Suami Muda

Suami Muda
Part 22


__ADS_3

Di rumah sakit pak fauzan dan bu fauziah belum tahu kalo irfan yang menolong diana soalnya irfan sedang di toilet.


"zaki kamu ke sini naik apa nak? katanya kaka kamu pingsan tadi? tanya bu fauziah


"naik mobil bu, mobilnya ka irfan" jawab zaki


"irfan yang pernah melamar kaka kamu?, Sekarang di mana orangnya?" tanya bu fauziah


"Lagi di toilet bu" jawab zaki


Lalu irfan menuju ke ruang operasi kembali melihat ibu fauziah dan pak fauzan langsung bersalaman.


"Terima kasih kamu sudah menolong anak ibu, maaf ya sudah merepotkan nak irfan" ucap bu fauzan yang sedang duduk


"ngga papa bu, ngga ngerepotin bu" jawab irfan dan juga duduk di samping bu fauziah


Dika masih di perjalanan


" kamu tadi larinya cepet banget sampe saya kehilangan jejak kamu, sekarang malah kamu mau di operasi" dika ngomong di hati sambil mengendarai motor dan membawa keperluan diana


"ibu sudah menelepon dika? tanya zaki yang juga sedang duduk di samping dika


" sudah, mungkin dia sedang di jalan, kamu manggilnya ka dika jangan dika aja, dia kaka ipar kamu nak" jawab ibu fauziah


"Kan dia seumuran dengan saya bu kayak ngga pantes gitu bu di panggil kakanya" jawab dika


"Kamu ngga boleh gitu zaki" ucap bu fauziah


"Iya ibu zaki minta maaf" zaki meminta maaf


"Ibu maaf kirain saya, diana menikah dengan naufal kok diana malah menikah sama yang seumuran dengan zaki" tanya irfan


"itu gara-gara kesalah pahaman nak, mereka menikah karena di desak sama warga dan Pak RT" bu fauziah menceritakan tentang pernikahannya sampai detail


Skip aja ya


Kemudian dika sampai di rumah sakit, melihat irfan dan ibu mertuanya sedang mengobrol lalu pak fauzan melihat dika dan bersalaman


" _kok bisa ada irfan di sini sih?"_ dika ngomong di hati


"Bapa Diana belum selesai operasinya? Tanya dika


" belum nak, doain aja semoga operasinya lancar " jawab pak fauzan

__ADS_1


Bu fauziah masih mengobrol sama irfan tentang pernikaha dika dan diana agar irfan tidak salah paham


zaki yang duduk melihat dika dan dika menghampiri zaki


"Kamu dari mana aja baru datang? kenapa kamu ngga di samping kaka? saat kaka saya lagi sakit? Pasti kamu habis main sama teman-temanmu kan?" tanya zaki menyelidik


Dika hanya diam tidak menjawab pertanyaan zaki.


"Dika kamu datang dari tadi nak" tanya bu fauziah yang baru engeh dika sudah datang dari tadi


"iya bu " jawab dika


"Kenalin ini temannya diana" bu fauziah mengenalkan irfan ke dika


"Kita sudah saling kenal bu" ucap irfan


"Oh...jadi kalian sudah saling kenal, syukurlah kalo gitu, nak irfan sudah lama kenal sama dika?" tanya bu fauziah


"ngga bu kita baru kenal, kenal waktu diana menyelamatkan putri keponakan saya, saya juga berhutang budi bu sama diana sudah menyelamatkan ponakan saya dari kecelakaan mau di tabrak mobil Alhamdulilah nya ada diana, saya terima kasih banget sama diana dan alhamdulillahnya diana juga selamat" irfan menceritakan tentang waktu mengenal sama dika dan diana menyelamatkan ponakannya


"ya Allah ...syukurlah ponakan nak irfan dan diana di selamat"


Kemudian diana sudah selesai operasinya lalu mau di pindahkan ke ruangan inap dan dokter keluar


" Alhamdulillah operasinya lancar dan sekarang masih belum sadar, dan akan segera di pindahkan di ruang inap" dokter menjelaskan


Kemudian diana di pindahkan ke ruangan inap yang di ruangannya ada 3 orang pasien habis di operasi juga pak fuzan milih ruangan inap yang bukan VIP


Diana masuk di ruangan inap tapi belum saktunya jam membesuk pak fauzan, bu fauziah Dika, zaki dan irfan masih menunggu di luar sedang duduk..


irfan yang penasaran sama Dika kepikiran tentang cewe yang menggandeng tangan Dika tadi siang di gor lalu irfan menghampiri Dika yang sedang duduk yang lumayan jauh dari tempat duduknya, dan mengajaknya mengobrol.


"Dika tadi kamu habis main futsal? saya tadi liat kamu bersama cewe, apa itu cewe kamu" tanya irfan


" bukan... itu teman saya" jawab irfan


"kalo bukan cewe kamu kenapa kamu mau tangannya di gandeng sama dia"irfan tidak percaya ucapan dika


" itu karena dia sendiri yang menggandeng tangan saya, lagian itu bukan urusan kamu" dika sedikit marah


"Jelas itu urusan saya karena kamu menyakiti orang yang saya cintai, jika kamu membuatnya menangis dan terluka, saya akan mengambilnya dari kamu" irfan juga sedikit marah dan mengecam Dika


"Saya ngga akan biarkan kamu mengambilnya dariku" Dika yang sebenarnya takut kehilangan Diana

__ADS_1


Kemudian petugas rumah sakit yaitu pak satpam keliling mengontrol keadaan rumah sakit dan melihat keluarga Diana yang masih lengkap menunggu Diana sadar dan pak satpam menegur mereka.


"mohon maaf sebelumnya pak, bu waktu membesuk sudah habis dan hanya satu orang yang bisa menunggu pasien, ibu bapak dan ade boleh kembali besok jika waktu besuk sudah di buka kembali.


" iya pak mohon maaf pak, kita akan segera pulang" pak fauzan yang sebenarnya tidak ingin pulang..


"tapi pa, Diana belum sadar," bu fauziah yang tidak ingin pulang,


"Kita harus pulang, besok kita kesini lagi, kan ada Dika yang akan menunggu, kita tanya aja sama dika keadaan Diana" ucap pak fauzan


"ya sudah pak saya mau pulang ya, semoga Diana cepet sembuh" irfan yang sebenarnya pengen lihat Diana sadar dulu.


"iya nak irfan, terima kasih banyak sudah menolong anak kami" ucap bu fauziah


"iya.. saya pamit bu Assalamu'alaikum," irfan pamitan dan bersalaman kepada pak fauzan, zaki dan dika dan irfanpun pulang


"nak dika, ibu bapa dan zaki. pulang dulu ya, kalo ada apa-apa jangan lupa kabarin ya" bu fauziah bergegas mau pulang


"iya pak, bu...hati-hati di jalan" jawab dika


Merekapun juga pulang


Kemudian Dika masuk yang di sebelahnya juga ada yang sedang menunggu dika duduk di dekat ranjang Diana sambil memegang tangan diana


"Diana kamu tidur lama banget sih, bangun dong" dika yang khawatir


Yang sebelah memperhatikan dika, karena Dika emang tampan di ruangan jadi pusat perhatian pasien dan yang menunggu, beberapa pasien ada yang belum tidur


"Lihat, cowok itu ganteng banget" ucap penunggu pasien yang sedang memperhatikan dika lirih


"kakanya" juga cantik banget" pasien yang mengira kakanya Dika


Pukul 23:00 Diana sadar dari pingsannya karena tadi habis di bius juga tangannya bergerak, seketika Dika melihat Diana


"Diana kamu sudah sadar" Dika yang terkejut


"Kenapa saya bisa ada di sini? Di mana zaki? Diana inget pas dia pingsan habis mengubungi Zaki adiknya ..


" kamu habis di operasi, kamu kena usus buntu, dan zaki sudah pulang, sama ibu dan bapa juga" jawab dika


"Apa..? saya habis di operasi ? terus kenapa kamu yang nungguin, kenapa ngga ibu aja" tanya Diana yang bingung karena di kira dia sakit perut biasa


"Sudah kamu jangan banyak bicara kamu istirahat aja, sudah malam, besok mereka mau kesini lagi katanya" ucap dika yang perasaannya kaya ngga di hargai karena diana tidak ingin di tungguin sama dika dan Dika juga takut membahas tentang tadi yang waktu di kafe, takut diana tidak percaya padanya bahwa apa yang di lihat diana itu hanya salah paham dan tidak di sengaja..

__ADS_1


__ADS_2