
Mereka bergegas menuju rumah sakit, Dika mengendarai sepeda motor sportnya
"ini helemnya" Dika menyodorkan helmnya
"kok susah banget sih di pakainya" Diana susah masukin ceplikan yang di helmnya.
"tinggal gini doang kok nggak bisa sih" Dika yang memakaikan helmnya
"terima kasih. "ucap Diana
"iya" jawab dika lalu melajukan motornya
Dan lia sedang melihat dari luar pagar rumah Dika, rumah lia tidak jauh dari rumah dika cuma beda RT aja.
"mereka sok romantis amat sih, menyebalkan,saya ngga rela kamu perhatian ke cewe itu."grutu Lia yang menahan cemburu
Dika melajukan motornya dengan mengebut.
"Dika kalo bawa motor jangan ngebut-ngebut dong. bahaya tau" Diana sambil pegangan erat memeluk Dika.
"kan, biar nyampenya cepat." jawab Dika
"kamu sengaja ya, biar saya peluk kamu, kan.? " Diana melepaskan pelukannya.
"sudah jangan rewel,cepatan pegangan." Dika sambil tersenyum senang karna Diana memeluknya
"entah kenapa aku menjadi seneng banget sejak kenal kamu. apa aku sudah mencintaimu" batin dika, Dika bingung dengan perasaannya
dan akhirnya merekapun
sampai Di rumah sakit, sedangkan lia sedang mengikutinya dari belakang naik taksi online.
mereka menaiki lift.
kebetulan, liftnya lagi sepi.
"Dika tunggu..!"Lila memanggil lalu Lia masuk lift bersama mereka.
"Lia, kamu ngapain di sini?" tanya Dika
"aku ingin jenguk mama kamulah." jawab Lia sambil melihat tajam Diana.
"oh.. jadi ini istri Dika، Cantik sih, tapi kok dewasa ya. " Lia ngomong di hati melihat Diana tajam dari kepala sampai kaki.
"kenapa ni cewe liatin saya,kaya gitu banget, kaya punya dendam aja sama saya, apa dia cewenya Dika?" Diana ngomong dalam hati dan mulai khawatir.
"oh, jadi kamu tadi ngikutin saya !" tanya Dika
"iya, terus aku juga penasaran sama istri kamu، kenalin dong istrinya. "
teng
bunyi lift berhenti pintu lift terbuka, lalu mereka keluar dan berdiri di samping lift.
"ya kenalan aja sendiri, itu di hadapan kamu." seru dika
"iiihh... Dika kamu gitu banget sih" Lia dengan nada manja
"kenalin mba, saya Lia, orang yang dicintai Dika." Lia mengajak lia berjabat tangan.
"oh gitu.. saya Diana istrinya Dika." Jawab diana dan mereka berjabat tangan.
"aku tau, kalian menikah karna di paksa sama warga dan pak RT kan?, dan itu semua idenya kamu kan, biar bisa nikah sama dika."ucap lia ketus menuduh Diana.
"kamu jangan ngomong sembarangan ya." jawab Diana, nggak terima dengan tuduhan Lia tersebut.
"tapi bener kan.? nggak mungkin Dika suka sama cewe yang sudah dewasa kaya mba." Lia dengan ketusnyaa menuduh Diana lagi.
"kamu di sini mau ngejenguk apa mau ribut?! " tanya Dika matanya membelalak ke arah Lia
"Dika beneran kan, kamu tidak menyukai mba ini,? kamu tu sukanya sama aku, kamu yang bilang sendiri waktu kamu nembak aku, pokoknya aku akan buat kalian pisah Ncamkan itu !" lia emosi terbakar cemburu .
"cukup lia, kamu itu cuma masa lalu aku, jadi kamu jangan terlalu berharap aku seperti dulu" dika juga emosi.
"ayo diana, mama sudah nungguin kita." Dika menggandeng tangan Diana dan berjalan menuju ruangan inap mama Seli
"Dika tunggu, aku belum selesai bicara!." Lia suaranya meninggi memanggil Dika, dan orang sekitar rumah sakit terganggu dengannya.
"mba maaf ini rumah sakit jangan berisik." suster mengingatkan lia
__ADS_1
"iya suster.. aku minta maaf" Lia meminta maaf dan sambil masuk lift kembali tidak jadi menjenguk mama Dikanya.
"Dika kamu cepet banget sih ngelupain aku, padahal waktu itu kamu bilang tidak akan memduakan aku, kamu pembohong Dika" batin Lia dan nangis di dalam lift, lalu keluar.
Mereka sudah sampai di dalam ruangan inap mama seli.
"kalian, kenapa lama banget? " tanya surya
"iya maaf pa"jawab Dika
Diana dan dika, bersalaman dengan papa surya dan mama seli.
"mama sudah sehat?" tanya dika
"iya, Alhamdulillah sudah makin membaik, pengen pulang. mama kangen rumah pa. " jawab mama seli
"pah bilangin ke dokter gih pulangnya sekarang aja gitu, jangan besok. " pinta mama seli
"iya sudah, nanti papa bilang" jawab papa surya...
"sekarang aja pah bilangnya jangan nanti." mama seli memaksa
"kalo mama sekarang pengen pulang.. terus ngapain kita suruh ke sini pa." tanya Dika
"tadinya papa emang ada perlu, tapi mama kamunya yang pengen pulang mau gimana lagi, nanti mama kamu rewel kalo ngga di turutin" papa surya menuju keluar mau bilang ke dokter
"iih.. papa kenapa ngatain mama rewel, kaya anak bayi aja mamanya" mama seli sedikit kesal
"iya maaf mah" ucap papa surya membuka pintu dan keluar
."Dika tadi gimana sekolah kamu?" tanya mama seli
"ya ngga gimana-gimana ma, " jawab dika datar
"kamu ngga di keluarin kan? mama seli menyelidik
"ngga mah, soalnya kata pak kepala sekolahnya tanggung bentar lagi mau lulus, jadi di beri toleransi, tapi dika di beri peringatan, kalo berbuat yang tidak baik, nanti dikeluarkan katanya" dika menjelaskan
"syukurlah kalo gitu, semoga kamu lulus dapat nilai yang baik, Aamiin, ya sudah minta tolong rapihkan barang-barang mama, kan kita mau pulang "pinta mama
"Diana kamu bawa apa nak? tanya mam Seli
"bawa makan siang mah takut papa belum makan" jawab diana meletakan nya di meja
"mama apanya sih malah ngejelekin anaknya di depan menantunya itu" dika kesal
"emang beneran kok, sudah buruan cepetan beresinnya takut dokternya kesini duluan" seru mama seli
"Biar saya aja mah" Diana membantu suaminya
kemudian dokter datang
"ibu pengen pulang sekarang? ya sudah ngga papa bu.tapi harus tanda tangan dulu ya bu" ucap dokter
"baik dokter" jawab mama seli kemudian tanda tangan
kemudian mama seli pulang..
"pah katanya mau ada perlu"tanya mama
" nanti ajalah biar nganterin mama pulang dulu" jawab papa surya
"kalian duluan aja nak, kalian naik motor kan kesininya?mama seli sambil membantu diana merapihkan
"ngga papa ma kita bareng mama, mama naik kursi roda aja ya? soalnya kan jalannya jauh menuju lift dan parkirannya" ucap dika dan dika keluar meminjam kursi roda
skip aja ya
dan akhirnya mereka sampai rumah.
"ya sudah ma, papa mau berangkat dulu ya, skertaris papa sudah nungguin" pak surya pamitan
"iya pa hati-hati di jalannya " jawab mama seli...
diana lupa ada tugas kuliah dan laptopnya masih di rumahnya...
"diana makalahnya sudah selesai belum" pesan wa dari teman diana namanya Santi
"astaghfirullah saya lupa belum tak kerjain" balas diana
__ADS_1
"weh.. mentang-mentang mau menikah jadi lupa.. cie-cie yang bentar lagi mau jadi pengantin baru" balas santi ngeledek diana, santi belum tau kalo diana batal nikah dengan naufal dan malah menikah dengab bocah karna menikahnya mendadak jadi Diana belum sempat cerita
"aku tuh sudah nikah tau, tapi bukan sama mas naufal, tapi sama orang yang belun saya kenal udah mah masih bocah lagi! " diana ngomong di hati
"saya ngga jadi nikah sama mas Naufal San" balas diana
"kenapa? kok bisa" balas santi terkejut
"ceritanya panjang nanti saya ceritainnya ya" balas diana
Dika memperhatikan Diana sibuk dengan ponselnya
"Diana lagi chatan sama siapa sih serius banget?" grutu dika di hati
"mah diana mau izin pulang dulu ya, mau ngambil laptop di kamar. Diana mau bikin makalah barusan teman ngechat diana"
"Dika anterin gih istri kamunya" pinta mama seli
"sama pak supir aja sih mah" Jawab Dika
yang sebenarnya emang pengen anterin diana tapi gengsinya gede
"pak supir kan nganter papa , lagian kamu jadi suami kaya gitu banget, Diana itu tanggung jawab kamu, ya kalo kemana-kemana kamu yang anter " mama seli sedikit kesal
"iya mah, " jawab dika
"mah diana sekalian mau bawa koper buat bawa baju ganti," ucap diana
"kalo gitu dika bawa mobil aja" ujar mama seli
"dika kan belum punya SIM mah," jawab dika
"biar diana sendiri aja ya mah naik taksi online" ujar diana
"ngga ..dika biar ikut sama kamu, biar nanti bawain koper kamu" seru mama seli.
"o.ya sudah mah kita berangkat ya"Dika dan Diana menuju keluar
"nitip salam buat orang tuamu nak" ucap mama seli ......
"iya mah" jawab diana
menuju keluar menunggu taksi
taksi online datang
dan dika ngga biasanya membukakan pintu mobil Dan duduk di sebelah diana
"tumben banget nih bocah ngebukakan pintu dan duduk di sebelah saya biasanya duduk di depan sama pak supir" gumam diana di hati
"sudah siap" tanya pak supir
"sudah pak" jawab dika
"baik, jalan ya"ucap pak supir
"iya pak" jawab dika
diana yang sudah biasa tertidur kalo di perjalanan
"kebiasaan.. kamu itu kalo di jalan pasti tertidur " grutu dika di hati dan menyandarkan kepala diana yang tadinya di kaca di sandarkan ke bahunya
"maaf nak, kalian kaka adik kah? tanya pak supir yang melihat dari kaca
"kami suami istri pak" jawab dika
"oh maaf ya kiraen nak dika adiknya" pak supir salah kira
"ngga papa pa, emang kita beda usia jauh" jawab dika.
supir hanya tersenyum
Bersambung
^^^.....^^^
^^^,^^^
maaf banget cara nulis dan
__ADS_1
bahasanya kurang tepat
dan maaf kalo ceritanya datar ya masih pemula banget..