
Kemudian mama seli bangun.
"Mama sudah bangun?
Tanya diana
"Iya ... .eh mama kok lama ya tidurnya ....diana kamu sudah makan belum? " tanya mama seli
"belum mah, mama juga belum kan? nih, ma. makan siangnya barusan datang, mama biar diana suapin ya" Diana mendekat ke bu seli, lalu duduk.
"mama sudah mendingan nak, mama sudah kuat makan sendiri terima kasih ya...
Kamu beli makan gih...
Dika di mana".?
"Dika lagi tidur mah." jawab diana
"di bangunin aja."Seru mama seli sambil membuka makan siangnya.
"baik mah." jawab Diana lalu mendekat ke suaminya.
"Dika bangun kamu."
mama seli memanggil dari ranjang dan melanjutkan bicaranya.
"kamu disini bukannya jagain mama, malah enakan tidur." bu seli sedikit kesal.
"Biar saya aja mah, yang beli makannya." ujar diana
"barengan aja sama Dika, terus makan di sananya aja, jangan di bungkus, enakan juga makan di sananya." Seru mama seli
"Mama berisik banget sih." ucap dika Yang masih ngantuk
"Dasar kamu itu,! cepetan bangun...kasihan istri kamunya tu takut kelaperan.." Sahut mama seli, suaranya sedikit meninggi
"Iya ..ini sudah bangun mah" dika masih duduk.
"Kamu dan Diana cari makan dulu sana, di kantin rumah sakit juga ada." Seru mama seli.
"Biar Dika sendiri aja mah...Diana nggak usah ikut ..kan, biar Diana nungguin mama di sini" ujarnya
"Ga usah...mamah sudah enakan badannya...nggak di tungguin sebentar mah nggak apa-apa kok.." mama seli, yang sebenarnya emang sengaja, agar mereka berduaan dan agar mereka cepat saling jatuh cinta, menurutnya diana emang menantu idaman.
"Ya sudah deh...saya mau cuci muka dulu...kamu keluar duluan aja, nanti saya nyusul "seru Dika, menyuruh diana duluan.
" iya.....mah diana keluar dulu yah"...ucap diana sambil berjalan menuju keluar..
"Iya Nak..hati-hati ya"
10 menit kemudian
Dika keluar kamar mandi...
" buruan dika ....kasihan istri kamu sudah lama nungguinnya tuh"seru mama seli
"Iya mah"...jawab dika,
Menuju keluar terus Menutup pintu..
semntara Diana yang kesal menunggu..
" kenapa kamu lama banget? , katanya cuma cuci muka aja..."tanyanya merasa kesal
"habis buang air besar, lagian kenapa kamu ga langsung ke kantin aja !"Dika nyolot
"Kan, saya ga tau kantinnya" jawab diana
"Kan, tinggal tanya. " seru dika
"males mau nannya-nya ...udah ah ga usah di bahas..hayo cepetan." diana sambil menekan tombol lift
kemudian pintu lift terbuka, di dalam lift ternyata banyak orang Sehingga berdesakan.
Diana duluan yang masuk...tadinya di samping diana itu cewe, cewenya pindah liat dika masuk...lalu cewe itu pindah di dekat dika yang menurut cewe itu,dika ganteng banget...
dan diana berdiri sebelahan dengan cowo, dan cowo itu matanya melirik ke diana terus, yang kata cowo itu.."cewe ini cantik banget" lalu dika memperhatikan cowo itu, dan langsung bilang
"Permisi ..maaf mas, bisa geser sedikit ,agar saya bisa deket dengan istri saya" ucap dika menjelaskan...sambil bergeser agar bisa di samping diana...
Cowo itu pindah di dekat cewe tadi..
Dan orang-orang di dalam lift memperhatikan mereka.
"Apa ...?mereka suami istri ? kiraen ne cowo masih single, tapi kok kenapa istrinya dewasa ya? gumam cewe di dalam lift tadi, sambil melihat tajam ke arah diana..
Dika yang melihat Diana nggak nyaman. makanya dika pindah di Deket diana dan dika mulai perhatian terhadap istrinya itu.
Diana yang merasa lega, karena suami bocahnya itu berada di dekat dirinya.
Liftanya bunyi untuk keluar dan pintunya terbuka...
kemudian mereka mengantri di belakang.
Akhirnya mereka keluar lalu menuju kantin..
Diana yang jalannya di belakang Dika.
"Kamu kalo jalan lama banget sih...sudah siang ini...kasihan mama sendirian."ucap Dika dingin
" iya....terima kasih ya untuk yang tadi." ucap diana berterimakasih untuk kejadian di dalam lift.
"Emang tadi kenapa" jawab dika yang bingung.
"kok malah ga paham sih".grutu Diana di hati.
__ADS_1
"Ya sudah lupain aja"
Diana merasa senang, karena menurutnya Suami bocahnya menyalamatkanya dari tatapan cowo tadi di dalam lift..
Kemudian mereka sampai di kantin, lalu mereka duduk dan pelayan kantin menghampiri..
"Maaf mba, ini daftar menunya" ucap pelayan kantin sembari meletakan daftar menunya di meja Dika dan Diana yang sedang duduk.
"Mba saya mau pesen pecel ayam aja ya..ayamnya di goreng yang paha." ucap diana memesan
"Baik mba.....Kalo adik mbanya pesen apa?" Tanya pelayan yang mengira Dika itu adiknya diana
" iiih kok adiknya sih...apa saya kelihatan tua banget ya.? Gumam diana di hati
"Saya suaminya mba, bukan adiknya, samain aja pesanan nya" Dika tersenyum
Sedangkan Diana merasa minder karna Dika itu di kira adiknya
"o.iya, minumnya Air putih dingin aja ya mba."pinta Diana
"Baik, mba." jawab pelayan kantin merasa ngga enak kepada diana, yang sudah salah kira.
Makanan datang..
Diana dan Dika menyantapnya...
Diana yang lagi makan tiba-tiba, bagian perut bawah sakit...
"Iiih kok perut saya sakit sih, kaya mau menstruasi.
Haduh gimana ini"
Gumam diana di hati
Dika memperhatikan diana tapi gengsi mau nanya nya.
"makannya di bungkus aja ah" diana menahan sakit
"Jangan ah malu...ini kan sudah di makan, pesen lagi aja yang baru" ucap dika melanjutkan makannya
"ini kan masih banyak, ga papa ah di bungkus aja ,ga boleh mubazir tau " seru diana, lalu memanggil petugas kantin....
"Ya sudah, terserah kamu saja." dika yang sebenarnya merasa malu
lalu pelayan kantin menghampiri meja dika dan diana
"Maaf mba, Saya ga habis makannya ga apa-apa kan, kalo di bungkus?" tanya diana menyodorkan sisa makanannya
.
"Baik mba, sini biar saya bungkusin" pelayan mengambilnya.
"Tambahin ayamnya ya mba 1" pinta diana
"baik mba. " jawab pelayan bergegas menuju dapur kantin.
"saya pengen ke kamar mandi dulu ya."diana yang mau mengecek apa dia beneran menstruasi.
" iya sana.. jangan lama-lama" jawab Dika yang tinggal sedikit makannya
"iya." Diana bangun bergegas menuju toilet
kemudian dika sudah menghabiskan makannya. lalu membayar dan menunggu bungkusan peseanan Diana.
.
Dika melihat diana
Berjalan menuju toilet.dan melihat Naufal yang mengikuti diana ..
Naufal di rumah sakit habis jenguk ponakannya, dan kebetulan lihat Diana...lalu naufal mengikuti diana...
" bukanya itu Naufal..kok dia mengikuti diana" gumam dika di hati..
Dika pengen cepet-cepet membayar, ingin segera menyusul naufal dan diana
"mba cepetan !"Dika berdiri di depan kasir
"iya mas,nih bungkusannya" kasir memberikan bungkusan sisa nasi Diana.
"Semuanya berapa mba" tanya dika pingin cepat-cepat
"150ribu."..jawab kasir
"nih uangnya mba" ucap dika lalu langsung membayar 200ribu...dan dika langsung pergi..
"mas, tunggu. ini kembaliannya" Kasir memanggil Dika yang sudah jauh dari hadapannya
"Ga usah mba" teriak Dika dari jauhan juga.
Dika langsung cepet-cepet mengikuti naufal yang lagi mengikuti diana...
Kemudian diana sampai di toliet, yang sebelahnya toilet laki-laki...
Naufal menunggu diana di luar sementara dika melihat naufal dari kejauhan...
Di dalam toilet..
Diana mau ngecek apa dia menstuasi
"Haduh perut sya sakit banget sih" diana sambil liat CDnya..
"haduh ternyata iya saya haid...mana saya ga bawa baju ganti, terus ga bawa pembalut... Gimana ini, semoga jangan deres dulu haidnya Aamiin." diana ngomong sendiri di dalam toilet, Terus ke wastafel sembari bercermin membetulkan hijabnya..
Dan diana keluar ..
__ADS_1
Lalu naufal menarik Lengan diana
"diana kamu lagi ngapain di sini...siapa yang sakit...?" tanya naufal menyelidik
"Mas naufal lepasin tangan saya" diana merasa ngga nyaman tangannya di pegang Laki-laki yang bukan mahrom.
"Oh. iya maaf "ucap Naufal yang melepaskan tangan diana..
" Diana maafin mas ya sudah membatalkan pernikahan kita." ucap naufal memohon
"Ga papa mas naufal, ya sudah saya duluan ya mas" Jawab diana
"Diana tunggu, saya kangen sama kamu...sebenarnya saya ga mau pernikahan kita batal, tapi orang tua saya, yang pengen kita batal nikah. karena kamu tidur bersama cowo itu, terus saya juga percaya kalo kamu ga ngapain-pain sama cowo itu, tapi orang tua saya susah di jelasinnya .....gimana kalo kita menikah secara sembunyi aja yuk Diana." ucap naufal memohon agar Diana mau menikah dengannya lagi.
Dika yang liat dari kejauhan ..
"ngapain tu cowo megang tangan istri saya...ga beres ini" ucap dika ,jalan menuju naufal dan diana..
"Diana sudah selesai ke tolilet nya..hayuk kita shalat dulu sudah adzan...kasihan mama juga sedang nunggu kita" Dika yang mimik mukanya sulit di artikan.
"Kamu ngapain ngajak diana shalat bersama." Naufal kaget melihat Dika...
"kamu beneran pacaran sama Diana,terus waktu kamu tidur bersama itu berati saling menyukai?" tanya naufal matanya mendelik.
"Diana itu istri saya, waktu kamu membatalin pernikahan kamu itu...Diana nikah sama saya."jawab dika yang tanpa rasa bersalah.
"Kurang ajar kamu.!..itu semua gara-gara kamu !"suara Naufal meninggi
"Diana kamu tega ya, ngehianatin saya.saya sudah percaya sama kamu, dan pengen balikan sama kamu, ingin melanjutkan nikah sama kamu ..kenapa kamu tega menghianati saya?....kamu tuh berhijab lebar, kenapa kelakuan kamu kaya gitu !"Naufal Masih suaranya meninggi ..emosi berat..
"maaf mas Naufal, ini semua ga seperti yang mas katakan"
"Sudah diana ,ayo kita pergi, cepetan ..! mama sudah nungguin "Seru dika di sebelah Diana.
"Kurang ngajar !, saya belum selesai bicara.!" langsung, melayangkan tinjunya ke muka dika...
.
Lalu dika membalas pukulan Naufal kemudian mereka berkelahi
"mas naufal hentikan !" Diana sangat gelisah melihat mereka berantem.
lalu diana mencari bantuan agar mereka berhenti berkelahi..
Diana melihat pak satpam, yang sedang keliling lalu diana menghampiri.
"Pak tolong di sana ada yang berkelahi" Diana meminta tolong
"di mana neng?" tanya pak satpam
"di depan toliet pak." jawab diana
Pak satpam dan diana menuju toilet
"hentikan..!" pak satpam langsung menarik tangan Dika...dan ada satu orang lagi penonton yang menolong megangin Naufal.
"ini rumah sakit..kenapa kalian berkelahi di sini! "pak satpam meninggi suaranya..
" maaf pak, dia duluan yang mukul saya."ucap dika yang sedikit memar
"kalian, mau di laporin ke polisi karena membuat kegaduhan di rumah sakit ini." ucap pak satpam
"jangan, pak." ucap Naufal dan dika
"Iya pak jangan..kasihan pak ..ibunya sekarang lagi sakit takut tambah drop kalo anaknya masuk Penjara" Diana merasa kahwatir
"Ya sudah, sekarang kalian saling bermaafan,jangan lagi-lagi kamu berantem dimana pun berada...apa lagi di rumah sakit."pak satpam memasehati mereka.
Dika dan Naufal pun bersalaman, dan bermaafan.
"Terimakasih pak"ucap Diana..kepada pak satpam..
"Iya neng" Jawab pak satpam
diana dan dika meninggalkan naufal...
Naufal yang masih kesal...
"Awas aja kamu dika ..saya akan membuat perhitungan sama kamu....diana kamu juga.. ..tega banget kamu sama saya. .saya akan bales semua penghianatan kamu." grutu naufal ngomong sendiri...
pukul 12:00 waktunya shalat dzuhur
"Dika kamu ga papa...?tanya diana..
"Kamu ga liat..ini biibir saya berdarah" jawab dika
"ya Allah iya berdarah....ya sudah nanti di obatin ya, saya mau cari es batu dulu "Diana melihat suaminya
Mereka berjalan menuju mushola..
kemudian sampai..
" tidak usah..kita shalat dulu aja" ujarnya
"ngga papa, saya lagi ga shalat"
Diana sambil menahan sakit perutnya...dika memperhatikan diana megang perut, masih gengsi mau menanyakannya
"Oh kamu lagi ga shalat?...ya sudah kamu tunggu di sini dulu"
"Diana kenapa sih,dari tadi megangin perut mulu." gumam Dika di hati
Dika mengambil air wudhu lalu shalat.
Bersambung
__ADS_1
minta komennya ya.
terima kasih