
Riky semakin mendekati istrinya, dan Santi kelihatan sangat gugup.
"Riky mau apa? Apa dia minta haknya, tapi aku belum siap" gumam Santi menatap suaminyaya yang menurutnya begitu manis dan tampan sambil menelan salivanya.
Kemudian Rikypun mencium kening istrinya tersebut.
"Maaf, mba Santi, aku mau ngambil bantal, ya sudah biar aku yang tidur di bawah " Riky setelah mencium kening Santi lalu mengambil bantal lagi-lagi Santi tidak menolak ketika di cium.
"Selamat tidur mba, Semoga mimpi indah ya" Riky yang sudah berbaring di bawah.
"Nggak papa, kamu tidur di atas ini sebagai pembatasnya, aku nggak mau kamu sakit." ucap Santi membuat pembatas bantal tersebut.
"Beneran mba nggak papa,? kalo aku macam-macam gimana?" tanyanya sambil berdiri.
"Ya jangan lah. Ya sudah ah, aku udah ngantuk." jawab Santi lalu menarik selimut dan memunggungi suaminya, soalnya kalo berhadapan dengan suaminya jantungnya berdetak tidak karuan
"Mba Santi, kenapa aku di kasih pemandangan punggung gini, padahal, aku ingin sekali menatap wajah cantiknya itu." gumam Riky di hati.
Kemudian merekapun tidur.
ketika sudah pagi, Riky bangun terlebih dahulu dengan tangan Santi yang memeluknya.
Santi tidak sadar, karna emang Santi tidurnya suka banyak gerak bahasa medisnya hypnic jrek. Lalu Riky memandangi wajah cantik istrinya yang masih terlelap.
"Memandangmu kayak gini aja sudah membuatku senang, aku sangat mencintaimu mba Santi, semoga kamu cepet membalas cintaku ya." gumamnya di hati.
Kemudian Santi pun bangun. dia terkejut tangannya kenapa bisa memeluk Suaminya dan bantal pembatasnya bisa ada di kakinya, dan Riky pura-pura belum bangun.
"Iiiih, kenapa tanganku bisa memeluk dia sih, untung dia belum bangun, kalo udah, muka aku mau di taro dimana?" gumam Santi di hati lalu bangun.
Singkat cerita
Semuanya sudah pada bangun, mereka berkumpul di tepi kolam renang setelah sarapan, mau pada berenang dulu sebelum renang di laut.
"Sayang, ayo berenang." ajak Dika sambil tangannya bergandengan duduk sebelahan.
"Nggak ah, malu, soalnya kan, belum bisa renang, waktu belajar sama kamu itu belum bisa juga" jawab Diana
"Lagian juga malu, saya masih haid "bisik Diana ke suaminya
"Ya sudah, sayang, liatin saya renang aja ya." jawab Dika
kemudian Dianapun duduk di dekat ibunya dan mama mertuanya
"Diana, kamu nggak berenang Nak'? tanya mama Seli
"Nggak ma, saya lagi haid." jawab Diana
"Oh ..kirain mama kamu sudah hamil Nak?"
" belum ma, eh iya lupa niatnya pekan ini mau konsultasi ke Dokter kandungan, saya pengen promil" jawab Diana yang lupa ke dokter kandungan.
"Kamu jangan terlalu mikirin ya Nak, in Syaa Allah nanti juga di kasih, maaf ya, mama sudah tanya? " mama Seli merasa nggak enak takut Diana kepikiran tentang belum hamilnya.
"Iya ma, nggak papa."
__ADS_1
"Semoga kamu cepet hamil dan di mudahkan." ucap bu fauziah
"Aamiin, terima kasih bu" jawab Diana kemudian Diana duduknya pindah di tepi kolam bareng sama Santi
Zaki, pak Surya dan pak fauzan sudah berenang duluan, sementara yang perempuan hanya duduk-duduk saja melihat mereka berenang.
"Mba Santi, nggak renang?" tanya Riky
"Nggak, aku mau duduk aja sama Diana." jawab Santi
"Pak Dika, ayo kita lomba renang." ajak Riky pengen menujukan bakat berenangnya
"Oke...gimana kalo mereka juga di ajak." ujar Dika melihat ke arah papa, bapa mertua dan juga zaki, yang sedang mengobrol
"Nak, Zaki. Besok katanya mau ikut meeting?"tanya pak Surya duduk di sebelah kiri Zaki
Perusahaan yang Zaki kerja di dalamnya, ingin mengajukan kerja sama dengan perusahaan milik pak Surya dan perusahaannya milik papanya lila.
"Iya,pak." jawab Zaki
"Maaf ya, besok yang mewakili meetingnya Dika, soalnya bapak sudah ada janji duluan dengan klien " ucap papa Surya
"Baik, pak." jawab Zaki
"Papa, udah dong. ini lagi seneng-senang jangan bahas tentang perkerjaaan dulu." Seru mama Seli duduk di sebelah kanan pak Surya, bu Fauziah dan pak Fauzan tersenyum mendengar ucapan mama Seli.
"Iya, ma." jawab papa Surya
Dika dan Rikypun datang menghampiri mereka, mau mengajaknya lomba berenang.
"Apa?, lomba? Nggak ah, yang ada, papa kalah dari kalian, kan, papa sudah tua." jawab papa Surya
"Ah papa, kan biar seru." ujar Dika
"Nggak,..papa yang jadi juri nya aja kalian bertiga aja, Zaki kamu ikut ya, yang menang papa kasih hadiah uang deh, yang kalah harus menggendong istrinya, berhubung Zaki masih jomblo jadi menggendong ibunya"seru papa Surya
"Ah, papa nggak usah di sebut juga kali jomblo nya." ucap Dika melirik ke Zaki
"O.iya, maaf ya,Zaki."
"Nggak papa pak, kan, saya emang masih jomblo." jawab Zaki tersenyum
"iya itu pak, Zaki belum siap menikah" sambung pak Fauzan
"iya pa, nanti juga nikah kok." jawab Zaki
"Pa, mama juga dong mau di gendong sama papa." sahut Mama Seli menyimak mereka
"Hahaha. nah loh papa, mama pengen di gendong juga. ada-ada aja mama, ngga maluan sama besannya." Ledek Dika
"Tenang, nanti papa gendong." ucap papa Surya tersenyum
Singkat cerita
Merekapun lomba renang.
__ADS_1
Ketika lomba Riky yang seharusnya mau menang tiba-tiba kakinya keram, sehingga ia susah berenang hampir mau tenggelam.
"kok kamu Dika, Perasaan tadi Riky duluan." pak Surya bingung
"Eh iya, Riky mana?." imbuh Dika
Santi melihat di tengah-tengah kolam, Riky sedang meminta tolong.
"Dika itu Riky, tolong dia Dika." Santi terkejut, melihat suaminya di tengah kolam, sedang berusaha berenang kembali tetapi susah karna keram tersebut.
"Iya cepetan tolongin." seru Diana juga terkejut.
Lalu Dika dan Zakipun menolongnya, 5menit kemudian Dika berhasil menolong Riky, dan Riky pingsan.
"Riky, bangun Riky, Rik" Dika menekan-nekan dada Riky biar airnya keluar.
"Coba di beri nafas buatan." seru mama Seli.
Lalu Santi mendekati Suaminya
"Riky, bangun Riky." ucap Santi mengerak-gerakan tubuh Riky, Riky tidak bangun juga.
Lalu Santi memberi nafas buatan Sambil menekan dada Riky, Rikypun mengeluarkan air dari mulutnya.
setelah di beri nafas buatan, Riky Sudah sadar. mendengar dan tau yang ngasih nafas buatan isrinya Riky pura-pura belum sadar.
"Riky bangun ! " Santi menangis karena saking paniknya suaminya belum sadar juga
"Kok aneh sih, padahal sudah keluar airnya kenapa belum sadar juga, coba mba beri nafas buatan lagi" seru Dika
Pas mau di beri nafas buatan lagi Riky tertawa.
"Haha.. Mba Santi manis juga bibirnya, kaya gula." ucap Riky
"Riky, kamu, yang lain pada mengkhawatirkanmu, kamu malah pura-pura.!" Santi sedikit emosi
"Maaf, sudah membuat mba dan semuanya khawatir, tadi nggak pura-pura kok, pas sadar melek sedikit matanya, terus aku denger suara mba dan memberi nafas buatan, ya aku pura-pura, kan, biar mba menciumiku."
"Ah dasar, Sama istri aja pake modus, kan, tinggal cium aja istri kamu." Ucap Dika yang juga sedikit emosi
"Kamu nggak tau Dika, hubungan aku sama mba santi kaya gimana." gumam Riky di hati
"Iya juga sih, ya udah nanti aku cium ya mba, terima kasih loh sudah menyelamatakn aku" Riky melirik isrtinya
"Sudah....malah bahas ciuman lagi, Riky kamu ngga papa 'kan?." tanya pak Surya
"Nggak papa, pak." jawab Riky
Sementara Santi masih menangis
"Mba Santi,kenapa menangis,? aku nggak papa mba."tanya Riky
"aku takut kamu tadi tu meninggal, aku sebenarnya sudah mencintaimu, aku nggak mau kehilangan kamu" batin Santi
Bersambung
__ADS_1