Suami Muda

Suami Muda
Part 38


__ADS_3

Merekapun mandi bareng di kolam renang indoor .


"Sayang ayo cepetan turun lepas handuknya." ucap Dika yang setelah melompat dengan gaya bebas berenangnya


"Aduh...ngga ah...saya ngga pede banget, cuma make ginian." Diana hanya pake bra dan CD saja kalo Dika pake celana boxer


"Ngga papa, sayang, 'kan cuma saya doang yang liat. Ayo dong." Dika duduk di tepi kolam.


"Beneran ini kacanya hanya bisa di lihat dari dalam,? itu atapnya dari kaca kalo ada Drone yang lagi melintas, terus melihat kita gimana.?"Diana melihat atap


"Itu juga sama sayang, hanya bisa di lihat dari dalam." jawab Dika yang ngga sabar mengajari istrinya berenang


atap rumah Dika Skylight kaca Mirror glass jadi cocok Banget buat yang privasi rumahnya yang ngga mau di pandang orang asing.


"Lagian kamu kepikiran aja ada Drone segala. ada-ada saja." jawab Dika memegangi tangan Diana yang sudah turun di kolam renang.


Merekapun berenang bareng sesuai perencanaan Dika, ingin mandi bareng dengan istrinya dan mereka saling bercandaan dengan percikan air.


"Sayang, kamu pengen punya anak berapa?" tanya Dika duduk bareng di tepi kolam yang dangkal,


"Berapa aja terserah yang di atas ngasihnya."jawab Diana


"Ya sudah ayo kita bikin" Dika mulai pengen,**** melihat istrinya yang seksi


"Maksudnya bikin apa sih," Diana yang bingung


"Anak, sayang, kan, lagi ngomongin anak." Dika mulai mendekati Diana perlahan.


"Aduh, kamu ada-ada aja masa bikin anak di sini, yang ada nanti kotor kolam renangnya"


Dikapun semakin mendekat dan mencium b**ir istrinya


"Kalo kotor nanti di bersihin sayang, sayang I love you" Dika lanjut menciuminya


"Love You too" jawab Diana


Skip aja ya hubungan anu di kolam renangnya pokoknya mereka lagi bahagia.


merekapun selesai, sudah memakai pakaian, lalu Diana melihat ponselnya ada pesan dari Santi


"Ya Allah.. Santi dari tadi ngechat baru saya lihat." Diana terkejut melihat ponselnya


"Emang pesannya apa sayang." tanya Dika


"Santi minta tolong ke saya, minta tolong apa ya? Apa ada yang terjadi, semoga Santi nggak kenapa-kenapa"Diana merasa khawatir.


"Ya di balas aja sayang, minta tolong apa gitu?"


"Iya ini lagi di balas, Santi minta tolong apa?, maaf ya baru bales" Diana membalasnya setelah 2jam yang lalu Santi mengirim pesannya


Sementara Santi lagi bingung.


"Ya Allah aku harus gimana, aku tidak suka sama pemuda itu, tapi kalo aku batalin takut papa sakitnya kumat lagi." Santi gelisah lalu melihat balasan chat dari Diana


"Ngga papa, Diana, maaf ya. sebetulnya saya tu mau minta tolong bilangin ke suami kamu, Nasehatin Riky agar membatalkan menikahinya sayanya." balas Santi


"Serius?, Riky melamar kamu?" Balas Diana terkejut


"Iya, ceritanya panjang bulan depan rencana menikahnya mau tak batalin tapi, tau kan, papa punya penyakit, besok kita ketemu yuk, saya mau cerita, bisa nggak."balas Santi


" oke. mumpung masih libur, besok datang aja ke rumah saya."seru diana masih chatan


"Ya sudah, besok siang saya ke situ ya"


"Oke" balas Diana


Sementara Dika penasaran dengan chatan istrinya tersebut.


"Sayang, emang mba Santi kenapa?"tanya Dika sembari megang laptop, ingin memeriksa dokumen yang di kirim Riky lewat email.


"Kata Santi tolong nasehatin Riky agar membatalkan pernikahannya dengan Santi, satu bulan lagi mereka akan menikah, terus besok Santi mau ke sini mau cerita, ngga papa, kan? Santi ke sini?" jawab Diana menjelaskan dan minta izin temannya mau datang ke rumahnya

__ADS_1


"Ngga papa, sayang." jawab Dika


"Kok Riky tiba-tiba gitu ya apa jatuh cinta pandangan pertama?, saat ketemu semalam hemm ada-ada saja, ya sudah nanti saya coba tanya sama Riky kenapa dia ingin menikahi mba Santi." Dika yang bingung terhadap sahabatnya tersebut.


"O.iya tadi cuma masak nasi goreng, buat siangnya belum masak, saya mau masak dulu." Diana pun bergegas ingin keluar kamar.


"Sayang tunggu, sini mendekat." pinta Dika melihat istrinya mau membuka pintu


"Apa?" Diana mendekati suaminya, lalu suaminya menciumnya.


"Sayang, tolong bikinin kopi dulu ya..biar ngga ngantuk, banyak dokumen yang harus di periksa nih"Dika melepaskan ciumannya


"Baiklah, sama cemilan nya juga kan?." tanya Diana tersenyum mukanya merah. setelah bibirnya di cium Suaminya


"Nggak usah sayang. kan, nanti mau makan siang." Dika yang lagi melihat layar laptopnya


Singkat cerita


Santi datang ke rumah Diana, ingin curhat sudah masuk di dalam rumah Diana dan Dika, Santi melihat rumahnya tercengang karna yang begitu mewah dan rapih.


"Masyaa Allah... rumahnya bagus banget" gumam Santi yang sudah duduk di ruangan tamu


"Minum dulu gih, maaf ya cuma ada cemilan ini." Diana meletakkan Makanan yaitu brownies dan kripik kentang di meja.


Sementara Dika masih Di ruanangan kerja nya. belum masuk kantor, jadi memeriksa dokumen nya di rumahnya.


"Iya, maaf ya sudah ngerepotin" Santi lalu minum teh anget


"Ngga dong masa sama sahabat sendiri ngereotin, malah saya seneng kamu ke sini, jadi ada temannya." Diana duduk di samping Santi


"O.iya katanya mau ada yang di ceritain?" tanya Diana penasaran tentang Riky


Di skip aja ceritanya sudah ada di part 37


"Terus prasaan kamu ke Riky gimana" tanya Diana, Diana terkejut mendengar cerita Santi


" entahlah, rasanya saya pengen ngebatalin, tapi, kalo inget mukanya ngga tega." Santi bingung sama perasaannya


"Tapi, kan, Dia masih muda." Santi sedikit meragukan Riky karna masih muda.


"cinta mah ngga mandang umur, saya aja mengalir begitu aja mencintai suami saya. Pokoknya Sekarang saya sangat mencintainya."


"Hemmm...cie-cie..terus Sekarang gimana? apa sudah ada tanda-tanda dede bayi,?" tanya Santi


"Belum juga nih, nanti pengen promil ajalah soalnya emang Dika,meskipun masih muda tanya anak terus."jawab Diana


Sementara Riky Di kantor, menelpon Dika. bahwa ada berkas yang harus di tanda tanganin dan Dika masih fokus sama laptopnya.


Kriiiing...


Riky nelepon lalu Dika mengangkat nya.


"Halo pak, ini ada berkas yang harus di tanda tanganin." Ucap Riky


"Kamu bisa kesini ngga.?" jawab Dika


"Baik pak, saya akan segera ke sana"


Skip cerita


Riky nyampe di Rumah Dika, Santi belum pulang


Tok


Tok


Tok


"Assalamu'alaikum"Riky mengetuk pintu


Diana lagi di kamar mandi, lalu Santi yang membukakan pintunya.

__ADS_1


"Riky, kamu ngapain ke sini?" Santi terkejut


.


"Mba Santi, aku mau minta tanda tangan ke pak Dika, mba Santi lagi ngapain di sini?" Riky juga terkejut


"Ya aku lagi main."jawab Santi


" kebetulan sekali ya, aku kangen banget tau sama mba Santi."


Diana sudah keluar dari kamar mandi nya dan Dika juga turun ke lantai bawah,


"Prasaan tadi ada tamu."Ucap Diana menuju pintu depan


" mungkin Riky itu sayang, mau ada yang di tanda tanganin"Sahut Dika yang masih menuruni tangga


Mereka pun melihat ke depan.


"Ehem-ehem..kamu mau tanda tangan, apa mau pandang-pandangan?" Dika melihat Riky dan Santi lagi Saling tatapan


"Maaf pak, iya mau tanda tangan, ini pak yang harus di tanda tangani."


"Ya sudah sini masuk.ayo duduk dulu." ajak Dika


Merekapun duduk kembali


"Kebetulan sekali ya, ada mba Santi" ucap Dika lalu menandatangani berkasnya


"katanya kamu ngelamar mba Santi? Kalian serius mau menikah?" tanya Dika


"Iya." jawab Riky


"Ngga tau." jawab Santi


Mereka jawab bersamaan


"Saya lihat sih kalian cocok kok."ujar Dika


"Iya pak, emang kita cocok, makanya saya pengen banget cepet menikahinya." jawab Riky melirik Santi


"bagus dong kalo gitu, semoga lancar ya." ucap Dika


merekapun mengobrol bersama


Singkat cerita


sebelum pulang mereka di suruh makan siang dulu setelah makan Santi merapikan piring nya..


"Sudah.. San, biar saya aja yang ngerapihin."seru Diana


"ngga papa, Diana."


Santi tidak sengaja menyenggol gelas dan gelasnya jatuh pecah pas mau di beresin tangannya santi kena serpihan gelas.


"maaf Diana, gelasnya jadi pecah, aaw,"Santi kena serpihan kaca


Riky terkejut langsung mendekati Santi dan mengemut jari telunjuk Santi.


"Mba santi,hati-hati dong."


" iiih kamu kok megang-megang tangan saya sih!." Santi langsung melepaskan tangan Riky


"iya maaf, mba Santi ngga papa, kan.?"


" ngga papa"jawab Santi


singkat cerita


1 bulan kemudian merekapun menikah.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2