Suami Muda

Suami Muda
Part 31


__ADS_3

Sementara mama Seli di rumahnya sangat mengkhatirkan anaknya


"Pa ayo kita susul Dika aja, takut Dika di sana membuat ulah lagi !" bu Seli merasa cemas


"Percaya aja sih ma sama Dika, sekarang Dika sudah dewasa mah, sejak kenal Diana menurut papa Dika menjadi anak yang baik, Dan meskipun sudah bercerai pengaruh Diana masih ada di diri Dika, Dika sudah ngga kaya dulu ma" ujar pak Surya


"Iya juga sih...tapi mama ngga tenang pa. ayo pa kita ke sana aja, ayo cepetan bangun !" mama seli menarik tangan pak Surya yang sedang rebahan di sofa...


"Ya sudah ayo...." Pak Surya yang sebenarnya lagi lelah, terpaksa, mengikuti kemauan istrinya itu.


Merekapun, berangkat menyusul Dika


Di rumah pak Fauzan.


Diana masih menangis dan ngga percaya kalo orang yang di cintainya, sedang berada di hadapannya dan melamarnya kembali.


"Diana kenapa kamu menangis?, jangan bilang kamu mau pergi lagi.?" Dika yang mengingat waktu Diana pergi, meninggalkannya Diana menangis terus.


"Saya mau pergi ke mana, Dika? ini kan rumah saya." Diana tersenyum tipis.


"Ya gitu dong senyum, kamu makin cantik kalo senyum gitu." ucap Dika melihat wajah Diana


"Kamu bisa aja Dika, ngegombalnya, ngga maluan itu ada orang tua saya." Diana melirik orang tuanya, yang juga tersenyum.


"Kan bentar lagi mau jadi mertua saya, lagian, ngga ada mantan mertua, kan?" jawab dika


"Terus gimana kamu belum ngasih jawabannya..apa kamu mau jadi istri saya lagi?" Dika penasaran dengan perasaan Diana, apa masih mencintainya.


"Kamu serius sama perkataanmu itu Dika, kan saya sekrang tambah Dewasa, saya sama kamu tu beda usianya jauh banget tau jaraknya. saya takut nanti kamu meninggalkan saya, dan mencari gadis yang seumuran kamu " jawab Diana, yang ragu mau menerima Dika meskipun mencintainya


"Ya serius dong..kalo ngga serius ngapain saya ke sini, dan menunggu kamu lama, sejak saya kuliah juga, tidak ada cewe lain yang saya pikirkan, selain kamu...meskipun, waktu itu saya taunya kamu menikah sama naufal, pokoknya waktu itu saya ngga rela banget kamu menikah dengan naufal ...masalah Usia saya ngga peduli. saya janji saya ngga akan meninggalkan kamu Diana."Dika meyakinkan Diana


"Udah terima aja, Nak...lagian kamu juga masih mencintai Dika, kan?...ibu tau, kamu sering melihat fotonya...." seru bu Fauziah


"Ibu jangan buka kartu dong!...jadi ketahuan deh." Diana yang sedikit malu.


"Berati kamu juga cinta banget dong sama saya?" Tanya Dika, semringah


"Iya" jawab Diana singkat, karena masih malu


papa Surya, dan Mama Seli sudah sampai Di rumah Diana.


Tok

__ADS_1


Tok..


Tok..


"Assalamu'alaikum" pak Surya mengetuk pintu


Di dalam Dika kaget, mendengar suara yang mirip papanya.


"Kaya suara papa?!"Dika ngomong Di hati


Lalu bu Fauziah bergegas membukakan pintu.


"Wa'alaikumussalam silahkan masuk bu, pa." jawab bu Fauziah yang juga terkejut, ternyata orang tuanya Dika.


Kemudian merakapun masuk , dan bersalaman, kemudian duduk.


"Papa, mama? Kenapa ke sini?" tanya Dika bingung


"Laa mau jemput kamu, kamu kenapa mendatangi cewe yang sudah bersuami. Kamu tidak boleh menghancurin rumah tangga orang Nak..ayo pulang Dika..." jawab mama Seli, yang masih berdiri


"iya Dika ayo pulang..maaf ya Diana, kalo Dika sudah menggangu.." sambung pak Surya merasa ngga enak, terhadap Diana.


"Diana belum bersuami, pa, ma. Waktu itu Diana ngga jadi nikah." Dika menjelaskan


"Iya maaf ma, Diana sudah membuat kalian salah paham, waktu itu saya terpaksa mah, meminta cerainya " jawab Diana, merasa nggak enak hati.


Singkat cerita Diana mejelaskan tentang meminta cerainya, sudah ada di episode 28 ya.. dan orang tua Dika sangat berterima kasih kepada Diana, dan sekarang membahas tentang pernikahannya.


"Ya sudah, Dika kita pulang yuk...sudah malam ini. ngga enak sama tetangga, nanti kamu di grebek lagi gimana?. kamu mau menikah kayak waktu itu?" papa Surya inget kejadian waktu pernikahan mendadak itu.


"Ya bagus dong Pa, biar saya cepet menikah sama Diana.." jawab Dika yang pengen cepet-cepet menikah, dan ngga berfikir panjang.


"Bagus kepalamu !, kamu mau malu-maluin keluarga Diana lagi!? " pak Surya yang matanya mendelik, mendengar ucapan Dika


"Kamu ada-ada saja nak Dika" sambung bu Fauziah melirik ke arah Dika yang menurutnya, Dika Aneh.


"Tapi pah, beneran saya pengen cepet-cepet menikah dengan Diana. kalo bisa, pengennya malam ini juga sudah nikah . rasanya saya ingin banget memeluknya." jawab Dika yang malunya ilang


"Dika...!.di hadapan orang tua, kamu ngomong kaya gitu." mama Seli yang merasa malu mendengar ucapan Dika


"Diana kamu juga kangen, kan?...ayo kita menikah kaya waktu itu." seru Dika melirik Diana.


Diana hanya diam, bingung mau jawab apa ..sebenarnya, emang sama pengen cepet-cepet nikah.

__ADS_1


"Pokoknya saya ngga pengen pulang Pa...sudah 4tahun saya menahannya, sekarang baru ketemu, malah cepet-cepet pulang." grutu Dika, menahan rindunya


"Kalian kalo ingin cepat-cepat menikah. boleh minggu depan..tapi kalian harus di persiapakan dulu, dan mendaftar ke KUA, kita adakan ijab qobul dulu gimana ?,agar nanti tinggal resepsinya aja." ujar pak Fauzan yang kasihan melihat Dika yang sudah tidak sabar.


Skip cerita. mereka setuju, dengan pendapaya pak Fauzan, Dika dan Diana masing masing mempersiapkan persayaratan pernikahannya...


1 minggu kemudian. hari pernikahan merakapun telah tiba.


Diana yang sudah siap, dan sudah mengenakan baju pengantin warna putih, yang makeupnya natural, terlihat sangat cantik. Diana nggak suka dandan yang terlalu mencolok ..tapi meskipun Diana tidak bermakeup juga emang sudah cantik, dan sekarang tinggal menunggu Dika.


"bimillah ...ya Allah semoga acaranya lancar.." Diana berdoa Di hati penuh harap


"Diana saya sudah siap nih ...mau berangkat..rasanya ngga sabar banget" pesan WA Dika ke Diana, yang berantusias dengan pernikahannya.


"Iya, saya juga sudah menunggu..kamu hati-hati ya, di jalan." balas Diana yang masih duduk di dalam kamarnya sembari menatap cermin dan berfikir..ngga nyangka banget Dia akan menikah lagi dengan pria yang Dicintainya setelah terpisah selama 4 tahun.


Dika juga sudah siap, dan bergegas menuju ke rumah Diana. tapi di jalan terjebak macet.


"Aduh gimana ini Pa ?.macetnya panjang banget..." Dika cemas


"Iya ya, panjang banget.. Coba kamu hubungi Diana, takut pak penghulunya sudah datang" ujar papa Surya


Diana juga di rumah cemas, karena pak penghulunya sudah datang, cuacanya juga mendung dan Dika belum datang juga.


"Ibu.. kok lama ya Dikanya..bilangnya tadi sudah berangkat, ini sudah 30menit yang lalu, biasanya juga 25menitan, kalo ngga macet nyampe sini nya" Diana melihat ponselnya


Dikapun, menelepon Diana. kemudian Diana mengankatnya.


"Halo ...Diana maaf jalannya macet" ucap Dika


"Oh jadi macet ya? pantesan...ya sudah ngga papa hati-hati ya semoga jalannya lancar kembali" jawab Diana


"Pak penghulunya sudah datang belum?" tanya dika


"Sudah" jawab diana


"Ya sudah tunggu ya...saya tutup ya telepon nya" ucap dika yang berfikir ingin keluar dari mobil dan berjalan saja ke rumah Diana nya


"Pa saya jalan kaki ajalah ..kayaknya ini masih lama kasihan Diana sudah menunggu lama, lagian paling ini 15 menit kalo jalan kaki" Dika membuka mobil dan keluar


"Dika ini mau hujan, Nak...kamu jangan nekat...pasti keluarga Diana juga ngerti " mama seli kesal. membuka jendela mobil, melihat Dika yang kurang sabar, dan sudah keluar mobil.


"Maaf, pah mah Dika duluan yaa...Daah..." Dika bergeas lari cepat karena tidak ingin membuat Diana menunggu lama..

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2