Suami Muda

Suami Muda
part 9


__ADS_3

Mereka pun sampai rumah sakit, dan sudah masuk di ruangan inap mama seli, setelah menaiki lift karna ruangan inap mama seli berada di lantai atas dan ruangan VIP..


"Assalamu'alaikum." ucap pak Fauzan, mengetuk pintu.


Wa'alaikumussalam" jawab pak surya membuka-kan pintu


Lalu, mereka saling bersalaman, sementara mama seli sedang di kamar mandi, dan pak surya mempersilakan keluarga diana untuk duduk dulu.


"Pah, mama mana?" tanya dika


"lagi di kamar mandi." jawab papa Surya ..


"silahkan duduk dulu pak, bu, dan diana." seru pak Surya


" Baik pa" Jawab bu Fauziah


Merekapun duduk, lalu mama seli keluar kamar mandi, dika langsung memeluk mamanya..


"Dika hati-hati itu infusannya takut lepas, biarkan mamamu berbaring dulu." ucap pak surya melihat Dika terkejut, lalu dika melepaskan pelukannya itu.


" ma'af mah, saya ngga liat ada infusan." dika, sedikit cemas sambil mengecek infusan takut beneran copot.


"Ah dasar kamu, baru datang sudah bikin ulah." ucap mama seli agak kesal..


"Maaf mah." ucap dika


Sembari menuntun mama Seli ke ranjang dan berbaring.


"Mah Dika minta maaf sudah buat mamah sakit, Dika janji, dika menjadi anak yang baik"dika memeluk mama seli lagi.


"Dika lepasin, mama engap nih" ucap mama seli.


"Astaghfirullah dika, kamu nggak boleh peluk mama kamu dulu" papa Surya melihat Dika risih memeluk mama Seli


"Maaf pah dika lupa, terus dika juga kangen sama mama." dika melepaskan pelukannya.


"kalo kamu nepatin janji kamu,baru mama ma'afin " kemudian mama Seli duduk


" iya mah, doain terus ya biar jadi anak yang baik" Dika duduk fi kursi dekat ranjang mama Seli.


"Iya mama doain kamu semoga kamu jadi anak yang baik dan menjadi suami yang baik buat diana, di dunia dan di akhirat"..


"Aamiin..." ucap papa surya sembari mengenalkan menantunya dan besannya.


"kenalin mah ini istrinya dika, mama sudah tau kan namanya,? dan di belakangnya bapa, sama ibunya "ucap pak surya..


" iya pah"jawab mama seli


Diana mendekat dan diana bersalaman mencium tangan kanan mama seli.


Mama seli menggengam tangan diana, dan meneteskan air matanya.


"Diana mama minta ma'af ya, gara-gara putra mama, pernikahan kamu jadi batal, dan maaf ya pak fauzan, dan ibu fauziah sudah membuat keluarga bapak malu" mama Seli masih menggenggam tangan diana dan matanya melihat ke orang tua diana.


"Ngga papa mah ,mungkin ini sudah takdirnya saya mah, dan mungkin mas naufal bukan jodoh saya" ucap diana yang tangannya masih di pegang mama seli.


"Iya ga papa bu..ibu jangan terlalu mikirin tentang itu ya, yang penting ibu sehat dulu" ucap bapak fauzan


Skip..


Jam menunjukan pukul 10:00 WIB orang tua diana pun pamit pulang,


"Pak surya dan bu seli kami pamit pulang ya, saya nitip diana ya pak" ucap bu fauziah


"Baik bu" saya seneng, sama diana, diana orangnya baik, cantik lagi, dika beruntung mendapatkan istri sperti Diana" pak surya melirik menantunya


"Beruntung apanya, ada-ada aja papa ngomongnya, yang ada ini tu ujian, bukan keberuntungan" gumam dika di hati yang belum begitu paham tentang ujian hidup .


Diana meluk bapa dan ibunya lalu mereka pamit pulang.


"Semoga bu seli cepet sembuh ya bu" ucap pak fauzan...


" Aamiin, hati-hati di jalan pak, bu" ucap diana.


Akhirnya mereka pun pulang.


Kemudian tiba- tiba Kriiiiing bunyi telepon.


Pah teleponnya bunyi nih" ucap mama seli


"Siapa mah yang telepon" tanya pak surya

__ADS_1


"Sekertaris" jawab mama seli.


"minta tolong ambilkan handphone papa." ucap pak surya diana yang ngambil teleponnya


"nih pah handphonednya" ucap diana sembari menyodorkan HP.


"Terimakasih ya diana" ucap pak surya


diana hanya tersenyum lalu dika lihatin diana yang tersenyum.


"Mba diana senyuman nya manis banget sih" dika ngomong sendiri di hati


"Kenapa tu bocah liatin saya" grutu diana di hatinya..


Pak surya yang sedang bicara di telepon


Skip ajalah


"Ma, papa ada meeting,


Mama sama dika, dan diana dulu ya" ujar pak surya


"Iya pah, jangan lupa makan, terus kerjanya jangan terlalu cape" seru mama seli


'Iya mah" jawab papa surya sambil cium tipis kening mama seli.


"pah,ada anak dan menantu itu" bu seli merasa malu.


"Ya ga papa dong, kan cuma cium kening doang" ucap pak surya.


"Ya sudah papa udah telat...


Daaah mah" pak surya menuju pintu dan keluar.


"Iya pah, hati-hati di jalan" ucap mama seli


Dika dan diana hanya senyum tipis melihat ciuman tadi...


Lalu bu seli memanggil diana, memecahkan keheningan, karna diana masih canggung dan bingung juga mau ngapain.


"Diana sini gih duduk di deket mama " pinta mama seli lalu diana mendekat dan duduk.


"27 tahun ma" jawab diana.


"ooh gitu, Masih kuliah kan ya..?


"Masih mah bentar lagi mau lulus, tinggal bikin skripsi aja" ucap diana


"Berarti lagi sibuk-sibuknya dong ya ?" tanya mama seli


"iyah mah, giliran sudah jadi skripsinya, dosennya tidak bisa ketemu, pas bisa ketemu, masih ada aja yang salah, jadi harus di perbaiki lagi" ucap diana


"Oh gitu..semoga cepet kelar ya sayang" ucap mama seli ...


"Aamiin terimakasih mah atas doanya" jawab diana


Lalu mama seli menanyakan tentang sekolah dika.


"Dika gimana sekolah kamu? Tanya mama seli


"Ngga tau mah, sejak dua hari yang lalu dika belum ngasih kabar, Biasanya kalo ada murid 3 hari tidak sekolah, maka orang tuanya di beri surat, paling nanti mama atau papa suruh datang ke sekolah" ucap dika kaya orang yang tidak punya salah...


"kamu sih suka buat gara-gara terus, makanya jadi ribet gini kan ! ? besok kamu sekolah dika" mama seli kesal


"Besok hari minggu mah...libur..." sahut dika


"o.iya ya mama lupa, berarti hari senin kamu harus sekolah" seru mama seli


" iya mah" jawab Dika datar


"Mama istirahat dulu gih, Mamah jangan terlalu berat mikirin tentang dikanya. mamah harus sembuh dulu" seru Dika


"gara-gara kamu sih dika,...bikin pusing mama, awas kamu kalo tidak berubah mama ga mau ma'afin kamu, kamu mau di coret dari kartu keluarga...? Ucap mama seli yang kesal...


"Jangan dong mah, iya iya...in syaa Allah dika berubah mah" ucap dika


"Ya sudah ah..mama ngantuk, Diana mama mau tidur dulu ya" ucap mama seli


"Iya ngga papa mah tidur aja" jawab diana


"Kamu juga istirhat dulu, terus kalo lapar, beli aja sama dika di kantin.." mama seli sembari merebahkan tubuhnya mau tidur

__ADS_1


" baik mah"jawab diana


mama seli pun tertidur


Dika yang sedang asik duduk di sofa sambil main game di HPnya mama seli, yang belum minta izin, soalnya sejak kejadian menimpanya HP dika ketinggalan di kamar rumahnya,


" ni bocah orang tuanya sedang sakit, malah enak-enakan main game" grutu diana di hati


"tolong geseran saya pengen duduk" diana yang sengaja menggangu dika, agar main gamenya berhenti


"ah kamu ganggu aja sih, kan di sebelah sana masih lebar itu" sahut Dika menunjuk di sebelah kanan


"Orang saya pengennya di sini,biar deket jendela" sahut diana ngeles.


"emang kamu mau ngapain liat jendela,? liat orang sakit gitu" tanya dika yang agak nyolot


"Suka -suka saya dong,


Sudah kamu jangan berisik ada mama lagi tidur" ucap diana yang juga nyolot.


Dika pun bergeser duduknya mersa terganggu main gamenya


Diana ketiduran di sofa yang tadinya sedang memandangin di luar jendela yang indah menurutnya soalnya rumah sakitnya bagus dan ruangan VIP yang matahari bisa di lihat dari jendela...


"Dasar tukang tidur, perasaan tadi waktu berangkat juga tidur di jalan, kok sekarang tidur lagi, hoam kok saya juga ngantuk ya," dika ngomong sendiri lirih sambil menguap.


melihat diana tertidur posisi duduk, dika merasa kasihan lalu dika duduk di sebelah diana dan kepala diana di senderkan ke bahu dika.


"Kamu cantik banget kalo lagi tidur, tapi kalo sudah bangun


juteknya kebangetan"


dika masih ngomong sendiri lirih dan dika pun juga tertidur


diana terkadang orangnya jutek kadang lembut.


mereka saling bersender bagaikan sepasang kekasih yang saling mencintai dan saling membutuhkan.


30 menit kemudian ...pukul setengah 12 siang


Diana bangun...diana terheran- heran.


"Kok saya bisa bersandar di bahu dika sih, ah ada-ada saja" diana Ngomong sendiri lirih sementara dika belum bangun, diana tidak langsung berdiri, takut dika kebangun.


"iihhh perut saya laper banget, mama juga seprtinya belum bangun, dan mama juga belum makan, apa tidak ada jadwal minum obat ya? coba ah saya liat dulu di mejanya" diana masih ngomong sendiri.


lalu diana berdiri, dika yang masih bersandar, kaget kebangun...


"ikh kamu ganggu saya tidur aja" ucap dika masih ngantuk


"iya maaf, lagian salah kamu ngapain kamu bersender di bahu saya? " tanya diana lalu berdiri


Dika hanya diam dan melnjutkan tidur siangnya....


"Dasar bocah...!"grutu diana di hati Sembari menuju meja liat obat


"kayaknya emang nggak ada jadwal minum obat untuk siang, adanya nanti malam" diana ngomong sendiri lirih


Tok-tok....


petugas rumah sakit mengetok pintu..


Diana membuka pintu...


Dan suster masuk.


"Maaf ibu ini makan siang pasien, tolong nanti suruh di habiskan ya makannya, agar darah pasien cepat stabil"


"emang beliau sakit apa sus?" Tanya diana


" beliau darahnya rendah" jawab suter Sambil menyodorkan makan siang mama seli ke diana


"oohh..Terimakasih suster" ucap diana...


"Sama-sama bu" suster bergegas keluar ruangaN


Lalu Susterpun keluar


bersambung


*tetap semangat*

__ADS_1


__ADS_2