum perempuan itu kembali mengajukan pertanyaan yang lain. 

__ADS_1


Helaan napas keluar dari mulut Cantika. Sampai akhirnya dia mendapatkan telpon dari… . Galuh? Pria itu tidak menjawab pesannya, hanya membacanya dan sekarang tiba tiba menelponnya? Apa yang harus Cantika lakukan sekarang? 


***


__ADS_2