Suami Muda

Suami Muda
Part 50


__ADS_3

Lila pingsan kakinya terjepit, kepalanya berdarah begitu banyak.


Sementara Zaki membantu kaka dan kaka iparnya terlebih dahulu.


"Ka ayo kita kerumah sakit, ka Dika lukanya lumayan parah, harus segera di jahit itu takut darah nya nanti keluar banyak" seru Zaki yang merasa khawatir dan gelisah..


"Ya Allah Dika luka kamu, gara-gara nyelametin saya, kamu jadi kaya gini" Diana sambil meneteskan air matanya


"Ngga papa sayang, kalo saya nggak menyelamatkan kamu yang ada saya menyesal se umur hidup, kamu mana yang sakit, kayaknya tu mobil emang sengaja mau menabrak kamu" ucap Dika sambil menahan sakitnya.


"Itu mobil punya Lila ka, kayaknya dia cemburu melihat kalian berdua, ayo cepat kita ke rumah sakit"Seru zaki


"iya cepetan di bawa ke rumah sakit" seru yang ikut nolong mereka


Ketika mau masuk mobil, ada yang cerita bahwa di depan juga ada yang kecelakaan dan sepertinya yang kecelakaan yang menabrak Diana.


"Di depan juga ada yang kecelakaan, tadinya bawa mobilnya ngebut banget" ucap seorang bapak-bapak bercerita


"Jangan-jangan itu Lila" Zaki ngomong di hati


Singkat cerita


kini mereka sudah di rumah sakit. Dika lukanya di tangan di jahit sedikit dan di perban, sedangkan Diana hanya memar karena bajunya panjang.


Sementara Lila sedang di ruangan ICU, karena keluar banyak darah jadi butuh pendonor darah .


"Dok, gimana keadaan istri saya?" tanya Zaki ketika dokter keluar Zaki langsung bicara dengan dokter


"Istri anda kritis, karena kurang darah, dan membutuhkan golongan darah O positif. Kebetulan darah golongan tersebut sedang kosong, apa ada dari keluarga yang mau mendonorkan darahnya?"


Kebetulan Diana golongan darah O jadi Diana mau mendonorkan darahnya.


"Sayang kamu beneran mau mendonorkan darah kamu, itu kan terjadi karena ulahnya sendiri, dan juga dia sengaja tadi mau nabrak kamu, sebenarnya saya nggak ikhlas, dan kalo dia sadar saya akan melaporkannya ke polisi." ucap Dika yang sedikit emosi yang duduk di dekat ruangan ICU


"Iya, perbuatan dia emang nggak pantes di maafkan" imbuh Zaki yang juga kesal


"Tapi, dia sekarang sedang butuh banget, kita harus menolong, gimanapun juga dia adik ipar saya, semoga aja dia nanti berubah" jawab Diana


"Ya sudah, terserah sayang aja"


Singkat cerita


Pukul 21:00 Lilapun sudah sadar. Dika dan istrinya sudah pulang,


"Haduh... kenapa aku bisa ada di sini?" Lila melihat Zaki yang sedang tidur posisi duduk di sampingnya


Dan dia ingat apa yang dia lakukan sebelumnya


"Pasti yang nolongin aku dia, padahal aku sudah jahat ke kaka nya, apa dia nggak tau kalo aku menabrak kakanya , terus gimana keadaan kakanya sekarang?" Lila ngomong Di hati


Zakipun bangun.


"Kamu sudah sadar Lila?,"


"Iya" jawabnya singkat


"Ya sudah kamu istirahat saja, aku mau memanggil dokter dulu." ujar Zaki


5 menit kemudian dokter pun datang memeriksanya


"Dok kenapa kaki kiri saya sulit di gerakin.?"Lila cemas


" kaki nona lumpuh sementara, tulangnya retak, 3-6 bulan in syaa Allah sembuh, dan bisa berjalan kembali." dokter menjelaskan


"Ya Allah, mungkin ini balasan buat aku," Lila yang sudah mulai menyesal atas perbuatannya dan sambil meneteskan air matanya

__ADS_1


"Kamu harus sabar lila, semoga kamu cepet sembuh." ucap Zaki sambil memeluk istrinya karena tidak tega melihatnya.


Sementara papanya belum tahu kalo putrinya kecelakaan.


"Zaki aku minta maaf karena aku sudah menabrak kaka kamu, terus kaka kamu gimana kondisinya sekarang, dan Dika juga, saya inget Dika menyelamatkan mba Diana" tanya Lila yang sudah menyesal


"Entahlah, ka Dika tangannya parah, terus di perban, kalo ka Diana cuma memar saja"


"Terus ka Dika nggak terima katanya mau melaporkan kamu ke polisi atas tuduhan pembunuhan berencana." imbuh Zaki


"Iya, aku emang pantas di hukum aku akan menerimanya." jawab Lila


"Zaki, apa kamu masih menganggap aku sebagai istri kamu?" tanyanya yang merasa nggak ada harapan lagi maaf dari Zaki


"Entahlah, sudah, kamu istirahat saja, agar cepet pulih kembali" jawab Zaki


"Zaki,/aku mohon maafkan aku, aku janji, aku akan berubah." imbuh Lila


"Ya kita lihat saja, kalo kamu berubah, dan tidak memiliki perasaan lagi ke ka Dika, in syaa Allah aku nggak akan menceraikan kamu." jawab Zaki lalu duduk kembali


Singkat cerita


Siangpun tiba Diana dan keluarganya termasuk mertuanya juga ikut menjenguk Lila.


"Mba Diana, aku minta maaf, aku salah, aku akan menjalani hukumannya." Ucap Lila yang memeluk Diana.berada di sampingnya


"Kok kamu tau, kalo saya akan melaporkan kamu ke polisi?" tanya Dika


"Iya, aku tahu dari Zaki, Dika maaf ya gara-gara aku, lengan kamu jadi terluka." Lila melepaskan pelukannya ke Diana


"Iya, gara-gara kamu tangan saya jadi kaya gini" jawab Dika


"Ibu, bapa, dan om tante aku minta maaf" ucap Lila yang penuh penyesalan


"Iya, kami sudah memaafkan kamu Lila, semoga kamu tidak mengulanginya kembali." jawab mama Seli


"Iya, jika kamu berubah saya juga tidak jadi melaporkan kamu ke polisinya." imbuh Dika


Singkat cerita


5 bulan kemudian Lila masih belum sembuh. Jalannya di bantu sama Zaki dan sekarang dia sudah mulai berubah.Zaki merawatnya dengan baik.


Ketika mau jalan menuju kamar di atas, Lila sangat kesulitan, lalu Zaki menggendongnya


"Zaki, aku sudah bisa jalan kok ini udah agak enakan kakinya." kemudian Lila menatap suaminya


"Zaki, ganteng banget, kenapa saya baru menyadarinya." batin Lila


"Nggak, saya lihat kamu kayak menahan sakit, sudah kamu jangan menatap wajah aku kaya gitu dong." Zaki jadi salting


"Ternyata kamu, ganteng juga." ucap Lila tersenyum


Zaki hanya tersenyum kemudian mereka sampai di dalam kamarnya


"Zaki, terima kasih selama ini kamu sudah merawat aku, aku jadi bersyukur sekarang kenapa papa menjodohkan aku sama kamu, karena kamu emang orangnya baik, maafkan aku waktu itu pernah menuduh kamu mau menguasai perusahaan papa." ucap Lila yang sedang duduk di atas kasur


"Iya, aku sudah memaafkan kamu sejak lama"


"Terus kamu nggak akan menceraikan aku kan." tanya Lila ingin tahu perasaan Zaki


"Iya nggak." jawab Zaki singkat


"Zaki aku mencintai kamu." ucap Lila


sedangkan Zaki pura-pura tidak dengar

__ADS_1


"Zaki kenapa kamu diam aja, kamu nggak mau membalas cinta aku, kenapa cintaku selalu bertepuk sebelah tangan, apa aku jelek." ucap Lila merasa sedih


Kemudian Zaki mendekati Lila perlahan.


"Aku juga mencintai kamu, Lila kamu cantik kok, apa lagi kamu kalo paket hijab, aku ingin kamu pakai hijab kalo sedang keluar rumah." Lalu Zaki mencium kening istrinya.


"Iya zaki, aku akan berhijab seperti mba Diana" jawab Lila


Lalu Lila mencium Zaki di bi**nya


"Zaki apa kamu nggak mau menyentuhku, apa kamu nggak menginginkanku." Lila melepasan ciumannya


"Emang kamu sudah siap?" Zaki membalas ciumannya.


"Iya," jawab Lila


"Eh tunggu, kaki kamu masih sakit, aku takut nanti kamu hamil, aku ingin kamu sembuh dulu, barusan kita lakukan itu" Zaki yang tadinya sudah ingin banget tapi lebih memilih menundanya


"Iihh kamu, padahal aku udah, ya udah deh" Lila yang juga pengen, sedikit kesal


1 tahun kemudian


Di perusahaan Dika sedang ada acara memamerkan produk barunya ya itu Jet pribadi model baru.


"Selamat pak, jet pribadinya bagus sekali, semoga yang nyewa banyak." ucap klien


"Terima kasih pak" jawab Dika dan pak Surya


Masing masing istrinya juga ikut hadir


Tiba-tiba Lila mual-mual


"Lila kamu kenapa?" tanya Zaki memperhatikan istrinya


"Nggak tau nih tiba-tiba aku mual, terus pusing banget" jawab Lila


"Ya sudah ayo kita pulang" ajak Zaki yang merasa khawatir


"Mungkin sedang kamu hamil kali lila. soalnya aku juga dulu begitu" ucap Santi yang sambil menggendong bayi laki-lakinyq usia 5 bulan namanya Dzefano


"Cie-cie Zaki mau jadi ayah." ledek Riky melirik ke arah Zaki


"Weh, pak agus mau jadi kakek selamat pak" ucap pak Surya


"Iya, semoga aja pak, semoga bapak juga cepet jadi kakeknya ya" jawab pak agus


"Aamiin"


"Emang bu Diana belum hamil pak, kirain saya pak Dika sudah punya anak." ucap klien yang juga menyimak


"Iya, weh yang semangat dong anunya agar cepet punya anak." seru klien yang lainnya


"Iya pak," jawab Dika datar, dan memperhatikan istrinya yang nampak kelihatan sedih


dan ternyata benar Diana mulai sedih kalo di tanya soal anak


dan dia khawatir kalo tidak punya anak juga suaminya akan meninggalkannya dan mencari istri yang subur.


"Ya Allah semoga saya juga cepet hamil." doa Diana di hati dan merasa khawatir


"Sayang kamu kenapa?" tanya Dika melirik ke istrinya


"Dika, kamu nggak akan ninggalin saya kan, karena saya belum juga hamil." Tanya Diana


" Owh.. jadi kamu lagi mikirin soal anak, udah tenang aja nanti juga kita punya, saya nggak akan ninggalin kamu sayang, meskipun kita lama di kasih kepercayaan untuk memiliki anaknya, saya akan tetap mencintai kamu.jadi kamu jangan terlalu mikirin tentang itu ya, saya takut nanti sayang stres nanti sayang sakit." ucap Dika meyakinkan istrinya agar tetap tegar meskipun belum di beri kepercayaan untuk memiliki anak.

__ADS_1


Lia juga ikut hadir di acara tersebut.


Lia sudah lama tidak nampak karena dia habis melanjutkan kuliahnya di inggris.


__ADS_2