Suami Muda

Suami Muda
Part 47


__ADS_3

"Harusnya dia tu minta maaf, kok malah membahas tentang aku belum membalas cintanya. Lagian kalo dia bener-bener cinta sama aku, dia nggak akan membuatku menunggu lama. Setidaknya dia memberi aku kabar kalo pulang telat. ah, sudahlah ..menyebalkan banget sih." grutu Santi di hatinya.


Sementara Riky di kamar mandi, Santi menyiapkan makan malam, dan kebetulan.ia juga belum makan karna menunggu suaminya pulang.


Skip aja


Kembali Ke Dika yang sudah sampai di rumahnya


Dika juga memasang Sandi di pintu rumahnya, hanya mereka yang tahu Sandi nya.


Kemudian masuk kamar, dia melihat istrinya belum tidur, Diana sedang ngetik membuat Program harian mengajarnya.


"Sayang, kok belum tidur?" Dika membuka pintu kamar.


"Iya, lagi ngetik nih, sambil nungguin kamu pulang. " jawab Diana kemudian berhenti ngetik, karna suaminya sudah pulang dan mencium punggung tangan suaminya.


"Owh gitu, bukannya besok libur, kok ngetik sih?."Dika sambil melepaskan pakaiannya


"Iya, ngetik buat besoknya lagi."


"Oh gitu..Sayang besok jalan-jalan yuk," ajak Dika


"Bukannya sudah kemaren ke pantai" Diana sambil menyiapkan pakaian tidur Dika.


"Iya, kemaren kan, sama keluarga, kalo besok kita berdua aja"


"Oke, mau kemana kita?" tanyanya


"Ke gunung, kok kaya dora ya." Dika tersenyum


"Iya, ya.."Diana juga tersenyum


" gimana kita besok berkebun saja, di belakang rumah sama di halamn tanaman nya kurang banyak, saya pengen nanem buah-buahan pokoknya apa aja deh banyak."


"Tapi, kan belum punya bibit atau benih nya sayang,"Dika sambil pakai handuk mau membersihkan diri.


"Iya kita beli, nanti sambil jalan-jalan. terus sore nya kita tanam."


"Oke deh, saya mau ke kamar mandi dulu." Dika pun masuk kamar mandi


Kalo Riky sudah selesai membersihkan dirinya dan keluar dari kamar mandi.


Sedangkan Santi sudah selesai, menyiapkan makan malamnya.


"Riky, di depan, saya sudah siapkan, makannya, ayo makan.aku laper banget nih"ajak Santi berdiri di pintu


"Jam segini, kamu belum makan, tadi ngapain saja, kalo nanti kamu sakit magh gimana?" tanya Riky yang sedikit kesal


"Iih kenapa dia yang marah sih, harusnya kan, aku yang marah karna dia nggak ngasih kabar, gara-gara dia juga kan, aku telat makannya." grutu Santi di hati tidak menjawab pertanyaan suaminya lalu dia menuju dapur.


Makan dengan lahap kesal plus lapar, jadi dia makannya kaya orang nggak makan 1hari penuh.


"Menyebalkan" grutu Santi sambil menyantap makanannya sendiri


Lalu Riky ikut duduk di meja makan


"Mba Santi laper banget ya, kok makanya kaya orang kelaparan banget." Tanya nya memperhatikan istrinya makannya tidak seperti biasanya.


"Bukan urusan kamu, suka suka aku, makannya kaya gimana, kalo kamu nggak mau makan, sana masuk kamar, nggak usah lihatin aku makan" Santi sambil mengunyah, yang mulutnya terisi penuh


Uhuk


Uhuk.


Uhuk


Santi tersedak


"Ini mba Santi minum dulu." Riky menuangkan air ke gelas lalu memberikan nya ke istrinya yang tersedak tersebut.

__ADS_1


Lalu menepuk-nepuk punggung Santi agar tersedak nya reda


Santi yang sedang minum tumpah dan basah bajunya.


"Iiihh kamu, jadi basah kan, baju aku" ucap Santi yang sudah reda lalu santi melanjutkan minumya


"Kamu sih makannya buru-buru, makannya kalo makan biasa aja dong mba Santi"


Byurrr Santi menyemburkan minumnya ke baju suaminya karna tersedak lagi.


Soalnya pas minum santi menahan kesal dan ingin menjawab perkataan suaminya yang ngatain makannya buru-buru


."mba Santi apa-apan sih" .


"Mba, Mba terus sih kamu, aku tu buru-buru makannya karna emang aku laper banget, gara-gara nunggu kamu pulang, aku jadi kelaparan, sekarang jadi hilang selera makan ku karna kamu manggil aku, mba, mba terus dari tadi. aku istri kamu, bukan mbamu" Santi merasa geram


"Iya maaf, tadi aku emang sengaja nggak ngasih kamu kabar, karna aku ingin tahu perasaan kamu, apa kamu khawatir ngga gitu sama aku, aku ingin kamu membalas cintaku, aku sangat mencintaimu." Riky mendekati istrinya lalu memeluknya


Santi merasa nyaman di peluk suaminya, kesalnya pun jadi hilang.


"O.iya mba Santi,eh- maaf maksudnya Santi, katanya kamu istri aku, istri itu tidak boleh menolak ajakan suami kan," bisik Riky lalu mencium kening Santi


"Iya." jawab Santi lalu memeluk suaminya


"Aku mencintaimu Riky" Santi yang mukanya merah memberanikan diri mengungkapkan perasaannya, lalu melepaskan pelukan nya dan menuju kamar karna merasa malu.


"Santi tunggu, aku ingin dengar sekali lagi." Riky mengajarnya dari belakang dan megang tangannya lalu menggendongnya, menuju kamar dan meletakannya ke atas ranjang dengan pelan.


"Santi, apa kamu sudah siap, tanya Riky.?" yang semakin mendekati istrinya lalu menindihnya dan Santi hanya mengangguk, pasrah melihat suaminya yang akan...skip ajalah .


mereka sedang di mabuk asmara.


Kembali ke Zaki yang sudah sampai di rumah sakit bersama lila, lila terpaksa menerima perjodohan nya dengan Zaki, mereka sedang menunggu pak agus, dia ketiduran di luar sementara Lila di dalam..


Pagipun tiba Zaki berpamitan ingin pulang dulu.


Sementara Lila masih tertidur pulas di sofa


"Zaki terima kasih banyak ya, kamu sudah membawa Lila kembali dan bapak bersyukur akhirnya Lila mau menikah dengan kamu, semoga Lila menjadi istri yang baik ya buat kamu" ucap pak Agus merasa Lega


"Aamiin, terima kasih pak.atas doanya"


Zakipun pulang karna rumah sakitnya dekat dengan rumah kakaknya.


Zaki mampir ke rumah kakanya 10 menit kemudian sampai di rumah kakanya lalu zaki menekan bel.


"Tumben, masih pagi gini ada tamu." gumam Diana yang sedang di dapur menyiapkan sarapan


Sedangkan Dika sedang membantu Memetik sayuran.


"Sayang, sepertinya ada tamu, biar aku yang buka kan pintunya." ucap Dika lalu meletakan sayurannya menuju ruang depan


"Iya." jawab Diana


Klek, Dika membuka pintu.


"Assalamua'alaikum" ucap Zaki


"Wa'alaikumussalam, tumben banget kamu ke sini." tanya Dika terkejut melihat adik iparnya datang pagi-pagi....


"Ayo silahkan masuk" imbuhnya


"Iya, saya habis ke rumah sakit, ka." jawab Zaki


"Apa, kerumah sakit, siapa yang sakit, apa. Bapa sakit?" Dika tambah terkejut.


Diana juga terkejut mendengar percakapan mereka lalu Diana mematikan kompornya menuju ruang depan


"Iya, Zaki siapa yang sakit" tanya diana

__ADS_1


"Bos aku ka, pak agus, kena serangan jantung gara-gara Lila pergi. aku kesini mau numpang mandi nih, mana kamar mandinya?" Zaki yang matanya mencari kamar mandi.


"Oh gitu, terus sekarang gimana keadaannya, kamar mandi di sebelah sana" tanya Dika sambil menunjuk ke arah kiri


"Alhamdulillah sudah sadar, siang ini juga sudah boleh pulang, sudah ah, tanya-tanyanya nanti aja, aku gerah banget nih" jawab Zaki kemudian .


10 menit kemudian Mandinya pun selesai


Zaki duduk di meja makan, setelah memakai pakainan meminjam ke kaka iparnya.


"Weh.. kaka tau aja, aku emang sedang laper banget." ucap Zaki melirk meja makan yang banyaak makanan


"Iya, silahkan di makan Zaki"seru Dika yang juga sedang duduk.


"Iya ka," Zaki langsung menyomot gorengan hangat


"Ih, Zaki kamu, emang semangat kalo di suruh makan, sudah baca doa belum?" ucap Diana


"Sudah, dong ka." jawab Zaki


"O.iya kak, bulan depan saya akan menikah" ucap Zaki setelah menelan makanannya.


"Apa? menikah?" Diana kaget mendengar adiknya tiba-tiba memberitahukan dirinya mau menikah


"Iya, kak," jawab Zaki lalu melanjutkan sarapan nya


"Cie-cie, dengan siapa Zaki?" tanya Dika yang juga terkejut


"Dengan mantan nya kak Dika" jawab Zaki yang kaceplosan yang di kira Lila mantan nya Dika


"Apa, mantan saya, siapa?" Dika bingung


"Lia." tanya Diana juga bingung


"Bukan, putrinya pak agus, Lila, itu loh, yang kemaren meluk ka Dika." lagi lagi Zaki kaceplosan


"Ihh zaki, kenapa pake di jelasin segala sih tentang itunya, kalo Diana salah paham gimana." grutu Dika di hati.


Sementara Diana memanyunkan bibirnya melirik ke Suaminya


"Apa,? cewe itu memeluk suami saya, Dika, kenapa kamu mau di peluk sama cewe itu?" Diana cemberut


"Enak aja, siapa yang mau di peluk, orang Lila nya datang-datang langsung meluk, saya aja kaget waktu dia peluk saya tiba-tiba"


"Nggak ada alesan, harusnya kamu menghindar." Diana sedikit kesal


"Kaka, ka Dika nggak salah ka, si Lila emang cewe aneh, maaf ya ka Dika, aku kaceplosan." Zaki merasa tidak enak hati terhadap kaka iparnya


"Kamu, kalo zaki nggak cerita mungkin kamu nggak bilang, kalo kamu di peluk sama cewe lain." Diana masih kesal


"Ya maaf deh, saya lupa sayang." jawab Dika gemas melihat istrinya yang sedang cemburu


"Zaki, kamu beneran mau menikah sama Lila?" tanya Dika


"Kenapa, kamu cemburu?." sambung Diana padahal dirinya yang sedang cemburu


"Ya nggak dong sayang, malah saya senang, semoga saja dia bisa melupakan saya."


"iihh. Pede banget sih kamu, mentang-mentang banyak yang suka."


"Sayang kamu masih cemburu?"Dika melirik istrinya


"ah kaka kekanakan banget sih," Sambung Zaki.


"Sebenarnya saya nggak yakin, apa lagi dia masih suka sama ka Dika, terus dia juga nggak mau sih di jodohin sama aku, makanya dia kabur, dan jantung pak Agus jadi kambuh" .Zaki menceritakan kejadian semalam


singkat cerita


1 bulan kemudian merekapun menikah dengan saling terpaksa dan tidak saling mencintai.

__ADS_1


__ADS_2