
Sesampai di rumah, Dika dan Diana kebasahan dan mereka menuju kamar.
"ya Allah kalian habis hujan- hujanan?" tanya mama seli terkejut yang habis membuka kan pintu
"Iya mah tadi di jalan hujan deras banget" jawab diana
"Ya sudah sana ganti baju, takit masuk angin nanti" seru mama seli
"iya mah" jawab diana menuju kamar
Karena bajunya basah jadi lantainya juga ikut basah, diana orangnya sedikit ceroboh dia terpeleset lalu dika yang di belakang diana langsung gerakannya cepat menangkap istrinya itu.
"Diana hati-hati dong" dika memegang tubuh diana
"Terima kasih sudah menolongku" ucap diana yang detak jantungnya ngga beraturan
Dan mama seli melihat diana mau jatuh
"Diana kamu ngga papa nak" tanya mama seli
"Ngga papa mah" jawab diana melanjutkan naik tangga menuju kamar
"Syukurlah kalo gitu" sambung mama seli
Kemudian diana masuk kamar mandi untuk membersihkan diri dan ganti baju bergantian dengan dika.
"Mau saya dulu, apa kamu dulu?," tanya diana
"Kamu dulu aja" dika sembari melepaskan bajunya
Kemudian diana masuk kamar mandi.
Sementara itu Dika menunggu di luar.
"Dika minta tolong ambilkan handuk dong!...handuk saya jatuh ..basah" diana minta tolong dika di dalam kamar mandi
Dika pun mengambilkan handuknya Lalu dika mengetuk pintu kamar mandi
lalu Diana membuka pintu ..
"Ini handuknya ..dasar kamu itu ceroboh banget sih" jawab dika di luar sambil tangannya masuk ke pintu kamar mandi
"terima kasih" ucap diana
Setelah itu diana keluar dan giliran dika yang mau ganti baju..
Kemudian diana mengecas ponselnya dan mengaktifkannya lalu ada pesan foto lia dan dika yang sedang saling berpegangan dari nomor baru ternyata nomor lila
Kemudian diana melihat foto terebut
"ini kan foto dika dan lia, oh..jadi ini yang tadi di bilang dika itu" dina melihat ponselnya
Kemudian dika selesai mandi dan memakai bajunya dan melihat diana serius dengan ponsel yang sedang di charger
"Bukannya itu lagi di charger? kenapa kamu serius banget main HPnya" dika yang sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk
"ini saya lagi lihat foto kamu sama lia, emang kamu tadi habis ngapain aja sama lia" tanya diana matanya yang agak mendelik dan memperlihatkan foto tersebut ke dika
"kamu dari siapa dapat foto itu?" tanya dika
__ADS_1
"ini dari nomor baru" jawab diana
"Coba saya liat nomornya" dika mengambil HP diana
"ini kan nomor lia...kok dia bisa tau nomor kamu sih," ucap dika
"Mana saya tau....mungkin dari kamu kali, di foto ini emang lia kenapa,?? Kenapa tangan kamu dan dia saling berpegangan" tanya diana menyelidik
"lia itu kaya kamu...ceroboh....dia orangnya ngga hati-hati. tadi dia kakinya keseleo, saya cuma menolongnya aja kok" jawab dika..
"iiih,, saya ngga suka ya di banding-bandingkan dengan mantan kamu, kalo cuma nolong kenapa kamu lama, pasti dia minta balikan kan sama kamu,? " diana yang merasa cemburu
"iya emang dia minta balikan,," jawab dika
"terus kamu mau gitu" tanya diana
"Mau bagaimana kan saya udah menikah sama kamu," jawab dika yang mukanya datar
"ya takutnya kamu masih cinta sama dia, " jawab diana
"emang kamu pengen saya balikan sama dia" jawab dika yang ingin tau perasaan istrinya...
"Yaa ngga lah, kan kamu suami saya, " jawab diana
"berati kamu lagi cemburu ya tanya-tanya dia terus, kamu udah suka ya sama saya" jawab dika menggodanya
Dan diana hanya diam
"Iya dika, saya emang cemburu, dan saya juga takut kamu kembali padanya" diana ngomong di hati
Skip cerita
Diana sedang siap-siap memakai baju long dress warna abu-abu, pemberian mama seli yang sudah tau diana sukanya warna gelap jadi mama seli membelikan warna abu-abu dan Dika juga siap-siap mau berangkat tes kuliahnya
"Dika kamu serius mau datang kan selesai tesnya sampai jam berapa? " tanya diana sambil memakai bercemin dan memakai hijab lebarnya
" iya.. mungkin selesai jam 1an saya langsung ke kampus kamu" jawab Dika yang sedang pakai baju kemejanya
"Ya sudah saya tunggu ya, kamu ngga usah bawain buket bunga" diana yang sebenernya ngasih kode agar dika membawakan sebuket bunga untuknya
"Ya udah kalo gitu" jawab dika yang sebenernya sudah menyiapkan hadiah cincin, dika juga ingin mengungkapan perasaan kepada istrinya itu
Mereka sudah siap mengenakan baju.
Diana yang terlihat sangat cantik dengan baju long dressnya, dika memandang diana tanpa berkedip.
"kamu cantik banget" dika memuji diana di hati karena belum berani memuji diana du hadapannya langsung gengsinya gede
"Dika ayo turun, mama dan papa juga sudah siap kayaknya" ucap diana yang juga memandang wajah dika yang juga kelihatan tampan berkarismatik dengan kemeja warna abu-abu juga..
" iya ayo "ucap dika kemudian mereka menuju keluar kamar dan turun
" Dika semoga tesnya berhasil ya dan semoga dapat nilainya bagus" ucap diana sambil turun tangga dan dika di depannya
"iya, semoga kamu juga dapat nilai yang terbaik" sambung dika mendoakan diana
Skip cerita
Akhirnya diana sampai di kampus, dan juga dika sudah sampai di kampus.
__ADS_1
"Dika semoga cepet selesai tesnya" diana doa di hati berharap banget Dika hadir di acara wisudanya.
4 jam kemudian pukul jam 12:00
satu persatu siswa dan siswi sudah menerima ijasahnya termasuk diana dan mendapat gelar magister pendidikan (M.pd) tetapi dika belum juga datang,
"Diana dika kok belum datang nak? " tanya pak fauzan dan keluarga dika juga cemas
" mungkin bentar lagi pa" jawab diana yang sebenarnya sedang khawatir
"Coba di telepon aja nak" sambung mama seli yang juga menghawatirkan nya
"iya mah, ini saya mau telepon" jawab diana
sementara dika yang baru saja selesai, dan langsung bergegas keluar menuju parkiran
"Haduuhh saya telat ini...sudah selesai belum ya,? saya lupa bawa hadiahnya lagi,..gimana ini?" dika sambil melihat jam tangannya dan lupa membawa cincin yang akan di berikan ke istri nya itu
Lalu ponsel dika bunyi istrinya menelepon sudah 2 x panggilan dan dika mengankatnya
"Halo...dika kamu belum selesai tesnya?" tanya diana....
"iya ini baru selesai saya lagi di jalan,,acaranya belum selesaikan" jawab dika yang berhenti dulu mengendarai motornya
"Bentar lagi mau selesai.. Ya sudah hati-hati ya" ucap diana
"Iya " dika melanjutkan perjalannya
Di perjalanan dika di ikuti sama orang yang mengendarai mobil, tapi dika tidak begitu memperhatikan karena buru-buru lalu dika melihat toko bunga
"O.iya saya kan lupa bawa cincinnya...beli bunga aja ah" dika berhenti dan masuk di toko bunga
"Mba mana buket yang bagus untuk acara wisuda" tanya dika ke penjual bunga...
"ini mas" jawab penjual bunga yang menunjuk ke buket yang bunganya banyak
"Tapi saya naik motor mba..yang bunganya jangan banyak-banyak" ucap dika
" ya sudah yang ini aja mas" penjual bunga mengambilkan buket yang berukuran kecil
"Iya ..berapa mba" tanya dika
"200ribu mas" jawab penjual bunga
Lalu dika membayarnya dan keluar dari toko.
Pas di parkiran yang lagi sepi..dika mau menyalakan motornya orang yang tadi mengikuti dika, memukul pundak dika dari belakang dan dika kesakitan tidak bisa melawan, lalu dika di masukannya ke mobil
Orang yang mengikuti dika ada 3, dika di iket tangannya dan mulutnya di lakban jadi ngga bisa ngomong, motor dika masih di parkiran toko bunga....
"Mereka siapa,,? kenapa mereka menculik saya?" dika ngomong di hati dan kakinya berontak.
"Diam lu kakinya jangan banyak gerak" ucap salah satu yang nyulik dika
"Diana maafin saya, saya ngga bisa datang di acara wisuda kamu"dika cemas memikirkan diana dan pasti keluarganya juga sedang kahwatir
Bersambung
...***********...
__ADS_1