Suami Muda

Suami Muda
Parts 51


__ADS_3

Lia terus memperhatikan Diana, merasa cemburu, sementara Diana sedang duduk di sebelah Dika dan sedang memegang tangannya, menenangkan istrinya agar tidak terlalu memikirkan tentang anak


Tiba-tiba Lia menyenggol Diana secara sengaja sambil menumpahkan air minum ke pakaian Diana.


"Maaf saya nggak sengaja, baju mba jadi basah ya." ucap Lia yang sebenarnya sengaja


Dan orang yang sedang menghadiri tersebut semua tertuju terhadap mereka.


"Iya ga papa." jawab Diana sambil mengibaskan pakaiannya yang basah


"Sayang, baju kamu basah." ucap Dika


"Kamu apa-apan sih, kalo jalan lihat-lihat dong," ucap Dika yang sebenarnya sudah tahu lia dari tadi tapi ia biasa saja, tidak ingin menyapa. karna menjaga istrinya, dan tidak ingin membuat salah paham.


"Udah Dika, saya nggak papa kok." elak diana sambil memperhatikan Lia kaya pernah liatnya


"Bukannya itu Lia mantannya Dika, semoga aja dia sudah nggak memiliki perasaan ke suami saya." gumam Diana di hati yang sedikit khawatir .


"Bukannya kamu lia?" tanya Diana


"Iya," jawab Lia


"Lia, kamu, weh sekarang kamu beda banget." sontak Lila yang sudah lumayan reda mual nya lalu melihat Lia dan menyamperi


"Lila, kamu juga berubah, sekarang kamu pakai krudung." ucap Lia juga kaget melihat perubahan Lila


Lila hanya tersenyum


Dan tidak jadi pulang. karna sudah enakan.


Singkat cerita mereka saling mengobrol


Sementara Dika sedang memesan pakaian ganti untuk istrinya.


"Sayang, saya sudah memesan pakaian ganti bentar lagi datang"


"Hemm..sebetulnya ini juga nggak papa, ini cuma basah sedikit, tapi ya sudah, terima kasih ya." jawab Diana tersenyum


Lia yang melihatnya cemburu karna ia masih punya perasaan sama Dika.


"Kalo bukan karna mba itu, mungkin aku sama Dika sudah menikah" grutu Lia

__ADS_1


10 menit kemudian bajunya datang.


"Sayang, ini bajunya." Dika sambil menyodorkan pakaiannya ke Istrinya


"Iya, terima kasih saya mau ke toilet dulu ya."Diana menuju keluar


Lia memperhatikan Diana ke kamar mandi lalu, ia mengikutinya.


"Pokoknya aku akan membuat mereka berpisah, dan Dika akan menjadi milikku." Lia ngomong sendiri di hati sambil menunggu Diana di luar yang sedang mengganti pakaiannya.


8 menit kemudian Diana telah selesai, kemudian keluar.melihat lia sedang berdiri dekat pintu toilet.


"Lia, kamu sedang menunggu ya, maaf ya kalo saya lama" Diana merasa nggak enak


" nggak, aku mau ngomong sama kamu, bukannya kalian sudah bercerai dan kamu selingkuh?" tanya Lia yang sebenarnya sudah tahu kalo Dika sudah balikan sama Diana.


"Maaf, saya nggak bisa bicara tentang rumah tangga saya ke orang lain, saya permisi dulu, Dika pasti sedang menunggu" jawab Diana lalu berjalan menuju ruangan acara tersebut kembali.


"Saya belum selesai ngomong, tau nggak, sebenarnya, saya tu sengaja nabrak kamu, saya nggak suka sama kamu, gara-gara kamu Dika ngelupain aku, dan seharusnya saya tu sudah menikah sama Dia" Lia yang sedikit kesal


Diana hanya diam lalu melanjutkan jalannya.


"Dika ngapain kamu ke sini kamu mau ke kamar toilet juga?" tanya Diana


"Nggak, saya menyusul kamu sayang, kamu kok lama banget.oiya tadi Lia ngomong apa sama kamu, kayaknya saya liat dia serius banget ngomongnya" tanya Dika penasaran


"Hemm, kamu nanya?" Diana yang ngeledek suaminya


"Ah sayang, kamu malah ikutan ucapan orang yang sedang viral itu"


"Hehe lucu sih" Diana tersenyum


Singkat cerita acaranyapun telah selesai masih sudah pulang.


"Dika, kamu mau tau nggak lia tadi bilang apa?" Diana menatap suaminya di sampingnya yang sedang merebakan tubuhnya di atas kasur nya yang begitu empuk.


"Kamu tanya?" Dika membalas ledekan Diana tadi sembari tersenyum


"Iihh kamu...ya udah deh, saya nggak jadi cerita." Diana memanyunkan bibirnya lalu memunggunginya


"Maaf sayang, kan, saya cuma bercanda" Dika memeluk istrinya dari belakang

__ADS_1


"Tau nggak, tadi lia tu sengaja tau nabrak saya, katanya harusnya dia yang menjadi istri kamu" Diana yang merasa kesal


"Masa sayang, iihh kok dia masih kaya dulu aja ya."


"Iya, dia masih cinta sama kamu, awas kami kalo kamu, balikan lagi sama dia." Diana yang membalikan badannya lalu menatap suaminya kembali.


"Ya nggak dong sayang, saya tu cintanya cuma sama kamu, sampai kapanpun saya selalu mencintai kamu sayang" Dika meyakinkan istrinya sambil memeluknya dengan erat dan mencium keningnya.


1 bulan kemudian setelah kembalinya Lia, lia yang sedang menangis di kamarnya karna ia mau di jodohkan ayahnya.


"Lia keluar lia, kamu seharian belum makan, nanti kalo kamu sakit gimana ,Nak?" ucap ayahnya sambil menggedor pintu


"pokoknya aku nggak mau menikah sama orang itu ayah, aku hanya ingin menikah sama Dika" ucap Lia sambil menangis


"kalo ayah, waktu itu nggak nyuruh aku mutusin Dika, mungkin aku sudah menikah dengannya, aku benci ayah" sahut Lia masih di dalam kamar


"pokoknya aku nggak akan menikah, kecuali sama Dika" imbuhnya


"kamu tidak boleh begitu Nak, Kamu sudah tahu Dika sudah punya istri, jadi kamu harus melupakannya"


Liapun pingsan karna ia tidak makan dari kemaren dia hanya ingin makan kalo menikah sama Dika.


kemudian ayahnya menelpon Dika untuk datang ke rumahnya dan meminta tolong agar Dika berpura-pura ingin menikah dengan putrinya dengan terpaksa Dika mau memenuhi permintaan ayahnya Lia. yang sudah izin sama istrinya, dan istrinya terpaksa mengijinkannya karna rasa kemanusiaan dan takut Lia sakitnya tambah parah dan meninggal, jadi Diana mengijinkannya. ia juga ikut suaminya menengok Lia


"Dika kamu, datang" Lia langsung tersenyum dan memeluknya


Sementara istrinya menunggunya di luar kamarnya Lia yang pintunya terbuka ia melihat Lia memeluk suaminya.


"iya" jawab Dika singkat lalu melepaskan pelukan Lia


"Lia kamu harus makan, agar kamu cepet sembuh"


"aku mau makan, tapi di suapin sama kamu" ucap Lia yang nadanya manja


"Lia, biar ayah yang nyuapin kamu ya" ujar ayahnya


"nggak mau, aku maunya di suapin bercanda.ka" Lia menolak di siapin ayahnya


Lia di diagnosa oleh dokter ahli psikologi, penyakit mental


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2